My Walkman Is Back!

Hippienov

 

Woaw!… Seneng banget setelah kira-kira dua tahun walkman “djadoel” merek Aiwa ku terbaring kaku tak berfungsi di dalam lemari, akhirnya hari Sabtu sore lalu (30 Agustus 2014) roda-roda walkman ini kembali berputar dan melantunkan lagu-lagu djadoel kegemaranku… Thank God…
 
Ceritanya suatu hari walkman satu-satunya yang aku punya tiba-tiba rusak gak mau memutar kaset lagi, sebelumnya gelaja aiwaini sudah sering muncul tiap aku mau nyetel kaset. Harus aku “keplak-keplak” (pukul-pukul ringan) dulu untuk memancing roda pemutar walkman agar berputar tapi akhirnya cara primitif ini gak mempan lagi, walkman ku berhenti total gak mau memutar kaset lagi. Sedih bukan kepayang, pernah terpikir untuk beli yang baru tap ternyata nyaris gak ada lagi yang jual… Lah wong sing jual mp3 player saja sudah mulai jarang, aku malah nyari yang jual walkman? Aku juga mencoba membawa walkman ini ke beberapa servisan elektronik tapi jawaban yang aku dapat selalu sama, mereka gaka bisa atau sebenarnya gak mau membetulkannya. Sekedar mencobanyapun gak mau, malah menyentuh walkmanku saja sepertinya ogah. Mereka semua bilang “wah sudah sparepart nya, lagian udah gak jaman sekarang pake walkman… Ada malah yang menyarankan untuk “membarang loakkan” alias mebuang walkman ini   ” Asem rek!… Sebel, kesel campur sedih tiap kali dengar kata-kata itu, tapi aku coba untuk sabar dan mencoba berpikir realistis bahwa yang mereka ucapkan ada benarnya juga, mungkin aku yang terlalu “old-fashioned” dan mungkin saatnya move on to newer things…
 
Singkat cerita akupun mulai mencoba menerima kenyataan bahwa walkman ini gak pernah bisa hidup lagi dan sekarang hanya jadi bagian dari kenangan hidupku. Aku juga mulai menggunakan file mp3 di hape (out of fashion) ku untuk mendengarkan musik saat di kantor atau di jalan. O ya, dulu saat walkmanku masih berfungsi aku suka mendengarkan lagu lewat walkman saat mengendarai motor. Walkman nya aku masukkan saku jaket yang kebetulan ada zipper nya jadi aman gak bakal jatuh, kalo satu side habis ya aku berhenti sebentar buat membalik kasetnya ke side berikutnya, atau kalo mau ganti kaset.. Tapi kalo pas kena macet atau sedang ngebut ya harus sabar dulu samapi dapat tempat yang aman dan nayamn untuk berhenti dan membalik/ganti kaset. Saat kebanyakan orang menggunakan hape, ipod atau mp3 player yang ringkes, ringan dan gak repot aku masih setia dengan teknologi djadoel yang lumayan ribet dan perlu waktu khusus untuk sekedar membalik side atau ganti kaset.
 
Walau sudah “mencoba” beralih ke teknologi kekinian yang gak ketinggalan jaman namun tetap saja ada saatnya aku kembali kangen dengan walkmanku dengan segala keribetannya. Aku suka membuka lemari dan mengambil walkman itu lalu aku elus-elus sampai timbul rasa sedih dalam hati.. Saat melakukannya beraneka kenangan masa lampau yang pernah aku lalui mucul kembali, serasa aku going back to the those moments termasuk saat aku pergi bersama adik perempuanku membeli walkman ini di Mall Cimanggis more than 10 years ago. Namun apa daya walkman ini sekarang rusak…
Biasanya kalau sudah terlalu sentimental maka aku akan cepat-cepat simpan lagi walkman nya di tempat semula, takut malah jadi nangis beneran…
 
Nah beberapa bulan lalu papa ku secara gak sengaja menemukan tempat servisan elektronik yang “progressive” karena secara tak terduga bisa membetulkan stereo set dan compo adik-adikku yang sudah lama rusak. Dan… “kriiiiingggg”, ring a bell… Aku langsung teringat walkman ku yang ada di lemari, jangan-jangan bisa dibetulkan juga nih.
Langsung aku minta tolong untuk dibawa ke tempat servisan itu tapi papa ku sepertinya gak sama semangatnya dengan aku, beliau hanya bilang “dulu kan udah pernah dibawa ke tempat lain dan gak bisa dibenerin, paling yang ini juga sama…” Atau paling top beliau akan bilang “ya udah nanti papa bawa” tapi selama itu pula gak pernah dibawa dan walkman ku pun kembali masuk lemari… Peristiwa ini terulang beberapa kali dan aku pun mulai pesimis sampai tiba-tiba Mas G brought back my good old memories of that walkman lewat sebuah tret, dan semangatku kembali menggebu untuk mencoba membetulkan walkman tua ku itu…
 
The long awaited moment finally came… Sabtu kemarin papaku mengajak untuk membawa walkman ku ke tempat servisan elektronik yang ngeprog itu dan langsung aku sambut dengan gembira. Kita berduapun meluncur ke tempat yang dimaksud namun ada keraguan dalam hati dan aku pasrah jika ternyata si Bapak servis juga angkat tangan. Sampai di tempat yang dimaksud dengan sikap yang dingin walkman ku langsung di kutak-katik serius tanpa mempedulikan keberadaa kami berdua. Akhirnya kami memilih untuk pulang karena sepertinya ini akan terlalu lama jika ditunggu.
 
Sekitar jam 14.00 atau 14.30 WIB saat aku sedang pergi ke tempat lain papaku sms dan memberi info kalau walkman sudah selesai diservis dan bisa diambil. WOAW… Sueneng pool!…. Aku langsung meluncur tapi ternyata tempatnya tutup. Duh… tertunda nih celebration nya, padahal sudah gak sabar mau nyobain denger kaset via walkman.
Sore hari akhirnya walkman nya diambil oleh papaku yang kebetulan ada arah ke tempat servisan dan begitu sampai di rumah langsung aku sound test dengan Michael Franks “Jazz Vocal” rilisan Aquarius, wuih… ajib…. Ini pertama kali aku dengar musik via walkman setelah sekian lama absent. Seneng banget tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, ternyata pengharapan, keinginan kuat dan usahaku pantang menyerah untuk membetulkan walkman penuh kenangan ini terbayar sudah…
 
Hari ini, untuk pertama kali setelah 2 tahun aku kembali bawa walkman ke kantor dengan beberapa kaset djadoel untuk menemaniku kerja, asik…
Walaupun ini berarti menambah beban tas yang harus aku bawa tapi gak mengapa, demi sebuah nuansa djadoel yang kian hari memudar aku rela membawa beban berat di tas…
 
Matursuwun Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan dan tak lupa untuk rekan-rekan yang sudi membaca tulisanku ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.
 
 Just an old fashioned hippie with his old fashioned walkman playing some old fashioned rock songs…
hippienov  

 

22 Responses to “My Walkman Is Back!”

  1. andria h8 Says:

    selamat pak Hippie, semoga walkman tetap sehat. saya kmarin pas ke carefour lihat ada tape compo buatan Polytron yg bisa nyetel cd/dvd juga, agak mahal juga. sebenarnya di rumah ada 2 mini compo & 1 tape head (tanpa speaker), hobinya meremuk pita kaset yg nggak pas gulungannya. mungkin daripada beli sebaiknya saya mereparasi juga aja.

    • hippienov Says:

      Met pagi Mas Andria, injih mas Polytron termasuk produsen elektronik yang masih memproduksi compo/stereo dengan cassette player dan harganya bervariasi dari yang sedang sampai yang jutaan. Mungkin yang punya Polytron sama seperti kita mas masih mencintai kaset jadul jadinya dia ngerti betapa sedihnya kalo masu dengerin kaset tapi gak ada playernya, makanya Polytron masih menyediakan radio tape/compo, hehehe… Aku pernah lihat juga merk Panasonic tapi astaga harganya gak ngeprog blas.
      Kalo masih bisa diservis mending servis aja mas, lumayan kan ekonomis…hehehe…

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Hippie sedulurku lanang

    Mas Hippie kegigihan njenengan mengingatkan saya pada kegigihan Kirk Hammet’s ketika berusaha merestorasi sebuah 36 Ford Coupe.Kalo ndak salah mobil ini dipamerkan James Hetfield pada film Metallica yg kemarin mas.Salut atas kegigihan mas Hippie dalam menyelamatkan sebuah artefak yg penuh sejarah.
    Oh njih mas Hippie biar ndak rusak lagi,diberi stiker seperti walkman milik saya mas Hippie.Di beri stikernya Cannibal Corpse album Butchered at Birth…pasti tahan banting mas Hippie…ha ha ha

    • hippienov Says:

      Pagi Mas Kukuh my dear brother…
      Hahaha…aku ngotot pengin walkman ku itu diservis lebih karena faktor memory nya mas, lagipula barang barunya sudah langka banget di pasaran, kalopun ada harganya lumayan muahal, hehehe…
      Lebih keren sticker “napalm death” atau “morbid angel” injih mas?
      Cannibal Corpse, wuih band death metal ini ajib banget, aku jadi inget sama kaset “eaten back to life”. Musiknya gila, kuping dijamin berdengung terus karena semua lagu di album itu gak ada yang bertempo lambat, truly great death metal album. Keren mas…

      • kukuh tawanggono Says:

        Kalo di Malang Alhamdulillah masih ada njih mas Hippie untuk walkman semacam itu.Kalo ingin barang bagus dengan harga agak miring carinya di pegadaian,kalo murah(tapi kualitas saya angkat tangan)di comboran.Untuk pengalaman perbaikkan barang elektro jadul saya Alhamdulillah jarang menemui kendala.Saya punya kenalan yg pekerjaannya mereparasi barang elektro mas Hippie,namanya mas Mat The Electro Hell(ini julukkan yg saya berikan pada beliau).Gara-garanya orang ini canggih sekali mas Hippie.Bayangkan saja hanya dengan sekilas memandang dia sudah tahu padanan sebuah komponen,mengakali bagaimana sebuah alat agar bisa bekerja dengan baik memakai komponen yg bukan versi orinya(dan ini sudah melibatkan IC juga),belum lagi kemampuannya yg membuat saya ngaplo…he he he
        Mas Hippie Morbid Angel bisa dicoba,saya yakin sekali pakai njenengan pasti langsung jatuh cinta pada band ini…ha ha ha ha

  3. Gatot Widayanto Says:

    Selamat mas Hippie! Seperti biasa .. tulisannya enak dibaca dan perlu! Hebat mas!
    Kalau tak keberatan, saya minta alamat tempat servis nya mas , soalnya suatu saat mungkin walkman saya yang harus dirawat di situ. Minta alamat dan ancer2nya mas . Di sekitar Depok ya mas? Gak pa pa …saya sering gowes ke situ mas …. Siiiipppp!!! Suwun yo mas …

    • hippienov Says:

      Matursuwun Mas G, biasa aja kok mas, aku cuma cerita apa adanya seperti yang pernah aku alami.
      Boleh mas, sepertinya ada alamat lengkapnya di rumah, nanti aku cari dulu injih…
      Injih mas di depok, ancer-ancernya dekat dengan Mako Brimob Kelapa Dua, arah ke perumahan Bukit Cengkeh 2.
      Suwun…

      • Gatot Widayanto Says:

        Wah …saya suka naik angkot 112 Rambutan – Depok lewat situ mas Hippie. Kadang gowes juga. Tolong ya alamatnya. Wah … Reparasi kayak gini ini mesti dibina

  4. hippienov Says:

    Wah itu lebih keren Mas Kukuh, cuma dari memandang sudah bisa menerka apa yang rusak. Jangan-jangan kenalan njenengan kuwi paranormal injih? Hehehehe…
    Morbid Angel pernah jadi favorit ku mas, terutama album “altars of madness”. Tapi setelah itu aku gak ikutin album-album selanjutnya.

  5. hippienov Says:

    Nah angkot 112 lewat depan “gang/jalan masuk” ke tempat servisan yang ngeprog itu Mas G. Mohon maaf aku kelupaan cari alamat/no telpon si Bapak kemarin malam, coba malam ini ya mas. Suwun…

  6. Gatot Widayanto Says:

    Gara2 tret nunjekmatic ini, maka kesetromlah awak ini … Maka, jangan salahkan saya bila latah malam ini memutar kaset JETHRO TULL “Minstrel In The Gallery” rekaman Perina Aquarius hitam putih nan nostalgik pol ini. Memang inilah kaset saya ketika album ini dirilis di Madiun tahun 1975. Saya belinya di toko solder Indah Electric di jalan Bogowonto, dekat Pasar Kawak Madiun. Meski sudah punya CD album keren ini masih aja lebih menghunjam rempelo kalau mendengarkannya via kaset diputar di walkman Sony. Woauuuw …. Muwantab jumandhab tuwenaaaan …!

    Dulu saat di Madiun saya nyetel kaset ini di ruang tengah sambil belajar ulangan esoknya. Pas lagu Baker St Muse saya nangis sesenggukan karena musiknya sungguh syahdu terutama melodi yang menukik tajam bak sembilu dibelah dua …. Walah! Apa lagi ini kok hiperbolik lebay pol ….!

    Pokoke nikmat sekali mnikmati musik dengan media yang pas meski trebel nya main petak umpet. Malah makin asik karena penasaran “akankah treble muncul nantinya?” ….hi hi hi ….

  7. hippienov Says:

    Aku juga kalo belajar mau ulangan (sks-sistem kebut semalem) selalu nyetel kaset dengan volume kenceng, dan kebiasaan ini terus terulang sampai mas kuliah, tapi kali ini volume tape nya lebih kenceng lagi sampai-sampai ibu kos harus teriak kalo mau manggil aku, hehehe…

  8. hippienov Says:

    Project selanjutnya aku mau coba bawa discman Sony ku yang juga rusak ke tempat servisan ini. Sama seperti walkman ku, discman itu sudah aku bawa ke beberapa tempat servisan elektronik dan gak ada yang mau handle, rumit katanya nyervis discman. Karena aku awam gak ngerti soal elektronik yah percaya saja. Sapa tahu kali ini bisa diservis walau rasa pesimistis itu ada…

  9. hippienov Says:

    Injih Mas G, djadoel is still the best, hahaha….

  10. herman Says:

    Halo mas hippie..
    boleh minta alamat tempat service walkmannya?
    kebetulan saya sendang cari2 dan mendapat pengalaman yang sama di beberapa tempat service.
    terima kasih sebelumnya ya.

  11. yanyan Says:

    Mohon info alamat atau No Telp.bengkel servis walkmannya mas ?? terim kasih

  12. nangryo Says:

    mas hippie, minta tolog dong tempat servis walkmannya dimana. lagi butuh banget niih. tks

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Nangryo,
      Sepanjang yang saya coba bayangkan, ini beraa di sebuah gang yang jalan besarnya bernama Akses UI Kelapa Dua. Kalau naik angkot 112 jurusan Rambutan – Depok, turun di ASRAMA. Di situ banyak ruko. Taya saja mas. Mestinya mudah sih.

      • Nisa Says:

        Berarti ini dekat Asrama UI ya, mas? Saya juga penasaran nih. Saya punya Walkman Sports seri WA-F63. Suara radionya masih bagus banget tapi sudah tidak bisa memutar kaset lagi. Sepertinya kalau diperbaiki masih bisa.🙂

      • Gatot Widayanto Says:

        Sepertinya bukan asrama UI tapi asrama Brimob

        Gatot Widayanto

        “The high destiny of the individual is to serve rather than to rule.” Albert Einstein On Oct 2, 2015 11:08 PM, “Music for Life” wrote:

        >

    • indra Says:

      Ada contact yg bisa dihubungi service walkmannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: