Archive for the ‘Band Review’ Category

Bad Company “Live for The Music”

March 24, 2015

Hippienov

Halo lagi Mas G dan rekan-rekan, the prodigal son is back again, hehehe.
Kali ini aku mau sharing kompilasi sederhana yang aku sadur dari cd mp3 koleksi Bad Company pemberian Mas Yuddi dan kemudian aku jadikan 1 cd audio. Kompilasi ini sudah beberapa waktu lalu aku buat namun baru sekarang aku posting di blog. Semoga berkenan buat rekan-rekan.
bad co.
bad co.2
Live For The Music:  BAD COMPANY (1974-1982):
1. Can’t Get Enough (1974 Bad Company).
2. Rock Steady (1974 Bad Company).
3. Ready For Love (1974 Bad Company).
4. Seagull (1974 Bad Company).
5. The Way I Choose (1974 Bad Company).
6. Good Lovin’ Gone Bad (1975 Straight Shooter).
7. Feel Like Makin’ Love (1975 Straight Shooter).
8. Anna (1975 Straight Shooter).
9. Love Me Somebody (1976 Run With The Pack).
10. Live For The Music (1976 Run With The Pack).
11. Sweet Little Sister (1976 Run With The Pack).
12. Morning Sun (1977 Burnin’ Sky).
13. Peace Of Mind (1977 Burnin’ Sky).
14. Too Bad (1977 Burnin’ Sky).
15. Man Needs Woman (1977 Burnin’ Sky).
16. Oh, Atlanta (1979 Desolation Angels).
17. She Brings Me Love (1979 Desolation Angels).
18. Untie The Knot (1982 Rough Diamonds).
19. Cross Country Boy (1982 Rough Diamonds).
20. Painted Face (1982 Rough Diamonds).
Jujur aku tidak begitu kenal dengan lagu-lagu Bad Company, referensi kaset/cd nya pun aku selama ini gak punya, hanya beberapa lagu saja yang aku kenal seperti “love me somebody”, “can’t get enough”, “the way I choose”, “rock steady” dan “feel like makin’ love”.
Saat mau membuat kompilasi ini aku harus mendengarkan singkat album per album supaya bisa mementukan lagu yang akan dipilih. Kebetulan Mas Yuddi mengkopikan album Bad Company dari tahun 1974 sampai 1982 dan supaya adil aku comot lagu dari semua album yang aku punya mp3 nya. Jadilah kompilasi ini dengan 20 lagu dari mulai album Bad Company sampai Rough Diamonds.
Terimakasih untuk Mas Yuddi yang sudah mengkopikan koleksi mp3 Bad Company nya, matursuwun juga untuk Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan.
Untuk rekan-rekan yang sudi mampir mambaca, terima kasih semuanya.
a boy who dreams music,
hippienov

 

Music For The Uncommon Man: Bacamarte “Depois Do Fim”

February 12, 2015

Hippienov

image

image

Alo Mas G dan rekan-rekan semua, senang sekali rasanya blog kita tercinta sudah kembali “on air” setelah sempat dibekukan sepihak oleh WordPress beberapa waktu lalu. Sekarang bisa sharing lagi sekaligus bersilaturahim dengan rekan-rekan semua.

Aku sama sekali gak kenal dengan band ini sebelumnya sampai suatu hari temanku yang gila musik (kolektor dan penjual) menyebut nama band asal Brazil ini sekaligus menawarkan cd kopiannya. Awalnya aku gak begitu tertarik namun rasa ingin tahu mengalahkan segalanya dan akupun mengiyakan untuk mengambil kopian cd  yang ditawarkan.

Dari hasil contekanku lewat Google/ Wikipedia, BACAMARTE yang asal Brazil adalah sebuah band progressive rock, symphonic prog-rock tepatnya yang hanya merilis 2 album dalam rentang waktu cukup panjang. Album pertama mereka (Depois do Fim) dirilis 1983 dan album kedua baru rilis pada akhir dekade 90an.

Depois Do Fim sebenarnya direkam tahun 1978 namun kemudian tidak jadi dirilis dengan pertimbangan pada era akhir 70an dunia musik sedang dilanda demam disco, punk serta new wave sehingga Bacamarte memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk merilisnya. Akhirnya tahun 1983 album ini dirilis juga.

Album ini mainly instrumental namun tetap ada beberapa lagu yang ada vokalnya dan asiknya mereka punya dua vokalis, laki dan perempuan.
Suara synthesizer pada kibor selalu hadir di setiap lagu dan semua lagu di album ini menurutku bisa dibilang enerjik/ bertempo mid-fast. Aku tidak mendengar (atau jangan-jangan belum mendengar, hehehe) lagu yang bertempo lambat. Musik Bacamarte sepertinya sejalur dengan Yes dan Genesis, hal ini makin kuat dengan hadirnya flute di lagu-lagu mereka. Yang lebih asik, di album ini aku masih bisa dengar pengaruh musik Latin dengan alunan/petikan classic guitar.

Untuk sebuah band yang belum pernah aku kenal sebelumnya dan album yang gak pernah aku dengar, pada awalnya aku gak terlalu berharap banyak. Tadinya aku menduga musik mereka akan overtly influenced by Latin Music jadi aku akan disuguhi musik seperti Gypsy Kings. Namun semua dugaanku berubah jadi decak kagum begitu aku spin cd ini untuk pertama kalinya. Satu kekurangannya mungkin hanya pada output/ hasil rekamannya yang tidak seciamik album-album prog band prog dari Eropa/ Amerika, namun overall this album is highly recommended karena musiknya juga karena terbilang langka.

Matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.

a boy who dreams music,
hippienov

Far Corporation “Division One” – Live and Studio

December 17, 2014

Hendrik Worotikan

Dibelakang cover kaset Far Corporation Live ini tertera bahwa lagu-lagu yang ada adalah merupakan rekaman live mereka di Berlin, Germany, pada 6 Desember 1985.
Ini berarti sudah berlangsung selama lebih 29 tahun yang lalu.

fc

sth

Adalah Frank Farian, seorang produser sekaligus pencipta lagu yang punya ide untuk membentuk band pop rock ini.
Sebelumnya nama Farian sering dikaitkan dengan kelompok Boney M yang populer di era 70-an dan Milli Vanilli diakhir 80-an.

Pada live album series yang dirilis Team records, FC membawakan keseluruhan lagu mereka yang ada di album pertama Division One, mulai You Are The Woman, Johny Don’t Go The Distance, One of Your Lovers, Live Inside Your Dreams, Fire and Water hingga Stairway To Heaven.

Yuuup, Stairway To Heaven lagu kondang milik Led Zeppelin itu dicover sama FC yang kemudian juga menjadi single pertama mereka. Dan tidak sia-sia karena berkat lagu tersebut nama FC mendadak sontak terkenal di jagat raya blantika musik dunia.
Setelah single pertama sukses, mereka pun segera merilis Fire And Water, cover dari grup Free.
Nasib baik rupanya masih berpihak pada Bobby Kimball dan kawan kawan ini, kegandrungan untuk mengcover lagu dari grup lain ternyata memberikan limpahan rejeki bagi FC.

Sederet musisi berada dibalik album live di Berlin ini. Dibarisan vocal ada Bobby Kimball yang alunan suaranya sering kita dengar lewat grup Toto. Ada juga Robin Mc Auley, David Barreto (vocals & guitar), Henry Gorman (vocals & guitar), Curt Cress mantan drummer Saga, Dieter Petereit (bass), Bernd Berwanger (lead guitar), Mel Collins (sax) serta dibarisan paduan suara ada The Jackson Singers.
Sementara di studio version (rekaman YESS with prog number 604) selain nama nama diatas, tertera juga gitaris Steve Lukather (ex Toto), Mats Bjorklund dan Johan Daansen.
Dibarisan keyboards yang turut pula memberikan warna musik bagi FC ada David Paich (ex Toto),Pit Low dan Harry Baierl dan drummer Simon Phillips.

Aacchh…cukup dulu nulisnya. Sekarang saatnya dengerin Stairway To Heaven versi Far Corporation yang ternyata nggak kalah keren dengan versi originalnya.

Cast “Arsis” (2014) – Review

December 15, 2014

Gatot Widayanto

Jiyangkrik! Mana tahan saya tidak mengulas album ciyamik super duper dowahzyat ini? Musiknya kuweren abis meski selama 30 menit pertama hanya main instrumentalia – tanpa vokal. Permainan gitarnya sungguh edhan, gak sekedar mencontek gaya main Steve Hackett atau Steve Howe, tapi justru mainin prog dengan solo gitar yang ngerock abis dibalut komposisi rumit berbasis musik klasik. Lha mosok bikin lagu pembuka kok berdurasi 30 menit meski dipecah ke dalam 7 pergerakan (movement). Namun semuanya berjalan mulus sampe gak terasa 30 menitnya abis dan pengen diulang lagi. Guwendhenk pancen band dari Mexico ini. Mestinya mas Dadi bisa banyak komentar tentang album keren ini.

Akhirnya saya tulis ulasan cukup panjang di ProgArchives dan ternyata merupakan reviewer pertama. Selama 8 bulan album ini telah dirilis, belum ada satupun reviewer yang menorehkan tulisannya. Sayang sekali ….padahal kualitas musiknya keren abis. Gak percuma saya menorehkan empat bintang buat album keren ini.

Studio Album, released in 2014

cover_2454221352014_r

Songs / Tracks Listing
1. La Iliada (30:13)
a) Atrida Agamenon – 4.29
b) Helena en la Muralla – 2.25
c) Diomedes el Tidida – 3.08
d) Andromaca – 6.42
e) Batalla Interrumpida – 5.10
f) Embajada a Aquiles – 3.03
h) En Donde Estabas?… – 5.16
2. The Old Travel Book (9:10)
3. El Puente (18:32)
a) El Puente – 6.22
b) Luz Al Final Del Túnel – 4.02
c) Valle de Los Sueños – 8.08

Total Time 57:55

Line-up / Musicians

– Alfonso Vidales / Keyboards
– Claudio Cordero / Guitars
– Antonio Bringas / Drums
– Flavio Miranda / Bass
– Pepe Torres / Clarinet, Saxophone, Flute
With:
– Bobby Vidales / Vocals
– Michal Jelonek / Violin
– Lupita Acuña / Vocals

Releases information
April 30, 2014

Review saya di PA

 

 

Happy 41st Anniversary Tales From Topographic Oceans

December 13, 2014

Herwinto

Photo0055

Genap sudah 41 tahun album spektakuler tapi juga kontroversial ini. Tales From Topographic Oceans dirilis 14 Desember 1973 dengan hanya berisi 4 buah lagu yang diilhami dari kitab Autobiography of a Yogi karangan Paramahansa Yogananda.  Album ini memiliki sejarah penting dalam hidup saya karena merupakan gerbang pembuka bagi saya mengenal progrock. Tepatnya tahun 2001 saya pertama kali mendengar lagu The Revealing Science of God (Dance of the Dawn) dan langsung jatuh terkapar saking indahnya…..4 lagu dengan durasi 81.15 menit cukup kenyang juga…..

 

Stomu Yamashta’s GO TOO

December 12, 2014

Hendrik Worotikan

image

image

Barangkali tak banyak yang tau, termasuk saya tentunya, tentang keberadaan sebuah grup yang bernama Go.

Tapi ceritanya akan menjadi lain setelah kita dapati sejumlah nama musisi yang terlibat dibalik grup band ini.
Ada Steve Winwood, Michael Schrieve, Klaus Schulze, Al Di Meola dan Stomu Yamashta.
Ya…dari merekalah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Go di tahun 1976.
Hanya saja yang patut disayangkan di album ketiga nya ini yang bertajuk Go Too (1977), kita tak menemukan lagi nama Steve Winwood (ex The Spencer Davis-Traffic-Blind Faith).

Album yang memuat 8 lagu : Prelude, Seen You Before, Madness, Mysteries of Love, Wheels of Fortune, Beauty, You And Me dan Ecloptic, memberikan keanekaragaman musik. Ada jazz, funk, fusion dan electronic yang dibalut menjadi satu harmoni yang sedap.

Hal lain yang menarik untuk saya tulis adalah dengan tampilnya Jess Roden dan si empunya suara sopran, Linda Lewis pada barisan penyanyi. Kenapa ?
Karena jauh sebelum saya memiliki album ini, rupanya saya sudah mendengar terlebih dahulu suara mereka berdua lewat lagu romantis berjudul ‘Mysteries of Love’ di kaset Heavy Slow 8 rekaman Yess (progressive number 226). Hanya saja di kaset Yess tsb tidak dicantumkan nama grup Go.
Dan saya baru mengetahui belakangan setelah memiliki vinyl nya, bahwa ‘Mysteries of Love’ adalah buah karya emas dari Stomu Yamashta dan penulis lirik, Michael Quatermain.

Stomu Yamashta GO Too :
Al Di Meola, Brother James, Doni Harvey, Klaus Schulze, Paul Jackson, Peter Robinson, Michael Shrieve, Jess Roden, Linda Lewis.

Rare Earth “In Concert”

December 9, 2014

Hendrik Worotikan

rareearth

re

Keinginan saya untuk mendengarkan kembali grup musik Rare Earth akhirnya terpenuhi juga. Berawal dari postingannya Mas Eddy beberapa hari lalu yang sukses mengakuisisi salah satu kaset hitam putih ‘Rare Earth In Concert’, dan tiba tiba saja rasa kangen saya dengan band RE pun menyeruak muncul.
Terlebih lagi album RE yang saya miliki dalam format vinyl dengan desain cover yang menarik. Cover albumnya dikemas menyerupai bentuk tas.
Terdapat 2 keping plat di’tas’ ini, dengan memuat 8 lagu yang kesemuanya direkam secara live saat concert.
Rekaman versi live ini dilakukan di tempat yang berbeda-beda. Seperti Jacksonville, Florida (Civic Coliseum)- Miami, Florida (Marine Stadium)- IT Haca, New York (Cornell University) dan ada juga yang hanya didalam studio Motown.

Band Rare Earth di era 70-an lumayan sukses mendapat tempat di hati penggemar musik. Tidak saja di Detroit, Amerika, tempat dimana band ini dilahirkan, melainkan juga dibelahan benua lainnya.
Ini dibuktikan dengan lagu mereka yang mendapat simpati dari para pengagumnya, sebut saja ‘I Just Want To Celebrate’, ‘Get Ready’, ‘(I Know) I’m loosing You’, dll.
Oleh karenanya tidak heran kalo di rekaman versi live concert ini lagu-lagu tersebut menjadi wajib untuk diikutsertakan.

Kepingan plat pertama pada side 1 diawali dengan kalimat “Do You Want To Celebrate…”? Sapaan dari sang vokalis yang menyapa penggemar mereka yang kemudian disambut dengan penuh antusias. Lantas berkumandanglah ‘I Just Want To Celebrate'(4:50) yang berirama funky.

Selanjutnya adalah ‘Hey, Big Brother’ (7:24. Lagu dengan beat yang menghentak ini juga menjadi salah satu single dari RE yang pernah menjadi hit. Lagu ini rasanya cocok untuk memberi dorongan semangat kala beraktifitas.

Sebagai lagu terakhir di side 1, RE menampilkan ‘Born To Wander’ (4:24). Ada yang menjadi perhatian saya tatkala mendengar komposisi ini. Dimana pada interlude suara flute terdengar dengan begitu indahnya. Hal inilah yang terasa lain dengan 2 lagu sebelumnya.

Dengan durasi lagu yang sangat panjang, yakni 23 menit 38 detik, mau nggak mau ‘Get Ready’ membabat habis sisi plat pada side 2 ini.
Pada intro lagunya kita dibuat seakan-akan terbang melayang dengan tiupan saxophone yang asyik. Barulah kemudian tempo lagu dipercepat dengan hentakan rock n’ roll yang kental. Setelahnya petikan gitar bass beradu dengan gebukan drum yang seru,yang kemudian disusul dengan bunyi suara hammond yang merdu. Wah…edan pokoknya. Semua alat musik tampil seakan sedang beradu untuk memikat penonton, masing-masing pemain ingin menunjukan kebolehan mereka dalam bermain musik. Dan tentu saja ini menjadi sebuah jam session yang menarik.
Boleh dibilang komposisi musiknya 90% dan sisa 10% nya cuma diisi suara vokalisnya.

Berikutnya adalah ‘What’d I Say’ (6:31) lagu yang berada di plat 2 di side 3.
Kocokan gitar yang terasa garang memberikan nuansa musik yang gegap gempita. Hingar bingar dalam balutan rock dan funky.

Dari hingar bingarnya ‘What’d I Say’, kali ini RE sedikit menurunkan tensi musiknya. Melalui komposisi instrumentalia ‘Thoughts’ (10:53) musik yang dimainkan pun serasa mengajak kita untuk sedikit bergoyang. Unsur musik rock, jazz, funk menyeruak menjadi satu dalam balutan yang asyik.
Apalagi di part akhir mereka menyelipkan juga sentuhan musik blues yang sedap.

Yeah, akhirnya sampai juga pada side 4 dari plat ‘Rare Earth In Concert’ ini.
Inilah salah satu lagu andalan dari RE yakni ‘(I Know) I’m Loosing You’ (14:09).
Pada rekaman versi live ini permainan perkusi, congo, drum diberikan peran lebih untuk berimprovisasi.

Satu-satunya lagu yang direkam hanya didalam studio Motown adalah ‘Nice To Be With You’ (2:15).
Dengan sentuhan pop rock lagu ini menjadi penutup ‘Rare Earth In Concert’, sebuah album yang dirilis tahun 1971, puluhan tahun yang lalu.

RARE EARTH :
Pete Rivera-drums-lead vocal & percussion
Gil Bridges-woodwinds-vocal-percussion & flute
John Persh-bass & vocal
Ray Monette-guitars & vocal
Mark Olson-keyboards & vocal
Ed Guzman-congo & percussion

Mengenang Jim Morrison “The Doors”

December 6, 2014

Hendrik Worotikan

image

image

Kalau saja masih hidup, tepat 8 Desember, 2014, salah satu pentolan band The Doors, Jim Morrison genap berusia 71 tahun.
Morrison lahir tahun 1943.Tapi apa hendak dikata, Morrison telah lama meninggal dunia, tepatnya sejak 3 Juli, 1971.

Lantas apa sih yang patut dikenang dari seorang Morrison ? Satu pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab.

Buat saya sebagai seorang penikmat musik tentu karya-karya musiknya yang hingga kini terus dikenang dan dinikmati.

Seperti yang kita ketahui, bersama 3 personil The Doors lainnya : Ray Manzarek, Robby Krieger dan John Densmore, Jim Morrison sang vokalis juga ‘frontman’ The Doors banyak sudah merilis album.

Sejak dibentuk tahun 1965 hingga 12 Desember 1970 (saat Morrison keluar dari grup), setidaknya ada 6 sto album yang sudah mereka rekam.
Saya hanya mengoleksi beberapa album, diantaranya The Doors (1967), The Soft Parade (1969), Morrison Hotel (1970) dan The Best of The Doors (Import)- importnya kudu ditulis biar terkesan mahal. Hihihi…

Dari album tersebut, The Doors meraih sukses yang sangat luar biasa. Lagu Light My Fire menempati urutan teratas didaratan Amerika pada Juni 1967.
Disusul setahun kemudian, Juli 1968, Hello I Love You, juga meraih sukses yang sama, tidak saja di Amerika tapi juga di Britania raya.
Begitu pula dengan lagu Touch Me dari album The Soft Parade.

Kemudian apa lagi sih yang kita ingat?

Eehm…barangkali soal aksi panggungnya.

Seringkali diatas panggung Morrison tampil dengan sesuatu yang berbau kontroversial.
Beberapa kali juga ia ditangkap karena tingkahnya yang terkesan cabul dan mesum.
Atau karena memang tingkahnya seperti itu yang membuat Morrison menjadi terkenal layaknya superstar ?

Sonic Youth “Confusion is Sex plus Kill Yr. Idols” – EP

December 5, 2014

Hippienov

Halo Mas G dan rekan-rekan semua, semoga akhir pekan ini cerah dan indah. Rasanya bikin galau kalo pas weekend hujan turun, repot kalo mau jalan-jalan dan males cuci motor yang kotor, hehehe…

image

image

Kali ini aku kembali dengan tulisan pendek dan ringan tentang album perdana dari band alternative rock Sonic Youth yang bertajuk “Confusion Is Sex” (judulnya cukup provokatif). Album ini resminya dirilis tahun 1983/1984 namun baru tahun 1995 kaset lisensinya (BMG-Musica) dirilis di Indonesia. Album ini diriilis dalam 2 versi yaitu versi full album dan saat dirilis di Indonesia album ini disisipkan pula mini album “Kill Yr. Idols” di dalamnya.
Saat beli kasetnya aku sama sekali gak tahu apa itu Sonic Youth dan bagaimana musiknya. Tapi aku tertarik (kalo gak mau dibilang terprovokasi) dengan judul album serta cover depannya yang hanya berupa sketch minimalis gak karuan berwarna hitam (aku suka sekali warna hitam) dan baru beberapa bulan lalu aku beli cd kopiannya (sekalian album Sonic Youth lainnya berjudul “Evol”) dari rekan-rekan di Metal Bleeding Corp. – Medan, buat jaga-jaga semisal kasetku rusak sudah ada back-up nya. Dan hari ini aku coba sharing di blog untuk menghibur rekan-rekan.

Saat album ini dirilis, Sonic Youth beranggotakan:
* Kim Gordon-bass/vocals
* Thurston Moore-guitar/vocals
* Lee Ronaldo-guitar
* Jim Sclavunos-drums
* Bob Bert-drums (hanya pada 2 lagu)
dan sampai mereka “bubar” sekitar tahun 2011 anggotanya relatif awet, hanya drummer nya yang ganti.

Bagaimana musik Sonic Youth di album “Confusion Is Sex”? Jujur aku sampai sekarang gak bisa mendefinisikan jenis musik apa yang mereka mainkan. Aku gambarkan musiknya penuh dengan chaos, disharmoni, out of tune, kemarahan, putus asa, sama sekali gak rapi mirip sekumpulan anak muda yang lagi jamming belajar ngeband. Kalo boleh dibandingkan dengan Napalm Death “Scum” atau John Zorn dengan Naked City nya, kedua band ini bisa dibilang lebih rapi musiknya dan lebih enak didengar, hehehe…
Sound guitar Sonic Youth di beberapa lagu seperti suara bel dan detik jam dinding, jreng-jreng-jreng-jreng yang kadang sangat bikin kuping iritasi.
Tugas vokal dibagi antara Kim dan Thurston (belakangan mereka menikah dan beberapa tahun lalu bercerai dan perceraian mereka iilah yang menyebabkan Sonic Youth bubar) dimana Kim & Thurston bernyanyi seperti seorang anak kecil yang kesal dan marah, kadang sedikit berteriak dan kadang bersuara parau serta out of tune.

Pertama kali dengar album ini aku gak ngerti blas dan pusing padahal waktu itu aku sedang belajar menikmati musik prog yang rumit, namun disuguhi musik Sonic Youth aku jadi lebih pusing. Cukup lama aku harus sabar mencoba mendengarkan album ini secara utuh sampai akhirnya (mungkin karena terbiasa) aku baru ngerti bahwa dalam kekacauan musik merekalah terletak kenikmatan album tersebut. 
Akhirnya aku coba beli cd nya sekalian walau hanya cd kopian.

Namun sampai sekarang aku gak berani mendengarkan album ini kalo istri lagi di rumah, karena pernah sekali aku spin cd nya dan dia “komplain berat”, ternyata album ini memang bikin pusing berat orang, mungkin malah vertigo, hehehe…

Demikian sekilas pengalamanku dengan album Sonic Youth “Confusion Is Sex”, album ini menurutku unik karena pada album berikutnya dan album-album selanjutnya Sonic Youth tidak pernah lagi memainkan musik “berantakan” seperti di Confusion Is Sex, mereka kerap bereksplorasi namun tidak pernah kembali seperti era Confusion Is Sex.
Semoga ada rekan-rekan yang punya pengalaman mendengarkan album ini juga dan bisa turut sharing secara lebih detail dan teknis. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisanku ini dan seperti biasa matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan, juga untuk rekan-rekan yang sudah mampir membaca.

A boy who dreams music,
hippienov  

ELF “Carolina County Ball”

December 4, 2014

Hippienov

image

Halo Mas G dan rekan-rekan semua, aku kembali dengan tulisan ringan tentang sebuah album kompilasi dari band “legendaris” ELF. Sejujurnya aku hampir-hampir gak tahu menahu soal band ini, pernah dengar namanya itupun karena sang vokalis (the late) Ronnie James Dio aku tahu pernah di Rainbow dan Black Sabbath. Sampai suatu hari Mas Yuddi memberikan kopian cd berisi mp3 lagu-lagu ELF dan barulah aku bisa mendengarkan sejumlah besar koleksi lagu ELF. Sepanjang yang aku tahu memang cukup sulit menemukan cd/kaset band ini di pasaran, bahkan di pasar loak aku juga gak pernah ketemu. Informasi tentang lagu-lagu “hits/terbaik” mereka pun aku gak paham namun demikian aku tetap nekad membuat kompilasi ini hanya berdasarkan koleksi mp3 yang Mas Yuddi berikan dan untuk memilih lagu mana yang akan aku masukkan ke dalam kompilasi benar-benar berdasarkan penilaian subyektif, menurut selera pribadi saja tanpa acuan the best maupun greatest hits.
Setelah sekian lama ngotak-ngatik semua lagu ELF yang ada di file mp3, akhirnya terjaring 18 lagu yang masuk kompilasi “ELF: Carolina County Ball”, kemudian aku burn ke dalam format cd biasa (audio). Akhirnya aku punya cd ELF walaupun hanya cd burning-an dengan kualitas rekaman minimalis dan isinya juga apa adanya. Dan hari ini aku coba sharing ke rekan-rekan blog, berikut list nya:

1. Rainbow.
2. I’m Coming Back For You.
3. Rocking Chair Rock n’ Roll Blues.
4. Nevermore.
5. Happy.
6. Sit Down Honey (everything will be alright).
7. Prentice World.
8. Gambler, Gambler.
9. Carolina County Ball.
10. Dixie Lee Junction.
11. Wonderworld.
12. First Avenue.
13. Shotgun Boogie.
14. Love Me Like A Woman.
15. Black Swampy Water.
16. Hoochie Coochie Lady.
17. Annie New Orleans.
18. Good Time Music.

Demikian kompilasi ELF yang aku buat beberapa bulan lalu, semoga bisa sedikit menghibur dan berkenan buat rekan-rekan semua. Monggo dikomentari dan dikritisi baik buruknya.
Seperti biasa, matursuwun Mas G atas kesempatan dan waktu yang diberikan serta untuk rekan-rekan semua yang sudah mampir.

A boy who dreams music,
hippienov


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 186 other followers