Mengenang Thin Lizzy

Wahyu Triantono

Bagi penggemar musik hard rock pasti tidak asing dengan Group band Thin Lizzy dengan leadernya Mr. Phil Lynott (RIP) yang dibentuk sekitar tahun 1969, musik Thin Lizzy memang tidak sekeras atau se hard Deep Purple, LedZep atau Black Sabbath bahkan cenderung setengah hard rock ( opo ono aliran setengah hard rock??) dengan konsep setengah hard rock Group Thin Lizzy menjadi kurang dikenal di Indonesia.

Group Band Indonesia yang dulu sering membawakan lagu lagu barat kayaknya kok tidak pernah membawakan lagu Thin Lizzy (mohon maaf kalau saya salah) kalau saya baca baca di majalah aktuil kayaknya memang ga ada yang bawain lagu Thin Lizzy..perusahaan rekaman yang ada di Indonesia pun “kayaknya” tidak pernah merekam Thin Lizzy..saya baru mendapatkan kaset Thin Lizzy setelah ada UU HAKI (kaset berlisensi)..saya mengenal Thin Lizzy ketika saya punya video betamax (bajakan tentunya) The Who live lupa live di mana dan ternyata di belakang The Who ada Thin Lizzy Live and dangerous..setelah saya lihat dan dengar ternyata enak juga lagu lagunya.kalau saya lihat betapa gagahnya Mr.Lynott yang berambut krino dengan bas nya sambil nyanyi..namun sayang beliau ini adalah seorang alkoholik yang akhirnya alkohol itu pula yang merenggut nyawanya.

Thin Lizzy sekarang masih eksis dengan personil asli yang masih tersisa yaitu Mr Scot Gorham dan Mr Brian Downey.

thin_lizzy_cassettes

thin_lizzy_music_2

 

17 Responses to “Mengenang Thin Lizzy”

  1. andria h8 Says:

    pak Wahyu, kaset Thin Lizzy saya punya buatan Team. ada juga buatan hins coolection C-60. saya suka lagu Thunder & Lightning yg menurut saya itu cukup keras. beberapa orang mungkin cuma tahu dari Garage Inc.-nya Metallica yg mengcover Whiskey in the Jar. alm Gary Moore pernah juga ikut TL, lagu yg saya ingat Don’t Believe a Word kl tak salah.

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Wahyu sedulurku lanang

    Saya setuju dengan pendapat njenengan,bahwa band Indonesia jarang memainkan lagu band ini.Bahkan saya juga sependapat dengan mas Andria,bahwa orang tahu band ini ya dari lagu Whiskey in The Jar.Itupun gara-gara lagu ini dibawakan oleh Metallica di album Garage Inc.
    Tulisan yg amat informatif mas Wahyu…….

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya yang tergolong generasi bangkotan, juga gak begitu kenal musiknya …. hanya namanya aja ngetop.

      Terima kasih mas Wahyu yang menulis tret ini ….membuat blog ini makin variatif …

      • andria h8 Says:

        mungkin gara2 namanya wagu pak gatot🙂
        Scott Gorham dulu ngakunya juga merasa aneh dgn nama grup ini waktu pertama kali bergabung

  3. Budi Putra Says:

    Mas Wahyu, bener mas…sy tau Thin Lizzy malah ketika lagunya “Whiskey in the Jar” dibawain Metallica. Sy jd penasaran lantas beli kasetnya yg sdh lisensi…stlh dicoba mmg gregetnya krg aplg bila dibandingkan dg DP, LZ, wah jauh deh…krn itu yg mas Wahyu bilang hardrocknya nanggung…gak nendang. Tp dg ulasan mas Wahyu sy jd ngeh lg bila ada band yg bernama unik tsb. Thx mas Wahyu!

  4. Wahyu Says:

    Terima kasih Pak Gatot sudah di posting..perlu saya tambahkan bahwa kaset betamax itu saya dapat tahun 84 waktu saya masih kelas 2 SMA setelah itu saya cari kasetnya tapi ga pernah nemu..kalo mas Andria dapat kaset thin lizzy koleksi Team Record itu sudah termasuk barang langka hehe..

    • Rizki Says:

      Terima kasih atas artikel ini Mas Wahyu. Thin Lizzy merupakan salah satu band favorit yang saya kenal bukan melalui kasetnya, tapi melalui konser musiknya di video betamax diawal tahun 80an yang saya sewa dari suatu toko dijalan Sabang.

      Beberapa hal yang membuat saya langung tertarik dengan band ini antara lain a) namanya yang unik, mirip seperti nama Led Zeppelin, b) logo yang menonjol seperti logo band Kiss, c) judul konsernya yang “catchy” yaitu “Live and Dangerous” d) penampilan dan kharisma Phil Lynott (pemimpin band, komposer, vokalis utama sekaligus pemain bass) yang keturunan orang berkulit hitam, mirip seperti Jimi Hendrix, e) musiknya yang bervariasi mulai dari hard rock, slow/pop rock dan blues rock f) permainan gitar yang asik dari dua gitaris (belakangan saya baru tahu bahwa mereka merupakan band yang mempopulerkan suara gitar kembar).

      Lagunya banyak yg sy suka spt The Boys Are Back In Town, Still In Love With You, Are You Ready.

      Dari band ini, saya juga jadi mengenal gitaris2nya yang hebat: Gary Moore, Brian Robertson, Scott Gorham, Snowy Whites dan John Sykes.

      Buat para penggemar band ini, saya turut merekomendasikan video konser Gary Moore (bersama sebagian musisi Thin Lizzy) yang berjudul One Night in Dublin: A Tribute to Phil Lynott.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Rizki … Karena postingan mas Wahyu ini beberapa hari lalu saya bekerja di depan komputer sambil memasang album2 Thin Lizzy via Media Drug … wah …. unik memang musiknya …nuansa 70 an nya itu yang asik tenan!

  5. andria h8 Says:

    iya pak wahyu, apalagi harganya saat itu tdk dibuat mahal penjual yg di Yogya🙂 sebenarnya ditawari juga kaset a Tribute to Thin Lizzy tapi tak saya beli. pak Phil ini keturunan afro juga makanya rambutnya keriting dan kulitnya agak hitam. Gary Moore pernah 2 x bergabung dgn Thin Lizzy, yg pertama saat menggantikan Eric Bell lalu yg ke-2 menggantikan Brian Robertson. bahkan saat solo karir lagu Parisienne Walkways yg terkenal itu adalah kerjasama dgn Phil .

    • Wahyu Says:

      Saya sudah lihat dvd thin lizzy live di australia feat gary moore kalo ga salah tahun 74 .kasetnya itu yang bikin ngiler mas Andria..yang lebih dahsyat album gary moore out in the field feat phill lynott

  6. andria h8 Says:

    kl out in the field ada di album gary moore – run for cover. sayang Phil meninggal saat masih di usia 36 tahun.

  7. Hendro s Says:

    Matur kesuwun mas Wahyu atas tulisan anda tentang Thin Lizzy, sebetulnya banyak yang sudah tahu Thin Lizzy terutama anak muda tahun 70 an. Mas Wahyu pasti suka sekali lagu Johnny The Fox ya? Untuk group band Indonesia saya kira hanya Harley Angel yang sering membawakan lagu Angel Of Death dari Thin Lizzy….baik matur kesuwun kagem pak Gatot.

  8. apec Says:

    Wah, mas Wahyu, saya kok jadi ndomblong ya lihat kaset Thin Lizzy njenengan..saya mung hanya punya 3 kaset saja dari Thin Lizzy

  9. Wahyu Says:

    Ada yang sangat perlu saya luruskan bahwa foto kaset diatas bukan saya yang upload karena waktu saya kirim artikel ini tanpa foto..saya aja sampe ngiler liat foto kaset diatas..maklum saya hanyA punya satu kaset saja the best thin lizzy dedication kaset berlesensi..terima kasih

  10. andria Says:

    jangan2 pak gatot itu yg punya🙂 nggak kenal musiknya tapi punya kasetnya

  11. Rudiyanto Tanwijaya Says:

    Waktu SMA, saya sempat dikasih teman, kaset Thin Lizzy, namun (anehnya) waktu itu saya kurang tertarik, dan saya kasih ke teman lain… sekarang, saya nyesal setelah tau Thin Lizzy itu band yang top… walo di Indonesia nggak karib di telinga penggemar musik awam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: