Roundabout … Keindahan Sedalam Samudera

Herwinto

11 detik pertama yang mematikan

image

NggggggggggggggggggggggggggggggThuiiing !!!!

Itulah suara yang kita dengar pertama kali ketika memutar lagu milik Yes yang bertajuk Roundabout, 11 detik…ya hanya 11 detik, namun sungguh membuat kita terkapar orgasme padahal baru intro, luar biasa!! belum apa apa kita sudah jatuh terkapar…kadang saya harus mengulang beberapa kali hanya untuk mendapatkan bunyi ”Thuiing” yang nuansamatik sekali ini. Mungkin di kolong jagat ini hanya ada dua lagu yang intronya benar benar dahzyat dan tak bisa terulang lagi meski oleh pembuat dan pelakunya sendiri yaitu Roundabout nya Yes dan Firth of Fifth nya Genesis yang mengandung bunyi ”Dheng” di awal lagu, Genesis maupun Yes mengakuinya. Yes mengakui bahwa bunyi ”Thuiing” dari gitar akustik yang bersamaan dengan bunyi grand piano yang dimainkan secara terbalik ini adalah sebuah kebetulan yang tidak bisa diulang lagi, artinya yang bisa dilakukan Yes berikutnya adalah mencoba meniru sedekat mungkin.

Awalnya pada konser konser Yes sejak Yessongs bunyi ”Thuiing” ini dihilangkan oleh Steve Howe karena mungkin dianggap ribet dan susah, ini seperti menghilangkan grand piano pada intro Firth of Fifth karena Banks tidak mau ribet. Namun belakangan Yes mungkin sadar bahwa bunyi ”Thuiing” ini justru merupakan sesuatu yang disukai dan menjadi salah satu yang ditunggu tunggu bahkan merupakan pusat perhatian dan keindahan, sehingga akhirnya di tampilkan pada konser konser Yes, bahkan sejak tahun 2004 Steve Howe menggunakan gitar biru Variax 600 line 6 yang selalu dipajang di panggung demi memenuhi kebutuhan bunyi ”Thuiing” tersebut.

Roundabout merupakan lagu favorit saya, tak bosan bosannya saya mendengarkan lagu ini, dan bunyi ”Thuiing” tersebut selalu saya nikmati dengan serius…nikmaaaat betul..oh ya selain komposisi gitar akustik ini, hal yang juga menakjubkan adalah permainan akrobatik dari sang mpu papan kunci Mr Rick Wakeman yang memainkan seabreg kibor dengan sangat indah di sepanjang lagu dengan selusin tikungan tikungan maut yang sangat mematikan, permainannya khas bahkan sulit dicari penggantinya termasuk anaknya sendiri si Oliver Wakeman meski lumayan daripada Downes, amatilah Roundabout ini jika dimainkan dalam konser yang bukan oleh si Rick pasti kedodoran…khususnya di menit 05.51 ketika jari jari Rick mulai ngamuk..wahh tak ada yang bisa menggantikan….

Kekuatan lagu ini memang bertumpu pada kehebatan gitar dan kibor, yang membuat saya jingkrak jingkrak saking sukanya plus campur heran dan kagum adalah gitar akustik yang dipakai pada musik rock macam beginian, kalau musik rock pakai gitar listrik yang meraung raung sarat distorsi itu sih biasa!! wajar, lurus lurus saja gak nggumun saya, lha ini musik rock kok pakai gitar akustik yang bukan cuma digenjreng untuk ritem tapi dipetik dengan indah sejajar dengan kibor dengan kelincahan tingkat tinggi jemari Howe…ini menakjubkan bagi saya…aneh dan tidak umum…tapi inilah seninya…memang anggota Yes di album Fragile ini adalah para musisi terbaik saat itu seperti Steve Howe, Rick Wakeman, belum lagi penabuh drumnya Bill Bruford..benar benar mantab.

Setidaknya saya mencatat Roundabout yang dimainkan di konser dengan bunyi ”Thuiing” ada di Union Tour, ABWH live, Keys to Ascension (ini paling mantab), Live from Lyon dan konser konser setelah era 2004 termasuk di Jakarta 2012 kemarin. Salam.

18 Responses to “Roundabout … Keindahan Sedalam Samudera”

  1. dOmme Says:

    Dalam pengetahuan saya yang terbatas soal musik prog, saya mengakui, bahwa Yes adalah grup prog terbaik. Musik mereka rumit karena memang tuntutan nada-nada yang mereka ciptakan dan didukung personel mumpuni. Bukan kerumitan yang dibuat-buat supaya terlihat eakan-akan megah…

    • Koh Win Says:

      Bro Domme….wah jumpa lagi….iya benar sekali…..faktor mumpuni…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Halo bang Domme … Setuju sekali. Kemarin di sosmed ada musisi yang mengakui bahwa ternyata memainkan musik Yes lebih rumit ketimbang DT. Memang … Yes gitu loh …he he he he …

  2. Rizki Says:

    Setuju banget Mas, bunyi “thuiiing” tsb memang mempunyai daya tarik yg luar biasa. Kalau tidak salah ingat, saya mengenal Yes pertama kali bahkan dari bunyi “thuiing” ini (yaitu ketika om sy di th 70an main intro lagu tsb pd gitar dan sayapun langsung terkesima begitu mendengarnya dan langsung mencari tahu nama lg tsb)

    Secara keseluruhan, lagu “Roundabout” juga luar biasa dan sbg salah satu favorit saya.

  3. Koh Win Says:

    Wakakak……tuobzzz mas G…..ngopi pahit sambil dengerin Nggggg Thuiing…..mantabz….

  4. Gatot Widayanto Says:

    Memang suara tersebut kebetulan dan diakui oleh wakeman dan Howe di butu Yes Stories … Hebat tenan ya …

  5. Rully Says:

    Wah ulasan diatas bener bener provokatif. pagi ini putar album fragile buat diatas motor menemani perjalanan ke kantor. wheheh

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha …nyetrum ya bro Rully … Ati2 lho kalau bawa motor dengerin prog jangan terlalu konsentrasi di kuping …ntar bahaya lho … he he he …

  6. hippienov Says:

    Alo Bro Domme dan Bro Rully, apa kabar?
    Bunyi nggg…thuing… itu yang bikin aku dulu penasaran kayak gimana lanjutan lagunya, dan bunyi ini mirip sengatan tawon, sekali denger dijamin bakal ter-entup dan kena racun Yes selamanya.

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha … Di entub tawon …ha ha … Jangan2 yg punya youtube itu wong Jowo ya … Yoi kena entub …wakakaakak ….
      Tapi memang bunyi nggggg….thing itu fenomenal

  7. herman Says:

    Hahaha…..asik Mas Hippie….ngggg ..thuing nya seperti sengatan tawon…..
    Di samping itu bunyi snar drumnya juga asik….saya inget temen kos dulu seneng banget sama bunyi snar drum ini……
    Tapi itu yang disebelah Mas GW itu lho…..jangan – jangan ada yang mau besanan tapi belum berani bilang ….hahaha…..sayang anak saya wanita juga….masih kecil lagi…..sepuntene ingkang katah ya Mas GW…….

  8. apec Says:

    Ya wis, lek ngono besanan karo aku wae Pak Herman, ha..ha..ha

  9. herman Says:

    hahaha…mantab Pak Dokter…. kasetku jadi buuaanyaakk… hehehe

  10. herman Says:

    iya Mas Edi….tapi perpustakaannya milik Pak Dokter ..wong asetnya aset beliau to ya….hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: