Stomu Yamashta’s GO TOO

Hendrik Worotikan

image

image

Barangkali tak banyak yang tau, termasuk saya tentunya, tentang keberadaan sebuah grup yang bernama Go.

Tapi ceritanya akan menjadi lain setelah kita dapati sejumlah nama musisi yang terlibat dibalik grup band ini.
Ada Steve Winwood, Michael Schrieve, Klaus Schulze, Al Di Meola dan Stomu Yamashta.
Ya…dari merekalah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Go di tahun 1976.
Hanya saja yang patut disayangkan di album ketiga nya ini yang bertajuk Go Too (1977), kita tak menemukan lagi nama Steve Winwood (ex The Spencer Davis-Traffic-Blind Faith).

Album yang memuat 8 lagu : Prelude, Seen You Before, Madness, Mysteries of Love, Wheels of Fortune, Beauty, You And Me dan Ecloptic, memberikan keanekaragaman musik. Ada jazz, funk, fusion dan electronic yang dibalut menjadi satu harmoni yang sedap.

Hal lain yang menarik untuk saya tulis adalah dengan tampilnya Jess Roden dan si empunya suara sopran, Linda Lewis pada barisan penyanyi. Kenapa ?
Karena jauh sebelum saya memiliki album ini, rupanya saya sudah mendengar terlebih dahulu suara mereka berdua lewat lagu romantis berjudul ‘Mysteries of Love’ di kaset Heavy Slow 8 rekaman Yess (progressive number 226). Hanya saja di kaset Yess tsb tidak dicantumkan nama grup Go.
Dan saya baru mengetahui belakangan setelah memiliki vinyl nya, bahwa ‘Mysteries of Love’ adalah buah karya emas dari Stomu Yamashta dan penulis lirik, Michael Quatermain.

Stomu Yamashta GO Too :
Al Di Meola, Brother James, Doni Harvey, Klaus Schulze, Paul Jackson, Peter Robinson, Michael Shrieve, Jess Roden, Linda Lewis.

32 Responses to “Stomu Yamashta’s GO TOO”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Luar biasa mas Hendrik. Ada Al Dimeola segala. Terima kasih banyak mas Hendrik. Saya malahan belum pernah dengar blas album ini ….

    Ah …jadi kangen sama mas Cosmic yang pernah mnulis ini:
    https://gwmusic.wordpress.com/2013/11/27/bailey-sabu-brotzmann-live-in-okayama-1987-by-improvised-company/

    Dimanakah dikau mas Cosmic Hippienov? (eh …salah ya?)

  2. Gatot Widayanto Says:

    Aduh …lagi kerja di kantor klien ..gak enak mau nyetel musik … Mlongo nih gak nyetel apa2 …padahal sepi banget … Untung ada kopi ….he he he …

    • hippienov Says:

      Memang gak enak blas kerja tanpa musik injih Mas G? Mu gkin bisa diakali denger pake earphone/headset sebelah aja?

      • Gatot Widayanto Says:

        Benar sekali mas Hippie .. Tapi sebentar lagi saya mau nekad aja…setel lirih banget biar gak ganggu lainnya …he he he …

        *Gatot Widayanto*

        *”* *The high destiny of the individual is to serve rather than to rule.” * *Albert Einstein*

        On Fri, Dec 12, 2014 at 9:27 AM, Music for Life wrote:

        >

  3. hippienov Says:

    Wuih tuobz Mas Hendrik, baru kali ini aku denger nama band ini. Kalo liat ada Al Di Meola disana kayaknya musik band ini lebih ke arah jazz ya mas? Tuobz pokoknya postingan Mas Cosmic “Hendrik” Eargasm, hehehe…

    • Budi Putra Says:

      Mas Cosmic Hippie Hendrik Eargasm……

      • Hendrik Worotikan Says:

        Nama Mas Cosmic sering disebut akhir akhir ini. Mudah-mudahan ini pertanda baik bahwa beliau segera back to blog. Hihihi…kangen juga dgn ulasan dan tulisan beliau.
        Makasih Mas Budi.

      • hippienov Says:

        Hahaha… bisa aja Mas Budi…

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Hippie, nama bandnya menurut saya memang tidak semainstream nama Stomu Yamashta.
      Apalagi album yang mengatasnamakan ‘Go’ cuma dirilis sebanyak 3 album saja.
      Sy aja nggak ngeh tadinya kalo punya vinyl nya. Mungkin karena cover albumnya yg bagi saya terasa kurang greget.
      Tengkyu.

  4. hippienov Says:

    Sebenarnya kurang “nunjeg ulu ati” kalo denger musik pelan banget tapi kalo kondisi sekitar gak memungkinkan, ya why not…better than nothing at all, injih Mas G?

  5. Rizki Says:

    Mas Hendrik,
    Album yg keren sekali dan lagu2nya mmg indah sesuai judulnya (mysteries of love, beauty). Album Go yg pertama juga sangat direkomendasikan, terutama lagu crossing the line yg dinyanyikan oleh Steve Winwood.

    Berbicara ttg Jess Roden, jd langsung teringat kebaikan hati Mas Apec dan Mas Gatot (That’s What Friends Are For)

    Oya, berhubung pembahasan beberapa artikel blog mengenai PH, saya baru aja menemukan toko PH di Senayan Trade Center di lantai 2#1066. Koleksinya lbh banyak jenis musik pop dan rock. Bbrp yg progressive: Yes, Jethro, Genesis. Harga lbh murah dibandingkan kios2 blok m dan yg menurut saya bagus ada label yg menginfirmasikan kondisi PH termasuk sampulnya. Penjaga tokonya bilang di pasar Santa sekarang kios yg jual PH juga sdh lbh banyak (sekitar 17). Sekedar informasi saja buat yg suka koleksi PH

    • Eddy Irawan Says:

      Apa kabar mas Rizki, senang sekali mndengar updating toko musik. Sayangnya baru toko ph ya. Di santa apa ada kios kst bekas jg?

      • Rizki Says:

        Hi Mas Eddy,
        Kabar baik. Sy blm sempat ke Santa lg. Bbrp bln lalu sih blm ada, namun mungkin kalo ud ada 17 kios yg jual PH rasanya bisa ada.

        Salam.

      • Gatot Widayanto Says:

        Halo temen2 gemblungers …
        Kemarin sore saya sempat nyambangi Pasar Santa sekitar jam 18:30. Tujuan saya sebenernya hanya ingin mengunjungi kios kuliner seorang temen dan berikut ini lapsing saya:
        1.) Pada akhir pekan jalan sekitar pasar ini, terutama di depan pasar, macet;
        2.) Ada empat lantai rasanya namun tanpa elevator, semuanya stairway to dengkul alias gempor juga kalau sampe lantai atas;
        3.) Ada beberapa toko PH di lantai 1 (naik tangga dua kali dari masuk pasar) namun saya gak mampir soalnya saya bukan kolektir PH. Saya liat ada yg jual Muddy Water dan beberapa musisi blues lainnya
        4.) Tempat parkir tumpuk2an sangat sempit dan padat; suapkan waktu 15 menit buat parkir atau keluar. Saya bersepeda ya aman lah …
        5.) Suasana pasar seperti dulu jaman di area semanggi ada banyak lapak. Sepertinya pasar santa modern ini tak bakal bertahan lama, masih terkesan kumuh
        6.) Sumuk ora jamak ….karena tanpa AC.
        7.) Dibandingkan Blok M Square , masih jauhlah pasar santa ini ….kayaknya lagi tren aja sekarang, tapi butuh effort buat ke sini. Lagian makanannya juga gak murah2 amat …di Blok M Square banyak pilihan makanan murah dan mak jeglug …huwenak tenan ….he he he ….

        Kesimpulan saya: Pasar Santa highly NOT recommended. Tapi ini subyektif ya …

        ProgRing di Santa? Siip ….silakan! Namun saya milih pada saat progring saya duduk di Corelli Blok M Square, kita ngobrolnya via WA atau SMS ….hi hi hi …. Emoh ah balik lagi ke Santa … Dengkul gempor, badan gemobyozh ……

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Rizki,
      Terima kasih banyak infonya mas. Saya sering sekali ke STC tapi selalu di lantai dasar yang banyak toko sepeda. Bahkan kemarin saya ke situ tapi gak pernah naik ke lantai atas … ha ha ha … Saat ini sih saya di Ratu Plaza Office …tapi nanti sore rencana malah mau Ke Pasar Santa mau cobain kios kuliner temen saya: Nyonya Kecil. Sekalian mau liat2 barangkali ada kaset juga. Saya dengar memang ada pedagang PH dan ada rencana konon Santa ini akan menyaingi Blok M Square.

      Batinku: OPO ISO? Lha pasar Santa itu kan tanpa AC alias puwanas pol …. Ya masih enakan Blok M to ya … he he he he …

      Mas Eddy …bagaimana kalau sore ini ke Pasar Santa aja? Semoga gak hujan soalnya saya gowes full …

      • Eddy Irawan Says:

        Mas G, mhn maaf sangat. Sy lg di semarang sampe minggu malam. Kamis malam sy di blok m square,t nongkrong lama di kiosnya ari.

      • Gatot Widayanto Says:

        Kalau di Semarang ada penjual kaset namanya AHMAD. SIlakan call di nomer 08157793702. Dia jualan di pasar Yaik Permai (?). Silakan mas dikontak. Salam saya buat mas Ahmad.

        Saya kenal beliau dari Koh Win

        *Gatot Widayanto*

        *”* *The high destiny of the individual is to serve rather than to rule.” * *Albert Einstein*

        On Fri, Dec 12, 2014 at 2:21 PM, Music for Life wrote:

        >

      • Hendrik Worotikan Says:

        Mas Eddy selamat tugas di Semarang. Ditunggu lapsing ttg keberadaan lapak kaset Semarang.
        Makasih lo…

      • Gatot Widayanto Says:

        Ini reportase Semarang:

        https://gwmusic.wordpress.com/2013/01/19/the-jakarta-invasion/

    • Hendrik Worotikan Says:

      Hi Mas Rizki, nama penyanyi Jess Roden selama ini cuma saya tau dari lagu Mysteries of love dari kaset HS 8. Dan baru tau jg ternyata lg tsb dipetik dari album Go Too.
      Sejauh ini jarang sy mendapati album album Go dilapak kaset or cd. Cuma waktu progring terakhir ada kaset Perina kuning ‘Triumvirat’ (Old Loves Die Hard) yang sisi B nya memuat 3 lagu dari album Go.
      Lagunya ‘Crossing The Line’, ‘Nature’ dan ‘Air Over’.

      Terima Kasih juga utk informasi adanya kios vinyl di STC. Sy belum sempat kelokasi ini, begitu juga yg di Santa.
      Tadi malam baru ngobrol tentang Santa yg kini kian menggeliat. Tadinya harga sewa lapak cuma 3 jt/thn, tp sekarang dengar dengar sudah naik.
      Waktu ada acara Midnight Sale disana rada sulit jg utk cari parkir.
      Sekaligus himbauan utk pengelolanya supaya lebih nyaman, ya… mbok dipasangin AC. Hihihi…
      Salam.

      • Rizki Says:

        Benar Mas, dulu saya juga pertama kali tahu ttg Go dari side B kaset tsb diatas. Begitu mendengar lagu “crossing the line”, langsung kagum dgn musiknya dan suara khas Steve W.

      • Eddy Irawan Says:

        Insha Allah Mas G, kl sempat sy ke pasar yaik permai. Sekalian ke Padang Jaya, siapa tau ada FISH bakar, Chicken Shack pop, ato EGG balado. Heheheh,

  6. andria Says:

    saya dulu pernah liat kaset lama Stomu yamashita, tapi lupa yg mana🙂

  7. Budi Putra Says:

    Wah kalo saya apalagi blm tau ini band….jd tau berkat mas Hendrik. Trims mas Hendrik utk postingannya.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Cuma sekadar sharing aja Mas Budi, di negeri matahari terbit selain ada Kitraro, Casiopea, Sadao Watanabe, dll ternyata juga ada Stomu Yamashta.
      Salam.

  8. herman Says:

    Pas lagi iseng buka2 tadi nemu bahwa Mas GW pernah reviu kaset Yess “Stomu Yamas’ta pada tanggal 6 Juli 2013……

  9. danangsuryono2112 Says:

    kangen sama blog ini, buka buka. Pas kebetulan lagi nyetel Kaset Heavy Slow 8 (YESS-266), lha ternyata lagu terakhir side B yang disitu ditulis sebagai Jess Roden & Linda Lewis berjudul Mysteries Of Love, ya ada di album Stomu ini. wis ternyata nyambung

    • Gatot Widayanto Says:

      Sambung manyambung menjadi satu, itulah blog gemblung yo mas DananG …
      Apa kabar mas? Rasanya sudah 33 tahun gak jumpa ya …. Padahal kemarin nyonya saya ke Blok M Square. Saya sendiri sudah lama banget gak ke san .. Kangen ….

      • danangsuryono2112 Says:

        hahahaha, betul mas Gatot. Rasanya malah udah 34 tahun mas hehehehe, alhamdulillah khabar baik mas. Saya juga lagi jarang ke Blok M, tapi hari minggu kemarin kebetulan ngumpul sama teman teman Queenindo di Blok M, ya sekalian mampir ke blok M Square. sempat clingak clinguk ke Corelli, tapi gak ketemu sama wajah wajah yang biasanya ada disitu. Hayuk kapan kita ngobrol ngobrol lagi mas Gatot

      • Gatot Widayanto Says:

        Terakhir saya malah ketemu bro Rully di situ. Tapi sayangnya Corelli mesin giling kopinya rusak sehingga gak bisa dikatakan warung kopi lagi karena kopinya ndak josz lagi. Konon Koh Albert sang empunya, ga mau beli mesin baru. Nah lo … Padahal nyamlenk ngobrol di situ ya … Ayo kaan diatur lagi ketemuan di situ. Bro Apec lagi di India (New Delhi) sampe pertengahan November. Semoga baliknya bisa mampir Jakarta.

        Mas Hendrik monitor? Hayok mas ketemuan lagi …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: