Genesis “The Lamb Lies Down on Broadway” (4 of 4)

Herwinto

Kaget dengan The Lamia…..

image

Mohon maaf kepada pembaca, saya lupa masih punya tret yang belum selesai…..wakakak….ini saya lunasi biar tidak punya hutang…..

Saatnya membahas sisi kedua dari album keren ini….Syahdan ketika itu saya masih SMP sehabis sunat waktu liburan sekolah, sambil mengisi waktu dalam proses penyembuhan saya hanya di rumah tiduran, baca baca buku, dan yang paling berkesan adalah saya di temani kaset Genesis rekaman Yess pemberian kakak saya album The Lamb ini, setiap waktu selalu saya putar kaset ini…indah sekali….itulah mengapa album ini begitu membekas pada jiwa saya. Waktu itu belum era internet maupun CD jadi saya tidak tahu bahwa kaset ini tidak full album, ada beberapa lagu yang hilang dan itu terjadi dalam waktu yang lama. Side A dari kaset atau Disk 1 pada CD sudah saya bahas pada tret sebelumnya, kini giliran membahas side B nya.

Waktu berjalan cepat sampai akhirnya saya kuliah di UNS, nah di sinilah saya berjumpa dengan kawan yang penggemar Genesis sejati, suatu malam saya bermain kerumahnya yang masih satu kota dengan saya, kami ngobrol dan kawan saya ini bilang dia begitu cinta dengan The Lamia salah satu lagu di album The Lamb….dheg!! betapa terperangahnya saya….saya belum pernah mendengar nama The Lamia…..ternyata memang rekaman Yess ini suka mengobrak-abrik susunan lagu ha ha ha….maka disinilah perkenalan saya dengan lagu super keren ini…..

Disk 2 ini dibuka dengan Lilywhite Lilith yang begitu mantab, musiknya gagah namun melodynya begitu menawan, sayatan Hacket juga terasa menusuk sukma, The Waiting Room instrumental yang berbau horor namun sangat megah di akhirnya, dilanjutkan Anyway sebuah lagu yang dibuka dengan kibor/piano yang sangat indah, pada menit ke 01.27 musik berubah menjadi dramatis sekali menggelegar….wah suka sekali saya….The Supernatural Anaesthetist ini instrumental yang begitu mengeksplorasi kedahzyatan gitar Steve Hacket….mantab banget gitarnya….masuk track The Lamia…whoaaaahhhh….intro pianonya berbarengan dengan suara pelan Gabriel memulai dongengnya begitu khusyuk dan syahdu…..indah sekali, lagu ini mengalir dengan tempo sedang…..menit ke 02.14 suasana menjadi hening..sunyi…puncak lagu ini di menit ke 05.42 ketika gitar Hacket menyeruak dengan lengkingan yang mengaduk emosi sampai akhir….hadeeeeeeh keren betul!!

Silent Sorrow track jeda yang berisi instrumental yang memberi kesan khusyuk sebelum masuk track paling prog yaitu The Colony Of Slippermen…edhan!! ini track merupakan menu wajib penggemar Genesis..dibuka dengan bunyi bunyian perkusi yang terdengar sakral, diteruskan masuk ke lagu utama yang begitu enerjik dan dinamis, olah vokal Gabriel yang seperti membaca mantra mantra menambah kesan art rock nya lagu ini..menit ke 04.52 Tony Banks ngamuk dengan kibornya yang dahzyat…whoaaaaahhhh mantabz man!! Ravine sebuah instrumental pendek yang pas banget buat pintu masuk menuju The Light Dies Down On Broadway….The Lamb Lies Down yang dilembutkan he he he….Riding The Scree whoaaaahhh ini musik yang sangat keren….inilah musik khas Genesis lama…..olahan kibornya nunjek betul !!  In The Rapids lagu lembut sebelum masuk ke track penutup It yang begitu rancak, bersemangat….puwassssss benar menikmati album ini !!!

12 Responses to “Genesis “The Lamb Lies Down on Broadway” (4 of 4)”

  1. Koh Win Says:

    Trimakasih mas G sudah diposting…..

  2. Koh Win Says:

    The Lamb Lies Down on Broadway ini sudah saya dengarkan 3 versi….versi album studio, versi live Genesis Archive 67-75 dan Rewiring Genesis oleh Nick D’Virgilio, semuanya muantabzzz!!! The Lamia yang versi NDV benar benar mak nyus…..

  3. khalil logomotif Says:

    Hebat dong…sunatan sambil dengerin musik…genesis pulak. Saya dulu..waktu sunat…diputerin video 007…..lupa judulnya. Waduuuuh…menyakitkan! Sakitnyatuh….disituuu!

  4. Gatot Widayanto Says:

    Sama-sama Koh Win … Dulu jaman belum punya CD cukup frustrasi karena The Lamia tak ada di versi album yang rekaman Yess …rupanya nyempil di side B kaset lain, Genesis juga sih …
    Mantab jaya memang The Lamia. Pernah punya ide dikin warung kopi namanya The Lamia. Nunggu logo dari mas Khalil dulu … ha ha ha ha …

  5. andria Says:

    Sebagai hadiah sunatan saya diberi uang lalu belinya kaset Queen-Hot Space krn blm pernah dengar saat itu. Ternyata album itu malah banyak yang mencerca karena terlalu jauh dari musik Queen🙂

    • khalil logomotif Says:

      Wlpun hot space…tp kan ngga ngaruh dgn yg disunat kan swaktu didenger?

    • hippienov Says:

      Ngomongin sunat jadi inget pas disunat kelas 5 SD dan seingetku 2 minggu aku “bolos” sekolah karena pas disunat bukan saat liburan. Sayangnya gak ada yang kasih aku hadiah kaset setelah aku sunat, hiks…

      Terus nyerempet soal “hot space”, album ini memang paling aneh sepanjang sejarah Queen, tapi ada satu lagu yang aku suka banget dari album ini, “life is real (song for lennon)” yang pertama kali dikenalkan oleh pamanku kira-kira tahun 85an.

    • khalil logomotif Says:

      Wahhh asik nih…hayo siapa lg yg mau berbagi cerita waktu dulu di sunat dengerin apa…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau saya lupa dengerin apa, yang jelas uangnya saya belikan tape recorder mono “National Panasonic” warna abu2 …

  6. Edi Apple Santoso Says:

    kebetulan lagi keputer the waiting room rewiring genesis …..

  7. apec Says:

    Mas khalil,saat sunat,saya gak sempat mikir lagu..bingung ngipasi the Duke,krn rasa panas dan nyeri..sekarang ini kalo ada yg minta khitan di rumah,mesti kusetelkan richard clayderman sambil the Duke nya saya eksekusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: