The 40-Year ProgGraphy (4 of 40)

Gatot Widayanto

Aktuil dan Nursery Cryme: Ora Mudeng Blas

 

Photo: Courtesy of Aktuil The Legend (Pak Buyunk) without permission and ready to be taken down if Pak Buyunk is not happy with this ...

Photo: Courtesy of Aktuil The Legend (Pak Buyunk) without permission and ready to be taken down if Pak Buyunk is not happy with this …

Periode ini sebenarnya sudah mendekati pengenalan lebih dalam ke musik yang kemudian disebut sebagai progrock. Yang jelas, tahunnya pasti sebelum 1974 atau bisa jadi awal 1974.

Syahdan…

Suatu hari seperti hari-hari sebelumnya karena merupakan rutinitas saya saat masih kelas 1 SMP, saya duduk di ruang tamu dimana terdapat dua buah loudspeaker besar yang dulu biasa disebut dengan “salon” berisi speaker dengan diameter 10 inchi dan tweeter. Sepasang loudspeaker ini disambungkan ke tape deck dan ampli yang diletakkan di kamar tidur tengah, atau disebutnya ruang tidur ibu saya. Saya lupa saat itu apa saya sedang nyetel musiknya Panbers, Gembell’s, The Mercy’s atau bahkan bisa jadi kaset Deep Purple. Yang jelas memang saya sedang duduk santai menikmati musik setelah pulang dari sekolah, ya sekitar jam 1 atau jam 2 siang gitu.

Tiba-tiba kakak saya nomer dua, mas Henky, datang menghampiri saya sambil membawa kaset dan sebuah majalah. Tepatnya belau bilang begini:

“Kamu dengarkan kaset ini sambil baca artikel ini!”

Kaset yang saya terima adalah Genesis rekaman Pop Discotic namun fotonya adalah artwork album Kayak II. Memang di daftar lagunya ada tertera Side A: Genesis (tanpa judul album) dan Side B: Kayak. Saya ndelongop plonga plongo gak ngerti apa-apa saat disodori kaset dan majalah (yang ternyata Aktuil) ini. Saya baca ulasannya memang tentang band yang namanya Genesis dan itulah kali pertama saya mengenal band ini. Saya ingat sekali bahwa dalam ulasan panjang lebar tentang Genesis ini nama Peter Gabriel disebutkan beberapa kali dan lagu The Musical Box diulas panjang lebar. Kontan saya puter kaset tersebut (yang ternyata dari album “Nursery Cryme”) dan ….sumpah matek, saya gak mudeng blas dengan musiknya. Ya kebayang aja, biasa mendengarkan yang lurus-lurus seperti Child In Time, Fools, Whole Lotta Love, I Can Feel Him In The Morning dan sebagainya trus ujug2 disuruh dengerin The Musical Box yang mellow pol dan lama sekali lagunya masuk …. ha ha ha …karena awalnya hanya Peter Gabriel nyanyi diiringi petikan gitar. Pun ketika musiknya mulai gedumbrangan, saya juga masih belum JLEB! memaknai musiknya dengan baik.

Lucunya, saya malah lebih cepet bisa menerima lagu Harold The Barrel dan kemudian The Return of the Giant Hogweed. Menurut saya dua lagu ini cukup bagus buat side A dan saya sering mengulang dua lagu ini. Sedangkan The Musical Box saya malah kurang suka karena pelan banget … ha ha ha ha … Namun karena Aktuil membahasnya heboh, saya paksakan juga untuk memutar kaset ini beberapa kali meski masih tetep aja menyuai hanya Harold The Barrel dan The Return of The Giant Hogweed.

Nursery

Anehnya, justru Side B yang menjadi favorit saya karena musiknya lebih renyah dan minimum tikungan-tikungan maut sehingga kuping saya lebih cepat menerimanya. Salah satu lagu yang kemudian menjadi favorit saya adalah Woe and Allas. Wah …ini lagu keren abis bahkan hingga sekarang saya masih juga menyukainya. Melodinya ciamik dan groove nya juga kena banget bagi saya sehingga saya praktis sering REWIND bolak-balik di lagu Woe and Allas dari Kayak ini.

Begitulah awal perkenalan saya dengan Genesis yang pada saat itu tidak saya kagumi sama sekali karena terlalu pelan musiknya sehingga saya bisa dikatakan sangat jarang nyetel kaset rekaman Pop Discotic ini. Wah …kalau ingat kaset ini rasanya saya pengen memilikinya lagi. Adakah teman2 yang memilikinya? Kalau ada teman yang memiliki saya mohon mau melepasnya. Tapi kalau ada lapak kaset yang memiliki dan menawarkan harga di atas jigo, saya persilakan beliau untuk ngunthal sendiri kaset itu … ha ha ha ha ….

Kayak II

Singkat kata, pada periode ini saya udah nyerempet masuk ke ranah prog secara intens namun belum memiliki kehendak yang menggebu-gebu meski pada akhirnya saya memang menyukai album Nursery Cryme di kemudian hari setelah kenal prog lebih dalam lagi ….

19 Responses to “The 40-Year ProgGraphy (4 of 40)”

  1. Edi Apple Santoso Says:

    the musical box
    ketika henry hamilton smythe kecil (8 tahun) bermain croquet dengan cynthia jane de blaise-william (9 tahun), dengan tersenyum manis cynthia mengangkat mallet tinggi-tinggi dan dengan lemah gemulai ia memukul kepala henry. dua minggu kemudian, cynthia menemukan kotak musik kesayangan henry di kamar henry. dengan penuh minat, ia membuka kotak musik itu dan ketika lagu “old king cole” mulai bermain, sesosok roh kecil muncul. Itulah henry! Tapi ketika henry baru saja berdiri di kamar itu, tubuhnya berubah menjadi tua dengan cepat meskipun pikirannya tetap pikiran anak kecil. hasrat yang ada di dalam dirinya seumur hidupnya bergejolak. Sayang sekali, bujuk-rayu henry kepada cynthia menyebabkan pengasuh henry datang ke kamar untuk menyelidiki keributan yang terjadi di situ. secara naluriah, si pengasuh melemparkan kotak musik itu kepada henry yang berwujud anak kecil berjenggot. akibatnya, matilah henry dan cynthia!
    croquet : permainan di tempat terbuka di mana para pemainnya memukul bola kayu ke dalam dan melintasi beberapa gawang kecil di tanah dengan menggunakan mallet, yaitu alat pemukul berbentuk palu yang bergagang panjang.
    the musical box
    oleh Genesis
    mainkanlah lagu “old king cole” bagiku
    agar aku bersatu denganmu
    tampaknya hatimu jauh dariku kini
    tampaknya itu tak masalah bagiku kini
    pengasuhku kepadamu akan bercerita dusta
    tentang kerajaan di atas angkasa
    tapi aku tersesat di dalam separuh dunia ini
    tampaknya itu tak masalah bagiku kini
    mainkanlah lagi laguku
    nah, ini laguku
    mainkanlah lagi laguku
    nah, ini laguku
    hanya sedikit
    hanya sedikit lagi waktu
    tersisa untuk menjalani hidupku
    mainkanlah lagi laguku
    nah, ini laguku
    mainkanlah lagi laguku
    nah, ini laguku
    raja Cole tua, raja yang ceria
    raja yang ceria dia
    jadi dia perlu pipa tembakaunya.
    dan dia perlu mangkuk tembakaunya
    dan dia perlu ketiga pemain biolanya
    tapi jam terus berbunyi
    di atas tungku
    dan aku ingin, aku rasa, aku jamah, aku nikmati
    dinding ini
    dia perempuan, dia punya waktu
    sibakkanlah rambutmu agar kunikmati wajahmu
    dia perempuan, dia punyaku
    sibakkanlah rambutmu agar kunikmati tubuhmu
    aku telah lama menunggu di sini
    dan waktupun telah melintasiku
    tampaknya itu tak masalah bagiku kini
    engkau berdiri di situ dengan ekspresimu
    ragu tentang apa yang harus kukatakan
    mengapa tak kau jamah aku, jamahlah aku
    mengapa tak kau jamah aku, jamahlah aku
    jamahlah aku sekarang, sekarang, sekarang ….

    (diterjemahkan oleh yantje maruanaya), copy paste dari progressive rock library …..

  2. Rully Says:

    Wahh lucu juga Om G, pas pertama kali dengar genesis pun ga mudeng sama sekali! kayanya semua pendengar prog seperti itu ya? apa jangan2 ada juga yg sekali denger langsung suka! itu sih ibaratnya main Golf, hole in One.. he he he

  3. Budi Putra Says:

    Awalnya sy lebih sering muter Pink Floyd itupun butuh waktu lama untuk bisa menikmati musiknya. Bahkan ketika SMP ada temen yg muter Yes, saya malah bingung musik apa ini….? Maklum krn saat itu lg trennya metal/thrash.

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah mas Budi …. Sepertinya perlu dicari tuh temennya yg SMP aja udah menikmati Yes meski sudah bukan jamannya lagi … Ajak aja nggemblung di sini mas. pasti seru ….

      • Budi Putra Says:

        Iya mas Gatot, entah kemana teman saya yg satu itu. Setelah berkeluarga kabarnya dia domisili diluar Jakarta. Selain muter Yes, dia juga fans beratnya Rush (selinting dg mas DananG). Seingat saya dikamarnya penuh dg poster Rush. Bahkan dia pernah cerita pernah mimpi konser bareng dg Rush….wah, wah….saya bengomg aje deh. Wong blm ngeh opo iku Rush. Mudah2an dia buka2 blog ktemu dg blog gemblung ini.

        Hallo Eddy, dimanakah kau berada???

  4. Koh Win Says:

    Kok nyetrum ya….dua hari ini saya putar Nursery Cryme….alasannya….saya baru menikmati Transatlantic yang mencover lagu The Return of Giant Hogweed dengan sangat rapih dan akademis banget…kedua saya sedang menikmati Genesis Revisited nya Steve Hacket yang memainkan nomor nomor keren album ini The Fontain Salmacis, The Musical Box juga The Return itu…wah wah tuobz tenan…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju … Transatlantic bagus mengcover The Return. juga bagus cover And You And I ….

      Saling nyetrum rupanya sudah mewabah ya …. he he …

  5. Gatot Widayanto Says:

    suwun sanget copas nya , dab Edi … absurd ceritanya ya … Tapi musiknya memang mauuuutzzz … meski awalnya gak mudeng blas …ha ha …

  6. Boeddhierif Setyawan Says:

    Nah nah nah.., saya pikir kuping saya sendiri yang termasuk kupek (kurang pendengaran), saat pertama kali mendengar musik dari Genesis..
    Karena biasanya memang teman-teman sering “nggarapi” (menghina tapi tujuannya sekedar bercanda, Bahasa Indonesianya apa ya saya malah jadi bingung) saya dengan memberikan kepanjangan untuk nama panggilan saya sejak kecil “Budi alias Budeg Dikit”..hahahaha

    Entah ini salah atau sangat salah tapi menurut saya Genesis memiliki musik yang cenderung lebih “soft” jika dibandingkan band-band yang membuat saya benar-benar sangat jatuh cinta kepada musik progressive rock seperti Dream Theater, Rush, Pink Floyd dan Yes (terutama 2 band yang saya sebut pertama, mohon harap maklum karena saya lahir di era 80an)..hehehehe

    Bahkan sampai saat ini, telinga saya ini masih belum bisa menikmati semua lagu Genesis meskipun saya tetap saja membeli kaset-kasetnya yang sekiranya saya belum punya albumnya (dengan catatan bahwa harganya tetap tidak lebih dari standarisasi yang telah dipatenkan oleh Om G)..qiqiqiqiq

    Tak lupa dan tak henti-hentinya, jika memang diijinkan, maka saya ingin selalu menutup semua komen dan aktifitas saya di Blog Gemblung ini dengan kalimat ini:

    “Mari kita giatkan dan galakkan GERAKAN DOWNLOAD BERAS agar kita bisa beli kaset sebanyak-banyaknya!”
    ha ha ha ha ha

    • Edi Apple Santoso Says:

      mas budi ( budheg dikit ) karena kebanyakan denger speaker keras, saya juga pernah dijuluki yang semacam itu sama teman2 …. ini genesis sing asli the musical box , kandani lak kandani, genesis sing asli iku yo gabriel ambek hackett http://www.youtube.com/watch?v=AFBY4dvoISc

      • Boeddhierif Setyawan Says:

        Pak Edi, saya telah beberapa kali mendengarkan lagunya dan untuk sementara ini saya masih tetap saja “melambaikan tangan ke arah kamera” alias “menyerah” untuk benar-benar sangat bisa menerima lagu tersebut..
        Kuping saya jebule isih kurang peka dan saya malah soyo bingung kudu kepiye lan dikapakne kuping iki gen iso nampa lagu kwi menjadi salah satu lagu yang mudhengke, nganti saya hanya bisa mengkategorikan lagu tersebut sebagai LAGU AJAIB..

        Khusus untuk photo profil njenengan, saya termasuk pengagumnya meskipun saya mendengarkan semua lagu-lagu karyanya via download MP3 karena saya belum pernah melihat penampakan kasetnya dan selain itu download beras masih belum ditemukan caranya di dunia ini..hahahha

        Hahahahahahaha… ngakak puwol saya ini, Om G..
        Sendiko dawuh, itu pertanda bahwa hal itu harus saya jadikan trademark dalam setiap komen dan aktifitas saya di Blog Gemblung ini, Om G..
        (ngalamat luwe tenan iki ngguyu terus)..hahahahaha

        “Mari kita giatkan dan galakkan GERAKAN DOWNLOAD BERAS agar kita bisa beli kaset sebanyak-banyaknya!”
        ha ha ha ha ha

  7. Gatot Widayanto Says:

    mas BuSet …(Budi Setyawan maksudnya) ….lha mbok mengulas Dream Theater di blog gemblung ini. Saya juga suka lho DT . Bahkan saya suka sekali karena musiknya menggabungkan antara keras , melodik dan cepat serta beberapa komposisinya kompleks.

    lagu DT paling tob bagi saya ya Stream of Consciousness dari Train of Thought. edhan!

    • Boeddhierif Setyawan Says:

      hahahahahaha.., sayangnya singkatan itu sudah dipakai oleh salah satu Kepala Dinas yang sudah pensiun tahun kemarin, Om G..

      Wah, kalau diijinkan mungkin saya akan mengulas beberapa kenangan yang masih terekam dan tergambar di dalam kepala saya tentang 1 lagu dari masing-masing album Dream Theater ini nanti..

      Saya boleh minta email njenengan, Om G? Biar saya kalu udah menulis langsung saya kirim via email.. Untuk saat ini saya akan seleksi dulu lagu-lagunya dan menguraikannya ke dalam tulisan di saat saya berada di kantor kalau sudah mulai agak sepi kerjaan..hehehehe

      “Mari kita giatkan dan galakkan GERAKAN DOWNLOAD BERAS agar kita bisa beli kaset sebanyak-banyaknya!”
      ha ha ha ha ha

      • Gatot Widayanto Says:

        mas BuSet,

        monggo kirim ke gatotprog@gmail.com.

        wah seru nih tentunya. Tolong masukkan Stream of Consciousnessbdan Outcry yo mas … Juga Finally Free … juga Fatal Tragedy …lha kok wokèh men!?

      • Boeddhierif Setyawan Says:

        waduh, sebenarnya saya gak enak kalau gak membahas pilihan dan masukan dan Om G, tapi untuk sementara mungkin nanti 1 lagu per album dulu ya, Om G..
        Karena Finally Free dan Fatal Tragedy berada dalam 1 album, maka saya tidak akan memilih salah satu dari keduanya..hahahaha

        Kemungkinan saya akan memilih lagu yang paling umum di album Metropolis Part II: Scenes From A Memory, yaitu The Spirit Carries On, karena lagu tersebut memiliki kenangan yang sangat dalam bagi saya..

        Bila ada kesempatan daalam kesempitan, mungkin kelak ada yang melanjutkannya dengan mengulas per album..hehehehe

      • Gatot Widayanto Says:

        mas BuSet …ada yang lupa:

        “Mari kita giatkan dan galakkan
        GERAKAN DOWNLOAD BERAS agar kita
        bisa beli kaset sebanyak-banyaknya!”
        ha ha ha ha ha

      • Boeddhierif Setyawan Says:

        Hahahahahahaha… ngakak puwol saya ini, Om G..
        Sendiko dawuh, itu pertanda bahwa hal itu harus saya jadikan trademark dalam setiap komen dan aktifitas saya di Blog Gemblung ini, Om G..
        (ngalamat luwe tenan iki ngguyu terus)..hahahahaha

        “Mari kita giatkan dan galakkan GERAKAN DOWNLOAD BERAS agar kita bisa beli kaset sebanyak-banyaknya!”
        ha ha ha ha ha

  8. herman Says:

    Mas Budi, salam kenal……wah tambah kosa kata ori (original) dari Mas Budi…download beras…..hahaha…tambah seru Blog ini Mas…..

    • Boeddhierif Setyawan Says:

      Salam kenal, Pak Herman..
      Saya sendiri awalnya memakai kosa kata itu juga pas melihat begitu gilanya harga gulungan pita yang sampai saat ini masih saya gandrungi (mau gandrung dengan yang lain nunggu prosesi “pengesahan dari pihak berwenang” dulu, jadinya masih tetap gandrung dengan kaset)..hahahaha

      Hidup Kaset!

      “Mari kita giatkan dan galakkan GERAKAN DOWNLOAD BERAS agar kita bisa beli kaset sebanyak-banyaknya!”
      ha ha ha ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: