Mengunjungi Jogya “Prog” Karta

 
 Budi Putra
Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya berkempatan juga mengunjungi Jogyakarta. Walau dengan agenda pokok  melakukan studi banding ke sejumlah tempat home industri dan desa-desa wirawisata. Namun, kegembiraan ini tak dapat lagi tersembunyikan. Rasa rindu dengan suasana Malioboro dan jalan-jalan di sekitarnya serta bau harum dan nikmatmnya wedang jahe angkringan di malam hari sungguh sesuatu anugrah Illahi yang terindah. Walau kini Jogya semakin bising dengan kendaraan bermotor tapi kita bisa menjumpai keasrian Jogya di pelosok-pelosok lainnya baik yang berada di pinggiran kota maupun ketika memasuki kota Bantul atau Sleman juga Gunung Kidul. Di tempat-tempat ini serasa penat selama di ibu kota seolah terpupus dengan keramah-tamahan penjual panganan di gerobak angkringan dan panorama di sekeliling kota Jogyakarta. Jogya “Prog” Karta, kami datang mengunjungi kerinduanmu.
Benar adanya bila kota yang dijuluki sebagai kota pelajar dan budaya ini memang benar-benar menyimpan kerinduan bagi yang pernah menghampirinya. Di sini kita bisa bercengkrama dengan suasana kota yang hiruk pikuk dengan tingkah laku para penghuninya. Mulai dari pengamen jalanan Malioboro, para wisatawan, serta panorama kota yang tak lekang di gerus jaman. Namun bukan hanya suasana Jogya yang menakjubkan tapi juga play list yang saya bawa dan sudah 3 bulan ini menemani hari-hari saya. Maka menjadi sangat indah mendengarkan lagu-lagu ini di sepanjang kunjungan 3 hari di Jogya. Ini dia nomor-nomor terdahsyat yang masuk dalam daftar play list pada kunjungan kali ini, diantaranya:
1. Birdland (Wheather Report)
2. Close To The Edge (Yes)
3. Come Back To Me (Uriah Heep)
4. Flute Trio (21st Century Schizoid Band)
5. Gone Sailing (Soft Machine)
6. Homburg (Procol Harum)
7. Humanizzimo (Flower Kings)
8. I Talk To The Wind (King Crimson)
9. I Wonder (Mahavishnu Orchestra)
10. Live Is Life
11. Merlin (Kayak)
12. Miracles Out Of Nowhere (Kansas)
13. Mister Ten Percent (Triumvirat)
14. Night In White Satin (Transatlantic)
15. Onward (Yes)
16. Paintbox (Pendragon)
17. Questions (Manfred Mann’s Earth Band)
18. Rain (Uriah Heep)
19. Refugees (Van Der Graaf Generator)
20. Rise And Fall (Part 1) (Pallas)
21. Running Water (Moody Blues)
22. Script For A Jester’s Tear (Marillion)
23. Slow Your Self Down (Camel)
24. So Close, So Far (Glass Hammer)
25. Space Shanty (Khan)
26. Sweet Dreams (Uriah Heep)
27. Tales (Uriah Heep)
28. The Cinema Show (Genesis)
29. The Gap Is Too Wide (Mostly Autumn)
30. The Only Thing She Needs (UK)
31. Vigil (Fish)
32. Weep In Silence (Uriah Heep)
33. Wingful Of Eyes (Gong)
34. Wise Man (Uriah Heep)
35. Without You (Asia)
36. Working Man (Rush)
Weih, dengan urutan lagu-lagu ini membuat saya semakin betah untuk berlama-lama di kota Jogya. Apalagi saat menemani perjalanan 1 jam-an menuju daerah wisata Goa Pindul di desa Bejiharjo, Gunung Kidul. Ketika bus yang mengantar kami sudah mulai tancap gas…jreng nomor “Birdland” dari Wheather Report menyemangati pagi dengan alunan bernuansa jazzy ini…wuasik sekali. Setelah 5:59, dengan intro kicau burung masuk Yes lewat “Close To The Edge”……tenang, diawal memang agak “kacau” antara gitar, drum saling pamer kebolehan. Tapi setelah itu suasana asik dengan permainan gitar yang melodius. Maka lengkap sudah saat “Come Back To Me” Uriah Heep ikut menimpali lagu tersebut. Saya sengaja memasukan beberapa nomor milik Heep dengan tujuan untuk menyeimbangkan gendang telinga dari kejlimetan nomor-nomor prog lainnya seperti “Humanizzimo” yang durasinya 23 menitan itu. Saya yakin nomor ini hanya bisa dinikmati secara seksama oleh Mr. Koh Win atau mas Gatot saja….hehehe. Kalo saya masih belum sanggup……sungguh!. Selain itu bagi saya nomor-nomor  Heep diatas sungguh relevan dengan suasana temaram bila Jogya di malam hari. Coba saja dengerin “Sweet Dreams” atau “Wise Man”…..ah, nikmat Tuhanmu mana yang engkau dustakan, begitu kutipan dari mas Gatot. Untuk nomor-nomor lainnya biar rekan-rekan blog gemblung menilai dan menakar sendiri. Terutama untuk Mr. Kompilasi alias mas Hippienov…
Mejeng sebelum berangkat

Mejeng sebelum berangkat

Dokumentasi Kesultanan Yogyakarta

Dokumentasi Kesultanan Yogyakarta

Mungkin ini (sementara) yang saya bisa share dengan rekan-rekan blog gemblung tercinta. Di lain waktu saya akan ceritakan keindahan dan keunikan daerah-daerah yang saya kunjungi termasuk hal lainnya terkait musik. Juga mohon maaf karena keterbatasan waktu dan padatnya jadwal sehingga tidak sempat menghubungi mas Andria untuk bisa bermini progring ria. InsyaAllah bila Tuhan berkendak pada suatu kesempatan bisa datang kembali ke Jogyakarta sehingga bisa bermini progring bersama mas Andria juga Mr. Koh Win. Salam!

18 Responses to “Mengunjungi Jogya “Prog” Karta”

  1. Budi Putra Says:

    Mas Gatot terimakasih sdh diposting lapsing ini….dalam sekejap sdh tampil di blog…wah keren. Sdh lama sekali enggak ngirim tret krn berbagai kesibukan…hehehe…sok sibuk. Tapi yg pasti terus mantau blog keren ini. O ya “Live Is Life” itu lagunya Opus yg gak ngeprog tp malah berbau reggae rock….hehehe.

    • Koh Win Says:

      Ha ha ha mas Budi bisa aja……Humanizzimo memang bikin nangis beneran…….sangat menohok…..selamat ya sudah mengunjungi Jogja…sebenarnya di Jogja ada begawan Prog nan kondang namanya pak Aulia….mas Edi Apple juga sering mengunjungi beliau ini….kalau kerumah pak Aulia bawa aja flashdisk dijamin borong mp3 sak dobole……

      • Koh Win Says:

        Kalau ke Jogja kunjungilah kuliner Ayam goreng mbok Cemplung di gunung sempu….dijamin ngguweblag….pete gorengnya muantabz…..

      • Edi Apple Santoso Says:

        pojok benteng wetan trus ngidul mas, kira2 200m menggok wetan (tepatnya depan masjid )… wis tekan progressive rock library (timuran ), timuran iku land of prog koyo sweden. mereka mempunyai 4sampai dengan 5 tera mp3 …… wis jan sak dobole.
        yogya memang isterimewa ….
        Majulah Prog!! ……..

      • Gatot Widayanto Says:

        Suatu hari wajib sowan ke situ saya mas … Insya Allah … Smbil bawa 2 tera byte …ha ha .. Trus kapan ngrungokno yo? Ha ha …

      • Budi Putra Says:

        Wah referensi yg keren mas Koh Win, mas Gatot, mas Edi….haduh telat balesnya…gak sopan saya…hahaha. InsyaAllah bila balik ke Yogya akan menyasar ketempat itu. Yogya mmg nuansamatik pol, jd teringat saat berinteraksi cd box set dg mas Gunadi di Bringharjo th 2000an.

  2. Gatot Widayanto Says:

    Katanya juga harus mengunjungi KLINIK KOPI …. Klinik yang berani mengatur pengunjung: tak boleh bawa gadget, tak boleh merokok. Top!

  3. andria Says:

    tadi saya kira yg nulis mas DanaG, soalnya jumat kmarin di status FB bru ke bringharjo. ternyata pak budi yg nulis. kapan2 kl ke yogya ngontak dulu ya pak?

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah kalau cuma ke Yogya aja nas DananG ya sering banget to ….he he he …

    • Budi Putra Says:

      Mas Andria iya mas….InsyaAllah mas. Kmrn jadwal padat dr bgt maklum sm rombongan juga…hahaha. Info terkait musik, band lokal yg lagi naik daun “Sangkakala”….band beraliran heavy/glam metal era 80an. Di beberapa tempat saya liat poster2 live mereka. Sayang gak sempet saya dokumentasikan.

  4. gt Says:

    Play list nya mantap…

    • Gatot Widayanto Says:

      Ada Birdland nya Weather Report ya mas GT … Jadi kangen nyetel WR nih …. WR Supratman …ha ha ha …

    • Budi Putra Says:

      Iya mas gt…sdh dua bulan nangkring tak tergantikan di play list saya. Membawa dan mendengarkan ini di Jogya suasananya jd bertambah mantabs.

  5. Gatot Widayanto Says:

    Mumpung membahas Yogya, saya copas WA dari teman yang tinggal di Yogya berita yang gak mengenakkan ini. Semoga kita lebih ber hati2 …:

    kondisi Jogja sekarang, mohon perhatian :
    Hati-hati sudah mulai memanas situasi di Yogyakarta saat ini !!! Mungkin kalian sudah pernah mendengar nama salahsatu organisai Raden Kian Santang (RKS)sebelumnya? Yaitu sekumpulan grup pemuda dari luar kota yang mencobamerusak / menghancurkan generasi anak muda kalangan SMP dan SMA. Dan merekrut remaja-remaja yang sedang mencari jati diri. Organisasi ini diketuai oleh salah seorang pria dewasa yang berpengaruh dan mempunyai ilmu hitam / kekebalan tubuh. Organisasi ini sudah tersebar dan merajalela di area Yogyakarta tepatnya di daerah Sleman Barat dan Utara. Beberapa kasus terjadi di daerah Jl.Godean dan sering terjadi tindakan penganiayaan menggunakan SaJam (Senjata Tajam) Pd saat malam hari yang situasi jalanan saat itu lengang / sepi, bahkan yang terjadi belum lama ini di depan Taman Pintar Jogja, pun tak pelak ada korban penganiayaan dengan terang-terangan pada jam 10.00 WIB malam hari. Serta beberapa kejadian di daerah Sleman Barat tepatnya di daerah Cebongan, Godean, serta Sleman sendiri telah jatuh korban meninggal dunia. Jadi saran dari Kepolisian setempat, agar lebih berhati-hati jika keluar malam saat ini. Lebih waspada dan jaga diri disetiap situasi, karena anggota dari organisasi RKS ini tidak pandang bulu serta tidak memilih target utk dianiaya. Anda sekalian bisa membantu menyebarkan berita ini agar organisasi RKS tidak ditakuti oleh masyarakat tapi justru harus dibasmi sampai ke sumbernya. Mari kita bantu kinerja pihak Aparat Kepolisian Yogyakarta saat ini. Karena Jogja adalah kota bagi para pelajar bukan kota berandalan yg membabi buta.

    • Budi Putra Says:

      Saya sempet denger cerita itu mas dr guide yg antar rombongan keliling Jogya….wah hal ini jd merusak jogya yg nyaman dan asik.

  6. Gatot Widayanto Says:

    Gara2 tret ini saya kangen sama Kayak “Merlin” dimana saya punya dua kasetnya: rekaman Yess dan AR. Enak memang album ini ….

    #emangnya ada album Kayak gak enak? # tepok jidat …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: