Mengenang Jim Morrison “The Doors”

Hendrik Worotikan

image

image

Kalau saja masih hidup, tepat 8 Desember, 2014, salah satu pentolan band The Doors, Jim Morrison genap berusia 71 tahun.
Morrison lahir tahun 1943.Tapi apa hendak dikata, Morrison telah lama meninggal dunia, tepatnya sejak 3 Juli, 1971.

Lantas apa sih yang patut dikenang dari seorang Morrison ? Satu pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab.

Buat saya sebagai seorang penikmat musik tentu karya-karya musiknya yang hingga kini terus dikenang dan dinikmati.

Seperti yang kita ketahui, bersama 3 personil The Doors lainnya : Ray Manzarek, Robby Krieger dan John Densmore, Jim Morrison sang vokalis juga ‘frontman’ The Doors banyak sudah merilis album.

Sejak dibentuk tahun 1965 hingga 12 Desember 1970 (saat Morrison keluar dari grup), setidaknya ada 6 sto album yang sudah mereka rekam.
Saya hanya mengoleksi beberapa album, diantaranya The Doors (1967), The Soft Parade (1969), Morrison Hotel (1970) dan The Best of The Doors (Import)- importnya kudu ditulis biar terkesan mahal. Hihihi…

Dari album tersebut, The Doors meraih sukses yang sangat luar biasa. Lagu Light My Fire menempati urutan teratas didaratan Amerika pada Juni 1967.
Disusul setahun kemudian, Juli 1968, Hello I Love You, juga meraih sukses yang sama, tidak saja di Amerika tapi juga di Britania raya.
Begitu pula dengan lagu Touch Me dari album The Soft Parade.

Kemudian apa lagi sih yang kita ingat?

Eehm…barangkali soal aksi panggungnya.

Seringkali diatas panggung Morrison tampil dengan sesuatu yang berbau kontroversial.
Beberapa kali juga ia ditangkap karena tingkahnya yang terkesan cabul dan mesum.
Atau karena memang tingkahnya seperti itu yang membuat Morrison menjadi terkenal layaknya superstar ?

23 Responses to “Mengenang Jim Morrison “The Doors””

  1. Rizki Says:

    Tidak banyak yg saya ketahui ttg Jim dan Doors kecuali bahwa nama mereka memang melegenda di AS. Saya sempat suka lagu ” Hello I love you” yg jg pernah dibawakan ulang oleh band new wave rock, Missing Persons, di tahun 81/82.
    Salam

    • Gatot Widayanto Says:

      Idem. Namun dulu saya pernah beli kaset The Doors rekaman Billboard dan diundi dengan mengirimkan covernya. Aduh rugi besar …cover melayang tapi hadiah gak dapat … ha ha ha ha …

      Beberapa lagu yang saya kenal dan suka:
      – When The Music is over
      – Light My Fire
      – People are Strange (lucu dan keren musiknya)
      – Trus lagu yang dipake buat film Apocalypse Now …apa ya? Lupa dah …

      Salam

      • Hendrik Worotikan Says:

        Memang hadiahnya apaan Mas G ?
        The Doors nya yg the best ya seperti yg Mas Eddy punya ? Kalo iya covernya bisa di scan tuh…biar kasetnya nggak telanjang.

      • Budi Putra Says:

        The End, mas Gatot….

        Sy suka: – Peace Prog, Soul Kitchen, Love Street, Moonlight Drive, People Are Strange, dan I Will Never Be Untrue…..

        Jd pengen dengerin The Doors nih….hehehe

      • Gatot Widayanto Says:

        Oh iya … The End … Asik tuh bisa melayang … ha ha ha …

    • Hendrik Worotikan Says:

      Tengkyu Mas Rizki utk komen dan info bahwa ada band new wave, Missing Persons yg pernah cover The Doors lewat lagu ‘Hello, I Love You’.
      Jadi pengen tau nih…

  2. Hendrik Worotikan Says:

    Terima kasih Mas G sdh dimuat tulisan singkat ini.
    Bagaimanapun jg nama Jim Morrison serta The Doors cukup dikenal di blantika musik dunia.

    Sy sendiri hanya ingat dgn beberapa judul lagunya yg memang menjadi hits dunia, seperti ‘Hello, I Love You’, ‘Light My Fire’, ‘Touch Me’, ‘Break On Through ( To The Other Side )’ dan ‘Riders On The Storm’.

    Ada yg menarik dgn ‘Riders On The Storm’ ini. Apa itu ?

    Saat Morrison meninggal dunia akibat gagal jantung di bak mandinya di Paris, 3 Juli, 1971, bertepatan itu pula lagu ‘Riders On The Storm’ masuk dalam deretan Hot 100.
    Dan lagu tsb menjadi single ke-enam dan terakhir kali bagi The Doors masuk di Top 20.

  3. Eddy Irawan Says:

    Mas Hendrik, sy suka the doors sejak kelas tiga smp karena liriknya menurut saya yg waktu itu msh belajar bahasa inggris, sangat unik. Waktu itu saya cuma punya kst the best of the doors keluaran billboard. Sampe sekarang sy msh nyimpan kst monumental itu. Terimakasih udh posting tret ini, utk mengenang Jim Morrison. RIP Jim.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Eddy, sy juga mengalami hal yg sama. Biar pinter bahasa inggrisnya suka liat lirik lagu yg ada dikaset. Mungkin itu juga salah satu tips & trik supaya cepat pintar ngomong pake bahasa inggris. Hihihi…apalagi kalo liriknya cinta-cintaan, wah…modal tuh buat kirim kartu ke cewek yg kita naksir pake bahasa inggris, padahal kata katanya nyomot dari lirik lagu.

      Kaset the best of the Doors keluaran Billboard, jangan jangan sama seperti punya Mas G yg pengen dapat hadiah sampai rela mengirimkan cover kasetnya ? Hihihi…Iya nggak Mas G ?

  4. andria Says:

    kaset monumental pak Eddy kemarin sempat saya lihat di lapak pak Tjatur Solonesia di Lokananta pd acara Record Storeday. keliatannya dibandrol 50 ribu🙂

    • Hendrik Worotikan Says:

      Cerita dong Mas Andria, borong kaset apa aja di Record Store Day ?
      Salam.

      • andria Says:

        saya kemarin tdk dapat kaset pak Hendrik, padahal ke sananya perjalanannya hampir 3 jam nyopir sendiri😀 saya cuma beli cd Rush-Fly by Night & grup baru Five Finger Death Punch. mungkin gara2 cuaca tak bersahabat banyak penjual yg tdk buka di hari ke-2. Hari pertama katanya banyak yg jualan tapi tak banyak pengunjung yg datang. Kaset2 tak ada yg bagus utk saya, seandainya bagus harganya di atas 25 ribu.

    • Eddy Irawan Says:

      Mas Andria, sayang ya udah jauh2 ke Solo gk dapat kaset.
      Ke Blok M Square aja Mas, pasti dapat banyak dan harga di bawah 25rb.

      • andria Says:

        ke jakarta kl tak menghadiri undangan kantor pusat ya saya nggak pergi pak Eddy😀 melelahkan baik naik kereta atau pesawat. orang tua di Yogya, jadi nggak ada yg perlu saya tengok scr khusus di jakarta.

  5. hippienov Says:

    Wuih, mantab jaya mas Hendrik… Jim Morrison salah satu musisi idolaku disamping John Lennon. Sifat “rebellion” kedua tokoh beserta tampilan/gaya (fashion) mereka jadi inspirasi.
    Untuk The Doors lagu yang lumayan gila menuruku adalah “The End” dan “Celebration of The Lizard” yang gak pernah masuk album studio mereka namun pernah muncul di album Absolutely Live! dan kompilasi The Doors.
    Satu hal yang cukup unik di The Doors adalah mereka gak punya pemain bass dan suara bass diisi oleh bass pedal organnya Ray Manzarek walau di beberapa lagu The Doors memakai session bass player.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Sambil nulis ini sy setel lagu ‘The End’ kesukaan Mas Hippie. Lagu yg berdurasi 11:35 ini memang edan.
      Diawali petikan gitar dgn tempo lambat, lantas Morrison bernyanyi dgn penuh penghayatan dgn segenap jiwa raga sentosa.. Saat interlude dinamika musik terdengar semakin keras dgn tempo yg bergerak cepat. Apalagi lagi di bait-bait akhir Morrison bernyanyi sambil seolah olah membaca puisi (atau bukan seolah-olah, tp lg beneran baca puisi ?). Keren memang nih lagu.
      Kalo ‘Celebration of The Lizard’, sy belum pernah dengar Mas Hippie.
      Ayo…apakah ada rencana bikin kompilasi The Doors ?
      Sy tunggu lho…

      • hippienov Says:

        Malam mas Hendrik, wah lagu celebration of the lizard lebih gila dari the end. Lagu ini terdiri dari beberapa part dan aslinya adalah puisi-puisi Morrison. Salah satu bagian dari epic ini muncul di album waiting for the sun, judulnya not to touch the earth.

  6. andria Says:

    saya mengenal the Doors dari pinjam kaset teman kuliah saya, pas jaman kuliah juga (1994). tadinya sih yg nyantol cuma lagu Light My Fire karena intronya kok seperti pernah saya dengar. kaset teman saya itu adalah OST the Doors karya Oliver Stone. Sebenarnya sering liat kaset the Doors di pasaran cuma tak tertarik, jauh sebelumnya pernah baca di majalah Vista lama. Krn melihat baju yang mereka pakai saya anggap musik the Doors mirip Beach Boys aja, makanya saat itu saya heran kok sering ditulis lirik lagunya “liar”.
    Akhirnya pas ada kaset the best of the Doors, yg foto sedada seperti cd pak Hendrik itu, saya coba beli cuma tak bisa langsung menikmati. Berikutnya pas ada kaset Jim Morisson – an American Prayer yaitu si Jim mbaca puisinya sambil diiring musik oleh teman2nya dari the Doors saya beli juga utk punya2🙂 . Kaset the Doors baru mulai saya dengarkan saat saya nganggur di rumah berburu pekerjaan😀 Dari the Doors juga saya akhirnya bisa mendengarkan Britt Rock & alternative rock yg nadanya aneh-aneh itu.

  7. hippienov Says:

    Kaset The Doors “Jim Morrison – An American Prayer” itu keren mas Andria, terbilang langka. Dulu jaman kuliah di Semarang aku sering banget ketemu tapi gak pernah beli, sekarang kalo ketemu loakannya pasti tak sikat. Aku juga punya kaset “the best of the doors” seperti punya njenengan dan mas Hendrik. Itu adalah awal pertama aku kenal The Doors, gara-gara dulu di ANTV suka ada acara musik dan pas aku nonton lagi menayangkan The Doors…

  8. andria Says:

    yg filmnya besutan Oliver Stone itu saya punya vcd-nya (dvd bajakannya juga ada). Rasanya kok Jim orang yg egois krn semaunya sendiri kl manggung, tak ngeliat teman2nya bingung mengiringi & takut kl ada kerusuhan. bahkan Jim sampai membanting TV di studio karena melihat lagu Light my Fire dijadikan jingle iklan. Belakangan di sebuah wawancara dgn alm. Ray Manzarek sang organis (begitu ngakunya saat ditanya petugas bandara) dikatakan kl yg di film itu bukan Jim yg dia kenal, “It was not about Jim Morrison. It was about Jimbo Morrison, the drunk”. filmnya berdasar buku memoar John Densmore sang drumer. di film itu sepertinya Jim tak terlalu dekat dgn John, ada adegan saat John basa-basi setelah lama tak ketemu lalu si Jim menanggapi dgn sinis “John, you miss me?” Film the Doors ditutup dgn permainan organ Ray yang berasal dari lagu The Severed Garden (Adagio). instrumental itu juga dijadikan Yngwie sebagai pembuka nomor Icarus’ Dream Suite Op.4 dari album solo pertamanya🙂

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Andria terima kasih utk review film ‘The Doors’ nya. Di film tsb yg menjadi Morrison adalah aktor Val Kilmer. Sy salut Mas Andria masih ingat dgn jalan cerita film tsb.
      Selain film ‘The Doors’ yg diproduksi thn 1991 tsb, jauh sebelumnya mereka pun sempat merilis film dalam bentuk documentary. Judul filmnya adalah ‘A Feast of Friends’. Rilis di tahun 1968.
      Salam.

      • andria Says:

        wah, yg Feast of a Friends barangkali saya blm sempat nonton pak Hendrik. Kebetulan saya memang jadi suka the Doors setelah pinjam kaset teman saya. sebenarnya saya mau buat tulisan tersendiri tapi takutnya nanti tidak variatif🙂 . VCD bajakan dulu pernah ada Live in Europe (yg saya beli juga), Dance on Fire, ada lagi kumpulan video2 the Doors dan kl yg DVD adalah the Doors of the 21st Century dgn vokalis Ian Astbury dari the Cult. Kl kasetnya saya cuma punya 5, kebanyakan live jaman royalty.

      • Hendrik Worotikan Says:

        Koleksi The Doors milik Mas Andria lebih komplit dari saya. Setelah saya ingat-ingat sepertinya sy punya jg vcd The Doors yg live tsb. Cuma karena disimpan didalam kardus jadi agak ribet ngambilnya. Bedanya yg punya sy vcdnya asli lho…hihihi.
        Ayo, tulis lagi The Doors. Pasti menarik yg ditulis Mas Andria. Apalagi dikombinasikan dgn filmnya yg sdh ditonton.
        Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: