Pesan TFK lewat “What If God Is Alone”

Herwinto

 

Mumpung sebentar lagi Ramadhan tiba, marilah kita rehat sejenak untuk merenung, apa yang sudah kita lakukan setahun ini pasca ramadhan tahun lalu, untuk selanjutnya kita bersiap menyambut bulan ramadhan yang sudah di ambang pintu.
Ketika menikmati Paradox Hotel ada sebuah lagu yang sederhana namun sujsungguh indah, What If God Is Alone….yang kalau diterjemahkan artinya Bagaimana Jika Tuhan Sendirian….cara Stolt menyanyikannya benar benar bikin saya ngguweblak..blak..blaak…dia membuka lagu dengan vokal yang lirih…namun luar biasa!!
Lagu ini menurut saya sebenarnya sebuah paradox…artinya sebuah sindiran bahwa kita tak mungkin sendiri, kita sangat kecil dan lemah sehingga butuh orang lain dan tentu saja butuh kasih Tuhan…namun dituangkan dalam judul Bagaimana Jika Tuhan Sendirian? ya tidak apa apa…karena Tuhan Maha Kuasa…tidak butuh siapa siapa. Justru kita lah yang butuh siapa siapa, kita butuh Tuhan ketika kita sakit, ketika kita lapar, ketika kita sedih. Namun kenyataannya dalam kehidupan kita sehari hari kita sering  seakan akan menjadi manusia yang serba berkuasa, serba mumpuni, tak butuh kehadiran Tuhan, tak pernah melibatkan Tuhan…semoga menjelang ramadhan ini kita kembali sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan dalam kehidupan kita.
Yang membuat saya benar benar menangis adalah dua baris pertama pada bait ketiga, What if God is at your door, but you leave Him standing in the cold….saya benar benar tertohok dengan lirik ini….”bagaimana jika Tuhan hadir di depan pintu, namun engkau meninggalkannya dalam dingin”…..saudaraku…. tahukan anda bahwa Tuhan benar benar hadir didepan pintu rumah kita? sungguh ini terjadi setiap malam…setiap malam Tuhan turun ke langit dunia untuk mencari kita…dimanakah hamba Ku yang memohon ampun, dimanakah hambaKu yang berdoa kepadaKu? Aku pasti mengampuninya, Aku pasti mengabulkan doanya!! Itulah Allah Tuhan kita yang dengan kasih sayangNya, setia setiap hari membuka tanganNya untuk kita…..tak pernah absen…tak pernah letih, tak pernah ketiduran….namun kita, mungkin malah asyik bersembunyi dibalik selimut kita dan lupa bahwa Tuhan sedang mengunjungi kita…Subhanallah!! kita biarkan Tuhan kecele karena kita malah asyik mendengkur….dan Tuhan kita biarkan ”kedinginan”….Astaghfirullah!!!

Bait pertama baris ketiga,empat dan lima, What if i’m feeling small, i need someone to look up to, in this day and this age….saya memahami tafsirnya adalah kita ini sangat kecil dan lemah dan kita butuh sahabat untuk saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…kita tidak bisa sendirian…inilah pentingnya sholat berjamaah…mendidik kita untuk mengenal kawan kita dengan segala keadaannya…

Bait ketiga baris ketujuh dan delapan, You know love can turn cold, and leave your heart with emptyness, cinta memang bisa berubah drastis menjadi benci…sehingga hati kita menjadi hampa, maka cinta tertinggi hanyalah untuk Tuhan, karena cinta dari Tuhan tak akan membuat hati kita menjadi kosong dan merana…cintailah segala sesuatu karena Allah…dan bencilah segala sesuatu juga karena Allah…inilah cinta yang tidak akan pernah berubah menjadi dingin….

Bait kelima baris ketiga dan keempat, Whai if god hear my call, all my weariness be put to rest….jika kita telah menjadi pribadi yang dicintaiNya, maka jika kita mengadu kepada Tuhan atas semua persoalan kita, Dia sungguh mendengarkan keluh kesah kita dan akan digantinya kesulitan kita dengan segala kemudahan, dihapuslah segala keletihan kita.

Dan akhirnya…..I can see beyond time, I can love beyond words, I can shine beyond suns, I can dream beyond worlds, I can live , I can die…but it all means the same….saya dapat melihat melampaui waktu, saya dapat mencintai melebihi ucapan saya, saya dapat bersinar melampaui matahari, saya dapat bermimpi melampaui dunia, karena saya bersama Allah Tuhan kita….saya dapat hidup dan saya dapat pula mati…namun itu semua tak ada bedanya…karena kematian adalah kehidupan…..

Luar biasa!! inilah pesan pesan The Flower Kings untuk kita semua…jujur, lagu ini selama satu minggu ini saya putar terus setiap hari….

 

10 Responses to “Pesan TFK lewat “What If God Is Alone””

  1. Budi Putra Says:

    Terimakasih mas Koh Win utk renungan ini…sgt baik sekali bg sy scr pribadi.

  2. Koh Win Says:

    Trimakasih mas Gatot sudah diposting….mari ke masjid dulu…sudah adzan dhuhur….

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama2 TFK …. tadi pas kebetulan buka email diantara padetnya workshop …langsung posting dalam waktu lima menit setelah terima ….

      Maaf baru baca lagi karena tafo full di Karawang dan edan macetnya …..

      • Gatot Widayanto Says:

        Saya belum bisa komen karena saya belum jumpa klik nya dimana dengan lagu What If ini selain liriknya yang bagus. Musiknya terlalu luris dan melodinya gak nunjek ulu ati …atau belum ya?
        One day kalau saya bisa appreciate musiknya, saya akan komen.
        Sensor saya memang lebih sensitif ke musik daripada lirik …. mendengarkan Hairless Heart aja bisa njungkel kok saya ….padahal tanpa lirik …

        Sabar yo TFK ….

  3. kukuh tawanggono Says:

    Mas Herwinto sedulurku lanang

    Alhamdulillah ternyata gusti Allah SWT memberikan saya keluangan(ternyata proses pembongkaran mesin sekaligus pemasangan di tempat baru ndak menemui kendala)dari deras pekerjaan hari ini ternyata agar dapat membaca tulisan sedulurku yg mengingatkan saya pada sahabat Ali Bin Abi Thalib(mumpuni dalam ilmu)
    Tulisan yg amat menarik sekali mas sebagai bahan perenungan kita untuk mengarungi kehidupan ini.
    Untuk bait ketiga pada kata-kata bencillah………..Saya mohon penjelasannya,apakah rasa benci itu diarahkan pada titah(mahkluk) atau pada sifat…..njih mas Herwinto

    • Koh Win Says:

      Tentunya sifat ya mas….bukankah sesuai hadist nabi salah satu kelezatan iman hanya diperoleh salah satunya adalah mencintai dan membenci karena Allah…

      • kukuh tawanggono Says:

        Alhamdulillah mas Herwinto…
        Sepuntene ingkang kathah njih,mboten maksud kawulo ngetest njenengan(bukannya saya bermaksud ngetest njenengn).
        Hadist yg njenengan deres(baca)punika sak niki kathah(sekarang)banyak yg disalah artikan.Dengan keterangan ini dapat memperjelas hadist ini.
        Pada jaman sekarang,banyak sekali orang menebarkan kebencian dimana-mana.Seakan-akan dirinyalah yg paling benar.Padahal junjungan kita kanjeng nabi Muhammad SAW,ndak pernah memberikan contoh seperti itu.Bahkan kepada orang yg menganiaya dirinya.Banyak sekali orang-orang yg paling keras permusuhannya kepada nabi serta agama Islam berbalik menjadi orang-orang yg paling cinta pada nabi serta pembela-pembela utama panji-panji Islam dikarenakan sifat beliau yg selalu penuh kasih sayang.

  4. khalil logomotif Says:

    Bravo koh Win….enakkan what if nya…..
    Kalau mau lebih mantep lagi….sebelum what if, dengerin babylon dulu, kemudian what if dan ditutup bagian terakhir stardust……wuaaaah…..udahdeh ngga perlu yg lain….cukup yg itu aja….

  5. Koh Win Says:

    Tafsir Koh Win, saya tidak mengartikannya “Bagaimana Jika Tuhan Hanya Satu?” Jelas ini menyimpang dari tauhid!!! tapi saya mengartikannya “Bagaimana Jika Tuhan Sendirian?” tak ada yang mengimaninya, tak ada yang menyembahnya, tak ada yang menolongnya….maka jawabnya… Dia Maha Hidup, Dia Maha Perkasa, Dia Maha Mulia, Dia Maha Kaya….tak bergantung pada hamba hamba Nya, langit dan bumi berada dalam genggamannya, hati manusia berada diantara Jari Jarinya dan Dia membolak balikkan sesuai kehendakNya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: