Archive for the ‘Event’ Category

In Memoriam: BB King “King of Blues”

May 17, 2015

Arief Apec Bakhtiar

image

Bertepatan dgn hari yang sama dengan meninggalnya Aktor senior Didi Petet,ikut meninggal juga BB King karena komplikasi Diabetes, penyakit degeneratif yg banyak mengenai kaum saat ini…
Bersama ini pula hamba kirimkan kaset BB King yg hamba miliki…dulu kisaran awal  th 2000 an,album BB King banyak dicari orang,dan kaset BB King live at Apollo merupakan kasetnya yg pertama saya miliki..mengenai lagunya sendiri saya gak hafal,tapi saya suka lagu Sweet Sixteen dan And The Thrill is Gone..

Salam,
Apec
No Music , No Life.

Mini ProgRing di Semarang

May 7, 2015

Arief Apec Bakhtiar

image

Kisah pertemuan dengan bos semarang.
Persis seminggu lalu,akhir april,saya mendapatkan tugas bahagia ke semarang ( setiap ditugaskan keluar kota,selalu saya anggap bahagia soale mesti selalu ada yg bisa dikabarkan dan ditemukan)..Saya lupa kalo mas andria itu walau sering membicarakan pasar Yaik semarang ternyata tugas di Blora..mangkane ora memberi kabar..hanya menginfokan waktu memberi komentar di postingan mas andria…Lha kok mak njegagik beliau kirim sms untuk memberitahukan nomer HP mas ahmad sang penjual kaset..sayangnya acara saya padet berisi sampe jam 17..padahal yg jualan kaset hanya sampe jam 4 sore..sayang binayang..
Dan yg mengagetkan ternyata mas yuddy juga berada pada kota yg sama,hanya lokasi berbeda dan sayang yg kedua kali,beliau juga cuma tinggal sehari lg d semarang..untungnya mas andria berniat penuh untuk bersillaturahmi dengan menghampiri saya di lobby hotel meruput alias pagi buanget jam sebelum sarapan…alhamdulillah,setelah hanya tahu via dunia maya,akhirnya bertemu beliau juga yg ternyata jauh lebih humble ..maturtengkyu mas andria,walaupun saya gak dapat kaset tapi bisa bertatapan muka dengan njenengan…

Mini ProgRing: Trio Libels

May 7, 2015

image


Diam-diam ternyata tadi malam, Rabu 6 Mei 2015, digelar mini progring yang dihadiri dedengkot kolektor yang menamakan diri mereka dengan Trio Libels alias Beli Bekas Berkelas. Mekso yo bèn! Sing penting bedo. Apa yang mereka bicarakan dan yang lebih penting lagi: “apa yang mereka lahap” marilah kita tunggu kisah ini langsung dari mas DananG, bro Apec dan mas Eddy Irawan. Monggo ….

Salam,
G

—– 8 Mei 2015 —

Untuk menjawab rasa penasaran mas DananG tentang apa sebenarnya isi ransel padat bro Apec, berikut ini saya tampilkan pengakuan dari bro Apec mengenai “sebagian” isi ransel. Mohon dicatata juga bahwa masih ada beberapa kardus yang dititipkan di lapak (tidak muat di dalam ransel):

IMG-20150507-WA0013

Yang Sedang Berbahagia

May 7, 2015

image


Ini adalah posting colongan tanpa ijin pemilik berita. Untuk itu sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada mas Hendrik Worotikan yang beritanya saya colong dan pada saat bersamaan juga berbahagia. Kok bisa? Ceritanya, beliau ini posting di facebook mengabarkan bahwa baru saja silaturahim ke maa Sony dan dapat hibahan piringan hitam yang banyak. Saya sendiri tak kenal siapa yang dimaksud dengan mas Sony tapi yang jelas wajah mas Hendrik sumringah bahagia. Makanya saya colong berita bahagia ini untuk dimuat di sini.

Selamat ya mas Hendrik!

Salam,
G

Midi ProgRing Suroboyo

January 15, 2015

Dr. Apec Arif Bakhtiar

image

Alhamdulillah,akhirnya keturutan (terkabul) juga harapan disamperin mas eddy di surabaya..Padahal bbrp hari sebelumnya mas Eddy ngabari kalo beliau ada acara di Semarang..Nah,kok ujug-ujug pada rabu siang sekitar jam 12, sang jawara kolektor musik analog itu ngabari via WA kalo 4 jam lagi akan di surabaya…Nahhhh,lho………..kok serasa sdh diatur..apa pasalnya?? Jawabannya adalah karena jam 15.21 sobat edan saya dari Medan,pakar operasi katarak dgn metode khusus tanpa jahitan ( ini beneran,beliau dr mata termuda yg jago untuk hal itu sampe pernah didaulat untuk live surgery menunjukkan keahliannya di hadapan dokter mata se Indonesia pd tahun 2012,jadi silahkan konsul metode operasi katarak tanpa jahitan ke beliau) akan sampai di Stasiun Gubeng sehabis acara di Jember…passs…tumbu ketemu tutup..Langsung saya kabari mas eddy untuk saya jemput di Plaza Surabaya.Dalam perjalanannya,ternyata mas eddy (bersama temannya yg bernama mas Wahyu) msh cari oleh2 di Pasar Genteng,sehingga saya dan soni memilih menunggu sambil hunting di toko CD import terlengkap di Surabaya,Mega Disc yg berlokasi hampir bersebelahan dgn kantor IDI Surabaya..baru aja masuk sekitar 10 menit,mas eddy nelpon untuk menghampiri karena ada sopir yg ngantar..Rupanya banjir CD dan PH baru yg bejibun tdk membuat pendirian mas eddy goyah terhadap niatan berburu kaset.Di mega disc,mas wahyu sempat membeli CD accoustic kompilasi. Tanpa ba bi bu,saya tlp yg namanya Cak Sunari,kolekdol kondang Surabaya…rumahnya yg berada di daerah Pasar Bong Slompretan banyak dikenal kalangan kolektor..kalo anda searching mengenai lokasi hunting kaset di surabaya,maka nama Sunari akan jadi salah satu referensi,meskipun sekarang ini koleksinya sdh banyak berkurang..malah banyak kaset rekaman sendiri yg dipajang sekedar untuk nostalgia lagu katanya..Tapi yg namanya mata seorang Mas Eddy,tetap saja bisa menemukan beberapa kaset incaran. Habis maghrib,Acara berburu dilanjutkan ke kediaman Joker,yg sempat disambangi Koh Win waktu di Surabaya.Sayangnya saya dan soni ora iso melu karena jam 20.00 sdh ada janjian acara dgn teman dokter mata.Mohon maaf sebesarnya buat mas eddy dan mas wahyu karena ndak bisa nemani,lha baru tahu kalo arep datang jam 12 siangnya…belum lagi rencana kulineran ala Surabaya yg tidak bisa saya wujudkan,lha kok besoknya mas eddy sdh kudu balik jakarta.istri joker ngabari kalo mas eddy borong kaset banyak dari Joker.
Ayo,hamba tunggu lagi siapa yg arep ke Suroboyo..

image

image

image

Mini ProgRing Dengan Pak GT

December 27, 2014

Herman

Beberapa hari yang lalu, Selasa, 23 Des 2014,  kira kira pukul 08.30 di kantor ada yang memberitau saya bahwa ada tamu Pak Gatot namanya….langsung saya kedepan ternyata sudah ada Pak Gatot Triono ( Pak GT) di depan kantor. Kita memang sudah janjian mau keteu  jam 09.00, ternyata beliaunya datang lebih awal…sehingga saya masih pakai kaos habis gowes dan belum ganti baju karena masih keringetan…..Pak GT mampir ke kantor saya sambil ngater anak –anak main ke SnowBay, maka saya anter dulu mereka ke SnowBay .Karena pintu masuk SnowBay belum dibuka maka sambil nunggu pintu dibuka kita ngobrol ….Pak GT cerita bahwa setiap tahun nggak pernah tahun baruan dengan keluarga dan sudah 12 tahun  karena menyelenggarakan acara Dzikir Malam Tahun Baru…..serupa tak sama kebetulan pekerjaan saya juga membuat saya nggak pernah malam tahun baruan santai dengan keluarga…..kebetulan kegiatan kita sama – sama di satu area tapi kita baru tau dan nyambung setelah jadi warga Blog Gemblung ini…..

Pak GT juga cerita bahwa belum lama mendapatkan hibah dua dus kaset dari Dekan sebuah Universitas di Bandung dan juga dari mitra kerjanya ( maaf kalau salah inget )…..bahkan salah satu penghibah tersebut kondisi kasetnya masih mulus belum ada coretan dan sepertinya baru sekali disetel….!!!  Wah kebayanglah bagaimana mulusnya…. Wooww…  saya menangkap cerita hibah tersebut sebagai pelajaran buat saya…. Bagi yang sudah pernah menerima hibah pastilah beliau beliau telah dikenal sebagai penggemar kaset yang masih nyetel dan suka beli kaset ….Mas GW dan Pak Dokter Apec sudah dikenal karena pernah sudah dimuat di Koran….tetapi bagi saya mungkin memang perlu lebih giat mem-branding diri terhadap lingkungan bahwa masih mengkoleksi  dan nyetel kaset….siapa tau orang disekitar  belum mengetahui bahwa kita masih suka beli kaset dan mendengarkannya…..dengan begitu kalau ada pihak di sekitar kita yang sudah kerepotan mengurus kasetnya apalagi sudah nggak pernah disetel … dari pada repot merawatnya,  terus inget kita dan menghibahkan kepada kita……kan ini satu peluang yang bisa diciptakan….bisa jadi lingkungan kita jadi ikutan denger kaset lagi…berarti bisa tambah temen…..  Jadi bawa walkman dan kita setel dihadapan orang dilingkungan kita menurut saya perlu….…nggak ada salahnya juga kalau habis beli kaset kita cerita – cerita ke teman di sekitar kita….atau cerita kepada teman tentang kaset yang barusan kita setel…..bukan untuk pamer tapi niatnya sekedar informasi saja …. Anggap saja seperti nge-Blog di MFL tapi secara oral….hahaha …..Itu kira – kira hikmah yang saya dapat dari Mini Prog Ring dengan Pak GT  pagi tadi kira – kira 40 menit. Pak GT juga sempet cerita bahwa sering setel radio ( streaming radio )dari pagi sampai sore…..setelnya degan volume ramah lingkungan, hanya untuk didengar sendiri….

Sayang waktu kita singkat sekali sampai lupa nggak sempat foto bersama karena saya juga harus “ijin” sebentar untuk ngater Ibu ke klinik….

Eeiittt…ada yang lebih seru…..saya dapet souvenir Mini Prog Ring dari Pak GT, berupa dua buah buku :

1.Koes Plus: dari Pagi Yang Indah hingga menjelang Senja

2. Donny Fattah: 40 tahun dalam God Bless

Buku  no 1

Saya baru baca beberapa judul….wooww luar biasa, isinya menceritakan ( mendokumentasikan ) perjalanan karir Grup Koes Plus dari saat mereka masih anak2 dan belum bermain band. Digambarkan bagamana tanda tanda musikalitasnya mereka ketika masih kecil sampai mereka mulai nge-band dan masuk dunia rekaman, semua dalam bingkai keluarga Koeswoyo. Dari bab – bab yang sudah say abaca, cara penuturannya natural dengan bahasa yan enak dibaca. Kalau kita sudah denger musik Koes Plus, membaca buku ini membuat kita tidak hanya menyukai lagu tersebut tetapi ada sesuatu yang patut kita hargai. Musik Koes Plus tidak sekedar lagu tetapi didalamnya terkandung perjuangan hidup keluarga, falsafah hidup, pandangan hidup…yang mereka perjuangkan ….penuh dimensilah pokoknya…..karena itu musik Koes Plus sederhana tetapi ada kedalaman baik dalam musik maupun liriknya……karena keluar dari dalam hati dan jiwa mereka dalam….

image

Buku No 2.

Buku ini berkisah tentang perjalanan karir Donny Fattah (DF) bermain music dari masa anak anak hingga bergabung dengan Godbless. Banyak cerita dari yang serius sampai “untold story” yang lucu…yang serius misalnya pergulatan batin antara bermain music sebagai panggilan jiwa dengan keyakinan untuk dapat menghidupi keluarga dari bermusik…..karena pergulatan batin tersebut  maka setelah release album Godbless “Cermin”  maka  DF “nyeberang” ke pekerjaan formal sebagai local staff di KJRI Houston ( Texas)  Amrik. Banyak cerita menarik selama DF di Amrik seperti kenal dengan musisi – musisi besar antara lain Paul Mc Cartney,  Geddy Lee ( Rush) ; Chris Squire ; Mike Rutherford …..bahkan bisa  ngobrol berdua di kamar hotel dengan Stanley Clarke (SC) ketika sedang top – topnya Stanley Clarke saat itu….sampai – sampai SC  mau memberikan kepada DF teknik metik bass Funky Thumb khas Clarke….

Tapi yang paling asik adalah cerita berteman dengan Geddy Lee ( Rush) karena sampai ditelpon diajak  “nginep” di rumah Geddy selama 3 hari.  Ketika nginep di rumah Geddy sempet diperdengarkan sebuah lagu dari Album Rush, sampai diulang 8x….karena DF kurang “ngeh”…akhirnya DF sempet  malu ketika diberitahu bahwa dalam lagu tersebut dimasukkan musik jaipongan sambil Geddy bilang : ini kan musikmu!seraya menunjukkan sebuah LP Jaipongan koleksinya…….

Ketika nginep itu pula melalui Geddy akhirnya DF menyadari bahwa  dia bekerja di pekerjaan formal itu seperti orang yang melarikan diri dan akhirnya membuat DF sadar dan kembali ke dunia musik.

Cerita yang lucu misalnya   ketika show di luar Jawa, karena panitia kekurangan dana maka Godbless dibayar pakai kambing, sepeda, motor  dll. yang akhirnya malah nggak dibawa pulang karena kerepotan bawanya dan mereka pulang ke rumah naik truk sambil bawa alat masing – masing.  Ada juga cerita ketika di atas panggung Jakarta Fair, kabel mic yang diayun – ayun Achmad Albar menghantam hidung DF yang lagi asik main bass hingga hidung berdarah…(jadinya nggak lucu ya, red?)

Banyak cerita menarik lainnya seperti  waktu menjadi band pembuka Show Deep Purple atau sebagai pembuka Show Suzi Quatro di mana ketika melihat performance Godbless makaSuzi Quatro sempet berkomentar : kenapa saya diberi band pembuka yang lebih bagus..?!

Wah pokoknya baca buku begini sama asiknya dengan denger music.

Yang jelas kedua buku ini memiliki dua benang merah : yang pertama kedua buku ini telah menunjukkan bahwa pemusik besar telah menunjukkan minatnya terhadap musik sejak kecil ; kedua buku ini juga menggambarkan adanya keraguan ( pada tahun tahun itu) apakah bermain musik dapat memberikan penghidupan yang baik.

Terima kasih Pak GT atas bukunya yang asik untuk dibaca…..

Salam

Herman

Kalender Narsis Januari 2015

December 24, 2014

Gatot Triono

image

Lapsing Mini ProgRing Dadakan

November 30, 2014

Gatot Widayanto

image

Alhamdulillah …akhirnya jadi juga mini progring hari ini dengan mas Eddy Irawan , mas DananG dan mas Pramono. Topik yang dibicarakan sangat bervariasi baik itu terkait musik maupun kerjaan. Namun seperti biasa, yang paling menarik tentunya membahas masalah media kaset yang ternyata masih digandrungi sama semua yang hadir tadi siang. Mas Eddy juga mendapatkan dua kaset blues BB King dan Janis Joplin dari lapak Udinesse. Namun jangan heran sebenarnya mas Eddy belanjanya sudah sejak tadi malam makanya pasar kaset tadi ludes sama as Eddy yang sudah jadi warga Jakarta. Makanya sejak kepindahan mas Eddy ke Jakarta , stok kaset kering disikat terus. Predator aktif pokoknya. Bahkan Queen rekaman Scorpio yg jadi ranah mas DananG pun tak luput dari akuisisi mas Eddy. Hebat!

Topik lainnya adalah terkait laporan singkat Jakarta Blues Festival dimana mas Danang nonton. Konon permainan Greg Howe sungguh mempesona. Mas DananG termasuk rajin hadir disetiap konser makanya tak heran bila nonton.

Sambil ngobrol alunan speaker dari Divoom Voombox Travel teris mengalun dengan musik2 prog maupun claro … The Flower Kings… God Bless .. Cuby Blizards … Lynyrd Skynyrd … Stick Men … Saga …bahkan Chick Corea dan grup Indonesia Payung Teduh. Ha ha ….bervariasi. Yang menarik, Divoom tadi diuji dengan speakernya mas Pramono  : Pandora Sonic Gear … Putus! Divoom lebih unggul: bass nya pulen dan trebelnya solid. Muwantab tenan Divoom ini … Jrèng!

Acara usai pukul 16:30 karena memang saya sejak pagi pukul 8:45 sudah di Blok M Square ikut Kajian Ahad, jam 11:00 ke Corelli. Oh ya ….temennya bro Apec, mbak Srie kembali lagi sebagai baritas nya Corelli. Horeeee ….!

Oh ya mas Eddy pamit duluan sekitar 15:45 karena langsung dinas ke Bandung sekalian mborong kaset tentunya. Mas Eddy juga janji akan melanjutkan kisah Cabterbury Scene sesuai permintaan Koh Win.

Sampai rumah saya nyetel Michael Franks and Crossfire Live rekaman Yess yang dubeli dalam keadaan mouwlouze puwol dari mas Agus dengan harga bersahabat …rp. 20 ribu aja. Tapi belinya bukan tadi, udah lama ….beberapa bulan lalu.

image


image

Formasi empat: Led Zeppelin

Mini ProgRing Dadakan, Ahad 30 Nov 2014

November 29, 2014

Gatot Widayanto

Gara2 ada berita dari Radio Rodja bahwa besok jam 8:30 – 11:00 ada Kajian Ahad di Masjid Nurul Iman, lantai 7 Blok M Square, kenapa tidak dilanjut dengan progring siang harinya? Eh …gayung bersambut karena mas Eddy Irawan ternyata bisa.

Nah …melalui blog gemblung ini sekalian aja saya siarkan barangkali bila ada temen2 blog gemblung yang besok ada waktu luang bisa NGOPI (ngobrol perkara iman) di pagi hari di masjid, dan/atau progring sambil ngopi di Corelli pada siang harinya. What a perfect timing! Alhamdulillah …

Monggo …siapa yang bisa? Mas Hippie, mas Budi, mas Hardi, mas Rizki, mas Herman, mas Hendrik, mas GT, Rully….? atau siapa aja yang ada waktu …ditunggu besok ya…. Maaf mendadak.

Bro Apec, mas Andria dan mas Kukuh juga boleh hadir ….
—-

Jam 11:00 thèng sudah di Corelli setelah ikut Kajian Ahad di lantai 7. Masya Allah … Blok M Square memang tobz! Ini lagi nunggu mas Eddy sama mas Pramono ….(30.11.2014)

image

When Walkman Meets Digital Speaker

November 15, 2014

Gatot Widayanto

Apa jadinya kalau nyetel kaset jadul tapi speakernya Divoom? Muwantab jek! Sik … tak nikmati dulu ya … Liputannya via komentar aja …. ha ha ha ha …

Iseng2 nyoba kaset rekaman Aquarius namun nyambung ke Divoom Voombox digital speaker .... perbedaan generasi tiga atu empat dekade, namun asiiiik ...!!!

Iseng2 nyoba kaset rekaman Aquarius namun nyambung ke Divoom Voombox digital speaker …. perbedaan generasi tiga atu empat dekade, namun asiiiik …!!!

Dhung dhung dhung dhung …thet thet thet thet thratathak thak thak jreng jreng ….” …in the dead of night ….” ….”..Presto Vivace and Reprise” ….atau ….Duke’s Travel – Duke’s End ….atau “….kuru everyweek!” ..kata Peter Gabriel di The Battle of Epping Forrest …dan yang lebih penting lagi : semuanya bersumber dari suara analog, meski speakernya digital! Pow ra ngguweblak tenan jal?! How it sounds like? How it feels like? It’ something like ciak gethuk gedhank while sipping a cup of starbucks coffee ….yeaaaaaah! … Selamat malam.
image


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 186 other followers