Archive for the ‘Kaset’ Category

Brian Auger “Genesis” by Lolita

July 7, 2013

Wah edan ….kaset ini jiyan ngabluk tenan! Kalau orang gak tahu kan dikirain albumnya Genesis tapi isinya kok aneh. Udah gitu covernya adalah artworknya Paul Desmond yang hanya dapat jatah dua lagu saja di side B tapi mendapat kehormatan artworknya menghiasi cover kaset. Baru pagi ini saya sadar bahwa ini adalah album kompilasi Brian Auger yang dirilis 1974. Bingun gak sih? Kalau sampe hari ini gak ada internet pasti kita bisa menganggap ini adalah album Genesis bertajuk Brian Auger ….ha ha ha ha …. tobaaaatszzz …..! Siapa sih yang punya perekam Lolita? Sepertinya banyak sekali berbuat salah yang benar2 kaprah tanpa berkah namun sumringah ….ha ha ha …. Gimana gak sumringah lha wong saya pinya barang antik ini dan saya yakin ini sangat amat langka di dunia perkasetan negeri ini! Hayo siapa lagi yang punya?

image

Tapi jangan salah ya, content nya mantab sekali …. ! Brian Auger gitu loh! Siapa gak kenal sih? Apalagi ada sekitar 3 lagu dengan vokal Julie Driscol yang mantab ndhredegh itu ….. Tak hanya itu, permainan Hammond Auger memang menjadi ciri dari musik yang terkandung di kaset jadul nuansamatik nostalgicsonic ini …. muawantabzzz ….! Hidup kaset jadul!

image

Adult Contemporary Chart 1 by Aquarius

July 7, 2013

image

image

Kaset ini diposting untuk memenuhi permintaan mas Rizki. Saya baru mau setel kasetnya sekarang.

Jimmy & Wes “Further Adventures” & “The Dynamic Duo”

July 7, 2013

Kaset kedua yang saya nikmati hari ini adalah kolaborasi antara pemain Hammond B3 yang konon menjadi guru atau sekurangnya mempengaruhi Jon Lord, Jimmy Smith, dan pemain gitar yang banyak berpengaruh kepada musisi kelas dunia seperti Pat Metheny maupun Steve Howe yakni Wes Montgomery. Uniknya kaset ini saya beli tak sengaja dan karena hasil peracunan yang diberikan oleh Bang Oman bahwa ini permainannya luar biasa, baik gitar maupun Hammond nya. Jujur saja saat saya melihat kasetnya, saya gak kenal nama dua orang ini. Bang oMan kemudian nyetel kaset ini dan saya sambil manggut-manggut karena memang musiknya keren. Gak salah kalau Jon Lord terpengaruh dan juga Steve Howe. Gak tahu bagaimana, ceritanya kaset ini akhirnya menjadi “bonus” bagi saya karena membeli kaset cukup banyak ke Bang Oman, beberapa bulan lalu. Namun karena memang tadinya saya memang naksir juga, saya akhirnya bayarin juga sebagai tanda keseriusan saya.

Sebenernya alasan saya membeli kaset ini sederhana sekali: rekamannya bener2 jadul karena masih jaman daftar lagu diketik di kertas tipis (lihat foto) dan covernya sekedar direprodksi hitam-putih yang saya rasa ini menjadi cikal bakal rekaman Aquarius. Jangan-jangan ini memang perekamnya Aquarius jaman dulu. Mengingat album ini keluaran akhir 60an maka bisa dipastikan kaset ini berusia sekurangnya 43 tahun kalau direkamnya di Losari pada tahum 1970. Sebuah kurun waktu yang amat sangat lama. Makanya saya tertarik mengkoleksinya.

Kesederhanaan yang penuh nuansa jadul

Kesederhanaan yang penuh nuansa jadul

Nama artis di samping kaset pun diketik lho ....

Nama artis di samping kaset pun diketik lho ….

Ini paling antik dari semuanya: daftar lagu diketik di kertas khusus buat ngetik jaman dulu (tipis) maksudnya biar nembus kalau diketik pake karbon .. Maklum teknologi foto copy belum ada saat itu ...

Ini paling antik dari semuanya: daftar lagu diketik di kertas khusus buat ngetik jaman dulu (tipis) maksudnya biar nembus kalau diketik pake karbon .. Maklum teknologi foto copy belum ada saat itu …

Dan ternyata sodara-sodara sesama kaum gemblung (di jaman digital kok balik ke analog …kaset pulak!) ….kualitas rekamannya sungguh prima tak ada sedikitpun cacat! Direkamnya juga di pita Maxell yang masih kuno sebelum ada versi UD itu. Wah ..bener2 antik nih kaset. Masih ingat saat itu saya posting kaset Joe Tex yang rekamannya hampir sama dengan ini? Saya menganggapnya dua kaset ini barang berharga, peninggalan budaya 70an yang musti dilestarikan. Ini saya ngetik posting ini sambil manggut2 menikmati alunan musiknya nan indah melalui Walkman tersambung ke speaker aktif Altec di komputer desktop rumah. Wah …sungguh tenteram jiwa ini menikmati musik jadul dengan permainan Hammond B3 yang khas dibalut dengan permainan gitar khas yang biasa saya dengar melalui permainan Howe dan ternyata ini adalah “embah guru”nya Howe …. Biyuh biyuhhhhhhhh …..

Kaset ini sebetulnya berisi rekaman album Future Adventures dan sisanya diisi dengan album lainnya dari kolaborasi yang sama yaitu “The Dynamic Duo”. Lucunya, yang dipake sampul kaset justru artwork dari album The Dynamic Duo yang merupakan side B sisa belaka. Sedangkan album Future Adventures itu artwork nya ini:

Further Adventures - Smith and Wes

Tapi sungguh ….seluruh kaset ini berisi musik jazz berkualitas tinggi dengan talenta permainan Jimmy Smith dan Wes Montgomery yang memang bener-bener dahzyat … Musiknya banyak tukikan maut namun dimainkan dengan gaya santai menyentak. Wis pokoke nuikmat tenan rek ….Matur suwun kagem bang Oman yang menawarkan saya kaset nuansamatik ini …

Bener-benr asik ….. Memang menikmati musik via kaset bener-bener luar biasa indahnya …..

Salam,

G

Bill Shields & Stanley Clarke “Shieldstone” by Team Records

July 7, 2013

image

Hari ini ada keperluan sebentar keluar rumah pakai mobil. Saya bawa walkman dan kaset Bill Shields & Stanley Clarke untuk dinikmati di mobil sambil nyetir.

image

Whooaaaa ….ternyata nikmat sekaleeeee ….

Apa nikmatnya?

Pertama, kualitas rekaman Jazz Spot series dari Team Records memang prima. Dari dulu yang saya suka pada rekaman Team adalah karena pelitnya treble namun tak mengurangi keindahan suaranya. Selain itu bass nya pulen kayak nasi putih yang siap disantap. Wah …nikmat sekali. Kedua, saya sudah ama tak menikmati musik jazz atau fusion sehingga rasanya memang beda sekali dengan rock dan progrock.

Salah satu yang saya kurang suka dengan jazz adalah pengulangan yang berkali-kali yang membuat jenuh. Namun saya menikmati permainan solo yang ditampilkan. Di nomor pembuka Easy Listening memang sesuai dengan judulnya, musik mengalir begitu saja namun enak di kuping. Permainan Stanley dalam membetot bass nya cukup menonjol di lagu ini. Juga permainan grand piano Bill Shields (nama yang sebelumnya tak pernah saya dengar). Musiknya mengalir dan sesuai pilihan pemilik kaset sebelumnya, nomor ketiga Moving Up adalah yang dikluwerin – berarti dia suka lagu ini. Memang menonjol kok lagu ini, jazzy dan piano nya menonjol. Tapi kalau disuruh memilih saya paling suka justru nomor terakhir di side A bertajuk Shieldstone. Wah edan si Stanley Clarke ngamuk dalam membetot bass-nya. Musiknya cukup kompleks dan ada bau progressive juga.

Di side B kualitas rekaman lebih prima dan semua nomor (tiga nomor pertama di side A) memang bener2 jazz fusion yang berbeda dan sangat asik dinikmati. Tak salah juga pilihan pemilik kaset ini (terdahulu) bahwa nomor2 ini bagus. Track 4 sd adalah live shoh dari kelompok Vital Information dengan musik dinamis dan ada drums solo yang memikat.

Wis pokoke ….ngrungokno kaset kuwi nikmat setengah modar …..

Ini lanjut lagi dengan kaset jadul lainnya … Apa itu? Rahasia dunk …ntar saya share lagi ya …

 

Shift to Cassette – Sharing #1: Apple

July 5, 2013

By: Adrian Atmaja

Dear Pak Gatot dan Rekan-rekan Cassette Mania..

Finally, dapat berkomunikasi dengan pak gatot lagi ( makasiiih banyak pak, hp saya hilang dan semua contact hilang)..dan akhirnya dapat post di blog yang sangat “meracuni” ini…hahaha…salam kenal untuk semua rekan-rekan…Dimulai dari 6 tahun yang lalu, sewaktu masih 25 years old di aquarius pondok indah bertemu mr Gatot yang “meracuni” saya pertama kali dengan Genesis “Foxtrot”..Di sinilah pertama kali saya “klik” dengan prog-rock atas bimbingan selanjutnya oleh pak gatot ( mulai diperkenalkan cantebury scene, avant garde, prog metal,electronic prog,dll) …”Racun kedua” adalah KASET JADUL…dimulai dari blog menawan ini, saya kenal rekaman YESS mulai berburu sedikit demi sedikit..makin mengenal label monalisa dan apple…dan Akhirnya kurang lebih 2 bulan terakhir saya insyaf, melepas semua cd saya dan total beralih ke Analog…khususnya kaset ( gampang didengar di mobil dibanding PH soalnya, dan harganya lebih terjangkau)..hehehe

Terimakasih untuk pak Gatot dan rekan-rekan blog ini untuk “racun” yang sangaaat manis…

Terlampir adalah keluaran apple record yang baru saya dapatkan beberapa hari yang lalu…awalnya cukup-cukup aneh namanya (hanya banco yang saya tau) seperti ISAO TOMITA, TUXEDO MOON, THROBING GENTLE, dll ( mohon share para suhu kalau mengetahui album-album ini)…Tapi setelah mendengar di walkman kesayangan, woowww luar biasa..akhirnya saya angkut deh bersama dengan kaset-kaset YESS ( 18 pcs) dan Private Label (40 pcs) yang mungkin secara bertahap saya share ( yang jelas masih kalah jauuuuh dengan rekan-rekan disini, saya masih harus belajar banyak dari para suhu)…

image

Sekali lagi terimakasih pak gatot, rekan-rekan semua untuk ” racun kaset” yang sangat nikmat..Benar-benar saya tidak menyesal beralih ke kaset..hehe,.ada seni tersendiri dalam menikmatinya…Goodbye digital and welcome Full Analog..hehehe

Keep Rocking!!!

Adrian

Berita dari Kawan

July 5, 2013

Halo temen2 sesama gemblungers …
Maaf ya belakangan ini rada jarang komen lantaran seminggu ini jadwal penuh banget. Sekarang aja sedang berada di Aryaduta untuk Change Management workshop. Maksude berubah dari digital kembali ke analog ….kaset pulak! Ha ha ha …..

Sore ini saya terhenyak dengan sebuah email yang mengesankan dari seorang kawan lama yang ketemu gara2 belanja cd di Aquarius. Namanya bro Adrian. Beliau ini juga kolektor PH. Yang saya kaget ternyata beliau shift ke kaset! Edaaaaaannnn  …. !!!

Makanya …. saya post aja emailnya di sini biar kita makin semangat ngingoni kaset ….he he he ….

————

Pak gatot..how’s life ? Masih kenal saya kan adrian yang 6 tahunan lalu kita ketemu di aquarius pondok indah..maaaaf banget,hp saya hilang,seluruh contact,bbm,hilang semua..

Pak gatot,boleh tau pin bb dan no telp bapak ?

Oia,bagaimana ya pak cara men-post di gwmusic.wordpress ? Khususnya mengenai kaset2 jadulmatiknya..hehe..saya mau share melalui blog bapak saya shift dari cd ke kaset..hahaha..sudah gak ada cd satupun sekarang..maaf ya pak,saya baru mulai belajar blog..makasiiih pak gatot..

Keep rocking!!!

Adrian

Safari Kaset

July 2, 2013

By: Eddy Irawan

Minggu lalu saya mendapat tugas ke Semarang dalam rangka Lomba Inovasi PLN. Saya pikir inilah momen yang saya nantikan dalam rangka ‘pencarian tanpa batas’ warisan budaya bangsa: kaset!Ta

Hari #1 (Minggu 23 Juni) Kota pertama yang saya singgahi adalah Depok. Alasan saya ke kota asal sang pengelana kaset Depok, Hippienov, adalah kemudahan akses dari Bandara Soekarno -Hatta. Namun apa lacur, perjalanan satu setengah jam ke Depok dari Cengkareng tidak menghasilkan apapun. Toko Bang David, Dave Music, yang menyimpan banyak warisan kaset tidak buka hari itu. Tanya ke toko kanan-kiri sdidapat informasi bahwa akhir2 ini Bang David udah jarang buka.

Gak mau kecewa kedua kali serta untuk menghemat waktu, saya lalu nyetop taksi tanpa peduli apakah toko kaset di Detos buka dan menawarkan banyak kaset di situ. Destinasi saya selanjutnya adalah Taman Puring. Kebetulan juga waktu masih sekitar jam 4 sore. Di artefak ini, saya mendapat puluhan kaset warisan budaya nusantara (d/h kaset jadul) dari berbagai recorder. Menyenangkan sekali berbelanja di sini. Disamping pedagangnya ramah, harga yang ditawarkan juga sangat bersahabat. Di lapak Andri saya mendapat 3 kaset; dari Pak Simon 2 kaset; dan dari Ari 24 kaset. Sayangnya, Bang Buyung gak buka hari ini.

Perburuan dilanjut ke Blok M Square, satu2nya mall yang banyak kios kaset nya. Sayangnya Kang Oman udah tutup, padahal baru jam 7 malam. Kaki saya lalu bergeser ke kios Mas Ferry yang namanya sering disebut2 di blog gemblung ini. Banyak sekali koleksian kasetnya yg disusun rapi di rak kios bekas pedagang buku. Setelah bongkar-bongkar koleksian Mas Ferry, saya putuskan beli 4 kaset seharga 100ribu (2 album Weather Report, 1 Ekseption; 1 Supertramp). Not bad!

Hari #2 (Senin 24 Juni) Mumpung acara di Semarang msh 2 hr lagi, hari ini saya puasin hasrat ‘penyelamatan’ kaset2 lawas di Jakarta. Kali ini tujuan saya adalah artefak kaset tertua di Jakarta: Jalan Surabaya, Menteng. Perlu sedikit berkeringat utk mendapatkan selusin kaset antik di lokasi ini. Harganya pun sangat friendly, 10 ribu perak per biji!. “Harga khusus buat pelanggan lama’, kata bang Jack si penjual.

Keluar dari Jalan Surabaya hari masih terang, apa salahnya jalan ke Tampur lagi, pikir saya. Nyetop taksi, gak nyampe sejam saya udah berada kembali di lapak Ari cs. Ternyata hari itu saya mendapat keberuntungan. Ari udah nyiapin sejumlah kaset antik sesuai selera saya. Sambil santai nyruput jus guava, puluhan kaset kembali saya seleksi. Hasilnya spt yg ada di gambar.

Hari #3 (Selasa 25 Juni) Terbang ke Semarang, siang.

Hari #4 (Rabu 26 Juni) Di sela-sela acara kantor, sorenya saya mampir ke pasar Yaik Permai. Cuma ada 2 pedagang kaset yg buka, tapi gak ada satupun kaset yang layak diambil. kecewa.co.smg

Hari #5 (Kamis 27 Juni) Meluncur ke Yogya via bus pariwisata Joglo Semar, sore. Nyampe Jogja udah malam. Nyempatin juga ke kios kaset depan Pasar Bringharjo. Tapi kok gak ada satupun kiosnya…. nanya pedagang kiri-kanan, jawabannya sama: ‘udah gak jual kaset lagi’. huffff! kecewa.yog.com.

image

image

Hari #6 (Jumat 28 Juni) Penasaran dengan menghilangnya 2 kios kaset Bringharjo, selepas magrib saya susuri jalan di samping Pasar Bringharjo tsb. Nah, ternyata ada pasar loak malam di sini. Namanya Pasar Sentir. Ada beberapa penjual kaset bekas, bercampur dengan barang rongsokan lainnya, berjualan di sini. Setelah memutar dua kali, saya menemukan seorang bapak tua yang khusus menjual kaset-kaset bekas, sedang nyetel lagu blues ‘need your love so bad’ dari Sting via tape compo. Hhhhhhhhh…. ternyata inilah sisa-sisa peradaban kaset di kota Yogyakarta. Setelah milah-milih, akhirnya saya bungkus 5 kaset (seperti yg di foto) seharga 60 ribu perak. Terhiburlah kekecewaan sebelumnya. Dari informasi pedagang kaset ini, ternyata penjual kaset jadul yg bisanya mangkal di depan Pasar Bringharjo, sudah banting stir sebagai pedagang baju dan kaos. Gak tahan, terlindas juga oleh jaman.

image

Hari #7 (Sabtu 29 Juni) Via Batik Air, saya kembali ke Jakarta, pagi. Saya sengaja menginap di seputaran Blok M utk memudahkan akses ke pedagang kaset. Tanpa buang waktu, saya menuju lapak kang Oman dan bang Udin. Lumayan dapat beberapa kaset lagi di sini. Menjelang sore, saya mendapat bbm dari Ari Puring kalo di Kemang sedang ada acara ‘records fair’ ke 2. Kebayang dengan pengalaman waktu ‘records fair’ terdahulu, seusai magrib saya pun meluncur ke Ecobar Cafe. Yahhhh kecewa (lagi). Ternyata di situ cuma dijual piringan hitam, cd dan t-shirt. Mas Gunawan, si pedagang kaset online yg saya jumpai di sana juga kecewa dengan minimnya pembeli. “gak ada kaset kali”, komentar saya. Mas Gunawan memang akan membawa koleksian ratusan kasetnya ke Kemang besok (minggu 30 Juni). >>>> waduuuuhhhh Mas Gun, aku mesti balik ke Aceh Minggu pagi. So sad!

Sekitar jam delapan malam saya balik ke hotel, niatnya mau ngisi perut dulu di Plaza Blok M. Dan ternyata Jakarta itu sempit, saya ketemu dengan si penguasa KPMI, Mas Gatot Triono. Setelah ngobrol ngalor-ngidul ttg postingan kawan2 di blog gemblung serta kekecewaan beliau (saya juga) krn tidak adanya yg jual kaset di ‘Records Fair Kemang’, kamipun menutup short progring dengan foto bersama.

Hari #8 (30 Juni) terbang kembali ke Aceh dengan 63 buah kaset jadul hasil penyelamatan warisan budaya bangsa. (e)

image

image

image

Jarahan di lapak Andri

image

Kaset dari Ari Puring

image

Dari Jl. Surabaya

Old Habit Never Dies

July 1, 2013

By: Rizki Hasan

 

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya berkesempatan mampir ke kios Ferry di blok M – koleksinya ok dan bahkan dia bilang masih banyak dirumah.  Yang saya suka dari kios ini adalah susunan kaset yang rapi sehingga memudahkan saya untuk melihat lihat.  Tanpa saya sadari ternyata kebiasaan lama muncul yaitu  melihat lihatnya lama, tapi belinya cuma satu saja.  Saya jadi teringat masa lalu ketika sering membeli kaset di toko kaset Duta Suara.  Yang membuat saya geli adalah karena setelah melihat lama dan hanya membeli satu, keesokan harinya saya akan kembali ke toko tersebut dan kemudian membeli satu kaset lagi.  Hal yang sama akan saya lakukan besoknya lagi atau lusa.  Jadi bila ditotal saya bisa ke toko kaset sebanyak tiga kali dalam seminggu dan membeli kaset hanya 3 buah meskipun sudah melihat lihat dengan waktu yang lama.  Sangat tidak effisien …. Dan untuk toko kasetnya saya rasa dia kurang suka dan merasa rugi punya pelanggan seperti saya, hehehe
Selain berhemat, saya merasa lebih bisa fokus menikmatinya kalau satu.  Mungkin yang sedikit beda sekarang, saya tidak lagi datang ketoko musik 3 kali seminggu, tapi rata rata menjadi sebulan atau dua bulan sekali.

Kembali ke kios Ferry ini, dari beberapa yang saya taksir akhirnya saya memutuskan untuk ambil kaset YES Tormato keluaran Perina.  Kebiasaan lama yang lain juga terjadi. Saya membeli kaset tersebut sebenarnya karena lebih tertarik dengan artist yang mengisi sisa kaset di Side B yaitu super group UK dengan 3 lagu dari album pertamanya (In the dead of night, by the light of day, dan thirty years).  Seringkali saya melakukan ini, namun sudah lupa kaset mana saja yang saya beli.

photo-8

Dari kios Ferry, saya melanjutkan ke kios Udin, biasanya untuk lihat PH dan Laser Disc.  Lama melihat, kembali saya cuma ambil satu yaitu PH Larry Carlton “Room 335″.  Mendengarkan gitaris ini memang nikmat sekali karena dia bermain berbagai jenis aliran musik dari jazz, funk, blues, dan rock.  Album tersebut merupakan album solonya yang ketiga.  Pertama kali saya mendengar Larry adalah lewat kaset Strikes Twice, kalau tidak salah keluaran perusahaan rekaman Saturn.  Yang saya suka dari Larry adalah musisi musisi yang mendukungnya, beberapa diantaranya adalah keyboardist Greg Mahtieson dan drummer John Ferraro (bisa dilihat di video konser Bob Scaggz yang pernah dibahas diblog ini)
serta bassist Robert “Pop” Powell. Larry Carlton pernah juga masuk beberapa band jazz terkenal seperti The Crusaders dan Four Play dan juga proyek duo dengan gitaris Steve Lukather dari Toto.

photo-9

 

photo-10

Kebiasaan lama yang ketiga adalah meskipun menggemari seorang artist musik, koleksi saya tidak pernah lengkap.  Untuk Larry Carlton misalnya, saya hanya punya empat saja. Selain dua yang sudah saya sebut diata, album lainnya yang saya punya adalah Sleepwalk (PH) dan Stanley Clarke and Friends “Live at the Greek” (CD).

Sebagai penutup, saya menyimpulkan “In life, change is inevitable. While we go through these changes, however old habit just never dies or simply reborn” :-)

 

Album Solo Roger Glover

June 29, 2013

By: Yuddi Kustiadi

 

Roger Glover yang dikenal bassist  Deep Purple dalam formasi klasik Mark.II dan formasi terakhir di thn ’80an membuat album solo “Mask” dan bersama Ian Gillan “Accidentally On Purpose”. Thn ’70an , selepas dari Deep Purple Roger Glover juga membuat  proyek album “Butterfly Ball”  dgn vokalis Glen Hughes (‘Get Ready’) dan Ronnie Dio (‘Love is All’).
Nuansa musik dari album2 tsb jauh dari warna hard-rock apalagi dari warna Deep Purple. Warna musik pd album2 tsb adl bukti kekreatifan seorang Roger Glover sebagai musisi, sebelumnya Glover juga dikenal sebagai produser grup Nazareth . Saya fikir konseptor musik Deep Purple sebenarnya adalah Roger Glover, Deep Purple menjadi sangat populer  mulai album “In Rock” dimana Roger Glover terlibat bersama teman 1 grup sebelumnya – Ian Gillan.
Kaset  yg saya miliki  “Mask” diterbitkan oleh Team Records dan “Accidentally On Purpose” diterbitkan oleh Yess.
Album “Grasshopper . . ” dalam bentuk kaset menjadi side B kaset Deep Purple California Jam ( Bootleg album ??? krn kualitas audio buruk sekali) terbitan Perina dgn cover albumya Jon Lord. Sayang kaset ini tidak bisa tampil disini krn ada di alamat lain.
rg00
RG_01a
RG_02a

The Klaten Invasion 26 Jun 2013

June 27, 2013

By: Herwinto

Perburuan band kesayangan YES masih berlanjut, setelah rekaman yess kelar, kemarin masih dapat sisa sisa dari predator lain…lima kaset Yes rekaman team,perina, dan AR….semua masih dari lapak Feri Hermawan….yang jelas team nya masih kinyis kinyis, suaranya pun sangat prima….

image


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 131 other followers