Archive for the ‘Kaset’ Category

Midnight Blues by Contessa

September 22, 2013

The Blues continues …with Midnight Blues; played and enjoyed during midnight …!

image

Pada saat kemarin (Jumat) malam saya melintas di lapak Legend di kawasan Blok M Square,  sang pemilik sedang bermain catur sementara di lapaknya mengalun musik blues dan kebetulan pas di lagu yang saya kenal betul: So Many Roads. Ternyata ini adalah merupakan playback dari kaset Midnight Blues rekaman Contessa.

Seperti saya pernah tekankan bahwa selama masih muda saya kurang menyukai kaset kompilasi. Namun sekarang saya gemar karena bisa kenal band lainnya.

Malam ini di tengah keheningan malam / pagi saya nikmati kaset ini. Wah bener2 syahdu musiknya termasuk This Day Is Gonna Be Our Last (Savoy Brown), Double Trouble (Eric Clapton), The Way I Feel (Cuby + the Blizzards).

image

….

Monggo

Ken Hensley “Proud Words on a Dusty Shelf” by Monalisa

September 20, 2013

By: Yuddi Kustiadi

image

Pada waktu setelah penerbitan album Uriah Heep “Demon & Wizzard” ,Ken Hensley membuat album solo berjudul “Proud Words On Dusty Shelf” . Lagu yang cukup populer dari album tsb adalah ‘When Evening Comes” yang kadang dimasukan dalam kaset kompilasi Blues. Lagu ‘Rain’ pada album ini juga ada di album Uriah Heep “The Magician Birthday”. Lagu ‘Proud Words On Dusty Shelf’ sendiri ternyata juga sempat direkam Uriah Heep, walaupun akhirnya tidak masuk di album Uriah Heep, lagu ini kemudian dimuat edisi remaster album “Demon & Wizzard”. Pada kaset terbitan Monalisa ini side B diisi beberapa lagu dari album solo kedua Ken Hensley “Stargazer”.

Demikian tulisan sekedarnya ini, thanks mas G.

——

Dari mas Hendrik:

Selamat Siang mas G.
Melengkapi tret dari mas Yuddi ‘Ken Hensley-Proud Words On A Dusty Shelf ‘, berikut saya kirim foto foto Hensley yg terdapat pada versi vinyl nya.
Semoga berkenan.

Thank u.

Hensley 1

Hensley 2

 

Heavy Slow Memory by Aquarius

September 15, 2013

By: *cosmic_eargasm*

##AQUARIUS - HEAVY SLOW MEMORY##
Kaset rilisan Aquarius ini merupakan salah satu kaset kompilasi
koleksi saya di luar kaset kompilasi keluaran Yess yang masih saya
simpan walaupun kovernya sudah tidak mulus lagi dan casing kasetnya
sudah tidak ada sticker Aquariusnya lagi (parah ya..). Meskipun
demikian, dari segi suara masih cukup prima, dan terlebih lagi, kaset
ini menyimpan banyak memori masa lalu yang indah.
Beberapa lagu-lagunya adalah lagu standart yang banyak terdapat di
kaset-kaset kompilasi lainnya. Tapi, yang paling penting bagi saya,
urutan lagu-lagu dan pilihan band/musisinya sangatlah mematikan sekali
(pinjam istilahnya Mas GW). Mari kita lihat apa saja tracklistnya
(yang sampai sekarangpun masih menjadi top playlist saya):

1. “Belladonna”by UFO. Lagu ini sangat asyik sekali. Semangat rock
mengalir dari permainan gitar Michael Schenker dan kibornya Danny
Peyronel. Fill-fill kibord mengingatkan pada lagu “Martian Landscape”
yang masih satu album dengan “Belladonna”. Sayangnya, Peyronel cuma sekali ini
saja mengisi album UFO.

2. “The Journey” by Rick Wakeman.
Walaupun lagu ini cuma penggalan dari opus karya kibordis Yes yang
durasinya lumayan panjang, tapi sangat asyik untuk dimasukkan ke dalam
kompilasi. Lagu dari Wakeman yang lain ada juga yang dimasukkan dalam
kompilasi Heavy Hits nya Apple, “Excelsior Song” yang dilantunkan oleh
Paul Nicholas.

3. “Shylina” by Livin’ Blues. Ini adalah lagu terkeren dan istimewa
plus nuansamatik sekali. Yang belum pernah mendengarkan lagu ini
termasuk golongan yang merugi hahahaha..

4. “If You Leave Me Now” by Chicago. Merupakan lagu umum, yang pasti
semua orang tahu. Lagu Adult Contemporary ini sangat enak dinikmati
pada saat rest and relax.

5. “A Spaceman Came Travelling” by Eela Craig. Lagu keren dari band
yang berasal dari Austria ini dulu sempat sering diputar di
radio-radio. Nuansanya pop rock modern yang di akhir lagu terasa sekali sentuhan rock dari distorsi gitar dan lengkingan
vokal yang matching dengan tema lagunya. Unsur prog juga terasa di
lagu ini.

6. “Peace Of Mind” by Rare Bird.
Hammond sound nya asyik sekali menuntun komposisi lagu ini.

7. “Catch The Rainbow” by Rainbow.
Richie Blackmore adalah ‘biang keladi’ dari bubarnya band ELF, yang
semua personilnya diajak ngeband bareng di Rainbow ini. Lagu yang
semua orang tahu ini memang sangat nuansamatik dengan semangat blues
dibalik komposisi slow rock balladnya.

8. “Catch The Wind” by Sammy Hagar.
Lagu yang aslinya milik Donovan ini dibawakan dengan semangat rock
oleh ex. vokalis Montrose dengan gagahnya.

9. “Poorman’s Moody Blues” by Barclay James Harvest.
Lagu ini khusus diciptakan untuk menghormati The Moody Blues yang
banyak mempengaruhi musikalitas BJH. Lagu apik ini sangat enak
dinikmati dengan style khas BJH.

10. “I Don’t Want To Go On Without You” by Nazareth. Tarikan vokal Dan McCafferty yang khas membuat lagu yang umum ini begitu apik.

11. “C’est La Vie” by ELP.
Dengan tanpa gebukan yang ngeprock dari drumsnya Carl Palmer tetap
membuat lagu ini sangat indah.

12. “Skyline Pigeon” by Elton John.
Komposisi pop indah yang merupakan favorit saya selain “Rocket Man”.

13. “If You Gotta Make A Fool Of Somebody” by Night.
Lagu pop nuansamatik dengan bumbu pop-blues sangat empuk dan nyaman
untuk dinikmati dari band bentukan Chris Thompson nya MMEB yang
mengandalkan vokal Stevie Lange.

14. “Question” by Manfred Mann Earth Band.
Sangat pas dan cocok sekali sebagai lagu penutup dengan harmoni yang
syahdu dan menghanyutkan.

Kalau sudah memutar seluruh lagu ini, rasanya ingin mengulang terus.
Sangat pas untuk teman menuju peraduan, ataupun pas suasana santai
ataupun sambil mengerjakan sesuatu..

Thanks buat Mas GW yang makin ngeprog..

::: Salam Djadoel :::

King Crimson “Larks’ Tounges in Aspic” by Yess

September 15, 2013

image


Tret ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan mas Kristanto tentang Easy Money ada di album apa. Berikut ini saya upload fotonya. Jangan terkejut ya … meski masih hangat2nya membahas KC Discipline kok tiba-tiba flash back ke album lama.

image


Kaset Yess ini bisa dikatakan edisi terbatas karena memang diproduksi khusus untuk saya dengan durasi kaset seperti LP series tanpa sedikitpun ada perubahan urutan lagu dan menggunakan direct recording dari PH ke kaset tanpa melalui proses mastering. Memang saya beruntung bisa direkamin Ian kaset ini.

Album ini dahzyat dari opening track hingga akhir. Semua lagunya asik tak ada yang jelek atau biasa2 saja baik itu yang kenceng maupun yang slow.

Mari kita bahas album ini. Siapa mau mulai?

King Crimson “Discipline” by Yess

September 14, 2013

image

Pertama kali dengar album ini di markas Yess jalan Veteran pada tahun 1981 saya mangkel banget karena salah satu pelopor progrock kondang ini kok melakukan perubahan musiknya secara mendasar. Saya ungkapkan kekesalan saya itu ke Ihok dan Ian Arliandy. Mereka cuman senyum saja yang justru membuat saya tambah jengkel sambil bergumam ‘apa kalian udah GPB (gak prog blas)!’ ….

Akhirnya kaset ini cuman saya taruh aja di rak kaset buat pajangan di kamar kos saya di daerah Kubangsari, Sekeloa, Bandung. Cukup lama saya jothakan sama KC gara2 album gak jelas dan memalukan ini. Mana tuh kegarangan 21st Century of Schizoid Man atau uniknya Cat Food atau melayangnya Starless atau kerennya The Great Deceiver atau lembut dan nunjeknya ke ulu ati Moonchild atau Book of Saturday!!! Geblek! Suwebel pol aku sama Adrian Belew yang ngerusak KC! Prèk! Ora sudi! Ora ngrungokno KC yo ra patheken! (Masiyo saat itu Fish belum melahirkan Script). Wis embuh karepmu kono! Go to hell KC! Pokoke muwangkel pol saya …. rasanya mau saya banting aja kaset ini. Musiknya gak akademis blas,  banyak repetisi.

……. ……

Syahdan setelah beberapa bulan …dan setelah sedikit tercemari gelombang new wave …. sedikit demi sedikit saya mulai appreciate album ini mulai dari Elephant Talk yang menurut saya musiknya lugah alias lucu namun gagah. Lha kok? Lucu karena kayaknya ini musik dan gaya nyanyinya slèngèkan agak humor gitu dan ada bunyi gajah yang unik dan membuat saya nguakak pol. Gagah karena dentuman snare dan tom Bruford bener2 dahzyat dibalut sama buletnya stick Tony Levin. Whooooaaaa …. ternyata lagu ini nikmat dan menyegarkan otak karena lucu. Ha ha ha ha…. jarene prog…. kok lucu????

Selain itu Frame by Frame juga indah …juga Thela Hun Ginjeet yang unik juga …. wah …jadinya dahzyat nih album…hahahaha …. saya jadi isin karena tadinya menghujat kok jadi seneng… Begitulah dinamika musik prog. Oh ya ….lagu Indiscipline itu keren lho secara komposisi dan juga bagus buat ngetes bagus tidaknya sound system.

Album ini sekaligus merupakan tonggak baru arah musik King Crimson ….

Bagaimana album ini menurut temen2 gemblungers?

Unofficial Mini ProgRing: Hibah Kaset dari Mas Yuddi

September 13, 2013

By Hippienov

Ola, it’s me again… Jumpa lagi Mas G dan rekan-rekan semua yang baik hati dan tidak sombong… Sedikit mau sharing cerita tentang sekotak kaset tua nan nuansamatik yang belum lama dihibahkan oleh Mas Yuddi kepadaku. Semoga tret ringan ini bisa sedikit menghibur rekan-rekan semua…

Sekitar dua minggu lalu, kira-kira pada hari Selasa malam hape ku kembali berbunyi, walah… kok panggilan kerja malem-malem gini pikirku… Ternyata SMS dari Mas Yuddi menawarkan sejumlah koleksi kaset beliau untuk dihibahkan kepadaku. Tapi Mas Yuddi menambahkan kalau kondisi kaset-kaset tersebut terutama pada sampulnya sudah banyak yang rusak termakan usia dan rayap. Walah…mboten nopo-nopo mas, no problemo… Naluri “loak-er” dan sindrom kasetipus complex ku langsung menjerit, melonjak kegirangan. Gak masalah apapun kondisinya justru ini yang asik, repair dan restorasi kaset jadul nuansamatik sungguh menghanyutkan. Toh sekarang ini aku sedang nganggur jadi aku anggap ini sebagai pekerjaan yang serius, hanya sayang kerjaan sukarela gak ada yang gaji, hahaha…

Singkat kata, Mas Yuddi menawarkan untuk malam itu (Selasa) bertemu di Kampus UI Depok karena kebetulan beliau akan meluncur kesana tapi sayang aku sedang ada acara (pengacara-pengangguran banyak acara) dan sedang tidak ada di rumah. Lalu aku tawarkan diri untuk mampir ke kantor beliau pada keesokan harinya. Setelah confirmed, esok harinya aku meluncur ke kantor Mas Yuddi di daerah Tebet dan pertemuan waktu itu sangat fun…walau tidak ada kios kaset loak tapi obrolan kita gak pernah lepas dari soal musik, kaset. cd, ph, album-album progclaro lawas serta kenangan masa lampau yang nuansamatik. Tak terasa waktu berlalu cepat dan kitapun harus mengakhiri “prog-ring” ini karena Mas Yuddi harus segera kembali beraktivitas. Akupun segera pulang dengan sekotak kaset yang akan jadi tugas nuansamatikku, dan jadilah pertemuan singkat ini semacam “unofficial mini prog-gathering between two lost souls…loh? hehehe…bukan lost souls, tapi two living in the past gemblungers… wakakakak…

image

Dari sekian banyak kaset yang dihibahkan, sampai saat ini sudah selesai di-restor sekitar 12 kaset termasuk diantaranya kaset Frank Zappa-Sheikh Yerbouti, GFR-Survival, Kate Bush-Wuthering Heights, Olivia Newton-John-The Best, Roger Daltrey-Best of Rockers and Ballads, Doobie Brothers-Best Of, Uriah Heep-Very Best Of, Queen-A Day At The Races, Jethro Tull-War Child dan Ozzy Osbourne-Blizzard of Ozz. Dan proses restorasi (clean up) kaset jadul masih terus berlangsung, beberapa kaset yang sampulnya sudah rusak parah dan tidak bisa diselamatkan lagi aku carikan sampul/gambar yang mirip hasil googling dan kemudian aku cetak untuk dijadikan sampul kaset “baru”. Ada pula yang hanya cukup aku ganti foto sampul depannya saja. Soal kualitas rekaman meskipun hampir semua kaset berasal dari era 70-80an (ada “sign” Mas Yuddi di salah satu kaset dari tahun 1978…wow…) beberapa masih sangat joss alias kemricing setelah di-detox namun jujur ada juga yang sudah tidak maksimal lagi suaranya. Ini bukan masalah karena buatku adalah suatu penghargaan dan kehormatan dihibahkan kaset-kaset yang meskipun sudah tidak berpenampilan elok lagi namun setiap kasetnya seperti kata Mas Yuddi “punya cerita masing-masing dan ada memory nya”. Sebuah kepercayaan yang diberikan Mas Yuddi padaku.

O ya, kejadian yang cukup lucu saat ada kaset yang sudah tidak bersampul lagi tapi di kotak pitanya tertulis Queen II. Saat ketemu mas Yuddi beliau bilang ini kaset bagus, album Queen II yang jarang itu. Walah sueneng banget bisa dapet kaset album ini. Dalam hati aku sudah niat untuk googling nyari gambar yang pas untuk aku jadikan sampul “baru” kasetnya. Nah pas aku coba test (sebelum di-detox) aku kaget campur geli namun berakhir bahagia karena ternyata kaset “Queen II” ini berisi pita lagu anak-anak tempo dulu yang menurut mas Yuddi (setelah aku konfirmasi) jauh sebelum masanya Chica Koeswoyo, wakakakak… Sedikit kecewa awalnya karena semua anganku musnah, gagal dapet kaset Queen II tapi ternyata kaset ini malah jadi kaset favourite anak dan keponakanku. Akupun suka kaset ini karena sudah lama juga aku cari kaset lagu anak-anak rekaman jaman dulu untuk anakku dan ternyata aku dapat diantara tumpukan kaset hibahan dari Mas Yuddi, ain’t life so strange? Untuk mas Yuddi, matursuwun mas untuk semua kaset-kasetnya… Ada lagi? hahaha…

Demikian cerita ringan ini kutulis, semoga bisa sedikit membawa keceriaan di akhir pekan, dan jika semua kaset sudah selesai dibersihkan, aku berencana untuk meng-email lapsing beserta foto (kaset-kaset tersebut setelah dibersihkan) ke Mas G… Semoga bisa cepat rampung “project” kaset jadul ini, hehehe… See you next time, ladies and gentlemen….

Untuk Mas G seperti biasa matursuwun untuk waktu dan kesempatan yang diberikan serta untuk kesudiannya meng-upload tulisanku ini.

…nothing’s gonna change my world… hippienov

Hold!!!!!!!……….Berburu Kaset Queen

September 12, 2013

By: DananG Suryono

Dalam perburuan kaset Queen yang pernah di rilis di Indonesia, saya menelusuri banyak tempat dari lapak nyata di  Jatinegara, mBeringharjo Jogja, Jl. Surabaya, Blok M-Square (Paling enak tempatnya) hingga ke lapak maya yang banyak di Facebook.

Berburu di lapak online mata harus awas dan kecepatan hold sangat berperan penting dalam perburuan ini. Terlambat sepersekian detik kaset yang diincar bisa jatuh ke pemburu lain. Namun kecepatan hold juga bisa menimbulkan kesalahan, contohnya saat ada yang menawarkan kaset dengan logo Crest serta ada tulisan Friendship Queen dari label yang gak jelas (Elite Creation), tanpa memikir dan bertanya saya langsung hold dan transfer kaset ini, yang saya pikir ini semacam kompilasi Queen yang bertemakan friendship…hahahaha pas sampai rumah ternyata salah, tidak ada lagu You’re The Best Friend,  Friends Will Be Friends

dan  satupun lagu Queen yang ada disana….ini ternyata kompilasi dengan artis Heatwave (Dreaming You & All I Am), Kool & the Gang (Jones vs Jones), Randy Crawford (One Day I’ll Fly Away) dan lain-lain…yo wis nikmati aja irama yang funky ini…..

01 Kaset Friendship Queen

Kaset Friendship Queen

 

Demikian juga saat berburu dilapak nyata, mata harus super awas dan menelusuri satu persatu, maklum sesuai istilah Life begin at 40, dimana saat usia menapak 40 biasanya mata jadi plus (sialnya minus dan plus tidak bisa saling meniadakan) maka pandangan menjadi tidak fokus. Apalagi penjual di lapak nyata biasanya kurang menata rapi  dagangannya (Ferry mungkin yang paling rapi), sehingga kaset Queen bisa tidak berurutan tempatnya.

Saat berkunjung ke salah satu lapak di Blok M-Square saya nemu deretan kaset Live Aid baik dari label Hins Collection, Team dan Billboard. Inilah seri kaset yang menjadi pemicu berakhirnya kaset YESS, Monalisa, Apple, Peony, KISS, Team, AR,  Aquarius, GL, Kings dan lain-lain akibat Bob Geldof selaku pemrakarsa Live Aid Concert for African Famine Relief ngamuk akibat kaset ini dirilis di Indonesia dan di ekspor hingga ke Arab. Sehingga akhirnya Indonesia mengakhiri era bajakan resmi (pakai PPN).

02 Kaset Live Aid Vol 2 (Team Records)

Kaset Live Aid Vol 2 (Team Records)

 

Sampai saat ini pembajakan di Indonesia tidak pernah habis, produk bajakan beredar mencolok mata di mall hingga lapak pinggir jalan. Bedanya tidak ada cukai atas produk bajakan sekarang.

Dari DVD yang saya tonton, pada konser akbar tersebut Queen juga ikut berpartisipasi pada konser di Wembley Stadium yang terlihat pada DVD 2 Live Aid. Queen sendiri juga merilis dalam format DVD & Bluray Live Aid digabung dengan Montreal.

03 Queen di Live Aid

Queen di Live Aid

Pada kaset Live Aid 2 Live Aid at Wembley Stadium London rilisan Team Records dengan nomor T-3391 format C-90, Queen mengisi Side A dengan 6 lagu sebagai berikut:

1.      Bohemian Rhapsody

2.      Radio Ga-ga

3.      Hammer to Fall

4.      Crazy Little Thing Called Love

5.      We Will Rock You

6.      We Are The Champions

Sisanya diisi oleh Dire Straits, Bryan Ferry, Nick Kershaw, Elton John, Adam Ants, Paul Mc Cartney dan Band Aid.

Saya tidak berminat mengambil kaset yang lain, Karena kaset ini master nya menurut khabar adalah dari Video/TV yang pasti memang audio nya nggak kinclong.

Cukuplah saya menikmati format DVD nya.

04 DVD Live Aid (4 DVD) & Queen Rock Montreal & Live Aid

DVD Live Aid (4 DVD) & Queen Rock Montreal & Live Aid 

UFO “Lights Out” by Aquarius

September 10, 2013

By: Cosmic Eargasm

##PERINA - UFO - Lights Out##

Setruman-setruman lain di blog super gemblunk ini masih saja terus berlanjut. Terkait dengan komen Mas GW tentang Heavy Slow #6 nya Yess, threadnya tentang MSG dan tentang lagu “Shylina” yang dibicarakan beberapa waktu yang lalu, saya langsung ingat kalau masih menyimpan kaset UFO ini. Album ke enam UFO ini terasa lain dibandingkan dengan lima album sebelumnya. String dan horn section terasa menonjol mengiringi lagu “Try Me” yang semakin megah komposisi ballad nya. Lagu ini juga dulu sering dimasukkan ke dalam beberapa kaset kompilasi, selain “Beladonna” yang sangat terkenal itu. Terlebih di lagu “Love to Love” yang paling terasa unsur prog nya. Lagu ini juga pernah masuk di kaset kompilasi Heavy Slow #6 nya Yess. Lagu-lagu lainnya terasa cadas dengan riff-riff yang sangat menonjol dari permainan gitar nya Michael Schenker yang memperkuat line-up UFO menggantikan Mick Bolton, setelah sebelumnya sempat menghasilkan satu album dengan Scorpions. Memang, menurut saya, permainan gitar Michael Schenker lebih mantap pada saat gabung dengan UFO, yang sekaligus menjadikan sebuah pematangannya kelak di band nya, Michael Schenker Group dan proyek solo album nya yang sangat ‘Guitar Oriented’.

Line-Up UFO di album ini adalah:

*Phill Mogg: lead vocal

*Michael Schenker: lead guitar

*Paul Raymond: rhytm guitar & keyboard

*Pete Way: bass

*Andy Parker: drums

Paul Raymond adalah personil dari band blues-rock, Savoy Brown. Di “Lights Out” ini, lagu “Too Hot To Handle” dan “Getting Ready” sering dibawakan oleh Michael Schenker Group pada beberapa konser nya. Yang menarik, UFO membawakan ulang lagu “Alone Again Or” dari Love, band pop 70 an yang diaransemen ulang menjadi lebih ngerock. “Electric Phase” pun cukup menarik dengan permainan slide gitar yang asyik. Di dunia musik, UFO merupakan band yang dianggap banyak mempengaruhi band-band hard rock, hair metal, bahkan heavy metal pada generasi dekade berikutnya. Di side B ada 4 lagu tambahan dari band lawas, Livin’ Blues. Di album yang dirilis pada tahun 1976 ini lagu-lagunya memang terasa lebih ringan dibandingkan saat pada awal kemunculan mereka di album “Wang Dang Doodle”, “Bamboozle” maupun “Hell Sessions”, tapi menurut saya masih sangat berbobot dan dengan sound serta aransemen yang lebih modern mengikuti jamannya. Sayang, “Shylina”, lagu andalan yang sangat keren itu tidak dimasukkan di kaset ini. Tapi masih ada “Back Stage” dan “Blue Breeze” yang dahsyat juga. Kata Mas GW, di album ini, vokalisnya adalah orang Indonesia yang bermukim di Belanda, seperti yang pernah saya dengar rumor nya di masa lalu.

Thanks Mas GW yang budiman..

:::salam djadoel:::

Abbhama “Alam Raya”

September 9, 2013

Abbhama “Alam Raya” (1978)

by *cosmic_eargasm*

##ABBHAMA - Alam Raya - Kaset+Kover##
Di blog super gemblunk ini memang terlalu banyak setruman-setruman
asyik yang membuat pembaca terinspirasi untuk sekedar terpancing untuk
menyetel lagu kesayangan dari musisi yang disukainya, atau bahkan
terinspirasi untuk menulisnya sekedar untuk mengungkapkan rasa sukanya
pada musik yang sedang disetel tersebut, yang pastinya banyak memori
yang terkandung di dalamnya.
Pada beberapa thread, saya lihat Mas GW dan Mas Apec sedang suka
menyetel lagu-lagu dari musisi Indonesia. Apalagi ada majalah musik
baru, Rock ‘N Roll yang menyertakan CD Giant Step sebagai bonusnya.
Terkait dengan itulah, saya jadi sedikit ‘terpancing’ untuk ikut
menyetel lagu Indonesia. Kaset yang saya sukai dan masih saya simpan
ada Abbhama ini salah satunya. Walaupun kovernya sudah tidak mulus
lagi dan laminatingan, tapi saya masih dengan senang menyimpannya.
Bahkan suara yang dihasilkan dari pitanya juga sudah tidak prima lagi, akan tetapi justru nuansa kedjadoelannya semakin
terwakili. Mengingat untuk mendapatkan kaset ini juga tidak mudah,
apalagi piringan hitamnya yang bahkan sampai sekarang saya belum
pernah lihat. Pak Ali Gunawan pasti masih menyimpannya.

Pasti semua sudah pada tahu personil dan lagu-lagu dahsyat dari
Abbhama. Tetapi tidak apalah saya ulang sedikit tentang band Symphonic
Progressive yang satu ini. Abbhama digawangi oleh 7 orang yang kuliah
di jurusan musik IKJ:
*Iwan Madjid: vokal, piano
*Oni: keyboard
*Cok B.: gitar
*Darwin: bass
*Robin: drums
*Dhrama: flute
*Hendro: oboe

Ada 10 lagu prog yg dahsyat di album ini:
01. Kembali
02. Asmara
03. Alam Raya
04. Karam
05. Ketiadaan Yang Ada
06. Terlena
07. Malam
08. Air
09. Indonesia
10. Ibu

Semua komposisi dan aransemen lagu di album yang dirilis tahun 1978
ini sangatlah dahsyat pada jamannya, bahkan sampai sekarangpun masih
terasa sangat berkualitas diluar dari mixing dan

dan masteringnya terkesan apa adanya.
Permainan Iwan Madjid banyak terpengaruh oleh musik klasik era Barok
dan Classic. Selain itu, aroma nuansa symphonicnya ELP, Genesis dan
Yes begitu terasa sekali di hampir semua lagu. Permainan instrument
sangat apik dimainkan oleg para personilnya, tanpa terkecuali tiupan
oboe dan flute yang sangat istimewa.

Untuk ulasan lebih lengkapnya bisa dengan Pak Alfie yang terkenal
dengan “Ensiklopedia Musik Indonesia” terkomplit berikut
seluk-beluknya baik dalam segi musikal dan non-musikalnya. Ada juga
Pak GT yang tahu banyak tentang musik dan musisi Indonesia djadoel
yang dahsyat-dahsyat..

Thanks Mas GW yang budiman..

:::Salam djadoel:::

Jack & Indra Lesmana Quartet “Children of Fantasy”

September 9, 2013

image


Ide menutar kaset ini terinspirasi oleh postingan mas Cosmic tentang Chick Corea ‘My Spanish Heart’ beberapa hari lalu. Tentu, tujuan menikmati kaset yang saya beli sejak November 1981 ini bukan untuk mwbyandingkan dengan virtuositas Chick Corea. Meski demikian,  permainan piano Indra sungguh menawan menilik usianya saat itu yangmasih menjelang remaja.

Yang saya suka dari album ini adalah rekaman kasetnya yang bagus selain musiknya yang menawan. Memang tak bisa digolongkan prog namun main musiknya keren banget. Lagu pembuka Children of Fantasy memang layak disebut sebagai komposisi yang matang dengan komposisi musik yang memungkinkan setiap anggota band mengisi sesuai dengan instrumentnya. Tak hanya Indra mendominasi dengan permainan pianonya yang inovatif namun juga peran James Marrison sebagai peniup brass juga banyak permainan improvisasi sepanjang lagu. Karim pun diberi kesempatan memainkan drums nya solo di tengah lagu. Sebuah etalase musik nan menawan.

Dalam nomor2 selanjutnya seperti Coronado dan Venus terlihat setiap pemain berkontribusi positif menghasilkan suatu komposisi yang tak hanya enak di telinga namun juga memuaskan. Pada nomer Movin’ terlihat jelas bahwa kuartet ini tak memalukan bila disandingkan dengan band  internasional,  bahkan dengan Chick Corea sekalipun !

Hampir bisa dikatakan bahwa album ini bagus karena musisinya all out menghasilkan yang terbaik meski hasilnya masih bisa dioptimalkan.

image

Salam


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 179 other followers