Bagaimana Musik Bisa Menolong Saya?

Gatot Widayanto

Tiba-tiba saya ingat dengan tret selengekan yang pernah saya tulis bulan lalu namun tak saya posting di blog gemblung ini. Saya jadi merasa perlu reblog di sini karena kisah ini menggelikan namun pada saat bersamaan juga ada keterkaitan antara musik dengan kehidupan profesi. Kok ya pas sekali, hari Rabu lalu saya diundang oleh calon klien dimana saya memang sebelumnya saya sudah kenal. Satu namanya pak Yos yang dulu pernah bekerja sebagai konsultan dan bareng2 tinggal di Purwakarta selama sekitar dua bulan karena tugas sebagai konsultan. Saya dengan pak Yos sama2 penggemar prog dan saat di Purwakarta kami menikmati album TFK “Adam & Eve” bareng2 di Guest House klien kami (PT South Pacific Viscose). Satu lagi adalah Pak Nanang yang tak lain adalah kera ngalaM dan sahabatnya Noldy (gitaris prog nan top) dan juga Anung (temen saya dulu di Citibank). Pada saat kami berbicara mengenai potensi pekerjaan dimana saya bisa atau mungkin berkontribusi, tiba2 pak Nanang menyebut kalimat “…not just numbers”. Kontan saya sela: “Sudah denger belum lagu bertajuk Numbers dari album TFK?”. Kontan kami meledak tawa karena di tengah dunia profesi kok membahas musik prog —- huopo tumon? Ha ha ha ha ….

Selepas diskusi di pagi hari, saya ditraktir makan siang oleh pak Yos dan Pak Nanang makan Sate Senayan di Emporium Mall, Pluit. Makan siang itu pembicaraannya ya fokus pada musik saja. Termasuk pak Nanang ini membicarakan konser Indonesia Mahardhika di Grand Indonesia tgl 21 Agustus. sayang saya gak bisa hadir. Namun trus pak Nanang ini membahas tulisan saya bertajuk: “Bagaimana Saya Bisa Melupakan Tanggal 22 Juli?” yang menurut dia kocak pol dan sering dia bahas dengan teman2 komunitas ngalaM yang suka prog (mana ada anak Malang gak suka prog? Mas Kukuh kan bukan kera ngalaM, tapi kera nDhiwek ….ha ha ha ha …). Akhirnya kami bertiga nguwakak pol dengan tulisan yang saya buat tersebut. Bagaimanakah bunyi tulisan tersebut? Berikut ini saya COPAS aja ya tulisan yang aslinya saya tulis tanggal 14 Juli 2014 yang lalu. Ini dia:

Bagaimana Saya Bisa Melupakan Tanggal 22 Juli?

Marillion_heartoflothian

Mustahil saya bisa melupakan tanggal tersebut karena begitu pentingnya dalam perjalanan hidup saya secara pribadi. Semuanya diawali dengan kunjungan dua orang teman saya Djarot dan Heru yang sudi datang ke rumah ibu saya di Tebet. Sebenarnya dua nama yang saya sebut tersebut bukan saya kenal dengan baik sebelumnya . Namun atas kebaikan mereka berdua dan tentu ijin dari Allah Tabaroka Wa Ta’ala akhirnya mereka berdua mendatangi saya yang ketika itu tinggal bersama ibu di Tebet. Tujuannya satu: mengingatkan saya agar memenuhi panggilan wawancara dari PT McDermott Indonesia yang berkantor di Menteng, Jakarta ketika itu.Saat itu saya sebenarmya wegah (gak mau – red.) karena udah menikmati enam bulan jadi Salesman nya PT Metro Data Indonesia, ngejual Wang computer (sekarang brand ini udah qoit). Tapi akhirnya saya ikuti wawancara di Menteng tersebut dilanjut ke Pulau Batam.

Ya, ini adalah awal karir saya di PT McDermott Indonesia, Pulau Batam pada dua puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluh lima. Itulah kali pertama saya naik montor mabur (pesawat – red.) dan pertama kali saya ngomong boso Londo (bahasa Inggris – red.) dengan orang Londo beneran yaitu Chief Divisional Engineer yang bernama George Stapleton, orang Amerika.

Tentu saya senang sekali dapat tiket gratis naik montor mabur yang sampai lulus kuliah pun baru terbayang saja statusnya bagi saya. Alhamdulillah, pikir saya …kapan lagi iso numpak montor mabur. Wawancara nya dengan George ndak penting ….sing penting isok numpak montor mabur. Biyuh …saking ndesitnya saya saat pramugari mendemonstrasikan life vest under your seat, saya clingukan liat pelampung itu di bawah kursi saya dan hampir saja saya ambil. Jiyan …norak pol!!!!

Trus …saat wawancara dengan George, saya gak faham bahasa londo selain apal liriknya Marillion “Misplaced Childhood” yang saat itu saya gandrungi dan semua liriknya saya hafal luar kepala hampir semua lagu. Jadi, saya masuk ke ruangan George dengan semangat “I was born with the Heart of Lothian” artinya opo aku ora ngerti …sing penting maksudku saya mau bilang bahwa saya punya kepercayaan diri untuk bekerja. Soale aku iki wong Mediun, kidule Lothian kambek lore Mylo ..wakakakakak …. Wawancaranya menyeramkan karena sembilan puluh persen yang dikatakan George saya ndak mudeng blas. Ketika ditanya harapan gaji dari saya berapa (mungkin karena dia lihat saya udah pengalaman kerja meski 6 bulan ya), jawaban saya pun tegas:

“Just leave me alone with my thought ….”

Dia manggut2 kirain bahasa Inggris saya mantab kali. Padahal itu kan hanya liriknya Marillion aja … ha ha ha ha ha ….Untung gak saya tambahin ini:

“Oh …just run away …”(dhuk dhuk dhuk thak ,,,suara drums Ian Mosley)
“Oh …run away ….!!!!”

Kalau penggalan lirik ini saya nyanyikan juga pasti George makin bingung. Saya haqul yaqin dia gak tahu Marillion karena selera musik wong Amerika kuwi rak ndesit ..senengane muk Bruce Tin Tin wae …ora prog blasz ….wakakakakakakakak …(mugo2 koncoku sing londo Amerika ora moco iki …ben aku ora di unfriend..wakakakakak)

Singkat cerita, saya akhirnya diterima di PT McDermott Indonesia, Batam Island dan tanggal masuk kerja saya adalah: 22 Juli 1985.

Alhamdulillah ….

7 Responses to “Bagaimana Musik Bisa Menolong Saya?”

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Gatot guru kulo

    Ha ha ha ha …..kok ya sempat njih dalu-dalu njalu kulo(saya)……ha ha ha ha .Saya justru(jadi malu ini,soalnya buka kartu mati)Pink Floyd itu saya golongkan dalam Psychedellic Rock.Awalnya dari album Beatles SGT.Pepper’s Lonely Hearts Club Band merayap ke Rolling Stones(malah ini saya kenal dulu,tapi yg bukan album bernuansa P”R” njih) kalo ndak salah album Satanic Majestic Request Band,terus Hellicopter,JP(waduuuuuuh saya kalo nyebut satu ini kok masih sreeeeeeng gitu njih…he he he),sampai ke Pink Floyd.Baru tahu kalo PF itu Progresif setelah berkenalan dengan Genesis…..ha ha ha…Tewur(ruwet) njih mas…ha ha ha
    Kalo membaca kisah njenengan dengan orang asing itu(kok namanya sama-sama George)njih…he he he hampir mirip dengan yg saya alami kemarin.Cuma karena The Madman ini terkenal lincah njih topik bisa berubah(masa Arema datang jauh-jauh mau kalah sama Wong Londo)….ha ha ha ha ha ha ha .
    Kalo membaca kisah perjalanan karir njenenengan saya jadi merinding mas….kelas berat asli.

    • Budi Putra Says:

      njih mas Kukuh kelas berat tp bermakna sekali ya…

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha ha ha ….tiada hari tanpa NMS …wakakakakakakak ….

      Wah kalau JP, yang paling saya suka adalah Beyond The Realms of Death yang secara musikal keren dan secara lirik memang mengingatkan kematian.

      Cukuplah kematian sebagai nasehat.

      Walah mas mas …perjalanan karir biasa aja kok dibilang kelas berat ….sing penting isok numpak montor mabur!!!!

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot kalo saya setiap naik motor mabur kok njih selalu teringat sama Led Zepplin.Pose mereka didepan pesawat terbang itu klasik sekali.

  2. andria h8 Says:

    Kl ingat pengalaman pak Gatot dalama bahasa inggris saya jadi ingat pas ujian bhs Inggris di SMA. Kl pas ada kosa kata yg tdk tahu artinya saya lalu mengingat-ingat lirik lagu yg persis, biasanya saya jadi tahu maksud kata asing tadi,

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Andria amit sewu(permisi)kalo saya malah ngerti bahasa Inggris njih gara-gara remen mirengaken(suka mendengarkan) lagu rock terus suwargine bapak sanjang”menawa ana uwong seneng nyandang penganggo tapi ora ngerti sangkan parane kaya tandak bedhes lho Jir”(alm bapak bilang”Jika ada orang seneng pada sesuatu tapi ndak ngerti maksudnya seperti topeng monyet lho Jir).Gara-gara itu saya mulai mengartikan liriknya memakai kamus yg dibelikan oleh alm bapak di toko bulu rombengan Splendid.
      Lha anehnya kata pertama saya ingat lha kok ….(Kata-kata umpatan yg sering dipakai oleh musisi-musisi rock).Kalo ingat itu, setelah saya renungkan memang ada yg aneh dengan otak saya…ha ha ha ha ha ha ha

      Menikmati indah pagi di boemi Arema bersama Jembress dan Boby Cool diiringi Brujeria-Matando Gueros.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: