The Lady Wants To Know More About Franks

Hippienov

image

Hari kemarin (Rabu, 24.09.14) aku terpaksa tidak bisa ngantor. Penyakit maag-ku yang gak pernah bisa benar-benar sembuh ini kembali kambuh dan menyebabkan aku harus berangkat ke dokter instead of going to work. Tapi entah mengapa ada sedikit perasaan senang bisa “off” 1 hari dan menjauhkan diri dari rutinitas kantor yang belakangan terasa membosankan.
Walaupun sakit tapi aku masih bisa melakukan aktifitas ringan, dan ini kesempatan bagus untuk (lagi-lagi) membuat cd kompilasi, hehehe…
Ada beberapa ide kompilasi yang ada di pikiranku diantaranya:
 
1. Iron Maiden “Maidens of The Opera” Vol. 2
2. GFR “The Collection” Vol. 2
3. The Lady Who Wants To Know Franks Vol. 2
 
Namun akhirnya kuputuskan untuk memulai dengan Michael Franks karena aku janji dengan dengan Mas G dan Mas Andria untuk memasukkan lagu kesukaan beliau-beliau dalam sequel lanjutan kompilasi Michael Franks, namun sayang lagunya Mas Andria aku cari-cari di semua file mp3 album Franks yang aku dapat dari Bro Rully ternyata gak ketemu (mohon maaf injih Mas Andria…). Sedangkan lagu “chain reaction” pesanan Mas G ada dan segera aku masukkan kompilasi.
 
Hampir serupa dengan sequel sebelumnya, materi album ini diambil dari album “the art of tea” sampai dengan “the camera never lies” dan kuberi judul “THE LADY WHO WANTS TO KNOW MORE ABOUT FRANKS…” Judulnya sedikit gak mainstream karena aku tidak memakai kata “vol. 2” atau “part 2” tapi malah pakai kata “more” yang aku sematkan ditengah-tengah kalimat judulnya.
Berikut detail songlist nya:
The Lady Who Wants To Know More About Franks…
 
1. Nightmoves.
2. Down On Brazil.

3. One Bad Habit.

4. Chain Reaction.

5. Rainy Night In Tokyo.

6. Tiger In The Rain.

7. All Dressed Up With Nowhere To Go.

8. When It’s Over.

9. Your Secret’s Safe With Me.

10. Jealousy.

11. Never Say Die.

12. Never Satisfied.

13. Jive.

14. When Sly Calls (Don’t Touch That Phone).

15. Ladies’ Nite (with Bonnie Tyler).

16. B’wana- He No Home.

17. Face To Face.

18. Read My Lips.

19. The Camera Never Lies.

Semoga serial kedua kompilasi Michael Franks ini bisa sama menariknya dengan serial sebelumnya dan kupersembahkan untuk blog gemblung tercinta beserta seluruh penghuninya.
Matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan dan untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca postingan gemblung ini. Mohon maaf untuk kekurangan yang ada dalam penulisan.
 
 
A Boy Who Dreams Music…
hippienov 

10 Responses to “The Lady Wants To Know More About Franks”

  1. hippienov Says:

    Matursuwun Mas G tulisanku sudah muncul di blog, semoga berkenan injih…

  2. Gatot Widayanto Says:

    Mas Hippie, get well soon … Mestinya nyetel In The Cage … I got sunshine in my stomach ….he he he …

    Sami2 mas Hippie. Terima kasih banyak atas upayanya menyenangkan penghuni blog gemblung ini, ternasuk memasukkan Chain Reaction yang versi live nya dengan Crossfire sungguh apik menawan …

  3. hippienov Says:

    Wah iya Mas G, aku gak kepikiran dengerin “in the cage”, soalnya lagi keasikan denger Steven Wilson “the raven that refused to sing” dari Koh Win, uedyan album itu bikin aku kesengsem mas.

    Ndak masalah kok Mas G, kebetulan memang aku sudah niat akan membuat vol. 2 kompilasi Franks dan “chain reaction” wajib dimasukkan.
    Album “live with crossfire” memang bagus mas, aku belum lama ini sampai beli cd nya lewat Amazon secara diam-diam, karena kalo ketauan nyonya bisa “growl muntah kolak jadinya, hahaha…
    Tapi aneh loh mas, kok rasanya aku lebih suka kalo denger album ini via kaset ya daripada cd ya? Kalo di kaset suara bass dan treble nya enak, pas rasanya. Makanya aku bela-belain beli cd nya dengan harapan akan dapat “vibe” yang sama atau bahkan lebih, nyatanya ndak tuh mas…

    • Koh Win Says:

      Ha ha ha ha….selamat mas Hippie!!! sudah keracunan Steven Wilson!! ha ha ha bentar lagi The Tangent…..ha ha ha siiip…majulah prog!!

  4. hippienov Says:

    Hahaha…iya nih Moh Win, gak nyangka album Steven Wilson “the raven” simfonik sekali, hebat… Tadinya aku pikir ada unsur metalnya tapi ternyata bener-bener nikmat, malah aku pikir seperti album prog 70an.
    The Tangent belum kebagian giliran mas, wiken ini aku mau coba dengarkan sekalian Ronnie Stohlt “the flower king”. Matursuwun sanget untuk pemberiannya yang indah injih.
    Prog rulez…

    • Gatot Widayanto Says:

      Dijamin ngguweblak sama album awal Roine Stolt bertajuk The Flower King tanpa s. Wis to …langsung aja track panjang Humanizzimo. Ditanggung tanduk sambil nangis sesenggukan!!!

  5. hippienov Says:

    Siip Mas G, aku akan langsung spin “humanizzimo” sesuai anjuran njenengan ^_^

    • Gatot Widayanto Says:

      Siapkan sapu tangan atau kalau perlu ember ukuran kecil saja mas Hippie … Ati2 dengan melodinya yang menukik tajam menghunjam ulu ati paling dasar mak jleb!

      • Koh Win Says:

        Ha ha ha …..iya mas G Humanizzimo ini adalah lagu nan nunjek sukma….wis kejlungup tenan…..

      • Gatot Widayanto Says:

        Sepertinya mas Hippie sedang kejlungup beneran sehingga belum ada komentarnya pagi ini. Bisa jadi langsung menggelepar dan terus menerus mengulang lagu indah ini …. Ha ha ha ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: