Dokumentasi Yang Terlupakan

Wahyu Triantono

Saya adalah generasi muda pertengahan 80 an yang bisa dikatakan beruntung karena sempat dan kebetulan bisa melihat penampilan group band rock indonesia era 70 an dan 80 an yang pada waktu itu masih rame2 nya membawakan lagu2 dari group band dari luar..saya sampai sekarang masih terkesan dengan SAS yang begitu fasihnya memainkan starway to heaven ledzep, Godbless dengan carry on my wayward son kansas hingga hello america def leppard atau Makara dengan lagu2 saga dll..itu merupakan kenangan masa lalu dan kenangan itu ingin saya lihat lagi seperti dulu tapi apa mau dikata keinginan itu hanya tinggal kenangan karena tidak ada media yang merekam penampilan mereka seperti halnya jaman sekarang..DOKUMENTASI itulah kelemahan kita..betapa irinya kita melihat The Beatles ketika masih belum ngetop (waktu masih ngamen di Jerman) sudah ada film dokumentasinya..dan ketika The Beatles menjadi band paling terkenal di jagad raya maka dokumentasi mereka dicari cari oleh para kolektor..seandainya band2 rock indonesia era 70 an ada dokumentasi berupa film seperti halnya the beatles maka betapa mahalnya harga dokumentasi tsb..majalah aktuil aja sekarang diburu kolektor apalagi media visual..sempat saya baca kemarau 75 (kalo salah mohon maaf) pernah di buat film oleh sutradara wim umboh? ( sekali lagi mohon maaf kalo salah) tapi dimana keberadaan film itu? Mungkin satu2 nya dokumentasi Godbless tahun 70 an hanya di film ambisi itupun hanya cuplikan saja tidak full..demikian juga dengan KOES PLUS tahun 70 an sama sekali tidak ada film dokumenternya ketika in action di panggung..dengan adanya dokumentasi berupa gambar bergerak maka kita bisa melihat perjalanan sejarah musik rock di Indonesia dan ini bisa menambah wawasan musisi muda sekarang..seandainya ada film dokumenter AKA wow !! Saya terus terang kepingin lihat bagaimana edannya Ucok di panggung..karena selama ini hanya melihat foto ucok di majalah aktuil hehe..Rock Never Say Die..

3 Responses to “Dokumentasi Yang Terlupakan”

  1. Wahyu Says:

    Terima kasih sudah diposting Pak Gatot..

  2. Budi Putra Says:

    Betul mas Wahyu sayang sekali ya hal2 itu tdk terdokumentasikan padahal itu kemudian menjadi rekam jejak yang manis. Mengapa ya dulu kt tak terpikirkan hal itu ya?

    Saya jd ingat teman saya seorang bule yg bilang kelemahan bangsa ini salah satunya soal pendokumentasian. Padahal menurutnya bangsa ini kaya akan sejarah, budaya, dan geografisnya. Dan memang benar adanya krn nyatanya Belanda lah yg paling lengkap memiliki arsip sejarah bangsa ini.

    Dulu selagi kuliah saya seneng sekali ngoleksi buku2 jadul baik sastra, seni musik, dan sejarah. Alhamdulilah hingga sekarang bbrp masih tersimpan dgn baik.

  3. Wahyu Says:

    Itulah yang membuat saya prihatin Pak Budi..padahal waktu itu tehnologi sebenarnya mumpuni untuk membuat dokumentasi film..kalo ga salah ketika deep purple ke Indonesia tahun 1975 tvri atau aktuil ? Membuat dokumentasi mulai dari kedatangan sampai mereka live di senayan..kalo sempat lihat dvd phoenix rising ada “cuplikan deep purple di Indonesia” padahal ada kemungkinan dokumentasinya full telah dibuat..(sialnya glenn hughes mengatakan hal yang negatif tentang Indonesia)..sekali lagi kemana film tersebut??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: