Fake Plastic Love: Incomplete Story Of RADIOHEAD

Hippienov

Bagiku Radiohead adalah band rock yang suram, murung dan kelam baik musik maupun liriknya. Band asal Inggris ini lahir pada era britpop/alternative rock/grunge di dekade 90an dan pada awalnya mereka mendompleng britpop/alternative untuk bisa diterima oleh publik, namun pada perkembangannya mereka berevolusi menampilkan musik “Radiohead” yang sesungguhnya dengan menggabungkan genre-genre musik lain dan tidak terpaku pada satu aliran musik, sehingga rasanya band ini tidak lagi ada di jalur britpop. Seperti halnya The Police saat pertama muncul mengekor musik punk yang saat itu sedang mewabah namun pelan-pelan mulai menunjukkan musik aslinya seperti yang ingin mereka sampaikan di album “regatta de blanc” atau terjemahan gemblungnya kira-kira berarti “reggae bule”.

Debut album Radiohead “pablo honey” adalah point of entry mereka di blantika musik dunia dengan hit single “creep” yang begitu sukses dan membuat nama mereka dikenal seantero dunia. Album kedua “the bends” mulai menunjukkan progresivitas Radiohead dengan tidak hanya memainkan musik yang sama dengan “pablo honey”.
Adalah album ketiga bertajuk “ok computer” yang makin menunjukkan keseriusan Radiohead untuk makin menjauh dari “gelar” britpop dengan membuat sebuah album yang menurutku sangat murung dan kelam melebihi apa yang aku dapatkan di “the bends”. Bahkan untuk membuat album “ok computer” semakin terdengar suram mereka secara khusus mencari sebuah mellotron tua yang sudah rusak kemudian merevitalisasi/memperbaikinya untuk digunakan dalam proses rekaman album ini. Mungkin karena faktor “mellotron” inilah Radiohead saat itu sempat disebut-sebut akan berubah total jadi sebuah band progrock.
Album “ok computer” juga merupakan album Radiohead yang paling aku suka dan paling sering aku dengarkan sampai saat ini. Tiap kali aku merasa “down” atau sedih maka album ini ada pada urutan pertama yang akan kudengarkan. Mungkin ini hanya sugesti namun rasanya semua perasaan sedih, gundah, kecewa yang aku rasakan seperti tertarik keluar dan diserap oleh semua lagu di album “ok computer” yang aku dengarkan.. A bit creepy but it’s true…

Namun Radiohead tidak berhenti sampai disitu, mereka terus berevolusi dan kali ini musik elektronika yang menjadi daya tarik band ini. Album “kid a” dan “amnesiac” merupakan ladang eksperimental mereka bermain musik rock elektronika yang dicampur dengan krautrock dan elemen jazz dan membuat musik Radiohead semakin sulit untuk dimengerti. Di titik ini aku mulai menginggalkan Radiohead, alasan utamanya karena musiknya yang kian aneh dan aku kecewa karena sekarang Radiohead menggunakan banyak samples “musik elektronik/computerized music” yang kurang menarik buatku. Aku baru mencoba kembali ke Radiohead di album “hail to the thief” namun album ini tidak bisa membuatku kembali menikmati musik Radiohead, dan akhirnya pelan-pelan “melupakan” Radiohead untuk waktu yang cukup lama sampai album “in rainbows” yang jadi pemberitaan karena dijual secara online dengan harga suka-suka. Namun aku tidak sepenuh hati dan tidak terlalu berharap banyak dengan album ini karena sudah cukup lama tidak mengikuti perkembangan musik Radiohead sehingga aku hanya membeli cd bajakannya di lapak Mangga Dua. Album ini cukup bagus dan bisa sedikit mengobati kekecewaanku karena nyaris tidak kudengar bunyi-bunyian samples “elektronika” tapi tetap tidak sedahsyat album “ok computer” ataupun “the bends” menurutku.

Nah, minggu lalu saat aku ber-sms-an ria dengan Mbak Indah soal musik tiba-tiba nama Radiohead pun ikut disebut. Aku jadi kembali teringat dengan band yang pernah begitu aku suka ini dan seperti biasa hal ini mendorongku untuk membuat sebuah kompilasi tentang Radiohead.
Mulailah libur weekend kemarin aku pilah-pilih lagu-lagu Radiohead dari file mp3 yang aku punya dan setelah cukup materinya kemudian aku burn dalam format audio. Kompilasi ini kuberi judul “Fake Plastic Love: Incomplete Story of Radiohead”. Kenapa incomplete? Karena gak semua album atau hits mereka yang bisa aku compile, paling gak ada 4 lagu Radiohead yang aku suka namun tidak termasuk yaitu: bones, just, the bends serta planet telex. Kenapa gak diikutkan dalam kompilasi? Karena aku gak punya file mp3 nya… Kasian…

Akhirnya, beginilah hasil jadi kompilasi gemblung ini:
FAKE PLASTIC LOVE: INCOMPLETE STORY OF RADIOHEAD.

1. Creep.
2. Amnesiac.
3. Nice Dream.
4. No Surprises.
5. Fake Plastic Trees.
6. Paranoid Android.
7. Exit Music (for a film).
8. My Iron Lung.
9. Thinking About You.
10. The National Anthem.
11. How Can You Be Sure.
12. Subterranean Homesick Alien.
13. Let Down.
14. Where I End You Begin.
15. Airbag.
16. Karma Police.
17. Myxomatosis.
18. Idiotique.
radiohead2

Banyak materi dari album “ok computer” termasuk disini dan lainnya aku ambil dari “the bends” kemudian “pablo honey” serta “kid a” dan “amnesiac” yang dulu sempat ogah aku dengarkan.
Album ini sama sekali bukan album “the best” atau “hits” Radiohead, aku lebih senang menyebutnya sebagai album tribute untuk sebuah band yang pernah begitu sering aku dengarkan dan aku suka.

Semoga tulisan gemblung ini bisa berkenan dan menghibur rekan-rekan disela-sela kesibukan pekerjaan. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan dan seperti biasa matursuwun sanget Mas G untuk waktu serta kesempatan yang diberikan…

If I could be who you wanted… all the time…
hippienov.

23 Responses to “Fake Plastic Love: Incomplete Story Of RADIOHEAD”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Karma police ….arrest this man
    He talks in maths
    He buzzes like a fridge
    He’s like a detuned radio

    OK Computer memang OK banget ….Paling saya suka ya Paranoid Android … whoooaaaaa kuwerweeennn ….
    Saya kasih empat bintang di ProgArchives. Ini copasnya:

    I bought this CD because my prog mate down here advised me that this album is prog. Yes it is. At first listen I could confirm that it’s a prog music. But it was not my cup of tea so I put it on my CD rack until two years ago when I watched a music DVD titled “Paris Concert for Amnesty International” where the band performed two songs “Paranoid Android” and “karma Police”. Oh man . the performance was awesome – I have to admit from the bottom of my heart! I am amazed with the guitar playing performed by Greenwood – it’s really great! The distortion is cool! The way Yorke sings is also cool – relaxing. In fact, with this DVD I kept rewinding the segments with these two songs plus the performance of Peter Gabriel and Youssou n Dour. Right after watching the DVD I started to replay my CD of OK Computer and I really enjoy the music. For me, this album is something new that I experience with respect to my journey with prog music as well as classic rock. I have never heard this kind of sound before. It’s a new experience for me and I hope the band continues with the kind of music they deliver in this album.
    “Airbag” is an excellent album opener. “Paranoid Android” is the best cut of this album. From the opening intro until finish it offers a beautiful music with excellent flow from one segment to another combined with some abrupt changes. The sound effects and distortion produced from guitar is really good. The song has a very strong melody. “Subterranean Homesick Alien” is a mellow track performed in psychedelic style with excellent soundscape. “Exit Music” (For a Film) (4:24) a nice mellow track in a dark mood. The music starts really simple with acoustic guitar and vocals and it moves slowly with great sounds and inclusion of keyboard and drums. The vocal moves steadily into high register notes. The melody of this song is excellent. Another interesting track to enjoy is : “Karma Police”. It’s like a ballad song with great acoustic guitar work and vocal-drone style. “Electionnering” is a rocker with straight forward structure. Other remaining tracks are also good even though most of the time I play the CD I listened to Paranoid Android and Karma Police.

    Overall, it’s a recommended album. Those who love Pink Floyd sounds or Porcupine Tree may enjoy this album. Keep on proggin’ ..!

    Progressively yours, GW

  2. hippienov Says:

    Alo Mas G, pertama-tama matursuwun sanget tulisan gemblung ini sudah tampil di blog.
    Kedua, aku gak nyangka Mas G juga suka dengan Ok Computer, terutama dengan paranoid android. Lagu ini keren banget, seperti dua lagu digabung jadi satu. Aku bisa lebih dari 2 kali kalo denger lagu ini.
    Memang Radiohead gak gampang untuk disukai, harus mikir dan nyari dulu dimana enaknya baru bisa suka. Terutama pada album-album setelah pablo honey.
    Tuobz Mas G…ayo siapa lagi yang suka Radiohead “ok computer/paranoid android”? hehehe…

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Hippie,
      Sekitar tahun 1995 saya ikut training SAP selama dua minggu di KL. Nah …temen2 peserta training yang dari Singapore itu pada tergila-gila dengan Radiohead. Dia bilang kalau gak suka Radiohead berarti bukan rocker. Masak sih? Aku penasaran dan beli CDnya album The Bend. Belinya pun di Spore saat itu. Walah …mana ngerocknya? Trus aku beli kaset My Iron Lung juga … Waduh kagak ada yang nyambung blas …. ha ha ha ha …

      Sekitar tahun 2000 sekian aku nonton DVD konser untuk Amnesty International dimana ada Peter Gabriel membawakan lagu kesukaanku SIGNAL TO NOISE. Nah …di situ ada Radiohead juga membawakan Karma Police dan Paranoid Android. WHOOOAAAA ….!!! Aku kagum sama performance mereka di Paranoid Android ini. Kuweren pol! Akhirnya beli CD OK Computer …. dan aku review di ProgArchives …

      • hippienov Says:

        Menurutku ok computer adalah puncak kreativitas Radiohead mas. Memang setelah itu mereka berkreasi dengan musik elektronik tapi sepertinya ini membuat Radiohead gak jadi band rock lagi dan mereka gak bisa membuat album sekeren ok computer lagi dengan paranoid android nya itu.

      • khalil logomotif Says:

        Marillion di radiation bawain lagu radiohead. Mereka membenci digital age, bgitu kata yg ngrancang kaver albumnya. Terutama komputer, yg bikin kita berhubungan/komunikasi/kerja/maen dibatasi kotak layar kaca yg bikin kita jd ngga real.

      • Gatot Widayanto Says:

        Halo Mas Khalil …apa kabar?
        Wah, karena saya gak begitu suka album Radiation sampai gak tahu bahwa Marillion cover Radiohead segala, padahal punya CD nya … ha ha ha …

        Saya setuju sekali digital age itu membuat manusia gemar bersosialisasi lewat layar alias tatap-layar melalui dunia maya bukan tatap-muka …. Namun bagi yang bijak, seperti gemblungers di bog ini, diskusi luna maya diikuti dengan progring agar kita juga real ….gak sekedar RAEL! ha ha ha ha ha … Genesis pol!
        Menurut saya dunia digital bagus buat mepertemukan balung pisah (teman lama yang gak ketahuan dimana lagi) namun akan lebih harmonis bila dibarengi dengan tatap muka ….biar tambah erat silaturahimnya …
        (makanya perlu tatap muka sama begawan prog dari nJombang dab Edi Apple Santoso … he he he …).

        Meski benci dunia digital kenyetaannya Radiohead justru membuat revolusi dalam industri musik dengan cara bersahabat dalam dunia download … Albumnya yang Rainbow itu dijual di online mereka dengan harga diserahkan kepada pembeli sebelum ia download, bahkan boleh dengan mengisi angka NOL. Edan! Dengan kata lain Radiohead membiarkan orang download gratis di situs nya.

        Herannya ..setelah itu dia justru mengeluarkan box set album baru tersebut dengan kemasan CD, Vinyl dan T Shirt yang konon juga laku keras.

        Hebat!

  3. Edi Apple Santoso Says:

    tengkiu mas hippie, telah posting band yang tidak memainkan blueprint 1972. mereka bisa disebut band progressive masa kini …. Majulah Prog!! ….

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalo dab Edi sudah dawuh seperti ini berart harus diikuti karena memang Radiohead OK Computer itu prog abis …

    • hippienov Says:

      Alo Mas Edi, matursuwun…
      Radiohead memang band yang sepertinya gak pernah puas dengan apa yang telah mereka capai. Pablo honey sudah cukup membuat mereka famous dengan creep nya tapi mereka malah berubah di the bends dan makin nge-prog (tapi seperti njenengan bilang ngeprog yang beda dengan “blueprint 1972”) dengan ok computer nya. Aku suka sekali dengan album ini mas..

  4. andria h8 Says:

    saya jadi ingat cd radiohead – the Bends dan OK Computer yang saya beli di Jl Surabaya tahun 1998. Walau ke-2 cd tadi tanpa cover depan, tapi beneran ori, harganya dulu tetap mahal juga. Namun karena pas nggak ada cd yg bisa saya beli akhirnya saya beli juga. Saya mmg hanya tahu lagu Creep sebelumnya, namun gara2 ada artikel di majalah GuitarWorld akhirnya saya membeli cd the Bends dulu yg berupa keping cd doang, cover depan & belakang tak ada. Ternyata lagunya bagus-bagus dan wl serasa lagu orang ngantuk tapi corak musiknya tetap di jalur rock. Lagu yg saya ingat adalah Fake Plastic Tree, High and Dry dan Street Spirit. Pak Hippie benar ttg perubahan Radiohead dari Britt Rock menjadi lebih elektronik. Sepertinya lagu Street Spirit juga menjadi transisi menuju album OK Computer. Kl tak salah Jonny Greenwood sang gitaris memang ditugasi untuk membuat efek2 aneh dari gitarnya untuk album ini.

  5. hippienov Says:

    Mas Andria, kalo gak salah anggota Radiohead itu termasuk musisi sekolahan jebolan universitas ternama mas seperti Brian May nya Queen. Band ini juga kayaknya gak pernah ganti personel dari dulu, awet mirip Queen juga…
    Lagu street spirit pernah ditolak tayang di MTV karena dinilai terlalu berisik, padahal buatku lebih berisik lagu “just” atau “my iron lung” dari album yang sama “the bends”.
    High and dry dulu sering banget muncul video klip nya ya mas? Lagu ini kelupaan aku masukkan kompilasi, hehehe… Tapi musiknya bernuansa “komersil” dan mainstream pop-rock.

  6. andria h8 Says:

    mungkin High and Dry adalah versi Creep di album the Bends shg orang awam masih bisa nerima Radiohead. menurut wawancara mereka dgn Guitar World lagu Creep itu sebenarnya filler aja, tapi malah meledak.

    • hippienov Says:

      Aku malah ndak tau kalo creep itu bukan lagu utama Radiohead loh mas. Tapi ya gitu, kadang lagu yang terakhir dibuat atau sekedar lagu tambahan malah meledak. Contohnya carry on wayward son, dust in the wind nya Kansas atau don’t cry nya Asia yang ditulis di saat-saat akhir malah meledak.

  7. Gusprin Says:

    Bagus banget kompilasinya mas Hippie…Saking senangnya sama Radioehead, dulu kl chatting nickname saya Myxomatosis, jadi banyak yang nanya apa artinya. Kl gak salah itu nama penyakit pada kelinci/kucing, tapi lagunya memang mantap, khususnya part drum Phil Selway (atau jangan2 itu drum machine?). Lagu “antional Anthem” dulu pernah diputar di MTV FM setelah lagu selesai penyiarnya bilang “negara mana ya yang mau pake lagu nasional (national anthem) kaya gini?” hehe
    Idioteque juga mantap meski musiknya kayak musik disco tapi gak cocok buat disko, soalnya liriknya absurd hehe. Lagu Let Down.. ngepop tapi berkelas. Kl dengar lagu Exit music (for a film) jadi ingat film Romeo dan Juliet- Leonardo di caprio, karena lagu ini jadi theme songnya. Tapi sayang ada lagu favorit saya yang belum masuk kompilasi A Wolf At The Door (dr Hail to the thief) sama Nude (dari in rainbow). Tp secara keseluruhan mantap mas Hippie kompilasinya..

  8. hippienov Says:

    Alo Mas Gusprin, suwun apresiasinya. National anthem itu uedyan mas. Driving rhythm nya ada di betotan bass yang nyaris monoton sepanjang lagu. Ditambah lengkingan tiupan saxophone yang gak teratur bikin lagu ini makin “irritating”. Liriknya cuma sepotong-sepotong, gila bener…
    Dijamin gak ada negara yang mau pake lagu “chaotic” ini jadi lagu nnasionalnya, hehehe…
    Bener mas, idiotique gak bisa buat nge-disco tapi musiknya full elektronika. Dulu pertama kali denger lagu ini aku kecewa berat mas, lah kok Radiohead yang pernah bawain creep jadi elektronika gini? Tapi yah untuk kompilasi ini aku masukkan biar aga nge-beat dikit albumnya gak murung kelam semua, hahaha…

    Waduh, a wolf at the door sudah masuk daftar mas tapi kemudian tak coret digantikan idiotique kuwi. Kalo album in rainbows terpaksa gak ada yang masuk karena aku ndak punya file mp3 nya mas, kasian bener dah…

  9. Rully Says:

    Wah Radiohead! mendengar nama grup ini aja sudah membuat dada saya bergetar, sama efeknya seperti mendengar nama mantan pacar! haha. Radiohead adalah grup yang saya puja mati matian saat duduk dibangku SMA mas hip. Sampai saya pernah ngomong sesumbar: walaupun Radiohead bikin album dangdutpun pasti saya bilang Bagus! hahaha ini namanya fans posesif. btw, Mengenai arah musik Radiohead yang belakangan cenderung condong ke electronik itu salah satu penyebabnya adalah pengaruh skena Krautrock dari Jerman yang memang kental sekali unsur elektroniknya. Tinggal dari sisi fans nya nih yang bisa terima transformasi musik Radiohead atau tidak.. hehe

    • hippienov Says:

      Aku kenal Radiohead di akhir masa-masa SMA dan awal kuliah bro, pastinya lewat hit single nya “creep”. Tapi anehnya justru album yang pertama aku beli adalah “the bends” baru kemudian “pablo honey”.
      Aku masih fans Radiohead tapi era pablo sampai ok computer aja, aku masih belum bisa terima kenyataan kalo sekarang Radiohead lebih cenderung ke musik elektronik.
      Jangan-jangan Radiohead terpengaruh Popol Vuh yang elektronika itu ya bro? hehehe….

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya termasuk yang gak bisa ngikutin album bertajuk Rainbow itu … rasanya biasa aja musiknya … he he he …

      • hippienov Says:

        Album “in rainbows” maksudnya ya Mas G? Aku juga gak gitu suka, buatku album Radiohead yang paling top adalah “ok computer”, setelah itu agak sulit buatku bisa menikmati musik mereka secara keseluruhan album, paling 1-2 lagu yang aku suka.

        In Rainbows aku cuma beli cd bajakannya di mangga dua mas, setelah itu mereka rilis “king of limbs” (kalo gak salah) tapi aku gak berani beli cd nya, takut kecewa.

      • Rully Says:

        in Rainbows sudah banyak unsur elektroniknya walaupun tidak seperti Kid A dan Amnesiac. saya pribadi sih menikmati seluruh album Radiohead yg terbaru, King of Limbs, karena sudah terlalu sulit dinikmati. Grup favoritmya Thom Yorke itu Neu! dan La Dusseldorf wheheh

      • Gatot Widayanto Says:

        Oh iya …maksudnya ya In Rainbows itu … Yang jelas album ini dibahas di salah satu business book yang aku baca. Manteb njegreg tenan …

  10. Roni Pratomo Yudistian Says:

    Wah kalau menurut saya Radiohead itu bentuk seni se-asli-aslinya mengenai bagaimana mengolah musik dan lirik yang sangat jenius yang menyuarakan kehidupan post modern, ketidakadilan, bencana alam, lingkungan hidup, pengalaman pribadi, situasi dunia, perang dll. Musiknya setelah didengarkan 2-3 kali akan mendapatkan pengalaman spiritual yang seolah-olah jiwa saya melayang-layang terbang dibawa oleh alunan suara falsetto Thomas Edward Yorke diirungi alunan sound gitar yang khas, pukulan drum yang nge beat dan konsisten serta background suara/noise yang sangat mewarnai musik radiohead. Radiohead adalah musik bagi orang-orang yang kritis terhadap lingkunga dan dirinya sendiri. Buat saya musik Radiohead bagaikan filosofis yang mengalir dan menginspirasi kehidupan saya, karena dalam musik dan lirik serta artworknya terkandung nilai-nilai/value yang dalam.

  11. andichakrap Says:

    weirdo🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: