Archive for the ‘Kaset’ Category

Terbius Moraz

March 21, 2015

Hendrik Worotikan

Hi Mas G dan teman-teman. Apa kabar ? Semoga senantiasa sehat dan diberikan kenikmatan dalam segala aktifitas utamanya mendengarkan musik.

Lama nggak nulis lantaran belum muncul… ‘apa sih yang mau ditulis’ ? Hihihi…Sampai akhirnya tadi malam saya setel plat Patrick Moraz “Out In The Sun”.
Dari situlah kemudian saya teringat dengan album-album Moraz lainnya yang pernah direkam juga oleh Yess, Private Collection dan Scorpio.
Dan dari sejumlah kaset ini rasanya Yess yang paling banyak merekam Patrick Moraz. 

image

image

image

image

Selain solo albumnya ada juga hasil kolaborasi Moraz dengan Bill Bruford mantan kolega nya sewaktu di Yes ( 1970 s/d 1972 ), King Crimson ( 1973 s/d 1975 dan 1981 s/d 1984 ) yang menghasilkan ‘Music for Piano and Drums’ dan tidak ketinggalan juga hasil kolaborasi nya bersama Syrinx.

Pertama kali saya mengenal Moraz justru melalui solo albumnya yang bertajuk ‘The Story Of I’. Pada hal seperti diketahui Moraz sudah berkibar nama nya bersama teman-temannya di Yes.
Tentu masih banyak yang ingat bahkan mungkin terkagum-kagum dengan kepiawaian nya memencet keyboard pada album Relayer, Yes ( Rekaman Yess with progressive number 022 ), yang menghasilkan nomor epic sekelas ‘The Gates of Delirium’ dan ‘Sound Chaser’.

Moraz gabung di Yes pada 1974, yang sebelumnya sempat pula bermain untuk band Mainhorse, Refugee dan Doctors of Madness.
Bahkan pemain keyboard asal Swiss ini, pun pernah menggantikan Mike Pinder di Moody Blues di tahun 1981.

Menikmati musik Moraz rasanya membuat saya terbius melayang-layang jauh, mulai dari permainan keyboard nya yang lembut bahkan terkadang juga garang.
Yang pasti nama nya akan terus diingat dan melekat erat di blantika musik dunia. Art rock khususnya.

The Doors of Puring

March 14, 2015

Eddy Irawan

Sore sabtu tadi saya habiskan waktu di taman puring. Alhamdulillah saya ketemu sama 3 survivor pedagang kaset di lokasi bersejarah di Jakarta selatan: Pak Simon, Bang Buyung dan Bram Sixx. Alhamdulillah juga karena mereka semua dalam kondisi sehat wal afiat sehingga transaksi kaset bekas masih terus berlanjut, sehingga sore ini saya bisa take away 7 kaset yang gak ada nilainya jika kolektor vinil menilai. Tapi bagi saya, kaset2 ini sungguh menakjubkan dan menjadi obat jiwa.

image

image

Ketujuh kaset ini semuanya menarik, namun yang paling bernilai tentulah Team Golden Series. Jethro Tull dengan album ‘aqualung’ dan the Doors album ‘other voices’ adalah kejutan di akhir pekan ini.

Lebih menariknya, saya belum pernah punya album The Doors ini. Album yang dirilis di bulan Oktober 1971 ini adalah album studio ke-7 dari grup yang dimotori oleh Jim Morisson. Dan ini adalah album pertama the Doors tanpa Jim, dimana akhirnya mereka tetap eksis dengan formasi trio. Robby Krieger, sang gitaris, dan Ray Manzarek, pemain keyboard, berbagi tugas sebagai vokalis mengganti posisi Jim.

Di Billboard music chart Amerika, album ini menduduki tangga ke 31. Agaknya, penggemar the Doors masih memuja-muja Jim sebagai idola mereka, dan berharap spirit Jim tetap melekat di album ini melalui trio The Doors.

Puring itu ibarat the Doors, walaupun ditinggal beberapa pelapak utamanya, namun ‘the surviving trio Simon, Buyung, Bram’ tetap meneruskan legenda Puring. Entah sampai kapan. Ahhh, people are strange… (e)

Mendapatkan Kaset Yang Sudah Lama Dicari

March 4, 2015

Erick S

hampir 2 bulan ga ngikutin artikel di blog yang super ini, ternyata sudah banyak tulisan-tulisan yang membuat ngiler sama foto-foto kaset/CD nya. untuk itu saya putuskan untuk nulis sekalian share memohon pencerahan dari para senior dan pakar di blog ini.

beberapa waktu lalu saya sempat beli kaset dari beberapa pedagang dan saya mendapatkan kaset-kaset yang sudah lama saya cari, satu diantaranya “Yngwie Oddyssey” rec Yess yang banyak kenanganya saat masa-masa kuliah dulu :) , kaset tersebut merupakan kaset rekaman Yess ke 2 yang saya miliki setelah kaset Al Dimeola album Casino

dari segi kualitas kaset-kaset hasil buruan saya lumayan masih bagus-bagus baik cover dan juga pitanya, namun diantara kaset-kaset tersebut “Ten Years After” casing kasetnya bening seperti pada gambar, awalnya saya bingung apa itu asli terbitan monalisa atau bukan ya hehehe…., namun setelah saya tanya sama pedagangnya itu merupakan kaset rilisan akhir sebelum tutupnya label monalisa, jadi casingnya sudah bening, namun pita masih maxell UDE sesuai yang tertera di atas casing.

IMG20150304145941

IMG20150304150009

IMG20150304145912

Mungkin dari para senior bisa memberikan pencerahan soal casing Ten Years After ini

dalam hati saya “antik juga ya casingnya seperti ini, selama ini saya belum pernah dapat yang model bening” :D

senang juga rasanya mendapatkan kaset-kaset yang sudah lama jadi incaran karena sering kalah HOLD kalau di FB hehehehe

Terima kasih

#keep rock n progin

Tampur Masih Subur

March 1, 2015

Eddy Irawan

Mengisi akhir pekan dan akhir bulan ini, tadi sore saya iseng-iseng main ke Taman puring (Tampur) yg namanya sempat melegenda karena menjadi sentra barang-barang elektronik dan kaset bekas pada era 1990an-2000an.

Maka, sore itu saya habiskan waktu sekitar 2jam bersilaturahim dengan pedagang kaset Tampur yg masih tersisa dan tersetia di lantai 2. Terimakasih Pak Simon, Bang Buyung brewok dan bro Bram yang tetap bertahan di situs kaset bersejarah di Jakarta Selatan ini.

Terimakasih atas sambutan yg selalu hangat dan selalu menyisakan kaset-kaset yang antik buat saya. Foto-foto kaset ini adalah hasil silaturahim di Lapak pak Simon, bang Buyung dan bro Bram.

Pasar Minggu-20150228-00187

Pasar Minggu-20150228-00190

Pasar Minggu-20150228-00191

Pasar Minggu-20150228-00192

Salah satu kaset yang menarik adalah grup Cybotron rekaman Apple. Grup yg berasal dari Aussie ini mengusung aliran rock progresif yang sarat dengan permainan sintesizer dan alto saxophone. Kaset yg saya dapat ini (album ‘implosion’) merupakan album terakhir dari 3 album yg pernah dirilis oleh grup yg dibentuk pd tahun 1975 ini.
Menyimak musik Cybotron, persis mendengarkan kolaborasi musiknya Vangelis, Kraftwerk, Synergy dan Pulsar dalam satu session.

Lapak Tampur masih subur! (e)

Hallo Blog

February 23, 2015

Eddy Irawan

Tiba-tiba kangen sama blog yang aneh ini. Pada kemana ya para penghuni yang biasanya lucu-lucu dan asal usul?

Hallo blog, selepas magrib tadi saya mampir ke gudang musik nostalgi di blok m square. Ternyata sepiii banget. Untunglah saya dapat beberapa kaset pelipur lara. Semuanya kaset non-yess.

image

image

Dari 8 kaset yg saya dapat, kaset Apple dari grup Tuxedomoon yg bikin penasaran. Karena ini adalah grup seangkatan The Police, yg mengusung genre post-punk. Grup yang dikomandani Steve Brown ini melejit berkat album pertamanya, half mute. Semoga kaum ‘M4L’ sekarang ini sedang menikmati musik rock utk kemudian berbagi di blog. Sebagian mungkin dalam kondisi ‘half mute’ utk besoknya menggeber kehangatan hard rock yang tak pernah bisu. (e)

A Night at The RM Padang Jaya – Semarang

January 26, 2015

Andria Sonhedi

     Akhirnya ada juga kesempatan nginep di Semarang lagi. Artinya saya bisa berkesempatan ke RM Padang Jaya dan kl bisa juga mampir ke pasar Johar untuk cari kaset. Acara saya Rabu 21 Januari 2015 jam 8-17.10 dan berlanjut Kamis setengah hari. Untunglah saya juga dapat penginapan di Hotel Metro yang juga berdekatan sekali dengan Pasar Johar maupun tempat saya punya acara sehingga pagi-pagi Kamisnya nggak perlu tergesa-gesa berangkat.
     Sehabis magrib segera saya ke RM Padang Jaya, maklum kl di sana bisa lama apalagi teman saya (pak Eko dari Batang) juga ngajak makan malam shg saya harus bergerak cepat. Si Om kacamata sdh mengenali saya begitu masuk. Karena akan makan malam di tempat lain maka saya pesen minum aja.
     Di RM Padang Jaya ini lumayan sulit untuk memulai. Maklum sangking berjejalnya kaset yang ditata, beraturan tapi tak mengenal genre, saya jadi bingung mau mulai dari mana supaya efisien. Mau saya sih tak banyak yang harus saya bongkar tapi hasilnya maksimal :) sayangnya sampai jam 8 malam saya cuma nemu kaset-kaset lama yang pop doang sampai-sampai janji makan malam dengan teman saya saya batalkan. Di sini pun selain sulit untuk memilih yang akan mulai dibongkar sekaligus juga sulit untuk menghentikannya :D Ada beberapa kaset heavy metal tapi sudah kusam & covernya diselotipe, sayang sih kl dibeli dengan harga mahal. Nemu juga beberapa kaset seri lama seperti Soft & Beautiful dari Hins Collection atau StarsOn 45 dari Kings. Ada juga kaset Michael Frank yang jadi pesanan mas Hippienov. Sayangnya kaset MF III terbitan Aquarius itu pitannya sdh putus shg batal saya ambil.
     Akhirnya setelah benar-benar menghentikan perburuan saya, dengan sangat berat, ada 8 kaset saja yang saya ambil. Dari 8  kaset hanya satu yang kaset lama terbitan Cash Box, itu saja grup techno pop A-Ha. Sisanya keluaran masa royalty.

image

image

image

1. grup A-Ha wl tak secemerlang Duran Duran di Indonesia namun saya bisa nerima musiknya. Beberapa tahun lalu di Euro Vision Song Contest di Finlandia ada grup metal Northern Kings yang mengcover lagu Take on Me dari A-Ha.
2. Perekam Trax/Sabotage adalah perekam Indonesia di awal2 munculnya kaset2 lisensi. saya dulu pernah tahu ada kaset grup metal Necronomicon, Diamond Head, Venom & Tyrant. Sayangnya saya cuma nemu kaset2 kompilasi yg tak ketahuan artisnya wl untung dapat kaset Tobruk (ini bukan minuman) grup hard rock Inggris serta White Sister juga hard rock dari Amerika. Beruntunglah saya karena kawan kita Hardi Dokken pernah mesen nyarikan mp3-nya shg saya jadi tahu kl ini grup rock bukan girls band.
3. Enya adalah salah satu penyanyi wanita idola saya :) Kebetulan kaset the Celts saya yg produksi Thailand dihilangkan adik saya maka saya bersyukur bisa nemu lagi.
4.UB 40 dan Bob Marley adalah musisi Reggeae yang bisa saya ikuti makanya wl isi kasetnya ya itu2 juga, UB40 the best sedang Bob yang live, tetap saya beli
5. Slaughter adalah grup hair metal yang cukup populer di Amerika di era 90-an namun nggak pernah saya beli :) semenjak saya mulai pelan-pelan mengumpulkan grup hair metal maka Slaugter pun saya beli juga
6.Sebenarnya kaset George Michael ini EP saja, cuma 5 lagu makanya judulnya Five Live. 3 lagu adalah covernya Queen makanya kaset ini saya ambil.
      Jam setengah 10 akhirnya saya tiba di hotel, lumayan juga lelahnya. Tapi perburuan belum usai. masih ada satu hari lagi untuk menemukan penjual kaset di Pasar Johar. Cerita kali ini memang bersambung :)

-Andria Sonhedi-

Hasil Hunting 4 Jam di Surabaya

January 16, 2015

Eddy Irawan

Belum puwas rasanya kalo belum pernah nyambangi kediaman Cak Sunari, yg dlm beberapa minggu ini sering disebut dlm perdagangan kaset online. Walaupun cuma dapat beberapa kaset, tp saya senang sudah sempat silaturahim di kediaman beliau.

Juga di ‘gudang’ kaset bang Joker yg ternyata juga vokalis di grup metal lokal di Surabaya, saya dapat sejumlah kaset dgn ‘label’ rekaman yg unik. Baru tau kalo ternyata di Surabaya pernah ada perekam Voodoo, Holywood, Horizon.

image

image

image

image

image

Mas Danang perlu ke ‘gudang’ bang Joker ini krn koleksian Queen dan Rush nya, sangat melimpah ruah. Saya sekedarnya aja ambil beberapa kaset Queen dan rekaman Yess dari kardus2 yg berserakan. Saran saya, kl berkunjung ke bang Joker, jgn malam hari krn ‘gudang’ kaset nya gak ada lampu. Sukurlah malam itu saya terbantu pencahayaan dari ‘Flash Gordon’. Heheheheh (e)

Perwajahan Music for Life

January 4, 2015

Herman

Sebagai warga Blog,  kalau Mas Gatot berkenan, saya kirimkan 2 gambar untuk perwajahan Blog MFL yang sudah jadi tempat mangkal temen2 semua. Gambar ini tanpa konsep yang mendalam dan bukan logo. Di sini ada kaset dan ada sampul – sampul album musik Prog kemudian saya tambahkan figure orang duduk (Dave Gilmour) yang saya ambil dari Album Pink Floyd dan satu lagi figure Ian Anderson yang sudah sering kita pakai. Sepertinya orang Prog sudah tidak asing dengan Dave Gilmour duduk ini ataupun Ian Anderson,  sehingga saya gunakan sebagai ikon . Waktu mau bikin gambar, ide pertama yang muncul sederhana,  ingin menampilkan gambar Dave Gilmour duduk di atas kaset, karena Blog ini banyak membahas kaset. Kebetulan nemu gambar Topographic Ocean-nya Yes dalam format landscape, maka jadilah Dave Gilmour duduknya di tepi Topographic Ocean……selebihnya pernak pernik agar bidang penuh….

Sebetulnya kalau dituruti ide yang berkembang bisa banyak….ternyata betul sekali yang Mas Khalil katakan kepada saya, bahwa “ kalau bikin desain bisa muncul puluhan alternative”. Saya bisa merasakan hal itu ketika membuat gambar ini.

Saya kirimkan 2 gambar ini sekedar supaya ada pilihan meskipun minim….katanya kalau hanya  satu itu namanya fetakompli ….hehehe…

Dua gambar  ini baru dari ide saya, kalau ada yang kurang patut mohon saya diberikan masukan untuk disempurnakan lagi. Terima kasih.

Salam,

Herman.

FACE Blog MFL copy

FACE Blog MFL 2 copy

Kiss in “Live” – Yess

December 23, 2014

Eddy Irawan

Tadi malam saya ngabisin waktu sekitar satu jam hanya untuk merestorasi (istilah mas Danang) salah satu kaset langka. Ya, langka karena seumur-umur baru kali ini saya mendapatkan kaset ini: Kiss in “Live” rekaman Yess #66. Kalo pada tret terdahulu saya pernah posting tentang Yess #67 (Lee Michaels “Live”)  maka ini adalah album kelanjutan ‘live’ Yess.
Majalah Rolling Stones menempatkan album ini di posisi #159 pada 500 Greatest Album of All Time, tahun 2003 lalu. Sedangkan Majalah Guitar World, menempatkannya di posisi #26 dalam “100 Greatest Guitar Albums of All Time di tahun 2006. Sayangnya, Yess hanya merilis sekitar 200-an kaset Kiss album live ini. Sekali lagi, Mas Prabu, silakan di-update data nomer seri Yess-nya.

Pasar Minggu-20141223-00069

Pasar Minggu-20141223-00068
Album live ini aslinya bertajuk Kiss Alive! yang dirilis pada bulan September 1975. Berisi 16 buah lagu yang diambil dari 3 album pertama KISS: Kiss, Hotter than Hell, Dressed to Kill, judul album ini memang dibuat mirip seperti judul album live tahun 1972 milik grup Inggris Slade, yaitu Slade Alive! Tentu saja, karena Kiss sangat dipengaruhi oleh grup ini. Sayangnya, album yang aslinya berdurasi 74.50′ ini, dipotong menjadi 60 menit sehingga beberapa lagu terpaksa tidak dimasukkan. Cerita selanjutnya tentang kehebatan super grup Kiss akan diteruskan oleh mas RizKISS (heheheh). Monggo mas Rizki. (e)

Koleksi 234: Three Dog Night & Sharks – Starlite

December 17, 2014

image


Whoooooaaaa …kaset ini super duper antik nuansamatik dan juga mulus sekali. Jangan tanya musiknya karena memang bisa digolongkan lagu pop biasa namun Three Dog Night sudah tak asing lagi bagi kita karena lagu “Cowboy” pernah ngetop di seantero Negara Kesatuan Republik Indonesia. Siapa gak kenal kelompok ini!

Namun … Nama Sharks jelas belum kesohor dan bahkan saya baru tahu setelah mendapatan hibahan harta karun ini. Saya terpaksa gugling dan mendapatkan beberapa youtube nya dari lagu yang ada di kaset ini.

Tapi…bukankah kita sepakat bahwa yang penting “kaset” nya bukan siapa band nya? Lha iyalah …kalau cuman siapa band nya, dua nama band ini juga bukn idaman banyak orang termasuk gemblungers di blog gemblung. Ya nggak? Tapi … Kasetnya itu lho! Rekaman Starlite pulak! Lihat dong desain sampulnya yang Afro Rock banget ….ha ha ha … Mas Herman pasti suka sama covernya, sedangkan mas Eddy Irawan pasti mangkel lan misuh2 karena sulitnya cari rekaman Starlite. Pssstt …buka rahasia nih …. Mas Eddy bisa dapetin Starlite di tempat Kims Varia atau Gunawan. Cuman liat kasetnya musti dengan gaya sok gak butuh …karena kalau kita girang pasti harga meradang dan dipathok Rp. 30 ribu. So pasti saya! Alasannya klise …barang langka. Padahal dia belinya cunak Rp. 2 ribu ajah ….hi hi hi ….

image


Salam,
G


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 178 other followers