KLCBS Tetap Berjaya

Belakangan ini memang saya sering ke Bandung dan menginap di sana sampai tiga hari seperti yang terakhir mulai Selasa pagi hingga Kamis malam minggu ini (23 sd 25 sep 2014). Sedangkan sebelumnya saya berada di sana juga tiga hari juga pada hari Selasa hingga Kamis sore (9 sd 11 sep 2014). Meski selama sing hari saya nikmati dengan gowes semau gue sepanjang dengkul mau mengayuh pedal dan setang sepeda saya arahkan ke tempat2 yang nuansamatik, malam harinya saya menggunakan mobil.

Nah … Selama di dalam mobil itulah saya selalu nyetel radio FM dengan gelombang selalu manteng di 100.4 MHz yaitu KLCBS. Ini pun punya dua alasan: pertama karena memang nuansamatik, saat saya kuliah di Bandung radio ini mulai didirikan meski saya lupa tepatnya tahun berapa; bisa jadi 1982 atau 1983. Mengapa sekitar tahun itu? Yang jelas saya ndak bakalan melupakan tahun 1983 yang sangat penting dalam perjalanan hidup saya karena pada tahun tersebutlah saya mendengar lantunan “So here I am once more THÈNG!” untuk pertama kalinya. Dan …saat itupun KLCBS pernah memutar Garden Party nya Marillion pada saat saya sedang nyetel di kos2an saya di daerah Kubangsari, Sekeloa. Wuih! Saya njumbuk kaget saat itu kok bisa Marillion masuk KLCBS karena radio ini sejak awal memang ditujukan hanya buat musik jazz saja. Yang juga saya kaget, radio ini pernah juga memutar Rush “Subdivision” yang enak mengambang itu. Edan!

Alasan kedua , saya ingin membuktikan postulat yang sering saya denger dari pencinta musik dan radio yang saya kenal dimana pernah dikatakan bahwa radio yang mengkhususkan diri memutar musik dalam aliran tertentu sudah hampir bisa dipastikan tak bakl bertahan lama dan bakal qoit ….alias bangkrut. Buktinya jelas , M97 yang dulu kita bangga2kan sebagai radio progclaro paling lengkap dengan koleksi ribuan album dan pernah diulas di Kompas, akhinya wafat dan dijual menjadi radio dang dut. Selain itu kemudian ada juga di Jakarta radio FM yang tadinya mengkhususkan diri pada musik klasik akhirnya wafat juga. Maka jadilah radio di Jakarta ini tak ada yang khusus dedikasi pada satu aliran musik tertentu, adanya nano-nano. Kecuali kalau khusus dang dut pasti laku dan meledak.

Nah …kok KLCBS bisa bertahan hingga kini dan siarannya makin mantab? Apa postulat itu tak berlaku di Bandung? Sampai sekarang radio ini masih setia nge-jazz. Jangan dikira musik yang diputer jazzy yang cenderung ngepop ya ….di KLCBS itu musik jazz nya yang tulen alias kental jazz nya dan minim pop nya. Meski saya bukan penggemar jazz tulen, bagi saya menikmati musik jazz ada keasyikan tersendiri apalagi modulasi maupun kualitas audio dari KLCBS ini bagus sekali. Kemarin saya sempat menikmati Bob James dan beberapa saat yang lalu Chick Corea mupun Return to Forever juga sempat diputar. Kadangkala radio ini mengudarakan acara interview dengan muisi jazz internasional. Pokoknya keren dah acaranya.

Kesimpulannya, KLCBS makin berkibar di Bandung meski masyarakat Bandung sebenarnya tak menyukai jazz semuanya. Saya yakin pendengar KLCBS juga gak banyak banget karena hari gini yang serba instan mana ada orang yg mau dengar hanya jazz saja? Bisa dikatakan ini adalah niche (ceruk pasar) yang kecil. Namun, radio ini pasti dikelola dngan baik karena sekurangnya sudah beroperasi lebih dari 30 tahun  dan masih ada saja pengiklan di radio ini. Pada awal berdirinya saya pernah mengunjungi markas radio ini di jl. Karang Layung dan ngobrol dengan pemiliknya, saya lupa apa namanya pak Nukman? Memori saya sdh tak bisa merekam nama beliau dengan baik. Kalau gak salah beliau ini alumnus Arsitek ITB dan aktif di masjid Salman ITB. Tak heran bila dalam siarannya selalu saja disisipkan ayat2 Al Quran dan hadits. Beberapa saat setelah adzan Maghrib pun selalu dibacakan doa bagi yang berpuasa baik itu sunnah Daud maupun Senen Kemis. SubhanAllah.

Postulat bahwa radio dengan aliran musik tertentu (selain dang dut tentunya) terbukti tidak berlaku du Bandung. Buktinya, KLCBS masih berjaya. Tinggal …bagaimana dengan progclaro? Mestinya juga bisa. Hanya saja belum ada pemodal di Bandung yang berani menggali potensi ini. Semoga ada suatu ketika!

Catatan:
Mestinya mas Rizki suka dengan musik2 yang dialunkan di KLCBS karena jazz banget dan bukan jazz-jazzan ….he he he …. Bagaimana mas Rizki? Sudah pernah pantau radio ini?

Jrèng!
Salam dari rumah ibu saya.

G

19 Responses to “KLCBS Tetap Berjaya”

  1. rizki Says:

    Hi Mas Gatot,
    Thank you infonya – nanti coba saya cari (selama ini blm pernah karena jarang dengar radio)

    catatan:
    sekarang sy lagi asik2 dengerin kembali lagu2 Genesis (termasuk solo album para musisinya) yg belakangan ini dibahas di M4L

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Rizki,
      Pas lagi di Bandung coba saja tune in 100.4 FM. Mestinya mas Rizki suka. Saya aja yg kurang faham jazz ikut menyukai.

      Wah iya mas … Gara2 KW kita jadi ngaduk2 koleksi Genesis and its members. Solo album member nya yang ikut mewarnai adalah Steve Hackett album Defector, Highly Strung, Please Dont Touch … Whoaaa ….! Jadi inget G’Brill membawakan Ace of Wands di tahun 83 saat membuka konser Uriah Heep di Bandung.

      Basis nya GBrill sekarang jadi ustadz kondang: Yuke Semeru.

      • Rizki Says:

        Iya Mas, tadi pagi saya bedua istri lagi santai sambil dengerin lagu2 spt Afterglow, Your Own Spesial Way, Ripples dan juga here comes the flood dan game without frontier-nya peter gabriel, album Smallcreep’s Day-nya Mike Rutherford. Wah kerennya lagu2 ini ga berubah ya ….

        Dulu sy juga pernah punya kaset jazz yg dimainkan Ustadz Yuke tp udah lupa namanya. Seingat saya, dia termasuk yg pertama mempopulerkan fretless bass di Indonesia.

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Rizki …. Thx telah mengingatkan saya kw Smallcreep’s Day …. Wah …kuangen saya. Tine and Time Again …. Wuuuuih!!!

        Asik juga mas Rizki menikmati musik berdua dengan istri …. Tuoobz!

      • khalil logomotif Says:

        Klw your own special way, paling enak yg hacket ktimbang yg genesis.

      • Rizki Says:

        Setuju Mas Khalil. Saya bahkan dulu suka pakai lagu your own spesial versi Hackett Genesis Revisted utk buat tidur anak🙂

  2. herman Says:

    Mas G, yang saya tau Pak Nukman memang arsitek karena beliau arsiteknya Museum Ba’yt Al Qur’an dan Masjid At-Tien di TMII. Pernah juga membuat masjid di Bosnia atas biaya sebuah yayasan di Jakarta. Penampilannya khas karena selalu mengenakan suspender ( bretel)…..wah baru tau kalau beliau suka jazz, kakalu tau waktu itu saya samperin buat ngobrol musik…hehehe….

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah iya mas Herman ….baru inget lagi beliau ini arsitekna masjid At Tiin.
      Iya … Kalau gak salah beliau pemilik KLCBS atau mungkin pendirinya …

  3. faidhan noe'man Says:

    Terima kasih atas apresiasi yang diberikan terhadap KLCBS. Alhamdulillah atas izin Allah masih berjaya. Stay tuned!

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama2 pak … memang keren KLCBS pak … Mohon pencerahan lebih lanjut tentang radio KLCBS ini dewasa ini karena saya hanya mengikuti siarannya saja saat di Bandung … Oh …mestinya ada streaming nya ya. saya akan coba live streaming dah …

  4. gt Says:

    Mas Rizki…Bandnya Ustad Yuke Semeru ,yg merilis album Jazz namanya D’Marzyo,yg main gitar Donny Suhendra.

    • Rizki Says:

      Thanks Mas GT. Tadi saya benar2 lupa nama bandnya, trus dapat info ini langsung cek via internet ternyata benar. Yg saya ingat kasetnya berwarna gelap (hijau) dan ada Rien Djamain. Thanks again Mas🙂

  5. yuddi Says:

    jika di bandung sy selalu simak KLCBS, pernah mampir ke studionya lalu mobil di pasang stiker nya.

    musik Jazz + wejangan2 rohani

  6. lutfi Says:

    Enak2 memang lagu2 dari KLCBS, salah satu radio fav saya waktu masih kuliah di Bandung. Ada sisipan ruhiyah jg, dan setelah saya cari info ternyata radio ini punya keluarga Achmad Noe’man, arsitek yg saya kagumi karya2 bangunan masjidnya, bahkan sempat ngobrol langsung dgn beliau. Ramah, bersahaja, dan kaya ilmu filosofi arsitektur masjid. Salah satu karya monumentalnya adalah disain masjid Salman ITB yg mendobrak keumuman style kubah masjid dgn bentuk atap terbaliknya (progressive pol lah pokoknya!!!), museum Bayt Al Qur’an TMII, masjid At Tiin, masjid di Bosnia, dll. Subhanallah! semoga diberkahi hidupnya utk pak Achmad Noe’man …

  7. herman Says:

    Mas Lutfi, salam kenal Mas….

  8. herman Says:

    saya di TMII mas…Mas Lutfi posisi di mana…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: