Archive for the ‘Activity’ Category

Mini ProgRing di Semarang

May 7, 2015

Arief Apec Bakhtiar

image

Kisah pertemuan dengan bos semarang.
Persis seminggu lalu,akhir april,saya mendapatkan tugas bahagia ke semarang ( setiap ditugaskan keluar kota,selalu saya anggap bahagia soale mesti selalu ada yg bisa dikabarkan dan ditemukan)..Saya lupa kalo mas andria itu walau sering membicarakan pasar Yaik semarang ternyata tugas di Blora..mangkane ora memberi kabar..hanya menginfokan waktu memberi komentar di postingan mas andria…Lha kok mak njegagik beliau kirim sms untuk memberitahukan nomer HP mas ahmad sang penjual kaset..sayangnya acara saya padet berisi sampe jam 17..padahal yg jualan kaset hanya sampe jam 4 sore..sayang binayang..
Dan yg mengagetkan ternyata mas yuddy juga berada pada kota yg sama,hanya lokasi berbeda dan sayang yg kedua kali,beliau juga cuma tinggal sehari lg d semarang..untungnya mas andria berniat penuh untuk bersillaturahmi dengan menghampiri saya di lobby hotel meruput alias pagi buanget jam sebelum sarapan…alhamdulillah,setelah hanya tahu via dunia maya,akhirnya bertemu beliau juga yg ternyata jauh lebih humble ..maturtengkyu mas andria,walaupun saya gak dapat kaset tapi bisa bertatapan muka dengan njenengan…

Mini ProgRing: Trio Libels

May 7, 2015

image


Diam-diam ternyata tadi malam, Rabu 6 Mei 2015, digelar mini progring yang dihadiri dedengkot kolektor yang menamakan diri mereka dengan Trio Libels alias Beli Bekas Berkelas. Mekso yo bèn! Sing penting bedo. Apa yang mereka bicarakan dan yang lebih penting lagi: “apa yang mereka lahap” marilah kita tunggu kisah ini langsung dari mas DananG, bro Apec dan mas Eddy Irawan. Monggo ….

Salam,
G

—– 8 Mei 2015 —

Untuk menjawab rasa penasaran mas DananG tentang apa sebenarnya isi ransel padat bro Apec, berikut ini saya tampilkan pengakuan dari bro Apec mengenai “sebagian” isi ransel. Mohon dicatata juga bahwa masih ada beberapa kardus yang dititipkan di lapak (tidak muat di dalam ransel):

IMG-20150507-WA0013

Yang Sedang Berbahagia

May 7, 2015

image


Ini adalah posting colongan tanpa ijin pemilik berita. Untuk itu sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada mas Hendrik Worotikan yang beritanya saya colong dan pada saat bersamaan juga berbahagia. Kok bisa? Ceritanya, beliau ini posting di facebook mengabarkan bahwa baru saja silaturahim ke maa Sony dan dapat hibahan piringan hitam yang banyak. Saya sendiri tak kenal siapa yang dimaksud dengan mas Sony tapi yang jelas wajah mas Hendrik sumringah bahagia. Makanya saya colong berita bahagia ini untuk dimuat di sini.

Selamat ya mas Hendrik!

Salam,
G

Terbius Moraz

March 21, 2015

Hendrik Worotikan

Hi Mas G dan teman-teman. Apa kabar ? Semoga senantiasa sehat dan diberikan kenikmatan dalam segala aktifitas utamanya mendengarkan musik.

Lama nggak nulis lantaran belum muncul… ‘apa sih yang mau ditulis’ ? Hihihi…Sampai akhirnya tadi malam saya setel plat Patrick Moraz “Out In The Sun”.
Dari situlah kemudian saya teringat dengan album-album Moraz lainnya yang pernah direkam juga oleh Yess, Private Collection dan Scorpio.
Dan dari sejumlah kaset ini rasanya Yess yang paling banyak merekam Patrick Moraz. 

image

image

image

image

Selain solo albumnya ada juga hasil kolaborasi Moraz dengan Bill Bruford mantan kolega nya sewaktu di Yes ( 1970 s/d 1972 ), King Crimson ( 1973 s/d 1975 dan 1981 s/d 1984 ) yang menghasilkan ‘Music for Piano and Drums’ dan tidak ketinggalan juga hasil kolaborasi nya bersama Syrinx.

Pertama kali saya mengenal Moraz justru melalui solo albumnya yang bertajuk ‘The Story Of I’. Pada hal seperti diketahui Moraz sudah berkibar nama nya bersama teman-temannya di Yes.
Tentu masih banyak yang ingat bahkan mungkin terkagum-kagum dengan kepiawaian nya memencet keyboard pada album Relayer, Yes ( Rekaman Yess with progressive number 022 ), yang menghasilkan nomor epic sekelas ‘The Gates of Delirium’ dan ‘Sound Chaser’.

Moraz gabung di Yes pada 1974, yang sebelumnya sempat pula bermain untuk band Mainhorse, Refugee dan Doctors of Madness.
Bahkan pemain keyboard asal Swiss ini, pun pernah menggantikan Mike Pinder di Moody Blues di tahun 1981.

Menikmati musik Moraz rasanya membuat saya terbius melayang-layang jauh, mulai dari permainan keyboard nya yang lembut bahkan terkadang juga garang.
Yang pasti nama nya akan terus diingat dan melekat erat di blantika musik dunia. Art rock khususnya.

Mini ProgRing

February 23, 2015

Gatot Triono

Ngebahas Band Prog Belanda dan Jerman,nara sumber Ilham Affan.

image

Hasil Hunting 4 Jam di Surabaya

January 16, 2015

Eddy Irawan

Belum puwas rasanya kalo belum pernah nyambangi kediaman Cak Sunari, yg dlm beberapa minggu ini sering disebut dlm perdagangan kaset online. Walaupun cuma dapat beberapa kaset, tp saya senang sudah sempat silaturahim di kediaman beliau.

Juga di ‘gudang’ kaset bang Joker yg ternyata juga vokalis di grup metal lokal di Surabaya, saya dapat sejumlah kaset dgn ‘label’ rekaman yg unik. Baru tau kalo ternyata di Surabaya pernah ada perekam Voodoo, Holywood, Horizon.

image

image

image

image

image

Mas Danang perlu ke ‘gudang’ bang Joker ini krn koleksian Queen dan Rush nya, sangat melimpah ruah. Saya sekedarnya aja ambil beberapa kaset Queen dan rekaman Yess dari kardus2 yg berserakan. Saran saya, kl berkunjung ke bang Joker, jgn malam hari krn ‘gudang’ kaset nya gak ada lampu. Sukurlah malam itu saya terbantu pencahayaan dari ‘Flash Gordon’. Heheheheh (e)

Lapsing Midi ProgRing

January 5, 2015
image

When ELP meets Jordan Rudess @ BMS


Alhamdulillah akhirnya bisa progring: ELP (Eddy, Lik apec dan Pak gatot) meets Jordan Rudess, menikmati lèsèhan di BMS.


image

Membalas SMS Koh Win ...


image

Sikat habissszz...! (Photo by Eddy Irawan)


image

Hasil pertemuan midi progring ...

ProgRing dengan Dr. Apec?

January 2, 2015

Temen2 gemblungers, apa kabar?

Barangkali ada waktu di akhir pekan ini, pak dokter Apec saat ini sedang berada di kampus UI Depok namun acaranya padat hingga Ahad siang. Nah … Ada kesempatan buat sekedar progring sama beliau hari Ahad ini tanggal 4 Jan 2015, mungkin sekitar pukul 15:30 karena malamnya beliau langsung terbang ke Sby. Atau … kalau belanjanya belum mencapai 20 PH dan 50 kaset, maka beliau akan mundurkan penerbangan kembali ke Surabaya pada hari Senin pukul 15:00. Hayo …siapa yang bisa hadir di Blok M Square sekalian menemani beliau belanja? Mungkin butuh porter buat angkut 20 PH dan 50 kaset ya?

Salam,

G

 

Mini ProgRing Dengan Pak GT

December 27, 2014

Herman

Beberapa hari yang lalu, Selasa, 23 Des 2014,  kira kira pukul 08.30 di kantor ada yang memberitau saya bahwa ada tamu Pak Gatot namanya….langsung saya kedepan ternyata sudah ada Pak Gatot Triono ( Pak GT) di depan kantor. Kita memang sudah janjian mau keteu  jam 09.00, ternyata beliaunya datang lebih awal…sehingga saya masih pakai kaos habis gowes dan belum ganti baju karena masih keringetan…..Pak GT mampir ke kantor saya sambil ngater anak –anak main ke SnowBay, maka saya anter dulu mereka ke SnowBay .Karena pintu masuk SnowBay belum dibuka maka sambil nunggu pintu dibuka kita ngobrol ….Pak GT cerita bahwa setiap tahun nggak pernah tahun baruan dengan keluarga dan sudah 12 tahun  karena menyelenggarakan acara Dzikir Malam Tahun Baru…..serupa tak sama kebetulan pekerjaan saya juga membuat saya nggak pernah malam tahun baruan santai dengan keluarga…..kebetulan kegiatan kita sama – sama di satu area tapi kita baru tau dan nyambung setelah jadi warga Blog Gemblung ini…..

Pak GT juga cerita bahwa belum lama mendapatkan hibah dua dus kaset dari Dekan sebuah Universitas di Bandung dan juga dari mitra kerjanya ( maaf kalau salah inget )…..bahkan salah satu penghibah tersebut kondisi kasetnya masih mulus belum ada coretan dan sepertinya baru sekali disetel….!!!  Wah kebayanglah bagaimana mulusnya…. Wooww…  saya menangkap cerita hibah tersebut sebagai pelajaran buat saya…. Bagi yang sudah pernah menerima hibah pastilah beliau beliau telah dikenal sebagai penggemar kaset yang masih nyetel dan suka beli kaset ….Mas GW dan Pak Dokter Apec sudah dikenal karena pernah sudah dimuat di Koran….tetapi bagi saya mungkin memang perlu lebih giat mem-branding diri terhadap lingkungan bahwa masih mengkoleksi  dan nyetel kaset….siapa tau orang disekitar  belum mengetahui bahwa kita masih suka beli kaset dan mendengarkannya…..dengan begitu kalau ada pihak di sekitar kita yang sudah kerepotan mengurus kasetnya apalagi sudah nggak pernah disetel … dari pada repot merawatnya,  terus inget kita dan menghibahkan kepada kita……kan ini satu peluang yang bisa diciptakan….bisa jadi lingkungan kita jadi ikutan denger kaset lagi…berarti bisa tambah temen…..  Jadi bawa walkman dan kita setel dihadapan orang dilingkungan kita menurut saya perlu….…nggak ada salahnya juga kalau habis beli kaset kita cerita – cerita ke teman di sekitar kita….atau cerita kepada teman tentang kaset yang barusan kita setel…..bukan untuk pamer tapi niatnya sekedar informasi saja …. Anggap saja seperti nge-Blog di MFL tapi secara oral….hahaha …..Itu kira – kira hikmah yang saya dapat dari Mini Prog Ring dengan Pak GT  pagi tadi kira – kira 40 menit. Pak GT juga sempet cerita bahwa sering setel radio ( streaming radio )dari pagi sampai sore…..setelnya degan volume ramah lingkungan, hanya untuk didengar sendiri….

Sayang waktu kita singkat sekali sampai lupa nggak sempat foto bersama karena saya juga harus “ijin” sebentar untuk ngater Ibu ke klinik….

Eeiittt…ada yang lebih seru…..saya dapet souvenir Mini Prog Ring dari Pak GT, berupa dua buah buku :

1.Koes Plus: dari Pagi Yang Indah hingga menjelang Senja

2. Donny Fattah: 40 tahun dalam God Bless

Buku  no 1

Saya baru baca beberapa judul….wooww luar biasa, isinya menceritakan ( mendokumentasikan ) perjalanan karir Grup Koes Plus dari saat mereka masih anak2 dan belum bermain band. Digambarkan bagamana tanda tanda musikalitasnya mereka ketika masih kecil sampai mereka mulai nge-band dan masuk dunia rekaman, semua dalam bingkai keluarga Koeswoyo. Dari bab – bab yang sudah say abaca, cara penuturannya natural dengan bahasa yan enak dibaca. Kalau kita sudah denger musik Koes Plus, membaca buku ini membuat kita tidak hanya menyukai lagu tersebut tetapi ada sesuatu yang patut kita hargai. Musik Koes Plus tidak sekedar lagu tetapi didalamnya terkandung perjuangan hidup keluarga, falsafah hidup, pandangan hidup…yang mereka perjuangkan ….penuh dimensilah pokoknya…..karena itu musik Koes Plus sederhana tetapi ada kedalaman baik dalam musik maupun liriknya……karena keluar dari dalam hati dan jiwa mereka dalam….

image

Buku No 2.

Buku ini berkisah tentang perjalanan karir Donny Fattah (DF) bermain music dari masa anak anak hingga bergabung dengan Godbless. Banyak cerita dari yang serius sampai “untold story” yang lucu…yang serius misalnya pergulatan batin antara bermain music sebagai panggilan jiwa dengan keyakinan untuk dapat menghidupi keluarga dari bermusik…..karena pergulatan batin tersebut  maka setelah release album Godbless “Cermin”  maka  DF “nyeberang” ke pekerjaan formal sebagai local staff di KJRI Houston ( Texas)  Amrik. Banyak cerita menarik selama DF di Amrik seperti kenal dengan musisi – musisi besar antara lain Paul Mc Cartney,  Geddy Lee ( Rush) ; Chris Squire ; Mike Rutherford …..bahkan bisa  ngobrol berdua di kamar hotel dengan Stanley Clarke (SC) ketika sedang top – topnya Stanley Clarke saat itu….sampai – sampai SC  mau memberikan kepada DF teknik metik bass Funky Thumb khas Clarke….

Tapi yang paling asik adalah cerita berteman dengan Geddy Lee ( Rush) karena sampai ditelpon diajak  “nginep” di rumah Geddy selama 3 hari.  Ketika nginep di rumah Geddy sempet diperdengarkan sebuah lagu dari Album Rush, sampai diulang 8x….karena DF kurang “ngeh”…akhirnya DF sempet  malu ketika diberitahu bahwa dalam lagu tersebut dimasukkan musik jaipongan sambil Geddy bilang : ini kan musikmu!seraya menunjukkan sebuah LP Jaipongan koleksinya…….

Ketika nginep itu pula melalui Geddy akhirnya DF menyadari bahwa  dia bekerja di pekerjaan formal itu seperti orang yang melarikan diri dan akhirnya membuat DF sadar dan kembali ke dunia musik.

Cerita yang lucu misalnya   ketika show di luar Jawa, karena panitia kekurangan dana maka Godbless dibayar pakai kambing, sepeda, motor  dll. yang akhirnya malah nggak dibawa pulang karena kerepotan bawanya dan mereka pulang ke rumah naik truk sambil bawa alat masing – masing.  Ada juga cerita ketika di atas panggung Jakarta Fair, kabel mic yang diayun – ayun Achmad Albar menghantam hidung DF yang lagi asik main bass hingga hidung berdarah…(jadinya nggak lucu ya, red?)

Banyak cerita menarik lainnya seperti  waktu menjadi band pembuka Show Deep Purple atau sebagai pembuka Show Suzi Quatro di mana ketika melihat performance Godbless makaSuzi Quatro sempet berkomentar : kenapa saya diberi band pembuka yang lebih bagus..?!

Wah pokoknya baca buku begini sama asiknya dengan denger music.

Yang jelas kedua buku ini memiliki dua benang merah : yang pertama kedua buku ini telah menunjukkan bahwa pemusik besar telah menunjukkan minatnya terhadap musik sejak kecil ; kedua buku ini juga menggambarkan adanya keraguan ( pada tahun tahun itu) apakah bermain musik dapat memberikan penghidupan yang baik.

Terima kasih Pak GT atas bukunya yang asik untuk dibaca…..

Salam

Herman

Kalender Narsis Januari 2015

December 24, 2014

Gatot Triono

image


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 187 other followers