Tertohok “Sleepless Incidental”

Herwinto

image

Lagi lagi IQ telah berhasil membuat saya ngguweblak gulung koming menderita kepuasan setelah mendengarkan salah satu albumnya yang bertajuk…..Subterranea….

Ini adalah album konsep yang terdiri dari dua disk, jika Genesis memiliki The Lamb Lies Down, Marillion memiliki Missplaced Chilhood, dan Arena memiliki The Visitor, maka IQ tak mau ketinggalan memiliki album konsep yang dahzyat yaitu Subterranea. Sudahkah anda mendengarkan album ini? Sungguh!! Anda termasuk golongan yang merugi jika belum sempat mendengarkan album ini !! apalagi setelah membaca tulisan ini kok sama sekali tak tergerak untuk mencoba mendengarkannya… sungguh.. Keterlaluan!!! ha ha ha…..

Album ini baru overturenya saja sudah membuat saya njungkel kejlungup sampai ndlosor ndlosor!! ha ha ha…overturenya ngguwajak benar….padahal cuma 4.39 menit…Album ini total berisi 19 lagu dengan durasi 102.34 menit. Ada dua lagu yang benar benar menohok saya yaitu track ketiga berjudul Subterranea, ini benar benar lagu yang dinamis bersemangat serta gagah….serta yang kedua lagu pada track keempat berjudul Sleepless Incidental sebuah lagu berdurasi 6.23 menit yang sungguh indah khas IQ, lagu ini berupa pergerakan dinamika musik rock yang garang namun dibalut dengan melodi yang gembeng….whoaaaaah…benar benar menohok tepat di ulu hati!!….dibuka dengan genjrengan gitar yang lembut serta vokal Nicholls yang syahdu sampai menit ke 01.46…musik tiba tiba menukik tajam berubah menjadi garang sampai menit ke 03.25, kemudian menjadi lembut kembali….whooaaaaa sekarang hammond martin menyeruak di keheningan pada menit ke 03.40 hadeeeeeh… nangis sesenggukan ini…..disusul gemuruh drum dan raungan kibor yang kini berubah menjadi garang….gitar Holmes juga mulai nyolong di menit ke 05.10 dengan sayatan yang tajam merobek robek ulu hati……Tuooobzzz!!!

23 Responses to “Tertohok “Sleepless Incidental””

  1. Gatot Widayanto Says:

    Dikandani owk …! Lagu ini bikin atibremuk redam lupa bentuk awalnya seperti apa karena ancur berkping keping …. Makanya saat pertama kali KW sms saya tentang album ini, jawaban pertama SMS saya adalah Sleepless Incidental tuooobzz! Track lain juga OK. Overture di menit pertama ada riff menghunjam mematikan dari Mike Holmes. Uwediyaaann ….!

  2. Koh Win Says:

    Betul mas G semua lagu di album ini kuereeen……harus didengarkan secara utuh…..karena ini album konsep……lhah saya baru dengar overturenya saja dhengkul sudah gemetaran….kok ada musik indahnya kayak gini…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau denger album ini memang masalah utamanys ya di Overture. Kenapa? Maksud hati mau menikmati keseluruhan album, namun …ketika Overture mukai menggelora dengan musik bertempo sedang yang dibentuk dari dentuman bass gitar nan pulen versi John Jowitt, dengan hentakan drums nan sederhana namun menjaga ketukan dengan rapi dari Paul Cook serta pencetan kibor mengawang ala Martin Orford PLUS ….ini dia instrumen yang sebenarnya gak dominan menguasai lagu pembuka ini namun bener2 tidak sopan berani menghunjam ulu ati sampe kayak teriris seperti sembilu (sakjane opo to sembilu kuwi! ? Aku yo ra weruh, tapi kok sering disebut ….ha ha ha …) di beberapa tikungan maut: petikan riff hakus ala Mike Holmes yang sungguh membuat keinginan untuk memutar ulang lagu ini !!!!

      Akhirnya ….saya suka kesandung di Overture ini dengan mengulanginya beberapa kali, bahkan bisa sampe lima kali! Jiyan ….kurang ajar tenan Overture ini!

    • Gatot Widayanto Says:

      Namun memang track2 selanjutnya juga mantab jaya …. Komposisinya cukup sederhana namun enak dan jarang terpikirkan oleh band prog lainnya, termasuk Marillion yg belakangan kehilangan imajinasi tentang keindahan melodi. Prog gak selalu kudu kompleks.

      Tanpa terasa kita diajak tamasya oleh Nichols dan kawan2 ke suatu taman nan indah melalui serangkain lagu2 keren sampek njungkel babak bundhas di Sleepless Incidental. Setelah itu kita diajak istirahat sebentar dan ditempeleng sama lagu yang intinya berbasis vokal tapi diiringi kibor bersuara seperti vibraphone atau kolintang ….lali aku judule … Insanity apa gitu ….trus ada Speak My Name yg juga vocal based.

      Wis to …percoyo wae kambek Koh Win ….ini album ngguwajak pol!

      Sepuntené ingkang kathah ….

  3. Budi Putra Says:

    Kalo sampe merobek-robek ulu hati saya malah jd takut mendengar lagu ini…hehehe.

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju mas … Gak usah didengarkan mas … Apalagi CD IQ harganya muwahal mahal … gak ada yang murah, karena label sendiri …

      Jangan dengarkan IQ mas … bahaya!!!

      • Budi putra Says:

        Hahaha…inilah hebat dan bedanya blog gemblung mengutarakan keindahan dg kebalikan….malah bikin penasaran….hebat mas Koh Win.

    • Koh Win Says:

      Mas Budi sedulurku lanang…..Sampeyan dilarang keras mendengarkan album ini sebelum hati nya disiapkan betul…bisa kejlungup (terjatuh) dan gak sadarkan diri mas…..sepuntene ingklang kathah menawai wonten lepatipun….

  4. Gatot Widayanto Says:

    Lha ini saya kena racun, malah nyetel Subterranea pake laptop nyambung ke bluetooth speaker … Mantab jaya!

  5. Gatot Widayanto Says:

    Di bagian buntut lagu Sleepless Incidental memang ada drama paling menghebohkan mulai menit ke 3:37 dimana lantuan vokal Nichols ilang disambung bunyi organ tunggal Martin Orford nan menyayat hati (serta cukup panjang pula!) dan ingatnya cuman kehidupan alam kubur aja saat ditanya nanti oleh malaikat : “Ma robbuka?” Siapa tuhanmu?
    Pertanyaan pamungkas nan mengerikan dan belum tentu kita bisa menjawab …duh ngeri pol …
    Trus bunyi organ tadi disertai masuknya instrument lain diawali drums nya Paul Cook terus menghunjam mengalun syahdu lantunan kibor menggunakan melodi yang seolah kayak gending Jawa …tapi ndak tahu tepatnya gending apa. Selanjutnya bunyi kibr ini mengamuk disertai rofel suara drums dan raungan gitar altar …

    Wis dah …dijamin tergelepar mengerikan …

    Makanya dilarang menikmati album ini kecuali yang sudah kadung terjerat melodi indah maha karya IQ ini …

    Aduh biyuuuung ….

  6. hippienov Says:

    Minggu kemarin Koh Win dua kali sms menyinggung soal album dahsyat ini. Mohon maaf Koh Win, aku belum sempat menikmati album IQ ini karena “homework” ku lumayan banyak, ada Roine Stolt “the flower king” lalu Khan “space Shanty” lalu Egg “the civil surface” kemudian Steve Hackett dan baru aja aku nyadar kalo Marillion “marbles” itu lumayan crunchy, uenak dinikmati… Iq harus menunggu sebentar, hehehe….

  7. hippienov Says:

    Injih Mas, uedyan… aku jadi mumet… Semua keren, termasuk Marillion dengan marbles nya.

    • Koh Win Says:

      Ha ha ha ha dijamin mumet mas……padahal masih ada sekitar 8 giga lagi yang akan saya kirim ke Depok……makanya bagi saya gak ada waktu lagi buat dengerin yang gak prog lha wong yang prog aja udah bikin kita keteteran ha ha ha….NP IQ The Road Of Bones…..

      • Gatot Widayanto Says:

        Makanya musti bagi waktu dengan baik … Bila mendengarkan prog aja kuping kita gak cukup waktu, maka jangan dengerin yang lain .. ha ha ha ha …

        Wah Koh Win udah menjamah Jalan Tulang sambil ngrakoti tengkleng sapi ya Koh ….wakakakakakak .. Sori kemarin seharian rapat sampe lupa ndak bales SMS njenengan …

        NP. “Pale Communion” by Opeth sambil nyruput kopi tulen tanpa susu tanpa gula ….sambil nyiapin presentasi besar siang hari nanti. Mohon doanya …

  8. Gatot Widayanto Says:

    Mas Hippie … saranku, silakan dikunyah habis KHAN Space Shanty dulu mas … Itu album dahzyat. meski basis musiknya Caterbury namun Steve Hillage dkk sanggup emnginjeksi keindahan melodi di track2 nya sehingga terasa renyah, agak ear candy namun rumit komposisinya … Edhan!

    Space Shanty ini saya kenal tahun 1973 ketika saya getol beli kaset rekaman Nirwana dan Starlite saat itu … Tertegun saya dengan musiknya … edhan jek!

    • hippienov Says:

      Mas G, aku bener-bener dibuat bingung dengan kiriman Koh Win. Cuma usb kapasitas 8gb, kecil bentuknya tapi isinya luar biasa bikin aku kayak anak kecil diajak masuk toko mainan, bingung semua mainan mau dipegang, dimainin, dibeli…. Khan “space shanty” sudah aku transform ke bentuk audio tapi belum aku khatam-kan…
      Duh, kalo gak fokus gini bisa kacau gak akan ada yang bener-bener hafal, aku ikut saran mas G lah, mengkhatamkan Khan, hehehe…

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Hippie … Menikmati KHAN gak boleh buru2. Tak sekedar musik yg musti dinikmati, coba bayangkan bahwa musiknya diciptakan di awal 70an namun nuansa dan sound yang dihasilkan sudah berorientasi ke depan sehingga tahun sekarang dinikmati pun masih timbul decak kagum.
        Pertama kali saya dengar Khan masih kelas 6 SD dan saya hanya menikmati melodi, groove dan hentakan drums serta liukan gitar. Namun dengn berjalannya waktu, saya semakin sadar bahwa tak sekedar itu karena komposisinya kompleks bila diperhatikan setiap segmen secara detil.

        Makanya mas … Jangan buru2 sebelum Khatam dengan Khan dan sudah mengulasnya kemudian saya post di blog gemblung biar khalayak ramai semakin sadar kehebatan musik jadul gumandhul ….

  9. ekho Says:

    lagu ini dahsyat karena intronya adalah sambungan langsung yang apik dari track ketiga…pertama membaca review om G di PA saya menjadi tertarik mendengar lagu ini karena menurut om G di bagian tengah lagu ada solo keyboard bernuansa gerejawi tapi sekaligus mengingatkan kita pada semacam melodi lagu tradisional indonesia…dan ternyata memang bagian solo keyboard itu betul2 bikin merinding saking indahnya….

    subterranea menurut saya adalah puncak kreativitas bermusik IQ…bagi saya musik IQ yang sebenarnya adalah yg di album subterranea…melodik dan masih berasa genesis…kalo yg album2 pasca martin orford hengkang kayaknya IQ udah lari dari khitah-nya, hehehe…terlalu heavy, menurut pendengaran saya yang gablek ini😀

    kasi2 kabar ya kalo ada yg mau lego album fisik subterranea ini😀

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Ekho …bagian yg seperti lagu tradisional indonesia itu bener2 nunjek banget. Sebenernya lagu apa ya kok keren banget? Tahu gak mas?

  10. apec Says:

    gara-gara Koh Win juga iki, dua hari terakhir , track Road of the bones selalu hamba putar berulang-ulang, via Mp3..

  11. apec Says:

    sori, maksud hamba track Without Walls yg diputer berulang-ulang

    • Gatot Widayanto Says:

      Lha kemarin saya terima SMS dari Koh Win, katanya sudah 4x puter Without Walls dalam hari itu ….mungkin dalam sepenggal hari ….bisa jadi 10 x ya …he he he …

      Mobok dah …ha ha ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: