Saya Mohon Maaf

Khalil Logomotif

Sahabat gemblung sekalian, saya bener bener mohon maaf, mohon maaf atas ketidak sadaran, kebodohan, kelalaian dan kebelum fahaman saya sebelumnya, mengenai lagu TFK what if God is alone. Jujur bicara, saya paling sering mengedepankan lagu ini di komentar komentar saya terkait tret mengenai TFK, saya paling sering mengakui bahwa saya sangat menyukainya, memutarnya hampir disetiap waktu untuk menemani aktifitas saya sehari hari, bahkan saya pernah ngaku kalau saya sering sampai mengeluarkan air mata kalau mendengarkannya.

Barusan ini (malam ini saya ngga bisa tidur) saya sudah mengetahui, bahwa lagu itu adalah lagu yang tidak sepantasnya untuk didengarkan, dan saya sudah tidak lagi mendengarkannya. Sebagai muslim, yang mengakui tuhan tunggal, saya menjadi sangat malu, karena saya kecele sampai pernah menyukai lagu yang judulnya nyata nyata mempertanyakan bagaimana kalau tuhan sendirian (hanya boleh ditanyakan bagi yang beranggapan bahwa tuhan tidak sendirian).

Untuk menebus kesalahan dan kebodohan saya, saya mencabut seluruh ucapan dan opini saya dalam berbagai komentar saya terdahulu, dan saya tegaskan agar untuk tidak mendengarkan lagu ini lagi bagi yang sudah, dan jangan pernah kepingin dengerin bagi yang belum pernah dengerin. Dan saya nyatakan bahwa saya malu sekali sudah pernah mengakui bahwa saya sangat menyukai lagu ini.

Sekali lagi, mohon saya dimaafkan atas ketidak sadaran, kebodohan, kebelum fahaman dan kelalaian saya atas hal ini. Saya malu sekali. Saya takut dan sangat menyesal.

Salam.

Khalil Logomotif

15 Responses to “Saya Mohon Maaf”

  1. Gatot Widayanto Says:

    SubhanAllah …

    Sebenarnya mendengarkan musik tergantung dari niatnya. Bagi saya memang awalnya merupakan hiburan belaka karena alunan ritem maupun mlodi yang terbungkus dalam komposisi memang enak di telinga dan membuat semangat. Katakanlah mungkin selagi kecil dulu pertama kali saya suka musik dari Koes Plus “Bunga Di Tepi Jalan” dan kemudian suka, ya karena enak di telinga dan asik buat menemani bersepeda utk disenandungkan (saat itu walkman belum lahir). Dan kemudian merambah ke rock dan progrock ….

    Lirik dari musik sangat jarang saya cermati dengan serius kecuali beberapa penggalan yg menurut saya pas dengan pemahaman saya thd makna hidup dan kehidupan. Misalnya penggalan lirik Epitaph, Firth of Fifth, Script for a Jester’s Tear dsb. Misalnya tereakan Fish di “The game is over” itu saya maknai dengan manusia yg telah mati dan pada saat dibangkitkan kemudian sadar bahwa ia tak lagi hidup di dunia lagi dimana ibadah sudah tak ada guna lagi …. Padahal Fish mungkin membuat lirik ini dimaksudkannya sebagai putus tali cinta dengan pacarnya. Sangat personal baginya namun saya tsk mau terseret ke ranahnya lha wong tujuan awal saya menikmati musik memang utk hiburan kecuali bila ada penggalan lirik yg pas buat dimaknai, kalau memang sesuai.

    Judul lagu TFK yg dimaksud mas Khalil memang provokatif. Padahal masih judulnya. Bisa jadi yang dimaksud TFK adalah dewa yang memang katanya banyak ragamnya. Namun kalau yg dimaksud oleh TFK adalah Sang Pencipta semesta alam: Allah swt, maka judul tsb jadi tak pantas dan saya bisa mengerti mengapa mas Khalil menulis tret ini bahkan tadi malam tak bisa tidur. Semoga semuanya adalah bagian dari taubat dan semoga diterima Allah swt.

    Namun saya melihat segi positif di sini yakni mas Khalil mendapat hidayah untuk mengenal lebih dekat Allah dari lirik lagu ini meski kemudian menyadari bahwa lagu ini tak sepantasnya didengarkan. Masya Allah ….
    Sementara itu saya tak pernah tertarik dengan lagu ini karena musiknya biasa saja bahkan sama sekali tak menarik saya . apalagi melodinya juga datar.

    Mengapa saya tak mau terlalu meresapi lirik lagu? Karena tak ada satupun di dunia ini yang lebih indah dari tulisan yang tertera di kitabullah Al Quran Nur Karim. Bahkan di dalamnya ada ayat yang secara tegas Allah berfirman bahwa tak akan ada manusia yang bisa menulis satu aja ayat yang menyamai kulitas Quran. Karena ini kitab yang merupakan firman Tuhan.

    Saya baru tertarik dengan penggalan lirik bila itu bisa dimaknai untuk semangat positif:
    – mengingatkan akan kematian (epitaph misalnya)
    – memberi semangat bekerja (Your Mother Should Know, Long Train Running, Spirit of Radio …dan masih banyak lagi ….)
    – mengingatkan akan Tuhan (meski sering liriknya kurang pas bila di musik prog, namun bnyak dijumpai di musik religi seperti Bimbo atai Ebiet dsb …)

    Ustadz Ade Purnama dalam sebuah taklim mengatakan ada pemuda begajulan yang kemudian sadar dan tobat setelah mendengarkan lagu Iwan Fals bertajuk “Ibu”. Pintu hidayah bisa dari mana saja sesuai yang dikehendakiNya ….

  2. andria h8 Says:

    saya sebenarnya sering minder di blog ini pak G, soalnya bagi saya musik cuma lewat di kuping aja, yg menyenangkan thok. saya sangat jarang meresapi lirik 1 lagu utuh, kl sepotong sih sering🙂 saya setuju bahwa hidayah bisa lewat media apa saja, bahkan dari lagu yg kontroversial sekalipun. kl membaca judul album Carpathian Forest – We Going to Hell for This (mas kukuh tahu pastinya) tentu dlm hati kecil kita justru ingin ke arah sebaliknya.

    • Gatot Widayanto Says:

      Gak pa pa mas Andria … Seperti saya bilang di atas, pada awalnya memang sekedar hiburan saja kok bagi saya. Namun ada periode dimana saya kecanduan …dan kemudian saya gemar menulis review. Ternyata …menulis review itupun ada kaitannya dengan pekerjaan saya karena dengan sering menulis review maka saya latihan membuat laporan yang memang sudah bagian melekat dari profesi saya sebagai konsultan. Jadi …menulis review ternyata melatih diri juga …

  3. Koh Win Says:

    Mas Khalil terima kasih banyak pencerahannya….namun jangan khawatir, penikmat TFK di music for life kayaknya hanya saya dan mas Gatot dan saya sudah membuat tafsiran versi saya sendiri bukan versi Roine Stolt terhadap lagu ini…he he he emangnya saya ahli tafsir? dan sudah saya posting dulu……jadi insya allah pembaca aman karena banyak yang gak tahu what if…cuma saya dulu memang langsung suka lagu ini….namun lagu BOHEMIAN RAPHSODY nya Queen siapa yang tak kenal dan tak suka??? semuanya bisa dikatakan tahu dan suka, padahal lagu itu menceritakan tentang kehomoan Freddy…nauzhubillahi min dzalik….jadi tak sepantasnya juga kita sukai lagu ini….

  4. Koh Win Says:

    Tafsir Koh Win, saya tidak mengartikannya “Bagaimana Jika Tuhan Hanya Satu?” Jelas ini menyimpang dari tauhid!!! tapi saya mengartikannya “Bagaimana Jika Tuhan Sendirian?” tak ada yang mengimaninya, tak ada yang menyembahnya, tak ada yang menolongnya….maka jawabnya… Dia Maha Hidup, Dia Maha Perkasa, Dia Maha Mulia, Dia Maha Kaya….tak bergantung pada hamba hamba Nya, langit dan bumi berada dalam genggamannya, hati manusia berada diantara Jari Jarinya dan Dia membolak balikkan sesuai kehendakNya….seandainya semua makhluk bersekutu untuk mengkufuriNya maka Dia tak akan menjadi lemah…Dia tak bergantung pada ciptaanNya…jika Dia tak menciptakan apapun…Dia tetap maha kuasa dengan kesendirianNya…bukankah Dia dahulu juga sendirian? Maha dahulu dan Maha akhir…

    • Budi Putra Says:

      Awalnya saya dengerin musik sekedar utk pelepas penat saja. Namun seiring usia, mulai sekolah menengah saya mulai mencari grup/musik yg mewakili jiwa saya saat itu yg ingin bebas, tak terkekang, semau gue…kemudian sy menemukannya di Rolling Stones, band2 claro, juga band punk spt Sex Pistols, Dead Kennedys, band trash spt Metallica, Sepultura, Kreator, dll.

      Setelah dibangku kuliah saya mulai menikmati band prog yg mmg progresif secara lirik spt Pink Floyd, apalagi Roger Water yg seorang sosialis sptnya cocok dg ideologi yg saya anut saat kuliah dulu. Bersama lirik2 lagu PF lah saya kerap menyandingkan dengan buku2 kritis karya Paulo Freire, Marx, dll., yg kadang saya jadikan kutipan dalam artikel2 yg saya tulis utk koran kampus saat itu. Musik membantu saya dalam memahami realitas/konteks jaman pada saat itu.

      Secara pribadi saya tidak pernah mengagung2kan satu jenis musik/grup/lagu. Mungkin dalam musik saya seorang liberalis. Artinya semua aliran musik yg akarnya rock pasti saya nikmati. Apakah itu glam, punk rock, rock n roll, metal/thrash, claro, bahkan prog pun saya nikmati. Menurut saya setiap aliran musik memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung dari sudut mana kita menilai dan menikmatinya.

      Begitulah kira2 bila menempatkan liberalisme dalam (menikmati) musik sehingga tidak membuat saya secara pribadi tidak mudah terjebak pada doktrin (musik/lagu) tertentu.

  5. Koh Win Says:

    Dalam al quran ada ayat bunyinya ”wahai orang orang yang beriman janganlah kamu sekali kali mati kecuali dalam keadaan berserah diri (muslim)” ayat ini harus dimaknai terbalik (mafhum mukholafah) artinya ”wahai orang orang yang beriman janganlah kamu sekali kali hidup kecuali sebagai orang yang berserah diri (muslim)” pasti nanti matinya sebagai orang yang berserah diri….nah lagu What if…saya memahaminya dengan mafhum mukholafah ini,.. jadi saya artikan ”Bagaimana jika kita (manusia) sendirian?” jawabnya Gak bisa!! kita pasti butuh Allah. So, Saya sangat berterima kasih dengan mas Khalil karena telah memperkenalkan lagu ini ke saya, justru lagu ini semakin membuat tauhid saya semakin kokoh, saya menjadi merasa butuh Allah, semakin merasa dekat kepadaNya…karena Dia Maha baik…dan mas Khalil tidak usah kawatir karena nampaknya yang terprovokasi dengan lagu ini cuma saya, yang lain kayaknya belum tahu kok….

  6. Koh Win Says:

    Satu lagi semoga tak ada niat riyak, baris kalimat ”What if God is at your door, you leave Him standing in the cold” telah menyemangati saya gemar qiyamul lail…bagaimana jika Allah mendatangimu, sementara kau biarkan Dia kedinginan di luar….tentunya Allah tidak akan kedinginan, namun maknanya betapa gak tau dirinya kita ketika Rabb kita setiap malam turun ke langit dunia untuk mencari hamba hambaNya yang memohon ampun, berdoa, meminta sesuatu, untuk diampuni dan dikabulkan, dan ini berlangsung setiap malam, kita malah berlindung dibalik selimut kemalasan….apa ada lagunya Jethro tull yang bikin kita ketagihan qiyamul lail?….so betapa hebat lagu ini…sekali lagi terima kasih mas Khalil….anda telah mengirim ”RACUN” yang sungguh nikmat kepada saya…..

  7. Gatot Widayanto Says:

    Sungguh tret ini luar biasa …. saya senang membacanya. Mas Khalil minta maaf ke Koh Win, tapi sebaliknya Koh Win malah terima kasih …. Luar biasa!

    Saya sepakat dengan Koh Win, sebaiknya kita maknai lirik sesuai kemauan kita dan yang menyemangati serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.

  8. Wahyu Says:

    Just it’s a music man..

  9. Gatot Widayanto Says:

    Saya sering juga memaknai lirik dan musik sesuai apa yang saya mau dan bukan dari segi apa yang dimaksudkan oleh musisi. Tulisan saya terkait ini terakhir kalau gak salah ini:

    https://gwmusic.wordpress.com/2014/05/01/merajut-makna-melalui-prog-rock-28-of-99/

  10. Gatot Widayanto Says:

    Seharian ini saya kerja di rumah ibu saya sambil ditemani serangkaian musik gentle Giant …. Edan …selain musiknya jempolan tenan, liriknya juga makna-able pol. Misalnya penggalan lirik dari lagu JUST THE SAME ini sesuai dengan profesi saya:

    Change it, what you think, what you thought, what you say
    Look for something more than you sought yesterday.
    I don’t want to be part of your life to-day.
    Don’t you see that I’m just doing what I want to do

    Edhaaaaannnn …!!

  11. apec Says:

    tenang Mas Khalil, sampeyan sudah saya maafkan kok, he..he.. saya malah tahu lagu itu ya dari mas Khalil, padahal saya sudah menyimpan CD-nya (dapat dari Jalsur) selama sekitar 1 tahunan, tp sesekali disetel tanpa nyimak…akhir2 ini malah di kendaraan yg banyak disetel adalah CD garapan Mas Hippie dan nyetel album2 Chrisye…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: