Tertegun Mendengar “Without Walls”

Herwinto

image

The Road Of Bones adalah album IQ yang sempat bikin heboh blog ini beberapa waktu yang lalu karena telah mampu menyeruak di deretan Top 40 prog album tepatnya di urutan ke 24 bahkan menggilas Relayer nya Yes yang keren itu.  Ada apa dengan album ini sehingga mampu meraih tempat bergengsi yang didominasi prog ”dinosaurus” 70 an. Saya memang belum sempat menyimak album ini saat itu, namun saya positip thinking saja bahwa IQ wajar bisa masuk deretan tersebut karena memang riwayat karyanya selalu keren.

Beberapa hari yang lalu saya yang memang telah meniatkan diri untuk menyimak album ini secara serius dibuat tertegun ketika memutar album ini, saya benar benar tertohok dan merasa bersalah karena telah melewatkan album ini. Sungguh suatu sajian karya jenius IQ dengan cita rasa yang mengejutkan!! Lima lagu dalam album ini benar benar gilaaaaak!! Dan jujur…!! album inilah yang mengubah kiblat musik saya!! Salah besar kalau ada yang ngomong bahwa NeoProg hanyalah penyederhanaan dari simphony prog, justru neoprog adalah penyempurnaan dari simphony prog. Dan IQ telah membuktikan bahwa ramuan musiknya mampu bersanding dengan senior seniornya tanpa ada unsur penjiplakan.

Album ini memiliki kehebatan tersendiri baik secara musikalitas maupun misi yang hendak dituju. Jangan membayangkan bahwa musik IQ di album ini mengedepankan kerumitan layaknya musik prog yang kita kenal lewat Subterranea atau Ever, musik di album ini sederhana saja namun jangan salah….meski sederhana namun benar benar mematikan!! sungguh tidak membosankan….bahkan semakin diputar berulang ulang semakin membuat kita ketagihan….setidaknya inilah yang saya rasakan. Tak ada tikungan tikungan maut kita dapatkan di album ini, permainan gitar agak banyak menahan diri, namun kibor banyak mengambil peran bahkan sangat mendominasi. Saya menangkap kesan, IQ tidak mengajak kita menikmati kerumitan musikalitasnya namun misi yang dituju seperti mengajak kita merenung melalui album ini…dominasi kibor di album ini seperti sebuah drama musikal yang membawa kita kepada sejarah masa lalu…saya sangat terbawa….inilah mungkin kenapa kovernya bergambar orang yang seperti menyuruh kita diam….diam!! pejamkan mata!! dan mari berkontemplasi!! whoaaaaaahhh!!!

Dibuka dengan nomor From The Outside In, ini nomor sangat keren…IQ seperti bermain metal namun sangat akademis sekali..sampai saya yang bukan penggemar metal sangat menyukai riffnya….sangat megah dan tidak terkesan brutal, seperti nuansa sebuah awal perjalanan yang membutuhkan semangat berkobar kobar….pada menit ke 3.44 musik menjadi lebih tenang dan suasana syahdu muncul dalam sound yang benar benar jernih membahana…kita seperti terlempar ke awan dan terbawa angin setelah sebelumnya berlari sangat kencang. Track kedua The Road of Bones pembukaannya sangat tenang namun terdengar sakral…kemudian masuk dalam tempo pelan namun terdengar megah dan gagah sekali…background musiknya terdengar menggema dengan bebunyian yang mengesankan suasana khusyuk….maka….. diamlah!! Whoaaaahh ini seperti berjalan di jalan yang panjang tanpa ada batas akhirnya…..sendiri pulak….

Track yang paling mematikan adalah Without Walls….nomor ini selalu saya putar berulang ulang…..dan anehnya…bukan menjadi bosan tapi malah ingin mengulang ulang terus…..whoaaaaahhhh…uwediyaaaann!! gak percaya?? tanyalah dr. Apec Arif Bahtiar Sp. paru…..berapa kali beliau memutar lagu ini!!!! ha ha ha…..ini adalah lagu panjang berdurasi 19.16 menit…lagunya benar benar kuereeeen!!! komposisinya sungguh menohok sukma….terutama bebunyian kibor di sepanjang lagu sungguh menimbulkan kesan magis namun indah sekali.

Mendengarkan album ini saya seperti diajak bertualang kemasa silam, jalan tulang…meskipun ini adalah tentang masa kekejaman Stalin, namun saya bisa mengambil makna yang lebih luas yakni bahwa dimana saja kita berada, kita ada di atas jalan tulang..bukankah bumi tempat kita berpijak merupakan kuburan bagi umat umat terdahulu yang telah diluluhlantakkan oleh Allah lantaran kesombongan dan penentangan mereka terhadap para rasul. Lihatlah bagaimana laut merah menjadi kuburan bagi ribuan tentara Firaun yang sangat sombong! bagaimana kaum Tsamud di hajar dengan gempa bumi dan topan. Bagaimana kota Sodom menjadi kuburan bagi kaum Luth yang sangat keji, setelah diazab oleh Allah dengan hujan batu yang sangat dahzyat. Maka apakah engkau tidak mengambil pelajaran dari kisah kisah umat terdahulu? Luar biasa!!

Album ini bagi saya sangatlah luar biasa!! sound yang dihasilkan juga benar benar jernih dan tajam…sangat berbobot, tak heran album ini bisa nyelonong di urutan 24, karena bagi yang mencoba serius menikmatinya akan benar benar dibuat terkapar menderita kepuasan paripurna…..!!

33 Responses to “Tertegun Mendengar “Without Walls””

  1. Gatot Widayanto Says:

    Koh Win,
    Menurut saya lagu ini dan album ini memang “tertegunable” …. Muwanteb njegreg!

  2. Koh Win Says:

    Trimakasih mas Gatot sudah diposting…..iya nih….wah bahaya betul!!!

    • Gatot Widayanto Says:

      Makanya … Mulai hari ini musti kita hentikan kegiatan mendengarkan IQ ; karena bikin njungkel babak bundhaz. Lha ini saya malah menikmati bagian buntut dari Without Walls pake Divoom speaker …. Babak bundhaz tenan aku …. Betadine! Betadine! Betadine!

      • Koh Win Says:

        Wha ha ha ha ha ha…..rasakno!! rasakno!! rasakno!! ha ha ha…..iki aku tekan menit ke 12.40 pas kibore nguamuuuk……

  3. Koh Win Says:

    Pelan namun pasti posisi Close To The Edge, Selling England dan Thick As A Brick semakin terancam…..ha ha ha…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah …jangan sanpe kesalip lah itu album2 legendaris peletak dasar prog …he he …. Gawat juga ya kalau nyalip …

      • Gatot Widayanto Says:

        Tak lama lagi The RoB akan naik ke 21 karena saat ini diduduku Camel “Moonmadness” yang jelas dari segi mysikal The RoB lebih keren ….hanya saja belum banyak yang mengulas di PA

      • lutfi Says:

        Yes, Genesis kudu ikhlas, lengser keprabon. Pokoknya Until the end naik terus hhhh …

      • Gatot Widayanto Says:

        Yang jelas, nyundhul Camel “Moonmadness” mudah sekali …mungkin dalam satu atau dua bulanke depan sudah lengser si Unta …trus nyundhul lagi …nyundhul lagi sampe ke Rush “Hemisphere” klepek klepek ….

  4. apec Says:

    Iya Koh Win…3 hr lalu selama 2 hr brturut2 lagu ini saya play brulang2 menemani perjalanan pulang prgi ke RS..kalo ada orang yg gak bisa menikmati lagu ini sambil hatinya brgetar, patut dibedah perutnya, jangan2gak punya hati..apalagi yg ngaku sering buka blog ini..bahkan saat ada teman dokter yg pas ikut numpang, lgs btanya ini lagunya siapa, padahal bukan golongan penyuka rock apalagi prog…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Wakakakak .. Pak Dokter mulai menyebarkan virus prog ke yang awam ….ha ha ha …

      Memang IQ ini jago bikin komposisi maut yang gak perlu rumit namun nohok dan gak mboseni blas …! Jelas gak punya ati kalau ada yg gak bisa menikmati Without Walls ini …. Edhaaaan tenan!

  5. Gatot Widayanto Says:

    Jaman masih ada radio M 97, saya sering dipojokkan dengan sebutan bahwa neo prog itu penyederhanaan dari symphonic prog. Bahkan saat Subterranea muncul, seorang tokoh prog yg saya kenal mengatakan bahwa album tsb POP belaka. Trus saya bilang begini: “Kalau begitu, saya rela dibilang bukan progger dah karena saya suka banget Subterranea ….” …ha ha ha …

    Padahal ya seperti Koh Win bilang … Neo Prog itu menyempurnakan bukan menyederhanakan. Buktinya IQ yg konsisten di jalur ini musiknya makin matang. Mereka tak buru2 bikin album baru krn minimum perlu 4 tahun membuat album keren. Bahkan Jalan Tulang ini sudah memakan waktu 5 tahun bikinnya. Hasilnya dahzyat!

    Coba liat di Top Prog Albums di progarchives …mana ada yg produksi 2014 bisa menyeruak ke nomer 22! Hanya IQ yang bisa …!

  6. apec Says:

    Mungkin IQ juga ingin mengajak pendengar prog bahwa music prog bukan hanya the wall nya PF atau the wall nya Kansas ( melodi lagu ini juga menohok) tp juga yg tanpa (without) walls

  7. Koh Win Says:

    Dua track terakhir..Ocean dan Until The End juga keren……

    • Gatot Widayanto Says:

      Justru ada temenku yg mendengar album RoB ini malah tertohoknya sama Until The End. Edhan katanya. Malah dia apal liriknya. Hebat!

  8. andria Says:

    pas di Rock in Solo ada tenda merchandise yg jual cd IQ – Ever dan live (lupa yg mana). lapaknya Insanity & Genius yg pernah saya & KohWin datangi saat di Lokananta dulu.

    • Gatot Widayanto Says:

      Yang penting:
      1.) Dibeli gak CD tersebut?
      2.) Ketemu mas Mad Man gak? (udah naik panggung apa belum njenengan mas?)

      Pada saat rilis album Ever, IQ menandai dengan konser yang dia beri nama ForEVER Live berisi dua CD yang mana selain album baru juga lagu2 lama dibawakan. CD nya sangat layak koleksi karena rekamannya bagus dan performance nya mantab. Bahkan The wake kualitas suaranya lebih bagus yang live ini daripada studio….

      Sayang kalau ForeEVER Live gak dibeli CD nya karena langka dan mantab jaya mas Andria …

  9. andria Says:

    nanti saya tulis tersendiri perburuan mencari mas kukuh, yg juga gagal🙂 nggak bisa ke depan pak, untel-untelan. jangan2 mas kukuh nongkrong terus di depan dari pagi sampai mala. CD IQ nggak saya beli krn saya anggap masih mudah nyari ke lapak itu kapan2.

  10. lutfi Says:

    Dulu, pernah ada Yes Nite di Mario’s Place Jakarta yg mc-nya mas G, apa mungkin ada IQ Nite yah. Lagu2 ciamik dari Further Away, Sleepless Incidental, Seventh House, Harvest of souls, Frequency, Ryker Skies, The Province, sampai TRoB, Until the End, dan Without Walls yg ngamuk2an main keyboardnya di menit ke 12-an itu kan gilaaa keren banget.

    Diputer ngulang2 kok tambah keren ya TRoB ini. IQ brillian neh!

    • Koh Win Says:

      Itulah hebatnya IQ mas, bahkan memory musik di otak saya seperti hilang semua…..sekarang saya sedang babak belur dengan zero hour dari Seventh House

      • Gatot Widayanto Says:

        Ha ha ha …. Ati2 lho kalau memori otak sampe terganggu …. Ntar gak bisa ngajar Fisika, trus gimana nasib bangsa ini kalau gnerasi mudanya gak kenal teori relarivitas? Ha ha ha ….

        Tapi memang IQ jago menghunjam ulu ati … Lekukan melodinya sungguh mauuuuuutzzz ….!

    • Gatot Widayanto Says:

      Ayo bro Lutfi, kita cari band yg punya jiwa IQ. Sebenarnya ada d’Kill yg fokus menbawakan repertoire Genesis, Marillion, Saga dsb. Cuman gak tahu apa nereka suka IQ juga …

      • lutfi Says:

        Whaaaw, baru sampai kantor, langsung puter IQ – Failsafe. Salah satu racikan komposisi maut nan gagah super ciamik di Subteranea, kok ya 17 tahun lalu lagu ini dibuat, hare gene masih tetap ngguuweblak!!!

      • Gatot Widayanto Says:

        Bro Lutfi,

        Saya bahkan sering sekali secara khusus nyetel lagu HEADLONG yang pertama kali saya dengar sekitar tahun 1985 dan kemudian saya teringat saat install anjungan minyak lepas pantai milik Hudbay Oil di Selat Malaka, Mengkapan field MWE platform, pada tahun 1987 ….saya setiap hari nyetel kaset The Wake dan mbrebes mili pol sama HEADLONG ini … Aduh miris sekali melodinya … Nangis bombay tenan …
        Anak sulung saya, Endro Alkaula, lahir bertepatan dengan tanggal lahir Fish (gak sengaja, dan baru tahu belakangan) di tahun 1987 tersebut, saat saya keranjingan Misplaced Childhood nya Marillion dan The Wake nya IQ … Duh nuansamatik tenan …. kerja di tengah laut sambil senandung Headlong dan Heart of Lothian …. What a life!

  11. lutfi Says:

    habis babak belur sama Zero hour, langsung semaput sama Guiding light. Komposisi yg full sinkop dan stunning!!! Edan memang Martin Orford n Mike Holmes, duo arsitek IQ yg towelan sound-nya memorablik, mas!

    • Koh Win Says:

      Lhah saya sama Seventh house itu selalu tertohok tiga lagu yang berurutan yaitu Zero Hour, Shooting Angels dan Guiding Light…..whoaaaaaaahhhhh…..njungkel beneran sampai bibir nyoyor……

  12. lutfi Says:

    Entah kenapa, menikmati alunan petikan gitar yang panjang, kadang menikung tajam, melambat, dan sound gitar nan bening menyayat hati si Mike Holmes di dua masterpiece ini, ‘Harvest of souls’ dan ‘Without walls’ di sesi ending, otak kanan sy serasa menderita kepuasan paripurna istimewa. Revisi kerjaan jadi lebih seru dan mbatin riang, adrenalin muncrat lagi!!!

    Struktur dua lagu itu saya suka banget. Dapat suasananya.

    Sepertinya IQ harus mendarat ke Indonesia neh

  13. Gatot Widayanto Says:

    Bro Lutfi dan Koh Win wajib nonton youtube (durasi 2 jam) yang aku share di tret sesudah ini. Di situ Harvest of Souls dibawakan dengan penuh perasaan …dijamin njungkel ping telulas ngantek nyonyor ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: