Mini ProgRing @ Klaten

Gatot Widayanto

The “life” side of the blog

Biyuh pagi ini suweneng numpak sepur Madiun Jaya (ManJa) dari Madiun menuju Yogya turun di Klaten dengan satu tujuan: mini progring sekaligus silaturahim dengan master of The Flower Kings, The Koh Win. Kereta ManJa ternyata nyaman sekali dan tepat waktu. Senang sekali saya naik kereta ini karena murni buatan Madiun oleh INKA dan melayani rute untuk profesional, mereka yang bekerja di Yogya dan juga masyarakat pada umumnya, tentunya. Sepanjang perjalanan saya menikmati lagu2  progclaro via iPod sambil menikmati pemandangan alam pedesaan di rute KA. Sayapun menggunakan google maps utk memantau kapan saya akan landing di Klaten. Alhamdulillah GPS nya google memuaskan sekali sehingga setiap saat saya ndak perlu tanya orang kereta sudah sampe mana. Terima kasih Eyang Google ….

Slide1

1. Eksterior kereta ManJa, 2. Interior kereta ManJa, 3. Pemandangan hijau di seberang rel kereta, 4. Stasiun Klaten.

 

Alhamdulillah tepat pukul 08:30 sudah mendarat di stasiun Klaten dan langsung saya jalan2 di Jl. Pramuka depan stasiun Klaten sekalian menghangatkan badan setelah kedinginan selama 3 jam lebih di dalam kereta. Sungguh, saya sangat menikmati aktivitas ini karena memang saya selalu penasaran dengan kota orang lain, apalagi baru kali ini saya menginjakkan kaki di tanah Klaten. Bagi saya yang sumpek dengan kehidupan kota besar yang serba dusel-duselan, berjalan di Jl. Pramuka, dan kemudian Jl. Pemuda, merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Sambil mbopong ransel, saya nikmati suara langkah kaki saya dan sepinya jalan yang saya lalui sambil tengok kanan kiri lihat ada warung atau kegiatan apa di pinggir jalan. Suatu hal yang sungguh menyenangkan bagi saya dan yang penting: menyegarkan jiwa raga …..

Tugu ciri khas Klaten di depan SPBU

Tugu ciri khas Klaten di depan SPBU

Kopi angkringan dan kacang oncek

Kopi angkringan dan kacang oncek


Setelah jalan sekitar beberapa ratus meter Koh Win menyapa saya di suatu perempatan, tepatnya perempatan Polsek, dimana ada warung kambing pak Codot. Seru banget namanya …codot ….ha ha ha ….

(Belum selesai nulisnya nih ….ntar mau menikmati ketan srikaya masakan Nyonya Herwinto ….mak nyus).

Koh Win ternyata akan menjemput putri bungsunya yg sekolah TK dan saya lanjut jalan menyisir jalan Pemuda. Saya nikmati setiap langkah saya menuju nowhere sambil jeprat jepret kamera HP buat capture beberapa spot yang menarik saya; dan akhirnya nangkring di warung angkringan sambil menikmati kopi tubruk tanpa gula tanpa susu. Nikmat duduk sendiri kethap kethip sambil menikmati kesibukan Klaten. Ini jelas merupakan suatu hal yang jarang saya lakukan di kota sibuk seperti Jakarta. Meski Jl Pemuda ini sibuk, namun tetep nuansa kesibukannya lain dan memang enak buat dinikmati.

 


Beberapa menit kemudian Koh Win nyamperin saya di angkringan dan mini progring tahap 1 digelar sambil menikmati kacang dan gorpis. Sebenernya kami tak lama berada di kopi angkringan ini namun karena masih ada sisa kacang oncek yang belum selesai dimakan dan juga kopi saya masih kemedhul maka obrolan kami mulai dengan cerita Koh Win yang sedang menikmati King Crimson era 90an, album live. Obrolan tentang KC pun mengalir renyah sampe akhirnya kami putuskan pindah tempat ke kuliner lain. Memang sejak dari Madiun saya sengaja gak sarapan biar mantab kulineran di Klaten. Akhirnya kami pindah ke Soto Mbok Giyem yang memang manteb njegreg rasanya. Meski sambil nyoto, kami ngobrol ngalor ngidul termasuk sejarah ngeprognya Koh Win plus riwayat singkat Pelita Harapan – The most promising learning centre for Klaten future generation ….Sebenarnya gak hanya buat Klaten aja sih PH nya Koh Win ini karena ini merupakan strategi bisnis Koh Win aja untuk menyikapi persaingan ketat dengan nama-nama yang sudah “branded” . Kalau istilahnya pakar pemasaran Philip Kotler, strategi yang diterapkan Koh Win ini disebut “flanking strategy” yakni menyerang kompetisi dari sayap dulu sambil memperkuat brand image melalui daerah di sayap2 Solo: Klaten, Boyolali, Sukoharjo dan ….(lupa saya). Nanti kalau sudah kokoh di sayap, sedikit demi sedikit menyerang jantung kota dan meluluh-lantakkan pesaing yang saat ini mendominasi. Strategi yang jitu! Koh Win gitu loh! he he he …. Memang bener sih …kalau PH ini di awal2 sudah head-to-head dengan pemain yang lama dengan brand yang sudah kuat ya bakal capek ditengah, kurang kuat …dan bisa loyo tak bertenaga. Namun PH dengan flanking strategy nya kelihatannya sudah cukup kokoh di empat daerah tumpuan tersebut dimana Klaten sebagai pusat kendali utama.

Oh ya .. Soto Mbok Giyem ini mengingatkan saya akan Soto Pak Djan di depan kolam renang Purboyo di Madiun jaman saya masih SMA dulu. Jangan tanya enaknya, namun tanyalah lauk apa saja yang disediakan menemani santapan soto. Banyak sekali ragamnya namun yang paling cucok bagi saya ya tempe. Dan untuk semangkuk soto, saya memerlukan nguntal tiga buah tempe. Ha ha ha ha … mantab jaya suprana tenan! Meski dilatarbelakangi lagu non progclaro, tetap aja progring di sini mantab….Barulah kemudian kami menuju rumah Koh Win yang sekaligus merupakan markas besar Pelita Harapan.

Soto Mbok Giyem and  its associated accessories ... Muwanteb njegreg pol!

Soto Mbok Giyem and its associated accessories … Muwanteb njegreg pol!

Tempatnya strategis dan di depan Pelita Harapan ada kafe yang sayangnya buka hanya sore hingga malam hari, sehingga kami tak bisa menikmati kopi di situ. Komplek PH ini menempati areal tanah cukup luas sekitar 1000 M2 dengan empat kelas belajar. Masing-masing kelas berisi kapasitas sekitar 20 orang kecuali ada satu kelas yang besar, bisa muat lebih banyak lagi. Meja kerja Koh Win berada diantara empat ruang belajar tersebut dengan meja yang lengkap fasilitas desk top komputer serta blog gemblung MfL yang terpampang di layarnya. Ha ha ha …seru juga, kerja sambil ngeblog. Rumah Koh Win dan keluarga ada di bangunan paling belakang dari komplek ini. Yang paling asik, di belakang bangunan permanen ada hutan kecil berisi pohon jati plus beberapa ayam peliharaan Koh Win. Saya berada di rumah Koh Win dan Komplek PH ini cukup lama atau sekitar 3 jam lebih hingga sekitar pukul 14:00. Selama progring kedua buah hati Koh Win juga ikut: Fajar (kelas 4 SD) dan Ifah (usia TK). Hidangan mak nyus berupa ketan srikaya buatan Ny. Herwinto menemani obrolan kami sambil ngopi tubruk menggunakan mug karya mas Andria bernuansa IQ. Koh Win juga dapat kiriman mug dari mas Andria lewat saya yang ternyata isinya Iron Maiden. Kami sempat heran …kok Koh Win suka IrMa ya? Rupanya salah kirim …bukan salah alamat lho! Ha ha ha ha …

Koh Win di Pusat Kerajaan Bisnisnya - the "spectacular" Pelita Harapan ....

Koh Win di Pusat Kerajaan Bisnisnya – the “spectacular” Pelita Harapan ….

2014901105733

Koh Win dengan si Bungsu berpose di dalam salah satu raung belajar ber AC.

Koh Win dengan si Bungsu berpose di dalam salah satu raung belajar ber AC.

Meja kerja Koh Win dengan desk top computer yang layarnya adalah Music for Life ...

Meja kerja Koh Win dengan desk top computer yang layarnya adalah Music for Life …

Kudapan ketan srikaya dengan aroma duren, made by Ny. Herwinto

Kudapan ketan srikaya dengan aroma duren, made by Ny. Herwinto

Progring santai di markas Pelita Harapan

Progring santai di markas Pelita Harapan

Dalam perjalanan Klaten – Solo (bandara) diantar Koh Win, kami sempat mampir di kuliner mantab yakni sate tengkleng Mbok Galak yang kata Koh Win “klasik” banget tempat ini. Namanya aja sudah galak, apalagi rasanya …pasti guwalak pol! ha ha ha ha ha ……

Whoooaaaa… makan lagi …makan lagi … Kami nyantap tongseng dan sate, termasuk sate buntel. Sambil menyantap kuliner Mbok Galak kami ngobrol lagi ngalor ngidul sembarang kalir. Singkat cerita, progring @ Klaten berakhir pukul 17:00 ketika saya diantar Koh Win ke bandara Adi Soemarmo. Terima kasih Koh Win atas kesempatan luar biasa untuk mini progring di Kota Klaten dan Solo. Suiiiipppp!!! Terima kasih atas persahabatan yang dimulai dari dunia maya ….

Sate dan tongseng Mbok Galak

Sate dan tongseng Mbok Galak

 

Siap disantap ...

Siap disantap …

21 Responses to “Mini ProgRing @ Klaten”

  1. apec Says:

    iki jenenge Mega Mini Prog Ring…..indahnya persahabatan…jadi merasa tidak sendirian jika kita ada di kota lain…

    • Gatot Widayanto Says:

      benar ….indahnya persahabatan. Ngobrol gayeng gak terasa sudah berlangsung lama ….
      Bro Apec, insya Allah Senin 8 Sep ini saya ke Sby. Sayangnya kok ya ndak nginep, soalnya besoknya (9 – 11 Sep) saya nganter nyonya ke Bandung … Kulonuwun dulu ke Raja Suroboyo … he he he ..

  2. Edi Apple Santoso Says:

    di yogya ada tempat ngopi yang tidak menyediakan gula, susu, hp harus dimatikan, tidak ada internet, tidak boleh merokok. klinik kopi namanya, buka jam 16.00 s/d 22.00. espressone mak jlebz …..

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah …ini namanya Kafe Prog mas …. Memang kalo sudah dicampur susu sama gula, itu bukan lagi kopi ….kosula atau kalau pake gula aja ya kola …. Ndak seru tuh …. Kasihan aroma kopinya kalah sama gulanya ….

  3. Koh Win Says:

    Ha ha ha mas Gatot bisa aja…..Trimakasih banyak atas kunjungannya….suatu kehormatan tak terhingga mas Gatot mengunjungi orang kecil seperti saya…..semoga silaturahmi ini memberikan barokah untuk kita semua amiiin…..buat mas Andria trimakasih atas mug nya meski salah kirim ha ha ha….karena yang terkirim ke saya gambar jrangkong ha ha ha katanya jrangkong khusus untuk yang berdarah metal ha ha ha…..itu buat mas Hippie…

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya yang terima kasih banyak sama Koh Win nih …. sampe digelar karpet merah dan penyambutan yang hangat bersahabat. Luwar biyasa!
      Oh satu lagu ..pulangnya saya mbontot oleh2 khas Solo yang konon paling enak di Solo. Memang huwenak tenan begitu sampe Jakarta saya makan. Mak nyus kemlunyus tenan …. Bika Solo ….he he he he … Suwun Koh Win ….!

  4. apec Says:

    Lihat sate buntel lgs kebelet puipis aku, saking kepingine..ha.ha.. sate paling top yo sate buntel, kalo di Solo yg moncer namanya sate Tambak Segaran.. makan sambil dikelilingi kebulan asap kayak tampil di atas panggung…waduh,….

    • Koh Win Says:

      Betuuuul….kapan kapan kta coba sate buntel tambak segaran…dijamin ngguweblak gulung koming….NP Marillion Marbles….nangis sesenggukan tenan…..

      • Gatot Widayanto Says:

        Lho … Koh Win suka Marbles? Di situ ada satu lagu yg bikin saya njungkel kelojotan ….. ! Judulnya “Drilling Hole” di disc 2. Uwediyan lagu satu ini beber2 nunjek ati rempelo!

      • Gatot Widayanto Says:

        Pernah saya ulas Drilling Hole:
        https://gwmusic.wordpress.com/2007/05/29/marillion-drilling-holes/

      • Gatot Widayanto Says:

        Kayaknya perlu progring di Solo nih …

        * NP “Gaza” by Marillion

      • Koh Win Says:

        Iya mas Marbles benar benar keren…Drilling Hole, Neverland, Invisible Man….tuobz!!

      • Gatot Widayanto Says:

        Salut sama Koh Win yang bisa menerima Marbles dengan baik …. Syukurlah! Anda memang progger tulen! Sedangkan saya progger gadungan … ha ha ha …. Pertama kali dengar Marbles sempat kecewa sih …perlu beberapa waktu. Namun akhirnya BLENG juga …. ha ha ha …

        Kunci mendengarkan era Hogarth: lupakan Marillion era Fish dulu. Kalau gak ya terbelenggu seperti saya ini … ha ha ha …

        Kalau Koh Win suka Marbles, sudah saatnya menikmati juga BRAVE yang konon merupakan album terbaik era Hogarth …

        * NP “Gaza” by Marillion

      • Boeddhierif Setyawan Says:

        Kalau ada progring di Solo, saya boleh dikabari ya Om G..
        Kalau pas ada waktu, nanti saya sempatkan naik motor dari Sragen ke Solo sekedar untuk mendengar dan menambah wawasan saya tentang musik progressive dari para sesepuh dan suhu di Blog ini..hehehehe

  5. Koh Win Says:

    Tenang mas G senin tanggal 8 di gelar lagi soto madura kalau gak ya soto lamongan ha ha ha…..

  6. Hendrik Worotikan Says:

    Sy ikut merasakan kebahagiaan, keindahan dari arti sebuah persahabatan yg diawali dengan kesukaan yang sama, yakni musik.
    Sukses dgn PH nya Koh Win. Semoga menghasilkan generasi penerus yg cakap utk meraih cita setinggi langit.
    Salam.

  7. apec Says:

    Wah, dari singkatan nama perusahaan Koh Win saja, sudah tergambar bahwa sang empunya suka musik, coba lihat, Pelita Harapan disingkat PH, bisa juga diganti dengan singkatan lain Koh Win, yaitu CD= Cahaya Dambaan , artinya hampir sama dgn Pelita Harapan, ha..ha…atau KASET= Klaten Akan Semakin Edukatif & Taqwa, ha..ha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: