Reissue : Abbhama ‘ Alam Raya ‘

Hendrik Worotikan

Salah satu band yang hanya menelorkan satu album saja dalam perjalanan bermusiknya diblantika musik indonesia bolehlah disebut Abbhama.

Sejak dibentuk pada 1977 lantas merilis album ‘Alam Raya’ pada 1978 nama mereka pun hilang bak ditelan bumi. Dan sampailah di penghujung Mei 2014, setelah 36 thn, ‘Alam Raya’ pun kembali dirilis ulang dalam format vinyl dan CD.

Bukan sesuatu yang berlebihan, kalau re-issue ini disambut dengan penuh suka cita, terutama yang belum pernah memiliki fisik kasetnya, dulu (baca : seperti saya).

Diblantika musik tanah air era 70-an sangatlah jarang kita menjumpai rekaman musik yang berbalut dengan nuansa progressive rock/symphonic rock seperti Abbhama dengan sang frontmannya Iwan Madjid (1957-17 Juli 2014), yang tidak lama setelah ‘Alam Raya’ di re-issue menghadap ke Sang Khalik.

Pengaruh musik prog rock semacam ELP, Yes, King Crimson, Genesis jelas terasa pada sebagian aransemen musik Abbhama.
Bahkan dibeberapa lagu sengaja diselipkan komposisi musik klasik karya Johan Sebastian Bach (1685-1750), Claude Debussy (1862-1918), Frederic Chopin (1810-49), dll.
Tidak hanya sampai disitu saja, karya musisi legendaris, Keith Emerson ‘Piano Concerto No. 1’ tidak luput juga menjadi inspirasi di lagu karam.

Karya musik dari komponis klasik, acapkali memang menjadi inspirasi bagi para musisi. Tidak hanya Abbhama, musisi dan grup mancanegara juga sering kali melakukan hal yang sama.
Ini bisa kita dengarkan di album Yessongs milik Yes tatkala di Opening mengutip karya Stravinsky ‘Free Bird Suite’, ELP membawakan ‘Fanfare for The Common’ karya komponis Aaron Copland dan juga gitaris Yngwie Malmsteen yang memainkan gubahan Antonio Vivaldi, ‘Cantabile’ (Op 10 No. 3 RV428 il Gardellino) di albumnya yang bertajuk ‘Magnum Opus’, begitu pula dengan Deodato yang menginterpretasikan karya Debussy ‘Prelude to the Afternoon of A Faun’.

image

image

image

Abbhama dengan formasinya Iwan Madjid (vocals, piano, mellotron, flute), Darwin B. Rachman (bass, keyboard), Cok Bagus (gitar), Hendro (oboe), Robin Simangunsong (drums), Oni (minimoog synthesizers, keyboard) Dharma (flute) dan Ivan (viola), walaupun hanya singkat keberadaan mereka, namun mereka telah memberikan warna baru didalam iklim industri musik kala itu.
Dan siapa pula yang menyangka kalau album yang direkam berpuluh-puluh tahun lalu itu sampai saat ini rekamannya masih terus diburu oleh para kolektor musik tanah air, pun, mancanegara.

Jayalah prog ! di Alam Raya Indonesia Mahardika. Lho kok ?

Matur nuwun Mas G.

——

TAMBAHAN DARI MAS GATOT TRIONO (3 Sep 2014)

Mas GW,munkin jika tidak keberatan foto ini bisa ditambahkan u/ tulisan nya Mas Hendrik tentang Abbhama.tks.

Tribute Iwan Madjid

11 Responses to “Reissue : Abbhama ‘ Alam Raya ‘”

  1. Hendrik Worotikan Says:

    Terima kasih Mas G sdh tayang. Sebetulnya sdh lama nulisnya, cuma kok ya nggak tuntas gitu.

    Foto diatas salah satunya adalah bonus berupa poster. Jadi ingat Roger Dean nih yg biasa bikin cover art buat band band top dunia, seperti Yes, Uriah Heep, dll.

    Salam.

  2. gt Says:

    Dua lagu dari Abbhama,yakni Asmara dam Alam Raya,akan di bawakan diacara A Tribute to our Beloved Friend Iwan Madjid,tgl 5 September 2014,di Airman Lounge Hotel Sultan, Jakarta.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Terima kasih utk infonya Mas gt. Kira-kira siapa ya vokalisnya yang akan membawakan 2 tembang itu ?
      Paling tidak suaranya harus mirip sama alm. Iwan Madjid yg mempunyai karakter suara yg khas, yg kadang-kadang bisa bikin merinding disko bagi yang mendengarnya. hihihi…

  3. Hendrik Worotikan Says:

    Wah ada info tambahan lagi dari Mas gt. Kalo melihat nama yg ada, menurut sy ada 3 nama yg benar-benar sbg penyanyi utama.
    Arryzsyaff dulu di Cynomadeus bareng Iwan Madjid, Eben eks Prambors Band dan Doddy Katamsi mantan El Pamas dan sering tampil dgn lagu-lagu claro.
    Dari tiga nama diatas mungkin karakter suara yg rada pas ada di Eben Hutauruk.
    Semoga.

  4. hippienov Says:

    Saat lihat album ini di BM Square sewaktu progring kemarin aku sueneng banget karena sebelumnya aku hanya baca ulasan singkatnya di majalah Rolling Stone edisi “150 album berpengaruh” Tapi jujur sempat ragu untuk membungkusnya, makanya aku tanya ke Bro Apec seperti apa musiknya dan begitu beliau bilang kalo musik Abbhama mirip Yes, mantaplah hati ini untuk membeli cd remaster Alam Raya. Kalo ditunda takutnya keburu ludes gak kebagian.
    Memang ada nuansa Yes dalam musik Abbhama walau gak terlalu tajam tikungan-tikungannya seperti Yes tapi tetap bagus. Vokalisnyapun bertipikal suara seperti Jon Anderson, melengking tinggi yang kata orang “angelic voice”.
    Pendek kata gak nyesel beli album ini.

    • Gatot Widayanto Says:

      Hanya sayangnya karena semua audio asli ditataulang lagi tanpa perekaman ulang, kualitas audionya kurang natural ….banyak pemaksaan terutama di suara treble …

  5. Gatot Widayanto Says:

    Pak GT, ditunggu ulasannya dari acara Iwan Madjid Tribute …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: