Mencari Mas Kukuh

Andria Sonhedi

Sejak mas Kukuh Tawanggono, rekan kita sang maestro rock dari Ngalam bergelar the MadMan, menulis akan nonton Rock in Solo (RIS) di bulan Oktober 2014 saya punya keinginan utk bisa ketemu beliau. Sosok misterius yang cuma kita lihat sekali fotonya di blog ini bak tanpa rasa takut siap meninggalkan miss A di Malang demi melihat dewa mas silamnya yang akan menggoncang Solo.Tentu saja bertemu salah satu simpatisan blognya pak Gatot ini bukan hal yang mudah, mengingat waktu yang tidak pernah bisa diseragamkan. Walau bisa juga saya nantinya akan merasa kecewa karena sang the MadMan ini mengaku mirip Kerry King dari Slayer
ternyata wajahnya nanti lebih mirip Ozy Syahputra😀
Rencana saya adalah mencegatnya di rute perjalanan Malang-Solo. Bukan ide orisinila memang karena panitia Rock in Solo sdh duluan memakainya saat membelokkan Carcass yg sdg tour Asia utk bisa tampil di Indonesia. Daripada saya yang harus ke Malang mending mempersilakan beliau lewat Sarangan-Tawangmangu (atau sebaliknya) shg bisa mampir rumah saya utk sekedar minum di Magetan dulu. Itupun sesuai pepatah jawa “urip kuwi prasasat mung mampir ngombe” (=hidup itu ibarat cuma mampir minum) :) 
Persiapan saya tentu saja beli tiketnya dulu. Untunglah selama saya ngurus STNK di Yogya pulangnya lewat distro Holyflesh di Pakis,Klaten yg menjual tiket pre-sale. Setelah tiket didapat saya nyoba ngontak mas Kukuh. Sayangnya sms saya tak pernah berbalas :(  Apalagi ternyata saya nggak punya alamat e mail-nya juga, tambah gelap. Berhari-hari kemudian saya jadi makin pesimis bisa ketemu mas Kukuh, apalah gunanya ketemu Carcass tapi nggak ketemu sodara kita yang satu itu🙂 Teman saya yang dari Makassar yg mau nonton ke Solo sampai h-7 juga blm bisa dapat tiket pesawat. Ada satu lagi yang saya siapkan untuk mas Kukuh, mug Trve Norwegian Black Metal yg cuma ada 1 di dunia, opo ora elok tenan.
Akhirnya H-1 saya coba pagi-pagi sms lagi mas Kukuh, ada jawaban tapi kok jawabannya gini: Mas Andri, papa sudah meluncur ke Solo via jalan darat. Mas Kukuh kok romantis nian menyebut dirinya papa😀 Tapi ternyata ada sms berikutnya dan terjawablah sudah bahwa selama bepergian HP mas Kukuh disita oleh miss A, tadi beliau ini yg njawab. Saya kok jadi ingat lagu dangdut “SMS siapa ini Bang”😀 Berdasar penuturan miss A rombongan mas Kukuh berjumlah 10 orang. Sayang Jumat itu saya nggak prei jadi plan A utk membelokkan (atau mengenggokkan) rombongan mas Kukuh gagal. Saya aja sampai rumah sdh jam 20.00 malam. Untunglah pas Jumat sore rekan saya dari Makassar, mas Dede, positif ke Solo sehingg saya tetap memutuskan berangkat. Bagi saya kl ke RIS cuma untuk nonton Carcass tanpa agenda ketemu siapa-siapa rasanya kok mbuat lelah aja. Apalagi musik Carcass tidak 99 % saya kuasai, beda kalau saya disuruh nonton Napalm Death. Sama aja😀
Hari sabtu tanggal 11Oktober 2014 dari pagi sampai siang saya menanti sms dar mas Kukuh, sambilmengurus mutasi STNK saya &  menyelesaikan pekerjaan rumah. Sementara itu di blog ini pak Gatot, KohWin dan pak Apec bergantian memberi saran bagaimana cara menemukan mas Kukuh. Dari saran yang sederhana hingga yang membutuhkan nyali dgn naik panggung dan mbuat pengumuman🙂
Akhirnya jam 15.30 saya baru berangkat ke Solo lewat Tawangmangu, tak lupa membawa satu-satunya kaset Carcass yang saya punyai untuk latihan mendengarkan.
Sampai Solo sdh jam 17.30 dan di sekitar venue benteng Vastenburg sudah banyak anak-anak (dan bapak-bapak juga) wira-wiri beli makanan di luar. Sebagai orang yang sdh lama tak nonton konser, apalagi yang festival saya baru tahu kl makanan dan minuman tak boleh dibawa masuk. Padahal saya sdh cukup banyak bawa sangu. Saya kontak teman saya dan alhamdulillah kami bisa ketemu di dalam arena konser. Teman saya ini sejak jam 14.00 sudah nonton bareng temannya. Mas Dede ini adalah anggota komunitas penikmat musik underground di instansi saya yang juga saya ikuti. kami selama ini cuma komunikasi via gmail & SMS doang. hampir mirip dengan komunitas blog gemblung ini, tiap salah satu atau salah banyak dari kami berkunjung ke kota yang ada anggota maka akan diadakan gathering lokal. Ini pertemuan saya yang kedua kalinya, dulu sempat ketemu beberapa menit pas dia mau nonton konser juga. Suasana inilah yang saya juga inginkan saat bisa ketemu mas Kukuh nanti.
Suasana di arena memang gelap kecuali di area food court (ada yg jual rica-rica gugug juga), tenda mercahndise (ada yg jual cd IQ) dan di depan panggung. Saya pikir mas Kukuh CS pasti nongkrong di muka panggung, nggak pindah-pindah supaya kl pas Carcass nanti bisa crowd surfer segala🙂
Untuk ulasan konser (termasuk kemunculan sesaat EdanE) nanti biar mas Kukuh aja yang cerita karena menurut SMS yang dia kirim senin pagi album Carcass-nya ditanda tangani para anggota Carcass.  Saya walau agak jauh dari panggung tapi masih bisa melihat wajah dan gaya panggung Carcass. Berbeda dengan beberapa grup lokal yang nyambi nyanyi sambil mainkan instrumental tapi tetap diam 3 anggota Carcass bisa wira-wiri membuat koreografi sederhana atau sambil ngangkat-ngangkat gitar/bass.

image


image


image

jam 23.15 konser rampung dan kembali saya nggak bisa menemukan mas kukuh😀
Ada plan C, yaitu mencegat mas Kukuh saat pulang. Tentu saja harus berharap mas Kukuh mau berbaik hati mengabari saya. Saya bahkan hari minggu itu tidak pergi ke mana-mana (wl ini msh harus diperdebatkan krn mmg harus jaga rumah krn isteri & anak pergi upacara hari jadi magetan seharian). Saya bahkan sdh tanya isteri tempat makan mana yang cocok untuk menampung 10-an orang makan pagi. Kemarin di parkiran venue saya lihat ada beberapa bis mini, saya jadi berpikir apa rombongan mas Kukuh nyewa bis semacam itu🙂 Ada juga SMS tapi malah dari pak Edie Jombang dan KohWin yang nanya hasil perburuan saya mencari mas Kukuh. Akhirnya sore pun tiba dan saya mulai berhenti berharap mas Kukuh akan datang ke Magetan. The lambs sdh tidak berkeliaran lagi di sekeliling rumah saya dan matahari pun terbenam. Ya sudah, mungkin bukan waktunya saya bisa ketemu dengan the MadMan kita ini. SMS mas Kukuh (kali ini benar dia) yang menyatakan penyesalan tak ketemu juga baru saya baca Senin pagi wl dikirim Minggu malam.


evil has no boundaries

29 Responses to “Mencari Mas Kukuh”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Mas Andria,

    Sungguh, saya mbrebes mili baca tret ini terutama dengan persiapan dan perjuangan mas Andria dalam merajut silaturahim dengan mas Kukuh. Semoga Allah Tabaroka wa taala mencatat ini sebagai amal baik untuk mas Andria. Saya pernah mendengar tausyiah dimana niat seseorang lebih besar dari amalnya. Maksudnya dwngan niat kuat buat silaturahim saja sudah dicatat sebagai satu kebaikan apalagi mas Andria menjalankannya, alias beramal dengan upaya mencari mas Kukuh. Bahwa akhirnya tak bertemu, itu hanya KuasaNya …

    Saya berani berkomentar karena dulu mas Andria juga ke Madiun saat saya di sana. Juga mas DananG … Wis pokoke nas Andria top semangatnya!

  2. andria h8 Says:

    trims sebelumnya pak sdh dimuat.
    nanti teman saya yg di Makassar itu biar saya suruh liat fotonya terpampang di blog ini:)

    • dedehate Says:

      aha terima kasih pak Andria untuk mugnya. dan payungnya, meskipun harus saya poskan dari jogja, soalnya tidak yakin bakal lolos ke kabin. saya tidak pernah memanfaatkan bagasi pesawat🙂

      • Gatot Widayanto Says:

        Wah mas Dede …sayang sekali diposkan ..kenapa gak masuk ke ransel aja mas?

        Salam kenal dan selamat datang di blog gemblung …

      • dedehate Says:

        wah gak muat di ransel pak. salam kenal juga pak Gatot. oleh2 cerita dari hajatan kemarin, sekalian ngiklan blog🙂 http://dedehate.tumblr.com/post/100064044684

      • Gatot Widayanto Says:

        Sudah saya baca mas Dede … Ha ha … Ini saya copas kutipannya:

        Tidak terkecuali saya, yang sekalian menunggu dan akhirnya bertemu dengan ketua paguyuban Tax Underground Community, pak Andria Sonhedi yang legendaris itu. Ini adalah perjumpaan kedua kami. Jauh lebih lama dari perjumpaan sekilas menjelang konser Hatebreed tahun 2010 dulu. Beliau ini datang menyetir sendiri selama 2,5 jam dari Magetan hanya untuk Carcass, mencari Mas Kukuh yang misterius, dan memberikan saya mug serta payung cantik, untuk kemudian menyetir lagi 2,5 jam balik ke Magetan! Salut!!

        Paragraf yang penting sekali ini dan sekaligus mengungkap fakta:
        1.) Senioritas mas Andria di metal scene – salut!
        2.) Kegigihan mas Andria sebagai Carcassian sampe rela nyetir 2.5 jam ke venue
        3.) Kegigihan mas Andria bersilaturahim (top tenan!)
        4.) Kemisteriusan Papa Kukuh … Ha ha ha … Memang benar ternyata misterius ….ha ha ha … Tapi nanti Papa Kukuh akan hadir di ProgRing Jakarta 25 Oktober 2014 sebelum konser DT. Insya Allah. OK kan Papa Kukuh? Ditunggu konfirmasinya njih …

        Sepuntene ingkang khatah …

  3. Budi Putra Says:

    Wah luar biasa perjuangan mas Andria….tp sy kok heran yg ditemui kok malah gak jelas….??? Yg pasti sikap spt ini bukan lah tipikal metalhead tulen….sorry!

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Budi sedulur lanang sigarane atiku

      Alhamdulillah…semoga segala kebaikkan-Nya selalu tercurah untuk njenengan

      Sepuntene ingkang kathah menawi wonten tutur ingkang lepat(mohon maaf apabila ada tutur yg tidak berkenan)

  4. andria h8 Says:

    bukan begitu pak Budi, mas kukuh ternyata punya alasan tersendiri seperti yang dia sms-kan kemudian ke saya🙂

  5. kukuh tawanggono Says:

    Mas Andria sedulurku tuwo sing paling tak tresnani

    Saya membaca ini amat tersentuh,bahkan kaki saya jadi lemes.Saya merasa berdosa pada njenengan tapi puji syukur Alhamdulillah njenengan bisa memahaminya.Semoga ketulusan njenengan ini dibalas dengan segala kebaikkan oleh gusti Allah SWT.
    Doakan njih mas,suatu saat kita bisa menikmati bersama keindahan musik metal bersama-sama.
    Saya meluncur ke Malang jam satu dinihari(langsung tanpa menginap)dengan alasan hari Senin kami semua punya tugas yg harus segera dilaksanakan.Disamping itu pertimbangan kami kemarin,jalanan sepi….sehingga kami bisa melakukan kegilaan-kegilaan…he he he(njenengan pasti tahu sendiri).
    Saya akui setiap menyaksiksan konser band-band metal,saya selalu berusaha agar cd saya dilegalisir.Alhamdulillah kemarin kok ya bisa saya lakukan lagi.Kalo menurut saya Carcass kemarin bener-bener asyik,cuma sayang njih beberapa teman-teman masih belum bisa menyatu dengan mereka,padahal permainan mereka kemarin amat-amat berkelas sekali.
    Membaca pendapat mas Andria yg pura-pura ndak ngeh dengan Carcass, adalah sebentuk dari kedalaman cara berfikir ciri khas sedulurku tuwo yg amat membuat saya iri.
    Seumur hidup saya ndak akan melupakan ketulusan dan pengertian yg njenengan tunjukkan mas Andria.

  6. andria h8 Says:

    “Come on, where’s the noise? You are very Shy”😀
    si Jeff Walker yang baik hati. Kl tahu di kiri kanan saya ada abg yg mengharapkan ada lagu slow rock entah dia akan bilang apa.
    Mas DananG ternyata berkunjung ke Yogya dalam rangka nonton Carcass juga, sayang kmarin itu kok tak saya tanyai lebih mendalam, malah saya suruh nyari pak Priyo di lor pasar Bringharjo.

    • kukuh tawanggono Says:

      Ha ha ha…padahal saya sudah ngrewangi chaos habis-habisan ketika mereka mulai membawakan nomor yg pertama.Sampai-sampai tangan kiri saya keseleo gara-gara saya buat tabrak-tabrakkan…ha ha ha …asyiiiiiiiiik.
      Mas Andria teman saya…Tomo King of Av…giginya sampai tanggal,gara-gara kena sikut metal head asal Kalimantan.
      Ketika pulang dia protes keras,lha ini acaranya musik metal lha kok spirit punk dibawa-bawa…Ha ha ha

  7. Koh Win Says:

    Setiap kali ada kawan blog melintas di kota Solo atau Jogja pasti ngabari saya meskipun tidak bisa bertemu, setidaknya hanya bilang ”Koh Win saya nanti lewat” saya pun jawab sesuai keadaan saya waktu itu….tapi mas Kukuh ini tak ada kabar apapun, saya malah tahunya dari blog, saya juga tidak tahu kenapa, semoga beliau baik baik saja dengan saya dan teman teman di blog yang lain….lebih fatal lagi hp nya mas kukuh juga kesita ‘KPK’, lengkap sudah kesulitan untuk berkomunikasi….yang penting bagi saya adalah pertemanan dan persahabatan, saling silahturahmi, progring, metalring, nonton konser itu hanya wahana dan kendaraan saja, bukankah kalau kita progring yang sudah sudah justru porsi ngobrolin musik sangat sedikit, selebihnya adalah membahas hidup dan kehidupan, nonton konser DT di Jakarta pun itu nomor dua yang lebih penting di konser itu kita ketemu teman teman kita semuanya….bukankah begitu bro Apec?? tak ada artinya kita saling berjubel saling berdesakan sampai luka luka, perjalanan yang melelahkan jika tak ada muatan silaturahmi itu sungguh merugikan…..sepuntene ingkang kathah….

  8. apec Says:

    Leres sanget apa titah Koh Win, harapan saya sehari sebelum menatap DT, teman2 bisa bertatapan muka yg tentu saja di Corelli….Oh iya, mari ikut mendoakan ,mertua Pak Herman lg sakit di ICU RS Haji..semoga lekas ada kesembuhan dan ampunan juga kesabaran buat keluarga Pak Herman..

  9. andria h8 Says:

    waduh, saya nggak bisa ikut nonton DT, kmarin sdh dipakai beli kasur 😀

  10. kukuh tawanggono Says:

    Mas Herwinto sedulurku lanang

    Alhamdulillah…semoga segala kebaikkan-Nya selalu tercurah untuk njenengan

    Sepuntene ingkang kathah menawi wonten tutur ingkang lepat

    • Koh Win Says:

      Amin ya Rabb…..mas Kukuh kalau ke solo lagi sms dulu saya sebelum hp disita…..meski saya bukan penggemar metal akan saya sambut panjenengan meski hanya minum es teh di angkringan….kita bisa ngobrol tentang banyak hal…..

      • Gatot Widayanto Says:

        Juga kalau ke Jakarta nonton John Mblegug Petrucci main … Jangan lupa progring 25 Okt ya …

  11. Gatot Widayanto Says:

    Waduh! Turut prihatin dan mendoakan kesembuhan total mertua mas Herman. Semoga Allah segera menyembuhkan. Syafakillah. Aamiin.

    Bro Apec, matur sembah nuwun ya infonya. Subhanallah …senang sekali saya atas kerukunan yang selama ini terbina dengan baik diantara gemblungers. Semoga kerukunan ini langgeng dan diridhlai Allah SWT.

    Setuju sekali dengan Koh Win dan Bro Apec bahwa pertemanan sangat penting sekali dijaga, dibina dan ditingkatkan kualitasnya. Saya juga sudah menyiapkan diri buat progring di tanggal 25 Oktober sebelum The Enemy Inside menggebrak Jakarta … Sebagai pemanasan bolehlah menyimak album live DT “Breaking The Fourth Wall” yang setlist nya akan dibawakan juga di Jakarta nanti ….

    Tapi terlepas dari konser DT tersebut, tentu daprukan dan jadoman di Corelli lebih nyamleng dinikmati sebagai sarana menjalin pertemanan. Semoga banyak temen2 yang bisa hadir ya … Kalau saja Apple Cafe nya mas Edi ada di Blok M Square, sudah pasti kita cangkruknya di Apple Cafe … Atau, kalau saja DT main di stadion nDiwek, nJombang, suatu saat …pasti kita progring di Apple Cafe ….he he he …

    Selamat pagi …temen2 gemblungers … Selamat berkarya!

    *) Lagi ngopi nih di sebuah kedai kopi kawasan Kuningan, trus nanti jam 9:30 ketemu klien ….

    • herman Says:

      Terima kasih mas G do’anya…..maaf baru sempet buka dan bales….

      • herman Says:

        juga terima kasih buat Pak Dokter Apec yang telah memberikan saran dan arahan yang sangat bermanfaat…..

      • Gatot Widayanto Says:

        SubhanAllah … Indahnya pertemanan …. Memang musik sebagai dasar mengapa kita bertemu, meskipun selera musik kita beda-beda …namun gak masalah …Justru “the life side” nya yang menarik karena sampe ke konsultasi dokter segala. Awalnya dulu saya gak enak sama pak Dokter Apec mengingat beliau ini juga sudah sibuk kalau di Surabay – setiap saat telpon beliau berdering yang jelas dari RS minta arahan dari beliau tentang bagaimana menangani pasien. Luar biasa…

        Saya banyak sekali mendapatkan konsultasi langsung dari pak dokter; juga ketika nyonya saya sakit, beliau dengan penuh perhatian memberikan nasehat dan arahan medis yang sangat bermanfaat. Luar biasa!

        The Brotherhood of Gemblungers ….

        Salam !

      • Budi Putra Says:

        Semoga diberikan kesembuhan utk mertua pak Herman…Amiin.

  12. Gatot Widayanto Says:

    Yang namanya nobar selalu seru. Jadi inget dulu rame2 nonton DT di Spore pas album Octavarium diluncurkan. Kita berjamaah menuju Spore via Batam, mbambungan ,….pokoke kudu paling ngirit ongkosnya, sampe nginep pun gratis di rumah temen … ha ha ha …
    Kami menamai diri dengan Jamaah Sacrificed Son gara2 tergila-gila dengan lagu ini …ha ha ha … Yang seru lagi, kami semua seragam pake kaos bertuliskan:

    WHEN DREAM THEATER AND INDONESIA UNITE?

    Saat itu memang DT belum pernah main di Jakarta.

    Namun memang paling seru ya barengannya itu lho! Pertemanan terbangun dengan baik. Saya dan mas Pur nginep di apartemen seorang teman setelah konser digelar … yang asik ya ngobrolnya itu . Di arena pertunjukan kita jadipusat perhatian karena paling gaduh dan berseragam sama … ha ha ha …

  13. Gatot Widayanto Says:

    Oh ya …lupa komentar istilah lucu yang njowoni banget dari mas Andria …ada kata “dienggokké” yang maknanya supaya mas Kukuh dan 9 orang temannya mau mampir Magetan dulu. Ha ha ha … Istilah itu lazim digunakan saat saya remaja di Madiun … Lucu dan nuansamatik tentunya!

  14. apec Says:

    Lho, kok sms dari Miss A sudah berbunyi ‘papa’..jangan-jangan mas Kukuh ndak undang-undang kita nih..pantesan kok beberapa tahun terakhir sepi komen dari papa Kukuh….kan padahal sudah direncanakan kalo rombongan blog M4L akan datang ngelurug ke Ngalam untuk memberi doa restu papa Kukuh dan Miss a..ha..ha..
    Sepuntene ingkang so much Mas Kukuh…

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah iya … Padahal kalau pemberitahuan cukup lama dikabari dan tak ada aral melintang, insya Allah kita pada rame2 nggrudhug memberi doa sperti bro Apec bilang …. Doa buat papa K dan mama A ….

      Sepuntene ingkang khathah menawi wonten kalepatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: