Mini ProgRing Dengan Pak GT

Herman

Beberapa hari yang lalu, Selasa, 23 Des 2014,  kira kira pukul 08.30 di kantor ada yang memberitau saya bahwa ada tamu Pak Gatot namanya….langsung saya kedepan ternyata sudah ada Pak Gatot Triono ( Pak GT) di depan kantor. Kita memang sudah janjian mau keteu  jam 09.00, ternyata beliaunya datang lebih awal…sehingga saya masih pakai kaos habis gowes dan belum ganti baju karena masih keringetan…..Pak GT mampir ke kantor saya sambil ngater anak –anak main ke SnowBay, maka saya anter dulu mereka ke SnowBay .Karena pintu masuk SnowBay belum dibuka maka sambil nunggu pintu dibuka kita ngobrol ….Pak GT cerita bahwa setiap tahun nggak pernah tahun baruan dengan keluarga dan sudah 12 tahun  karena menyelenggarakan acara Dzikir Malam Tahun Baru…..serupa tak sama kebetulan pekerjaan saya juga membuat saya nggak pernah malam tahun baruan santai dengan keluarga…..kebetulan kegiatan kita sama – sama di satu area tapi kita baru tau dan nyambung setelah jadi warga Blog Gemblung ini…..

Pak GT juga cerita bahwa belum lama mendapatkan hibah dua dus kaset dari Dekan sebuah Universitas di Bandung dan juga dari mitra kerjanya ( maaf kalau salah inget )…..bahkan salah satu penghibah tersebut kondisi kasetnya masih mulus belum ada coretan dan sepertinya baru sekali disetel….!!!  Wah kebayanglah bagaimana mulusnya…. Wooww…  saya menangkap cerita hibah tersebut sebagai pelajaran buat saya…. Bagi yang sudah pernah menerima hibah pastilah beliau beliau telah dikenal sebagai penggemar kaset yang masih nyetel dan suka beli kaset ….Mas GW dan Pak Dokter Apec sudah dikenal karena pernah sudah dimuat di Koran….tetapi bagi saya mungkin memang perlu lebih giat mem-branding diri terhadap lingkungan bahwa masih mengkoleksi  dan nyetel kaset….siapa tau orang disekitar  belum mengetahui bahwa kita masih suka beli kaset dan mendengarkannya…..dengan begitu kalau ada pihak di sekitar kita yang sudah kerepotan mengurus kasetnya apalagi sudah nggak pernah disetel … dari pada repot merawatnya,  terus inget kita dan menghibahkan kepada kita……kan ini satu peluang yang bisa diciptakan….bisa jadi lingkungan kita jadi ikutan denger kaset lagi…berarti bisa tambah temen…..  Jadi bawa walkman dan kita setel dihadapan orang dilingkungan kita menurut saya perlu….…nggak ada salahnya juga kalau habis beli kaset kita cerita – cerita ke teman di sekitar kita….atau cerita kepada teman tentang kaset yang barusan kita setel…..bukan untuk pamer tapi niatnya sekedar informasi saja …. Anggap saja seperti nge-Blog di MFL tapi secara oral….hahaha …..Itu kira – kira hikmah yang saya dapat dari Mini Prog Ring dengan Pak GT  pagi tadi kira – kira 40 menit. Pak GT juga sempet cerita bahwa sering setel radio ( streaming radio )dari pagi sampai sore…..setelnya degan volume ramah lingkungan, hanya untuk didengar sendiri….

Sayang waktu kita singkat sekali sampai lupa nggak sempat foto bersama karena saya juga harus “ijin” sebentar untuk ngater Ibu ke klinik….

Eeiittt…ada yang lebih seru…..saya dapet souvenir Mini Prog Ring dari Pak GT, berupa dua buah buku :

1.Koes Plus: dari Pagi Yang Indah hingga menjelang Senja

2. Donny Fattah: 40 tahun dalam God Bless

Buku  no 1

Saya baru baca beberapa judul….wooww luar biasa, isinya menceritakan ( mendokumentasikan ) perjalanan karir Grup Koes Plus dari saat mereka masih anak2 dan belum bermain band. Digambarkan bagamana tanda tanda musikalitasnya mereka ketika masih kecil sampai mereka mulai nge-band dan masuk dunia rekaman, semua dalam bingkai keluarga Koeswoyo. Dari bab – bab yang sudah say abaca, cara penuturannya natural dengan bahasa yan enak dibaca. Kalau kita sudah denger musik Koes Plus, membaca buku ini membuat kita tidak hanya menyukai lagu tersebut tetapi ada sesuatu yang patut kita hargai. Musik Koes Plus tidak sekedar lagu tetapi didalamnya terkandung perjuangan hidup keluarga, falsafah hidup, pandangan hidup…yang mereka perjuangkan ….penuh dimensilah pokoknya…..karena itu musik Koes Plus sederhana tetapi ada kedalaman baik dalam musik maupun liriknya……karena keluar dari dalam hati dan jiwa mereka dalam….

image

Buku No 2.

Buku ini berkisah tentang perjalanan karir Donny Fattah (DF) bermain music dari masa anak anak hingga bergabung dengan Godbless. Banyak cerita dari yang serius sampai “untold story” yang lucu…yang serius misalnya pergulatan batin antara bermain music sebagai panggilan jiwa dengan keyakinan untuk dapat menghidupi keluarga dari bermusik…..karena pergulatan batin tersebut  maka setelah release album Godbless “Cermin”  maka  DF “nyeberang” ke pekerjaan formal sebagai local staff di KJRI Houston ( Texas)  Amrik. Banyak cerita menarik selama DF di Amrik seperti kenal dengan musisi – musisi besar antara lain Paul Mc Cartney,  Geddy Lee ( Rush) ; Chris Squire ; Mike Rutherford …..bahkan bisa  ngobrol berdua di kamar hotel dengan Stanley Clarke (SC) ketika sedang top – topnya Stanley Clarke saat itu….sampai – sampai SC  mau memberikan kepada DF teknik metik bass Funky Thumb khas Clarke….

Tapi yang paling asik adalah cerita berteman dengan Geddy Lee ( Rush) karena sampai ditelpon diajak  “nginep” di rumah Geddy selama 3 hari.  Ketika nginep di rumah Geddy sempet diperdengarkan sebuah lagu dari Album Rush, sampai diulang 8x….karena DF kurang “ngeh”…akhirnya DF sempet  malu ketika diberitahu bahwa dalam lagu tersebut dimasukkan musik jaipongan sambil Geddy bilang : ini kan musikmu!seraya menunjukkan sebuah LP Jaipongan koleksinya…….

Ketika nginep itu pula melalui Geddy akhirnya DF menyadari bahwa  dia bekerja di pekerjaan formal itu seperti orang yang melarikan diri dan akhirnya membuat DF sadar dan kembali ke dunia musik.

Cerita yang lucu misalnya   ketika show di luar Jawa, karena panitia kekurangan dana maka Godbless dibayar pakai kambing, sepeda, motor  dll. yang akhirnya malah nggak dibawa pulang karena kerepotan bawanya dan mereka pulang ke rumah naik truk sambil bawa alat masing – masing.  Ada juga cerita ketika di atas panggung Jakarta Fair, kabel mic yang diayun – ayun Achmad Albar menghantam hidung DF yang lagi asik main bass hingga hidung berdarah…(jadinya nggak lucu ya, red?)

Banyak cerita menarik lainnya seperti  waktu menjadi band pembuka Show Deep Purple atau sebagai pembuka Show Suzi Quatro di mana ketika melihat performance Godbless makaSuzi Quatro sempet berkomentar : kenapa saya diberi band pembuka yang lebih bagus..?!

Wah pokoknya baca buku begini sama asiknya dengan denger music.

Yang jelas kedua buku ini memiliki dua benang merah : yang pertama kedua buku ini telah menunjukkan bahwa pemusik besar telah menunjukkan minatnya terhadap musik sejak kecil ; kedua buku ini juga menggambarkan adanya keraguan ( pada tahun tahun itu) apakah bermain musik dapat memberikan penghidupan yang baik.

Terima kasih Pak GT atas bukunya yang asik untuk dibaca…..

Salam

Herman

17 Responses to “Mini ProgRing Dengan Pak GT”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Wah …mestinya mas Herman foto diri dengan sepedanya …ha ha ha …

    Jadi pengen ketemu mas Herman nih di TMII, gowes dari rumah ….jadi inget progring akbar di TMII saat itu…

  2. herman Says:

    Wah matur nuwun Mas GW sudah ditayangkan tulisan saya…Mini ProgRing tapi ceritanya panjang karena nambah cerita tentang 2 buku, meskipun bukan bedah buku karena bacanya belum tuntas……Saya gowes meskipun hanya dari rumah ke kantor pp, ini saya manfaatkan untuk mengolahragakan diri, kecuali cuaca lagi hujan gowesnya libur….hehehe

    • Gatot Widayanto Says:

      mas Herman dan temen2 gemblungers …

      Pagi ini saya dapat kabar dari pak dokter Apec dan Koh Win bahwa istri mas Khalil opname karena sakit DB. Mohon doanya agar Allah Taala segera mengangkat sakit istri mas Khalil segera. SyafakAllah. Aamiin.

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  3. gt Says:

    Tks Pak Herman ulasan mini progring nya ,asyik..asyik,semoga tgl 31/12 kita bisa jumpa lagi ya…

  4. andria Says:

    pak Herman benar, gara2 teman saya yg di semarang tahu kl saya masih membeli kaset maka ditunjukkanlah rumah makan Padang Jaya yg njual kaset seken (pernah saya tulis juga di sini)

  5. herman Says:

    iya Mas Andria….mudah – mudahan dilanjutkan ada yang hibah one day Mas…..hahaha…..

  6. Budi Putra Says:

    Cepat sembuh utk istrinya mas Khalil…amin.

    Mas Herman, mmg mengasyikan membaca buku2 terkait musik. Sy mengoleksi bbrp buku spt biografi Jim Morrison, John Lennon, Jimi Hendrix, Led Zeppelin dan juga Donny Fattah. Cuma sayangnya buku2 musik versi terjemahan msh langka. Kalo pun ada kadang terjemahannya krg pas.

    • herman Says:

      Iya Mas Budi…asik memang bacanya….dari buku di atas kita juga jadi tau bahwa band – band kita dulu belum memikirkan dokumentasi video live show mereka

  7. apec Says:

    Alhamdulillah, Bu Khalil sudah diijinkan pulang..kondisi membaik..mungkin besok teman2 akan diundang syukuran, he..he

    • Gatot Widayanto Says:

      Alhamdulillah …turut bersyukur atas kesembuhan Ny. Khalil. Semoga pulih total dan lebih sehat lagi. Aamiin

  8. herman Says:

    Alhamdulillah…..saya kemarin juga terima sms dari mas Khalil….
    @ Mas GW….di tempat saya logo Blog MFL kok gak bisa tampil apa sedang direnovasi Mas…?

  9. herman Says:

    Mas Andria, kalau boleh saya minta alamat e-mailnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: