Metallica “Kill The Lightning Puppets’

Hippienov

image

Halo rekan-rekan semua, apa kabar? Tak tertahankan lagi rasa rindu dengan blog gemblung beserta rekan-rekan penghuni yang sudah kuanggap seperti sedulurku sendiri… Kira-kira 2 minggu lamanya aku lagi-lagi tidak ikut berkicau di blog dan tenggelam dalam kesibukan kantor. Dan hari ini aku tak kuasa menahan lagi keinginan untuk segera bergabung kembali dan memulainya dengan sebuah tulisan tentang kompilasi yang sempat aku buat beberapa waktu lalu dan sekaligus ini untuk memenuhi janjiku pada kakak seniorku Mas Kukuh yang telah menanti cukup lama akan ulasan kompilasi ini.

Kompilasi ini aku tujukan sebagai bentuk apresiasi pada sebuah band metal yang sangat aku hormati dan pada masanya pernah menjadi band paling favorit sebelum aku mengenal progrock. Ya, band itu bernama Metallica. Perkenalanku dengan Metallica dimulai saat aku bersekolah di SMP Mardi Yuana Depok sekitar tahun ’87-’88 dan album pertama mereka yang aku dengan adalah “…And Justice For All” dan “Master Of Puppets”. Pada perkembangan selanjutnya aku pernah mengkoleksi beberapa album Metallica mulai dari “kill ’em all” berurutan sampai ke “load” di awal masa kuliah plus album mini “garage days re-revisited”. Saat di album “load” lah aku merasa Metallica sudah berubah dari pakem thrash metal dengan menggabungkan unsur southern rock dan di titik itulah aku merasa sangat kecewa dengan Metallica dan berangsur-angsur mulai meninggalkannya, disamping itu pada masa itu aku juga mulai tertarik dengan progrock dan mulai gencar mencoba lebih mendalami repertoire band-band classic rock era 60-70an. Praktis era thrash metal (termasuk Metallica di dalamnya) semakin left behind and for certain times almost completely forgotten.

Namun seperti ungkapan “setinggi-tinggi burung terbang akhirnya akan pulang ke sarangnya juga”, hal inipun berlaku untukku. Kerinduanku akan musik metal kembali muncul setelah sekian lamanya terlupakan dan otomatis nama Metallica pun kembali hadir dalam hidupku apalagi setelah album “death magnetic” yang berhasil melunturkan kekecewaanku karena membuatku teringan pada masa-masa “hey-day” mereka.

Untuk mengapresiasi Metallica sebagai sebuah raksasa metal dan juga untuk membayar kerinduanku akan album-album lawas mereka (kerana sekarang hanya tinggal “master of puppets” dan “death magnetic” yang aku punya), aku mencoba membuat kompilasi ini. Namun kompilasi ini bukan dimaksudkan sebagai kumpulan “the best” atau “greatest hits” Metallica karena buatku sangat tidak mudah menentukan lagu-lagu “best or hits” Metallica, semua lagu-lagu mereka dari “era classic” punya kekuatan masing-masing dan layak disebut “best”. Bahkan Metallica sendiripun sampai sekarang belum pernah merilis kompilasi resmi untuk “the best” atau “greatest hits”, mungkin karena merekapun kesulitan untuk memilih lagu mana yang akan dipilih…

Karena akupun menyadari akan menghadapi kesulitan yang sama maka kompilasi ini aku batasi pada tiga album klasik Metallica mulai “kill ’em all” sampai “master of puppets” saja karena kebetulan tiga album inilah yang paling aku suka dan truly classic Metallica. Kalau ada teman yang ingin tahu Metallica selalu aku anjurkan untuk mendengarkan terlebih dulu tiga album pertama ini. Di album “justice” Metallica mencoba bereksperiman dengan unsur prog dan pada album “black” Metallica mencoba kembali ke roots-nya tapi menurutku tidak sepenuhnya kembali ke era klasik puppets atau sebelumnya. Bahkan Mas Kukuh dan akupun setuju menyebut album “black” adalah gerbang runtuhnya dinasti metal Metallica karena beberapa tahun setelah black album Metallica makin bereksperimen dengan genre-genre musik lain yang membuat mereka seperti makin jauh dengan era klasiknya sampai kembali lagi di album “death magnetic”. Aku jadi curiga jangan-jangan ruh metal Metallica sebenarnya ada pada Cliff Burton karena setelah kematian sang basis ini musik Metallica berubah selama masa Jason Newsted.

Kompilasi ini aku maksudkan untuk mendera kupingku ini dan sekaligus memacu adrenalinku setinggi-tingginya dengan menghadirkan sebanyak-banyaknya lagu Metallica yang bertempo cepat tapi tetap tidak melupakan lagu-lagu “lembut” Metallica. Setelah muter-muter mikir judul apa yang pas akhirnya aku dapat ide untuk menggabungkan judul asli dari tiga album awal Metallica dan menjadikan sebagai judul kompilasi ini, I named it “Metallica: Kill The Lightning Puppets”. Alih-alih terkesan seram, aku malah suka mesem-mesem geli membaca judul ini, hehehe… Well, anyway berikut playlist nya:

1. Metal Militia (from Kill ‘Em All); 2. Creeping Death (from Ride The Lightning); 3. Master Of Puppets (from Master Of Puppets); 4. Fight Fire With Fire (from Ride The Lightning); 5. Whiplash (from Kill ‘Em All); 6. For Whom The Bell Tolls (from Ride The Lightning); 7. Phantom Lord (from Kill ‘Em All); 8. Battery (from Master Of Puppets); 9. Hit The Lights (from Kill ‘Em All); 10. Seek And Destroy (from Kill ‘Em All); 11. Ride The Lightning (from Ride The Lightning); 12. Jump In The Fire (from Kill ‘Em All); 13. Welcome Home (from Master Of Puppets); 14. Fade To Black (from Ride The Lightning).

Hasil akhirnya adalah sebuah kompilasi yang edan karena dari awal adrenalinku sudah dipacu dengan lagu-lagu hyper-fast Metallica dibuka dengan “metal militia” kemudian sempat “relax” sebentar dengan “for whom the bells tolls” lalu dihajar lagi dengan “phantom lord” sampai klimaks dengan “jump in the fire”. Untuk mengendurkan urat syaraf yang sudah tegang dari awal di penghujung aku hadirkan dua nomor nuansamatik “welcome home (sanitarium)” dan ditutup dengan “fade to black” yang sempat dituduh sarat dengan “suicidal tendency”. Selesai mendengarkan kompilasi ini aku merasa puas, senang tapi juga lelah, hehehe… I believe it’s a musical orgasm ^_^

Demikian I made my return to this blog diawali dengan kompilasi gemblung ini, semoga berkenan dan mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan maupun pemilihan lagu-lagu di kompilasi ini. Seperti biasa matursuwun sanget untuk Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan dan untuk semua rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini.

Acting like a maniac… Whiplash! hippienov

39 Responses to “Metallica “Kill The Lightning Puppets’”

  1. danangsuryono2112 Says:

    Mantab mas Hippienov, saya malah telat banget kenal Metallica. saat revolusi thrash metal saya praktis sedang meninggalkan musik rock dan lebih intens dengan fusion. Dan ajaibnya Metallica lah yang mengembalikan saya ke jalur yang benar lewat Black Album, meskipun Black Album dianggap aneh di sebagian penggemar Metallica, namun sound di album ini sungguh lebih nonjok di telinga saya (terutama dari sisi drum), mungkin pengaruh Bob Rock selaku produduser yang membuat Black Album melenceng dari pola Metallica lama.

  2. Gatot Widayanto Says:

    Setuju …mantab pol!

    Mas Hippie, mohon maaf telat postingnya karena pas email ini masuk saya sedang presentasi penting ke BoD klien saya dan intensif banget diskusinya sehingga baru buka email pas sebelum Ashar di Blok M Square. Kangen memang saya ke Blok M Square ….rasanya lama gak ke sini. Padahal saya gak beli apa2, sekedar ikut shalat.
    Eh …salah juga kalau gak beli apa2 karena memang saya sedang cari music stand yang biasanya dipakai buat pemain musik seperti biola itu. Bukan bukan …bukan saya mau main musik namun saya mau pake music stand ini buat kalau memfasilitasi workshop. Maklum …tambah usia kok sering lupa. Makanya saya pake ini biar setiap saat bisa liat catatan. Sekaligus buat positioning ke peserta bahwa seolah saya mempersiapkan materi secara detil. Padahal memang iya sih …ha ha ….Kemarin seharian penuh saya dirumah mempersiapkan presentasi penting tadi ….he he he …. Planning does matters ….!!!

    Kreatif banget judul tret ini ….dan mengingatkan ke saya saat menggelar acara tribute to Pink Floyd by Totok Tewel yang saya beri tajuk “The Dark Side of The Wall”. Ha ha ha ….. seperti juga The Duke Lies Down on England …ha ha ha ….

    Tadi saya mau protes ke mas Hippie dan mau merubah judulnya menjadi “Killing The Lightning Black Puppets” karena bagi saya yang ndak metal blas ini, album Metallica yang masuk di telinga saya ya Black album aja ….ha ha … Norak to? Apalagi Enter Sandman …whoooooaaaaa ….. kuwerrrreeen mbrebes mili tenan kalo denger lagu ini. Intronya aja ngguwajak!

    Album metallica lainnya kok rasanya raw banget apalagi And Justice yang drumnya kemlothak ra karuan itu …. Padahal kata temen2 ini album hebat. Namun pangsit saya gak bisa terima. Akhirnya saya wegah muter CD nya …

    Namun lebih hebat lagi album S&M teeutama di dua lagu pembuka:
    The Call of the Ktulu
    The Ecstasy of Gold

    Ngguweblaaaaaaak ….blak blak blaaaaaaaaaaak …..! Saya suka putar berulangkali dua lagi ini. Perpaduan dahzyat antara metal nan kasar dan simfoni nan halusZz ….

    Ah …jadi pengen muter nih ….

    • andria h8 Says:

      lha The Ecstasy of Gold kan soundtrack-nya film “the good , the bad and the ugly” pak gatot

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Gatot amit sewu,sepuntene ingkang kathah(permisi,mohon maaf)njih………
      Black album itu bagi saya kok Metallica seperti telah memakan “Buah Terlarang”.
      Manisnya,lagu ini amat welcome bagi mereka yg ndak terbiasa mendengar metal(berakibat pada penjualan album yg amat tinggi).
      Pahitnya, mereka jadi kehilangan soulnya.Dibutuhkan rentetan album yg panjang untuk mengembalikan musik mereka sampai seperti dulu lagi.(Hal ini bisa mereka kembalikan pada album”Death Magnetic”).

      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)apabila ada tutur saya yg tidak berkenan

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Kukuh …

        Saya sudah mengira reaksi njenengan. Lha wong saya sdh sering dicerca kalo black album itu bukan Metallica lagi. Tapi aku yo mèntèr wae ….wong aku kenalnya black album owk …. Setelah itu saya beli cd And Justice …ora seneng …kasar. Musiknya gak akademis. Intronya Enter Sandman aja bikin aku ngguweblak. Kalau And Justice itu cumak gedumbrangan asal kenceng …kasar ..ora enak. Suara drumnya kemlothak. Prèk! Ora sudi auw …! Wakakakakak ….

        Tapi jangan salah … Death Magnetic saya suka banget dan saya kasih lima bintang.

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ……..ya Allah gusti,saya membaca komentar njenengan tentang artefak mereka yg dijadikan sebagai pusaka anak-anak metal head,tertawa sampai perut saya mules mas……..ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha.Mas Gatot,gaya seperti inilah yg amat saya suka ketika saya membaca tulisan njenengan(bahkan si “A”pernah tertawa sampai mules,ketika kami membaca njenengan memaknai Iron Maiden.Kata Jrangkong njih kalo ndak salah…….amat khas njenengan)
        Ini memang reaksi yg akan keluar dari njenengan ketika mendengar album-album sebelum Black album.Batin saya bagi seseorang yg terbiasa mendengar permainan yg tertata dengan pas(seperti njenengan yg amat terbiasa dengan musik prog),pasti ndak cocok apabila mendengar permainan yg amat ribut dan seakan-akan berserakkan.

      • Gatot Widayanto Says:

        Kalau ketawa kudu gocèkan Jembrès lho mas ….

        Ha ha ha ha ….

  3. Budi Putra Says:

    Weih, mas Hippie lama gak muncul langsung menggebrak dg sang raja metal…bener2 master of compilation mas Hippie ini. Kalo sy sukadg Metallica dr album2 klasiknya misal Kill em All, Ride The Lightning, Master…, And Justice for All, Black Album, dan Garage Inc. Setelah album ituudh gakngikutin lg…dg hadirnya kompilasi dahsyat ini mesti membuat penggemar Metallica geleng2 kepala krn bingung mau memulai dr track yg mana krn isi kompilasi ini sungguh super hebat.

  4. andria h8 Says:

    saya ingat dulu ngguweblak mpertama klai mendengar lagu Battery. ini ngguweblak beneran karena langsung tdk ingin mendengar lagu2 kaset Master of Puppets teman SMA saya 😀 itu terjadi sekitar tahun 1988.

  5. kukuh tawanggono Says:

    Mas Hippie sedulurku lanang

    Mas…….sampai saya sulit untuk ngomong apa(jadi mbrabak saya)……
    Pertama seribu jempol untuk tulisan yg amat indah ini.Saya ndak menyangka jika hasil dialog kita kemarin kaleyan(sama)njenengan dijadikan sebagai bahan tulisan ini.
    Susunan lagunya dibuat amat hati-hati dan soulnya tetap nyambung seperti biasanya.Ini kalo menurut saya pribadi bener-bener ndak kenal kompromi.Dua album yg tersisa ditangan njenengan itu adalah termasuk album yg menjadi salah satu artefak berharga dari band ini.
    Mas Hippie……bagi saya njenengan adalah kakak saya.Tempat saya curhat dan berdialog tentang apapun.Saya jadi malu bila njenengan menyebut saya kakak senior.
    Oh njih ini njenengan dapat salam dari DIA…….,juga dapat pesen jadi ingin tahu kompilasi njenengan untuk rock 70an yg kemarin njenengan beritahukan ke saya.
    Mas Hippie…………..karya yg amat menyengat…………..

  6. Budi Putra Says:

    Wah mas Hippie sembunyi tangan lempar batu nih…loh? Hbs nulis kok menghilang lg…hehehe

  7. hippienov Says:

    Hahaha..ak hadir kok Mas Budi😀
    Matursuwun apresiasinya ya.. Aku sudah lama menunggu album the best resmi metallica tapi kok gak pernah muncul.. Akhirnya aku buat sendiri kompilasi metallica versi abal-abal hippienov😀

  8. hippienov Says:

    Malam Mas Danang, aku juga pernah males mules denger metallica gara-gara album “load” dan baru rujuk lagi saat metallica kembali dengan logo klasiknya dan ciri musik aslinya di death magnetic.
    Mas betul sound album black paling bagus mulus dibanding album-album sebelumnya, tapi memang untuk beberapa kalangan metal head/fans metallica (termasuk aku) di album ini metallica seperti mulai kehilangan ruh klasiknya walau bukan berarti album ini jelek.. Aku suka dengan enter sandman yang ngetop tenan saat aku di SMA.

  9. andria Says:

    mungkin krn saya anak baik maka tak pernah meninggalkan Metallica saat Load & Reload🙂 ada beberapa lagu yg saya suka dari situ: Until it Sleeps, mama said, king nothing & hero of the day. justru utk album Frantic itik-itik & Death Magnetic saya mulai jarang mendengarkan. begitu juga utk Lulu & Beyond Magnetic.

  10. hippienov Says:

    Alo Mas Andria, dari semalem mau reply njenengan tapi gagal terus. Baru dapet 2 reply koneksinya terus ngambek, padahal jempolku udah kemeng mencetin keypad..
    Gimana misi ke klaten untuk me-metal-kan sang begawan Yes sukses mas?😀
    Sebenarnya load dan reload not bad kok, andai yang bikin 2 album namanya bukan metallica, mr. big misalnya bisa jadi aku akan suka. Tapi tiap denger metallica yang terbayang creeping death, jump in the fire dan battery ak jadi kaget pas denger load, he3..

    • Gatot Widayanto Says:

      Oh jangan …. hanya ada satu arah saja:

      Memprogkan yang metal.

      Tak berlaku sebaliknya …

      Wakakakak ….

      • kukuh tawanggono Says:

        Tapi unggul prog rupanya mas Gatot.Lha ini saya yg dulu terjerat pada genre metal, sekarang setiap hari selalu mbulet sama album-albumme Yes.
        Disaat metal generasi sekarang,saya amati lajunya kok ndak seperti para tetua dahulu(kebimbangan ini saya rasakan sebenarnya amat lama njih).Akhirnya saya mencari sebuah musik yg penuh dengan petualangan kala mendengarnya.Dan ini hanya saya dapatkan pada Yes dan grup-grup prog klasik lainnya yg dulu sempat saya acuhkan karya-karya mereka.
        Selain itu,mungkin sekarang karena api yg membakar hati sudah padam mas.Jadinya hanya ingin kedamaian semata.

        Sugeng ngelampahi jejibahan(selamat menjalankan tugas)

      • Gatot Widayanto Says:

        Banyak lho mas grup prog klasik …ntar kalau denger Karn Evil 9 jangan nangis jumpalitan ya mas … Itu karya maha dahzyat prog nan luar biasa mas …

        meski sudah ngeprog, ndak papa masih suka metal mas …he he he he …

      • Koh Win Says:

        Huwa ha ha ha ha ha……wah ada misi terselubung ini memetalkan prog!!! ha ha ha ….

  11. hippienov Says:

    Met pagi Mas G, album S&M itu unik, metallica diiringi orkestra, sayang aku ndak sempat beli dulu.
    Mas betul sound album justice terasa dry banget, kasar. Sound bass nya gak terdengar. Katanya sih awalnya metallica mau bikin sound seperti album puppets tapi pas production n mixing si Flemming Ramussen sang produser gak hadir mengawasi di ruang kontrol. Si engineer dan metallica “salah” mixing dan jadilah sound justice seperti itu.
    Tadinya niatku album black juga mau ak sertakan mas tapi ternyata di cd mp3 yang aku punya (beli di emperan) album justice lah dalah gak ada. Dari puppets loncat ke black album. Kan gak adil kalo lagu dari justice gak terwakili. Akhirnya aku batasi sampai puppets aja mas, kebetulan juga 3 album pertama metallica yang paling aku suka, jadilah judulnya “kill the lightning puppets”😀

  12. hippienov Says:

    Met pagi Mas Kukuh, kompilasi biasa aja kok mas. Isinya lagu-lagu standar metallica yang pasti semua metal head sering denger dan suka. Tapi memang aku gak ngasal saat menentukan urutan lagu-lagunya. Bolak-balik aku trial n error sampai ketemu urutan yang menurutku pas atau cukup edan u/ bisa memompa adrenalin tapi gak gantung di akhir kompilasi mas. Makanya aku sisipkan welcome home dan fade to black supaya tensinya turun, ibarat pedes makan sambel dikasih air u/ penawar pedasnya,ha3..

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)kalo dialog tadi malam jadi agak panjang….ha ha ha(setiap kulo berkomunikasi kaleyan njenengan waktu seakan selalu kurang).
      Untuk saran njenengan memanggil tukang urut,kayaknya hari ini harus saya lakukan mas.Barusan saya dapat telepon hari ini korban belum bisa masuk kerja…he he he

      Sugeng ngelampahi jejibahan(selamat menjalankan tugas)

  13. hippienov Says:

    Hahaha… memang seru ngobrol dengan njenengan, selalu ada hal baru yang aku dapat ^_^
    Lah bener kan mas, harus segera ditindaklanjuti mas, jangan sampai ndak diurut hari ini.
    Happy tuesday mas…

    • Gatot Widayanto Says:

      Rupanya ada BACK STAGE stories ya …sampe ada urut mengurut segala … saya tahunya hanya urutan nomer kaset produksi Yess aja mas …

  14. hippienov Says:

    Hahahaha….ada backstage queen nya mas…. ^_^
    Sebaiknya Mas Kukuh yang menceritakannya, aku takut kesalahan.

  15. kukuh tawanggono Says:

    Ha ha ha ha ….mas Gatot….mas Herwinto wonten-wonten mawon(ada-ada saja).
    Itu lho mas,hari sabtu sama minggu itu kan A membantu saya kulakkan.Sudah saya suruh cuma melihat saja,lha kok ngotot membantu saya ngangkati kain.Akhirnya hari Senin ndak masuk kerja karena sakit.Lantas Selasa lha kok masih sakit,(dugaan saya anak ini,pasti kepliger/keseleo)ya sudah atas saran Mas Hippie saya panggilkan tukang urut untuk ngurut dia dirumahnya
    Alhamdulillah ini tadi kok sudah cenger(sembuh)seperti biasanya.
    Matur suwon sanget(terima kasih)mas Hippie,saran njenengan ampuh…………

    • Gatot Widayanto Says:

      Coba kalau yang ngurut mas Kukuh …durung didemok wae wis njranthal sembuh kuwi …. Sebenernya dia gak keseleo … mbatin aja …kok kebangeten calon ojobku iki nyuruh angkat2 …
      Belum jadi nyonya aja didholimi …..qiqiqi ….

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ….mas Gatot ada-ada saja.Dianya yg memaksa mas,dari pada ribut untuk sesuatu yg ndak berguna ya sudah saya turuti saja.
        Kini saya berdoa mas,agar memang dia dijadikan gusti Allah SWT sebagai jodoh saya.
        Oh njih mas Gatot, ibu njenengan sampun saras kados biasane mas(ibu njenengan sudah sembuh seperti sedia kala mas)?……saya harap beliau sudah sembuh seperti biasanya mas.

      • Gatot Widayanto Says:

        Suwun mas Kukuh. Ibu sudah membaik. Suwun

  16. hippienov Says:

    Mas Kukuh, kulo ikut senang Ms. A sudah sembuh, mungkin perlu disediakan trolley mas jadi besok-besok Ms. A cukup mendorong aja ndak sampai ikut ngangkat, dijamin ndak bakalan keseleo lagi, hehehe… Salam untuk Ms. A ya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: