Archive for the ‘Kaset’ Category

King Crimson “Larks’ Tounges in Aspic” by Yess

September 15, 2013

image


Tret ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan mas Kristanto tentang Easy Money ada di album apa. Berikut ini saya upload fotonya. Jangan terkejut ya … meski masih hangat2nya membahas KC Discipline kok tiba-tiba flash back ke album lama.

image


Kaset Yess ini bisa dikatakan edisi terbatas karena memang diproduksi khusus untuk saya dengan durasi kaset seperti LP series tanpa sedikitpun ada perubahan urutan lagu dan menggunakan direct recording dari PH ke kaset tanpa melalui proses mastering. Memang saya beruntung bisa direkamin Ian kaset ini.

Album ini dahzyat dari opening track hingga akhir. Semua lagunya asik tak ada yang jelek atau biasa2 saja baik itu yang kenceng maupun yang slow.

Mari kita bahas album ini. Siapa mau mulai?

King Crimson “Discipline” by Yess

September 14, 2013

image

Pertama kali dengar album ini di markas Yess jalan Veteran pada tahun 1981 saya mangkel banget karena salah satu pelopor progrock kondang ini kok melakukan perubahan musiknya secara mendasar. Saya ungkapkan kekesalan saya itu ke Ihok dan Ian Arliandy. Mereka cuman senyum saja yang justru membuat saya tambah jengkel sambil bergumam ‘apa kalian udah GPB (gak prog blas)!’ ….

Akhirnya kaset ini cuman saya taruh aja di rak kaset buat pajangan di kamar kos saya di daerah Kubangsari, Sekeloa, Bandung. Cukup lama saya jothakan sama KC gara2 album gak jelas dan memalukan ini. Mana tuh kegarangan 21st Century of Schizoid Man atau uniknya Cat Food atau melayangnya Starless atau kerennya The Great Deceiver atau lembut dan nunjeknya ke ulu ati Moonchild atau Book of Saturday!!! Geblek! Suwebel pol aku sama Adrian Belew yang ngerusak KC! Prèk! Ora sudi! Ora ngrungokno KC yo ra patheken! (Masiyo saat itu Fish belum melahirkan Script). Wis embuh karepmu kono! Go to hell KC! Pokoke muwangkel pol saya …. rasanya mau saya banting aja kaset ini. Musiknya gak akademis blas,  banyak repetisi.

……. ……

Syahdan setelah beberapa bulan …dan setelah sedikit tercemari gelombang new wave …. sedikit demi sedikit saya mulai appreciate album ini mulai dari Elephant Talk yang menurut saya musiknya lugah alias lucu namun gagah. Lha kok? Lucu karena kayaknya ini musik dan gaya nyanyinya slèngèkan agak humor gitu dan ada bunyi gajah yang unik dan membuat saya nguakak pol. Gagah karena dentuman snare dan tom Bruford bener2 dahzyat dibalut sama buletnya stick Tony Levin. Whooooaaaa …. ternyata lagu ini nikmat dan menyegarkan otak karena lucu. Ha ha ha ha…. jarene prog…. kok lucu????

Selain itu Frame by Frame juga indah …juga Thela Hun Ginjeet yang unik juga …. wah …jadinya dahzyat nih album…hahahaha …. saya jadi isin karena tadinya menghujat kok jadi seneng… Begitulah dinamika musik prog. Oh ya ….lagu Indiscipline itu keren lho secara komposisi dan juga bagus buat ngetes bagus tidaknya sound system.

Album ini sekaligus merupakan tonggak baru arah musik King Crimson ….

Bagaimana album ini menurut temen2 gemblungers?

Unofficial Mini ProgRing: Hibah Kaset dari Mas Yuddi

September 13, 2013

By Hippienov

Ola, it’s me again… Jumpa lagi Mas G dan rekan-rekan semua yang baik hati dan tidak sombong… Sedikit mau sharing cerita tentang sekotak kaset tua nan nuansamatik yang belum lama dihibahkan oleh Mas Yuddi kepadaku. Semoga tret ringan ini bisa sedikit menghibur rekan-rekan semua…

Sekitar dua minggu lalu, kira-kira pada hari Selasa malam hape ku kembali berbunyi, walah… kok panggilan kerja malem-malem gini pikirku… Ternyata SMS dari Mas Yuddi menawarkan sejumlah koleksi kaset beliau untuk dihibahkan kepadaku. Tapi Mas Yuddi menambahkan kalau kondisi kaset-kaset tersebut terutama pada sampulnya sudah banyak yang rusak termakan usia dan rayap. Walah…mboten nopo-nopo mas, no problemo… Naluri “loak-er” dan sindrom kasetipus complex ku langsung menjerit, melonjak kegirangan. Gak masalah apapun kondisinya justru ini yang asik, repair dan restorasi kaset jadul nuansamatik sungguh menghanyutkan. Toh sekarang ini aku sedang nganggur jadi aku anggap ini sebagai pekerjaan yang serius, hanya sayang kerjaan sukarela gak ada yang gaji, hahaha…

Singkat kata, Mas Yuddi menawarkan untuk malam itu (Selasa) bertemu di Kampus UI Depok karena kebetulan beliau akan meluncur kesana tapi sayang aku sedang ada acara (pengacara-pengangguran banyak acara) dan sedang tidak ada di rumah. Lalu aku tawarkan diri untuk mampir ke kantor beliau pada keesokan harinya. Setelah confirmed, esok harinya aku meluncur ke kantor Mas Yuddi di daerah Tebet dan pertemuan waktu itu sangat fun…walau tidak ada kios kaset loak tapi obrolan kita gak pernah lepas dari soal musik, kaset. cd, ph, album-album progclaro lawas serta kenangan masa lampau yang nuansamatik. Tak terasa waktu berlalu cepat dan kitapun harus mengakhiri “prog-ring” ini karena Mas Yuddi harus segera kembali beraktivitas. Akupun segera pulang dengan sekotak kaset yang akan jadi tugas nuansamatikku, dan jadilah pertemuan singkat ini semacam “unofficial mini prog-gathering between two lost souls…loh? hehehe…bukan lost souls, tapi two living in the past gemblungers… wakakakak…

image

Dari sekian banyak kaset yang dihibahkan, sampai saat ini sudah selesai di-restor sekitar 12 kaset termasuk diantaranya kaset Frank Zappa-Sheikh Yerbouti, GFR-Survival, Kate Bush-Wuthering Heights, Olivia Newton-John-The Best, Roger Daltrey-Best of Rockers and Ballads, Doobie Brothers-Best Of, Uriah Heep-Very Best Of, Queen-A Day At The Races, Jethro Tull-War Child dan Ozzy Osbourne-Blizzard of Ozz. Dan proses restorasi (clean up) kaset jadul masih terus berlangsung, beberapa kaset yang sampulnya sudah rusak parah dan tidak bisa diselamatkan lagi aku carikan sampul/gambar yang mirip hasil googling dan kemudian aku cetak untuk dijadikan sampul kaset “baru”. Ada pula yang hanya cukup aku ganti foto sampul depannya saja. Soal kualitas rekaman meskipun hampir semua kaset berasal dari era 70-80an (ada “sign” Mas Yuddi di salah satu kaset dari tahun 1978…wow…) beberapa masih sangat joss alias kemricing setelah di-detox namun jujur ada juga yang sudah tidak maksimal lagi suaranya. Ini bukan masalah karena buatku adalah suatu penghargaan dan kehormatan dihibahkan kaset-kaset yang meskipun sudah tidak berpenampilan elok lagi namun setiap kasetnya seperti kata Mas Yuddi “punya cerita masing-masing dan ada memory nya”. Sebuah kepercayaan yang diberikan Mas Yuddi padaku.

O ya, kejadian yang cukup lucu saat ada kaset yang sudah tidak bersampul lagi tapi di kotak pitanya tertulis Queen II. Saat ketemu mas Yuddi beliau bilang ini kaset bagus, album Queen II yang jarang itu. Walah sueneng banget bisa dapet kaset album ini. Dalam hati aku sudah niat untuk googling nyari gambar yang pas untuk aku jadikan sampul “baru” kasetnya. Nah pas aku coba test (sebelum di-detox) aku kaget campur geli namun berakhir bahagia karena ternyata kaset “Queen II” ini berisi pita lagu anak-anak tempo dulu yang menurut mas Yuddi (setelah aku konfirmasi) jauh sebelum masanya Chica Koeswoyo, wakakakak… Sedikit kecewa awalnya karena semua anganku musnah, gagal dapet kaset Queen II tapi ternyata kaset ini malah jadi kaset favourite anak dan keponakanku. Akupun suka kaset ini karena sudah lama juga aku cari kaset lagu anak-anak rekaman jaman dulu untuk anakku dan ternyata aku dapat diantara tumpukan kaset hibahan dari Mas Yuddi, ain’t life so strange? Untuk mas Yuddi, matursuwun mas untuk semua kaset-kasetnya… Ada lagi? hahaha…

Demikian cerita ringan ini kutulis, semoga bisa sedikit membawa keceriaan di akhir pekan, dan jika semua kaset sudah selesai dibersihkan, aku berencana untuk meng-email lapsing beserta foto (kaset-kaset tersebut setelah dibersihkan) ke Mas G… Semoga bisa cepat rampung “project” kaset jadul ini, hehehe… See you next time, ladies and gentlemen….

Untuk Mas G seperti biasa matursuwun untuk waktu dan kesempatan yang diberikan serta untuk kesudiannya meng-upload tulisanku ini.

…nothing’s gonna change my world… hippienov

Hold!!!!!!!……….Berburu Kaset Queen

September 12, 2013

By: DananG Suryono

Dalam perburuan kaset Queen yang pernah di rilis di Indonesia, saya menelusuri banyak tempat dari lapak nyata di  Jatinegara, mBeringharjo Jogja, Jl. Surabaya, Blok M-Square (Paling enak tempatnya) hingga ke lapak maya yang banyak di Facebook.

Berburu di lapak online mata harus awas dan kecepatan hold sangat berperan penting dalam perburuan ini. Terlambat sepersekian detik kaset yang diincar bisa jatuh ke pemburu lain. Namun kecepatan hold juga bisa menimbulkan kesalahan, contohnya saat ada yang menawarkan kaset dengan logo Crest serta ada tulisan Friendship Queen dari label yang gak jelas (Elite Creation), tanpa memikir dan bertanya saya langsung hold dan transfer kaset ini, yang saya pikir ini semacam kompilasi Queen yang bertemakan friendship…hahahaha pas sampai rumah ternyata salah, tidak ada lagu You’re The Best Friend,  Friends Will Be Friends

dan  satupun lagu Queen yang ada disana….ini ternyata kompilasi dengan artis Heatwave (Dreaming You & All I Am), Kool & the Gang (Jones vs Jones), Randy Crawford (One Day I’ll Fly Away) dan lain-lain…yo wis nikmati aja irama yang funky ini…..

01 Kaset Friendship Queen

Kaset Friendship Queen

 

Demikian juga saat berburu dilapak nyata, mata harus super awas dan menelusuri satu persatu, maklum sesuai istilah Life begin at 40, dimana saat usia menapak 40 biasanya mata jadi plus (sialnya minus dan plus tidak bisa saling meniadakan) maka pandangan menjadi tidak fokus. Apalagi penjual di lapak nyata biasanya kurang menata rapi  dagangannya (Ferry mungkin yang paling rapi), sehingga kaset Queen bisa tidak berurutan tempatnya.

Saat berkunjung ke salah satu lapak di Blok M-Square saya nemu deretan kaset Live Aid baik dari label Hins Collection, Team dan Billboard. Inilah seri kaset yang menjadi pemicu berakhirnya kaset YESS, Monalisa, Apple, Peony, KISS, Team, AR,  Aquarius, GL, Kings dan lain-lain akibat Bob Geldof selaku pemrakarsa Live Aid Concert for African Famine Relief ngamuk akibat kaset ini dirilis di Indonesia dan di ekspor hingga ke Arab. Sehingga akhirnya Indonesia mengakhiri era bajakan resmi (pakai PPN).

02 Kaset Live Aid Vol 2 (Team Records)

Kaset Live Aid Vol 2 (Team Records)

 

Sampai saat ini pembajakan di Indonesia tidak pernah habis, produk bajakan beredar mencolok mata di mall hingga lapak pinggir jalan. Bedanya tidak ada cukai atas produk bajakan sekarang.

Dari DVD yang saya tonton, pada konser akbar tersebut Queen juga ikut berpartisipasi pada konser di Wembley Stadium yang terlihat pada DVD 2 Live Aid. Queen sendiri juga merilis dalam format DVD & Bluray Live Aid digabung dengan Montreal.

03 Queen di Live Aid

Queen di Live Aid

Pada kaset Live Aid 2 Live Aid at Wembley Stadium London rilisan Team Records dengan nomor T-3391 format C-90, Queen mengisi Side A dengan 6 lagu sebagai berikut:

1.      Bohemian Rhapsody

2.      Radio Ga-ga

3.      Hammer to Fall

4.      Crazy Little Thing Called Love

5.      We Will Rock You

6.      We Are The Champions

Sisanya diisi oleh Dire Straits, Bryan Ferry, Nick Kershaw, Elton John, Adam Ants, Paul Mc Cartney dan Band Aid.

Saya tidak berminat mengambil kaset yang lain, Karena kaset ini master nya menurut khabar adalah dari Video/TV yang pasti memang audio nya nggak kinclong.

Cukuplah saya menikmati format DVD nya.

04 DVD Live Aid (4 DVD) & Queen Rock Montreal & Live Aid

DVD Live Aid (4 DVD) & Queen Rock Montreal & Live Aid 

UFO “Lights Out” by Aquarius

September 10, 2013

By: Cosmic Eargasm

##PERINA - UFO - Lights Out##

Setruman-setruman lain di blog super gemblunk ini masih saja terus berlanjut. Terkait dengan komen Mas GW tentang Heavy Slow #6 nya Yess, threadnya tentang MSG dan tentang lagu “Shylina” yang dibicarakan beberapa waktu yang lalu, saya langsung ingat kalau masih menyimpan kaset UFO ini. Album ke enam UFO ini terasa lain dibandingkan dengan lima album sebelumnya. String dan horn section terasa menonjol mengiringi lagu “Try Me” yang semakin megah komposisi ballad nya. Lagu ini juga dulu sering dimasukkan ke dalam beberapa kaset kompilasi, selain “Beladonna” yang sangat terkenal itu. Terlebih di lagu “Love to Love” yang paling terasa unsur prog nya. Lagu ini juga pernah masuk di kaset kompilasi Heavy Slow #6 nya Yess. Lagu-lagu lainnya terasa cadas dengan riff-riff yang sangat menonjol dari permainan gitar nya Michael Schenker yang memperkuat line-up UFO menggantikan Mick Bolton, setelah sebelumnya sempat menghasilkan satu album dengan Scorpions. Memang, menurut saya, permainan gitar Michael Schenker lebih mantap pada saat gabung dengan UFO, yang sekaligus menjadikan sebuah pematangannya kelak di band nya, Michael Schenker Group dan proyek solo album nya yang sangat ‘Guitar Oriented’.

Line-Up UFO di album ini adalah:

*Phill Mogg: lead vocal

*Michael Schenker: lead guitar

*Paul Raymond: rhytm guitar & keyboard

*Pete Way: bass

*Andy Parker: drums

Paul Raymond adalah personil dari band blues-rock, Savoy Brown. Di “Lights Out” ini, lagu “Too Hot To Handle” dan “Getting Ready” sering dibawakan oleh Michael Schenker Group pada beberapa konser nya. Yang menarik, UFO membawakan ulang lagu “Alone Again Or” dari Love, band pop 70 an yang diaransemen ulang menjadi lebih ngerock. “Electric Phase” pun cukup menarik dengan permainan slide gitar yang asyik. Di dunia musik, UFO merupakan band yang dianggap banyak mempengaruhi band-band hard rock, hair metal, bahkan heavy metal pada generasi dekade berikutnya. Di side B ada 4 lagu tambahan dari band lawas, Livin’ Blues. Di album yang dirilis pada tahun 1976 ini lagu-lagunya memang terasa lebih ringan dibandingkan saat pada awal kemunculan mereka di album “Wang Dang Doodle”, “Bamboozle” maupun “Hell Sessions”, tapi menurut saya masih sangat berbobot dan dengan sound serta aransemen yang lebih modern mengikuti jamannya. Sayang, “Shylina”, lagu andalan yang sangat keren itu tidak dimasukkan di kaset ini. Tapi masih ada “Back Stage” dan “Blue Breeze” yang dahsyat juga. Kata Mas GW, di album ini, vokalisnya adalah orang Indonesia yang bermukim di Belanda, seperti yang pernah saya dengar rumor nya di masa lalu.

Thanks Mas GW yang budiman..

:::salam djadoel:::

Abbhama “Alam Raya”

September 9, 2013

Abbhama “Alam Raya” (1978)

by *cosmic_eargasm*

##ABBHAMA - Alam Raya - Kaset+Kover##
Di blog super gemblunk ini memang terlalu banyak setruman-setruman
asyik yang membuat pembaca terinspirasi untuk sekedar terpancing untuk
menyetel lagu kesayangan dari musisi yang disukainya, atau bahkan
terinspirasi untuk menulisnya sekedar untuk mengungkapkan rasa sukanya
pada musik yang sedang disetel tersebut, yang pastinya banyak memori
yang terkandung di dalamnya.
Pada beberapa thread, saya lihat Mas GW dan Mas Apec sedang suka
menyetel lagu-lagu dari musisi Indonesia. Apalagi ada majalah musik
baru, Rock ‘N Roll yang menyertakan CD Giant Step sebagai bonusnya.
Terkait dengan itulah, saya jadi sedikit ‘terpancing’ untuk ikut
menyetel lagu Indonesia. Kaset yang saya sukai dan masih saya simpan
ada Abbhama ini salah satunya. Walaupun kovernya sudah tidak mulus
lagi dan laminatingan, tapi saya masih dengan senang menyimpannya.
Bahkan suara yang dihasilkan dari pitanya juga sudah tidak prima lagi, akan tetapi justru nuansa kedjadoelannya semakin
terwakili. Mengingat untuk mendapatkan kaset ini juga tidak mudah,
apalagi piringan hitamnya yang bahkan sampai sekarang saya belum
pernah lihat. Pak Ali Gunawan pasti masih menyimpannya.

Pasti semua sudah pada tahu personil dan lagu-lagu dahsyat dari
Abbhama. Tetapi tidak apalah saya ulang sedikit tentang band Symphonic
Progressive yang satu ini. Abbhama digawangi oleh 7 orang yang kuliah
di jurusan musik IKJ:
*Iwan Madjid: vokal, piano
*Oni: keyboard
*Cok B.: gitar
*Darwin: bass
*Robin: drums
*Dhrama: flute
*Hendro: oboe

Ada 10 lagu prog yg dahsyat di album ini:
01. Kembali
02. Asmara
03. Alam Raya
04. Karam
05. Ketiadaan Yang Ada
06. Terlena
07. Malam
08. Air
09. Indonesia
10. Ibu

Semua komposisi dan aransemen lagu di album yang dirilis tahun 1978
ini sangatlah dahsyat pada jamannya, bahkan sampai sekarangpun masih
terasa sangat berkualitas diluar dari mixing dan

dan masteringnya terkesan apa adanya.
Permainan Iwan Madjid banyak terpengaruh oleh musik klasik era Barok
dan Classic. Selain itu, aroma nuansa symphonicnya ELP, Genesis dan
Yes begitu terasa sekali di hampir semua lagu. Permainan instrument
sangat apik dimainkan oleg para personilnya, tanpa terkecuali tiupan
oboe dan flute yang sangat istimewa.

Untuk ulasan lebih lengkapnya bisa dengan Pak Alfie yang terkenal
dengan “Ensiklopedia Musik Indonesia” terkomplit berikut
seluk-beluknya baik dalam segi musikal dan non-musikalnya. Ada juga
Pak GT yang tahu banyak tentang musik dan musisi Indonesia djadoel
yang dahsyat-dahsyat..

Thanks Mas GW yang budiman..

:::Salam djadoel:::

Jack & Indra Lesmana Quartet “Children of Fantasy”

September 9, 2013

image


Ide menutar kaset ini terinspirasi oleh postingan mas Cosmic tentang Chick Corea ‘My Spanish Heart’ beberapa hari lalu. Tentu, tujuan menikmati kaset yang saya beli sejak November 1981 ini bukan untuk mwbyandingkan dengan virtuositas Chick Corea. Meski demikian,  permainan piano Indra sungguh menawan menilik usianya saat itu yangmasih menjelang remaja.

Yang saya suka dari album ini adalah rekaman kasetnya yang bagus selain musiknya yang menawan. Memang tak bisa digolongkan prog namun main musiknya keren banget. Lagu pembuka Children of Fantasy memang layak disebut sebagai komposisi yang matang dengan komposisi musik yang memungkinkan setiap anggota band mengisi sesuai dengan instrumentnya. Tak hanya Indra mendominasi dengan permainan pianonya yang inovatif namun juga peran James Marrison sebagai peniup brass juga banyak permainan improvisasi sepanjang lagu. Karim pun diberi kesempatan memainkan drums nya solo di tengah lagu. Sebuah etalase musik nan menawan.

Dalam nomor2 selanjutnya seperti Coronado dan Venus terlihat setiap pemain berkontribusi positif menghasilkan suatu komposisi yang tak hanya enak di telinga namun juga memuaskan. Pada nomer Movin’ terlihat jelas bahwa kuartet ini tak memalukan bila disandingkan dengan band  internasional,  bahkan dengan Chick Corea sekalipun !

Hampir bisa dikatakan bahwa album ini bagus karena musisinya all out menghasilkan yang terbaik meski hasilnya masih bisa dioptimalkan.

image

Salam

Focus “3” by Yess

September 8, 2013

Beberapa hari sebelum saya berangkat ke Bumi Minahasa, saya sempat memutar kaset Yess seri  #268 Focus 3 ini gara-gara komen mbak Ami di salah satu tret yang saya lupa apa judulnya. Karena saya punya kasetnya, maka saya berniat untuk berbagi informasi tentang kaset ini karena kaset mbak Ami tinggal pitanya saja tanpa kotak kaset – betul?

Kset ini saya beli pada bulan Juni 1982 jauh setelah album ini dirilis pada 1973. Alasan memiliki kaset ini telat karena pada tahun 75 kakak saya, Jokky, pernah ke Madiun membawa kaset Focus 3 rekaman Peony. Masih ingat saya bagaimana mas Jokky berulangkali memutar House of The Kings dan juga Focus III. Saya sendiri saat itu menyukai lagu Focus III juga karena belum mendengarkan Anynomous II . Namun memang keseluruhan album ini excellent, sesuai dengan review saya di progarchives.

Menikmati album ini memang nuansa 70an nya begitu kental dan kita bisa terbawa melayang-layang ke alam lain. Jujur saja, saya sangat menikmati Anynomous II yang dari segi musikal begitu bekualitas komposisinya meski Focus III juga gak kalah dahzyat, diawali dengan nuansa ambient yang menohok. Dinikmati melalui kaset ternyata malah lebih nunjek lagi meski kaset ini rekamannya seperti gak pas azymuth nya. Tapi saya gak geser posisi head, biarin agak mendhem yang penting kaset! Ha ha ha ha …

IMG-20130908-06655

IMG-20130908-06653

Studio Album, released in 1973

Songs / Tracks Listing
Side 1
1. Round Goes The Gossip (5:12)
2. Love Remembered (2:50)
3. Sylvia (3:31)
4. Carnival Fugue (6:09)
Side 2
5. Focus III (6:05)
6. Answers? Questions! Questions? Answers! (14:03)
Side 3
7. Anonymous Two (Part 1) (19:28)
Side 4
8. Anonymous Two (Conclusion) (7:30)
9. Elspeth Of Nottingham (3:15)
10. House Of The King (2:23)

Total Time: 67:09
CD:

1. Round Goes To Gossip (5:12)
2. Love Remembered (2:50)
3. Sylvia (3:31)
4. Carnival Fugue (6:09)
5. Focus III (6:05)
6. Answers? Questions! Questions? Answers! (13:48)
7. Elspeth Of Nottingam (3:10)
8. Anonymous Two (26:24)

Total Time: 67:00

 

Line-up / Musicians
- Jan Akkerman / solo & acoustic guitars
- Bert Ruiter / bass
- Pierre van der Linden / drums
- Thijs van Leer / vocal, organ, piano, alto flute, piccolo, harpsichord

Uriah Heep “Return to Fantasy” by Aquarius

September 7, 2013

By: Yuddi Kustiadi

image

Sekitar menjelang hari raya Idul Fitri 2013 kemarin mas G sambil men’take over’ pekerjaan domestik (bhs halusnya pekerjaan bedinde) mendengarkan ‘A Year or A Day’ , yang pada masanya didengar dari kaset Uriah Heep “Return to Fantasy” terbitan Aquarius dengan side B nya Ginger Baker & Gurvitz Army. “Return to Fantasy” adalah album pertama bersama bassist baru eks King Crimson John Wetton, album kemudian dan terakhir bersama Wetton adalah “High & Mighty” – yg juga album terakhir David Byron bersama Uriah Heep. Belakangan (thn 2004) terbit CD remaster album ini dengan bonus beberapa lagu era album ini termasuk ‘extended version’nya lagu ‘Return to Fantasy’ dan versi2 lain beberapa lagu album ini (Show Down, Primadonna, Why Did You Go, Beautiful Dream). Kaset format hitam-putih album tersebut kebetulan saya masih menyimpan dan penampakannya seperti pada foto, kualitas rekaman dan materi lagu2 album ini baik sekali bisa jadi karena pita yg dipakai adalah Maxell dan memang audio PH nya (sebagai master) yang baik. Karena kualitas audio masih baik sehingga saya merasa tidak perlu membeli kaset album ini yg terbitan Monalisa di thn ’80an.

Side A :
A Year Or A Day
Return To Fantasy
Shady Lady
Devil Daughter
Beautiful Dream
Primadonna

Side B :
Your Turn To Remember
Show Down
Why Did You Go

Ginger Baker & Gurvitz Army
Help Me
Inside Of Me
I Wanna Live Again

Camel “Raindances” by Yess

September 7, 2013

by *cosmic_eargasm*

Pasti semua sudah pada familier dengan band symphonic prog yang satu ini. “Raindances” merupakan album ke 5 dari Camel yang dirilis tahun 1977. Walaupun album ini tidak termasuk andalan, tetapi istimewa bagi saya, karena selain diterbitkan oleh Yess, album ini merupakan awal perkenalan saya dengan Camel. Belakangan, sebelum mendapatkan album “Mirage” rekaman Apple saya tidak tahu kalau 3 lagu di “Raindances” ini berasal dari album yang dirilis tahun 1974 tersebut dan merupakan album favorit saya, selain “Moonmadness” dan “Snowgoose”. “Raindances” ini menurut saya merupakan album yang bersejarah bagi Camel. Karena untuk pertama kali dilakukan pergantian dan penambahan personil, plus dengan adanya penambahan instrumen dan beberapa musisi tamu yang belum pernah dilakukan pada album sebelumnya. Dengan demikian,maka secara otomatis ada perubahan pada musik Camel di album ini dan sekaligus menjadikan album ini sebagai tonggak perubahan style musik Camel yang terlihat di album-album berikutnya. Di album ini, Richard Sinclair (ex bassist band canterbury, Caravan) masuk menggantikan posisi Doug Ferguson yang telah bermain di ke 4 album sebelumnya. Line-up Camel pun sekarang menjadi 5 orang, dengan masuknya Mel Collins ex King Crimson pada saxophones, yang untuk pertama kalinya Camel mengaplikasi alat musik tiup ke dalam albumnya. Salah satu musisi tamu yang mengisi album ini ada Brian Eno ex Roxy Music yang bermain minimoog, elektrik piano dan piano dalam lagu instrumental, “Elke” yang syahdu dan ambient. Eno adalah salah satu musisi yang menggunakan VCS3, yang kemudian banyak dipakai oleh band prog lain, seperti Pink Floyd, King Crimson, The Alan Parsons Project, bahkan The Who.

##YESS - CAMEL raindances - front##

##YESS - CAMEL raindances - inlay##

Lagu-lagu di album ini lumayan asyik untuk dinikmati. Lucunya, side A malah dibuka oleh suita keren “Nimrodel/The Procession/White Rider” yang bukan dari album ini, melainkan dicomot dari album “Mirage”. Suita ini banyak memainkan rally-rally panjang khas Camel yang sungguh amat mengasyikkan. Beberapa pengaruh style canterbury juga tampak pada lagu “Metrognome”, “Tell Me” dan “Unevensong” yang dilantunkan oleh Richard Sinclair. Nuansa jazz rock/canterbury pun terasa pada “Skyline” dan “One Of These Early Days I’ll Get An Early Light” yang sedikit mengingatkan pada Gong di album Gazeuse! Aroma Neo-Prog terasa di nomor instrumental “First Light” yang intronya ada petikan gitar yang manis dari Latimer, mengingatkan pada lagu-lagu di album “Snowgoose”. Lagu “Raindances” sendiri seolah menginspirasi lagu-lagu pada album “Nude”. “Highways of The Sun” yang ngepop dinyanyikan oleh Latimer pun sedikit mengingatkan pada “No Easy Answer” di album tahun 1979. Yang istimewa, ada “Freefall” yang enerjik dan dinamis dan “Supertwister” yang syahdu dengan permainan flute Latimer diambil dari album yang art work covernya diadaptasi dari salah satu produk rokok luar negeri tersebut. Di album “Raindances” ini, jangan mengharapkan permainan saxophone dari Mel Collins yang sadis “Ladies of The Road” nya King Crimson. Disini cuma ada lantunan nada-nada manis dari tiup kayu nya Mel yang terasa matching dengan konsep musik “Raindances”. Permainan fretless bass juga baru pertama dilakukan di album yang jarang dibicarakan orang ini. Allover, menurut saya, album ini adalah merupakan sebuah ‘jembatan’ dari album Camel sebelumnya dan sesudahnya. Nomor-nomor manis macam “Heroes”, “Long Goodbyes”, “Hymn to Her” dan lain-lain adalah hasil lanjutan dari album “Raindances” yang merupakan pre-cursor nya.

Thanks Mas GW yang budiman..

:::salam djadoel:::


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 177 other followers