The 40-Year ProgGraphy (8 of 40)

Gatot Widayanto

Dekade I : Ribut Ritchie Blackmore Keluar

Ini memang masih periode yang campur-aduk antara prog dan rock standar karena memang kala itu bahasa umum yang dipakai di kawula muda Madiun untuk musik rock ya Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabbath, Bad Company dan sejenisnya. Masih jarang anak muda membahas Yes, ELP atau Genesis. Termasuk ketika suatu hari di tahun 1974 juga saya terima rekaman kaset terbaru dari album Deep Purple paling gres dengan dua pemain baru yakni David Coverdale dan Glenn Hughes. Biyuh …kala itu bahasan di Aktuil begitu gencar terkait dua orang manusia ini, dimana paling santer ya masalah Coverdale menggantikan Gillan. Di kalangan pencinta musik, Deep Purple adalah Gillan dan Blackmore sehingga kalau salah satunya pergi, maka bukan lagi Deep Purple namanya. Bagi saya yang suka musik Deep Purple karena ngerocknya, saya sih kagak ambil pusing blas. Bahkan ketika kaset rekaman mas Henky bertajuk Deep Purple “Burn” saya langsung jatuh hati,

Sailaway

Anehnya, lagu yang membuat saya suka banget sama album Burn kok malah sebuah lagu cemen bernada slow dengan tajuk Sailaway. Kok ya pas ya, hari ini pas saya gowes ke tempat kerja di speaker Divoom VoomBox saya kok mengalun “Sailaway” nya Deep Purple ini. What a coincidence! Aduh biyung …lagu ini bagi saya saat itu sungguh damai sekali karena temponya yang pelan namun riff gitarnya huwenak pol. Belum lagi gebukan drums Ian Paice dan kibor solo Jon Lord. wah …sempurna banget dah lagu ini. Jadi, kaset ini lebih sering posisi putarnya justru pada lagu Sailaway ini. Memang saya faham, tak ada penggemar DP yang menyukai lagu ini karena memang gak top blas. Tapi ya itu ….bagi saya musik sangat personal, jadi saya gak peduli orang lain suka atau tidak.

Setelah itu saya baru menyukai beberapa lagu lainnya seperti “You Fool No One” yang drums nya sungguh dahzyat dan akhirnya baru bener2 suka “Burn” yang memang secara musikal menurut saya top banget ini lagu, tak hanya ngerock tapi juga komposisinya maut! Tak lama kemudian di Madiun sontak dengan lagu mehek2 “Soldier of Fortune” yang memang syahdu dan bagi saya jadi nuansamatik karena kaset saya rekamannya bagus sekali sehingga dentingan gitar akustiknya begitu indah masuk di telinga saya. Memang lagunya njelehi pol. Namun karena ngetop saat itu, saya jadi terpaksa ikut demi pergaulan. Padahal dari album “Stormbringer” ini saya justru paling suka lagu Stormbringer dan Lady Double Dealer. Anehnya ….beberapa saat kemudian saya suka banget sama lagu “You Can Can’t Do It Right” bahkan hingga kini. Bagus sekali groove nya lagu ini. Memang gak top sih …namun nohok banget groove nya. Apalagi kocokan gitar dan gebukan drums nya …manteb jek!

Hiruk Pikuk Ritchie

Berita paling heboh adalah ketika Aktuil mengabarkan Ritchie Blackmore hengkang dari Deep Purple. Sontak segala macam opini bertebaran di majalah Aktuil tersebut. Ingat, saat itu belum ada mbah Google sehingga opini di Aktuil begitu besar pengaruhnya. Opini yang banyak muncul adalah pengakuan bahwa tanpa Ritchie maka DP akan terpuruk karena yang mendefinisikan musik DP itu Ritchie dan Gillan. Namun masalah Gillan sudah sedikit banyak dilupakan orang mengingat Burn dan Sormbrnger bukstinya sukses, terutama Burn. Kepergian Ritchie ini heboh banget kayaknya lebih penting daripada lengsernya Presiden saja karena memang setiap hidung kawula muda saat itu pemujaan terhadap Ritchie begitu tinggi. Banyak yang mutung gak mau lagi dengerin DP setelah Ritchie cabut.

Akhirnya muncullah “Come Taste The Band” dimana pertama kali DP menggunakan gitaris BUKAN Blackmore lagi namun gitaris yang pernah kontribusi di album Billy Cobham “Spectrum” bernama Tommy Bolin. Dari album Spectrum itulah Glenn Hughes menemukan talenta Tommy Bolin sehingga diajak jam session selama 4 jam dengan DP, cocok, dan kemudian direkrut sebagai pengganti Ritchie Blackmore. Sebagai wong Mediun tulen, saya dan anak muda Madiun, hanya plonga-plongo saja ndak tahu siapa itu Tommy Bolin. Saya hanya tahu via Aktuil saja. Mas Henky tak merekamkan kaset untuk saya dari album anyar ini sehingga saya beli sendiri, kalau gak salah rekaman BASR.

Jujur dikata, saya kok malah takjub dengan album Come Taste The Band ini. Kenapa? Musiknya beda dengan tipikal musik DP selama ini dan permainan gitarnya tipis dan unik, tak menonjol seperti Ritchie, Lagu yang membuat saya bener2 JLENG jatuh hati sama album ini justru yang juga ndak terkenal: “Getting Tighter”. kenapa? Kocokan gitarnya itu lho …..!!! Mauuuuuuuuuuuuuut … JRENG TEK JRENG TENG TENG JRENG “CEK E CEK CEK E CEK” (waduh! bikin semaput jek!). Memang saya sering terkesima lagu justru dari segmen sebentar seperti:

Ngggggggg….thuing (Roundabout nya Yes)

Cek e cek cek e cek …(kocokan gitar Bolin di Getting Tighter)

Blekhuthuk blekhuthuk JRENG …(Sound Chaser nya Yes)

Blekthuk blekuthuk ….(Toccata nya ELP)

Ha ha ha ha …seru ya …seneng lagu kok gara2 CEK E CEK …CEK E CEK ….ha ha ha ha … Wis yo ben! Sing penting aku seneng!

Ternyata dari Come Taste The Band saya justru terpikat dengan sosok Bolin dan mencoba membeli kaset2 dimana dia terlibat seperti Spectrum nya Billy Cobham, atau saat di di James Gang bahkan solo albumnya “Teaser” dan “Private Eyes”. memang musiknya rada funky, tapi saya suka main gitarnya tipis.

Gak Prog Blas

Lha memang saat itu saya belum bisa mendefinisikan musik rock standar dengan yang keriting sehingga sering campur aduk dalam menikmati musik, yang penting ada rock nya meski saya juga mendengarkan lagu disko seperti BT Express (lagunya “Do It” ngetop banget dulu) atau Atlantis dengan “Friends” nya yang asik banget itu. Namun harus saya akui meski GPB (gak prog blas) musik seperti Deep Purple, led Zeppelin, Black Sabbath itu turut mewarnai jiwa prog saya saat itu. Seringkali play list saya campur aduk antara DP, Yes, ELP dan Genesis yang penting ada rock nya.

Salah satu yang membuat tahun 1975 itu “sesuatu” banget ya karena Deep Purple manggung di Jakarta. Sayang, saya gak punya duit atau sponsor yang bisa membawa saya ke Jakarta. Namun saya baca berita hebohnya melalui Aktuil. Hebat banget dah Aktuil saat itu bisa membawa DP ke Jakarta. Apalagi DP memiliki roh baru karena 7 dari 9 lagu di Come Taste The Band itu kontribusi dari Tommy Bolin termasuk “Owed to G” yang keren nyambung dengan “This Time Around”. saking sukanya saya dengan album Come Taste The Band, saya kasih empat bintang lho album ini di review saya. Salut dah buat Bolin!

Kaset saya Come Taste The Band yang rekaman BASR itu ketika kemudian saya masuk SMA termasuk kaset paling laris dipinjam teman2 saya bahkan akhirnya itu kaset raib gak tahu kemana. Hampir semua lagunya saya suka termasuk Drifter, I Need Love, You Keep on Moving. Bahkan ketika saya gowes Jakarta Bandung (2010) tema yang saya pakai adalah terinspirasi lagu DP ini “Gowes Keep on Moving” dan lagu tersebut termasuk salah satu yang saya pasang di playlist dua-jaman (setiap dua jam saya paksa istirahat, makanya playlistnya masing2 diua jam).

JRENG!

Pagi ini dapet kiriman berita dari mas Koni terkait konser Deep Purple di Jakarta tahun 1975 lalu:
image

 

 

13 Responses to “The 40-Year ProgGraphy (8 of 40)”

  1. rizki Says:

    Deep Purple MKIV memang membawa musik yang berbeda, namun tetap asik didengar. Sama seperti Mas Gatot, saya sangat menikmati “getting tighter” dan “owed to G-this time around”. Ketiga musisi/vokalis – David, Glenn dan Tommy berhasil memberikan warna musik yang kaya, gabungan rock, blues, funk&soul.

    Buat penggemar Glenn:

    • Gatot Widayanto Says:

      Betul mas Rizki. Memang di album ini terasa nuansa funk seperti album Stormbringer. Justru di situlah letak kenikmatannya … Rocker kok nge funk. Sebenernya Grand Funk juga sdh nge funk sebelumnya sih.

      Akhirnya saya mengkokeksi album solo Glenn Hughes sejak terkesima dengan album Blues.

  2. andria Says:

    pak Glenn Hughes punya proyek dgn Jason Bonham dan gitaris yg saya lupa namanya, judulnya California Breed

  3. apec Says:

    Body nya Om GW lagi ndak delicious, semoga lekas sembuh nggih…

  4. herman Says:

    Semoga cepet sembuh Mas GW….

  5. hippienov Says:

    Aku di-sms Koh Win soal mas G yang sedang sakit. Semoga beliau lekas sembuh dan bisa segera beraktivitas kembali. We all wish you well…

  6. Rizki Says:

    Get well soon

  7. Budi Putra Says:

    Cepat sembuh mas Gatot…biar ttp gowes lg.

  8. Gatot Widayanto Says:

    I am back to life!
    Sungguh …saya terharu atas atensi dan doa temwn2 di blog gemblung ….meski gemblung tapi persaudaraannya bagus sekali.
    Karena doa temen2 ditambah keinginan saya untuk sembuh jualah yang akhirnya Allah swt menyembuhkan saya.

    Sungguh, sakit kali ini amat dahzyat dan datangnya tak terduga, menyebabkan saya hari Selasa bener2 tak berdaya apa2, badan panas, kepala pusing, deman, gak mau makan, lemas dan malaaaaas …..sampai saya tidak shalat Ashar dan Maghrib. Astaghfirullah. Bener2 ancur dan ambruk total. Mau telpon bro Apec aja musti minta tolong my better-half saking ngomong aja lirih dan males. Gak nyangka saya bisa sakit parah sampai ambruk seharian di tempat tidur tanpa daya apapun.
    Terima kasih bro Apec atas advisnya dan juga kepeduliannya beberapa kali telpon tapi sengaja gak saya angkat karena memang lemas dan malas. Maaf sekali pak dokter. Itu jelas bukan saya karena sedang gak normal.
    Selasa sore, saya “dipaksa” istri untuk ke dokter. Karena memang gak kuat menahan sakit saya turuti dengan berat hati. Setelah minum obat saya mulai mau makan sedikit dan tidur pulas sampe bangun lagi jam 2:00 dini hari.
    Alhamdulillah Rabu mendingan. Tapi karena tahu diri Selasa ambruk, hari Rabu saya pake buat tiduran meski gak tidur. Mendengarkan musik males. Baca males. Pokoknya seharian cuman glethakan dibtempat tidur tanpa kegiatan apapun selain makan dan minum. Gak enak juga ya ….rasanya gak produktif. Tapi saya inget nasehat baik seorang temen ‘listen to your body’ ….saya putuskan untuk gak mau mikir apa2 selain inget pada Allah karena hanya Dialah penolong sejati.
    Rabu malam (tadi malam) abis Isya saya sdh mulai bisa berpikir dan buka laptop menyiapkan materi seminar untuk siang hari ini. Untung saya sudah cicil sejak saya ditelpon penyelenggara untuk menjadi pembicara tunggal seminar yg temanya seksi “Birokrat Pelayan Masyarakat”. Semangat saya dibuatnya karena saya pengen PNS kita yang 4.36 juta jumlahnya merubah mindsetnya agar lebih PROG. Mungkin karena semangat sampe saya gk bisa tidur meski sudah rebahan jam 22:00.

    Alhamdulillah pagi ini segar meski belum 100%. Dan yg penting seminar berjalan dengan sukses dan sekarang otw pulang, nanti malam bada Isya mau tiduuuuur ……pol polan ….insya Allah.

    Kata dokter , saya terkena gejala radang tenggorokan dan untungnya segera ditangani. Sebabnya sepele: hari Senin saya BDR di rumah ibu dn ketika Ashar jalan ke mesjid hujan sedang deras dan angin kencang. Meski memakai payung ternyata sebagian punggung saya basah. Celakanya saya gaj ganti baju. Dan itu berulang saat Maghrib dan Isya karena Senin sore kan jakarta hujan dahzyat. Malam itu saya gak merasakan apa2 bahkan ketika pulng gowes ke rumah sekitar 21:30 saya menikmati banget udara sejuknya; sampe tiba2 pukul 1:30 terbangun karena demam dan saya langsung minum Refagan. Tapi gk mempan. Ambruklah!

    Sengaja ini saya tulis panjang sebagai catatan bagi saya jangan remehkan air hujan karena ini buktinya.

    Jadi …temen2 …kalau kehujanan musti segera mandi dan ganti baju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: