Empat Lima Band Membawakan Lagu-lagu Dara Puspita

Budi Putra

image

image

Mas Gatot dan rekan-rekan blog gemblung ini saya sadur tulisan dari BBC Australia-detikNews tentang Empat Lima Band Perempuan Asal Australia yang beberapa bagian sedikit saya edit dan biar tambah manis…hehehe…saya berikan ulasan pembuka.

Kisah tentang Dara Puspita pernah diputar di Metro tv #Melawan Lupa# beberapa bulan silam. Pada acara itu dinarasikan perjalanan karir band perempuan tempo dulu ini dari awal meniti hingga bubarnya mereka. Beberapa bagian lain juga disisipi sesi wawancara (kesaksian) dari para mantan personilnya. Yang menarik dikatakan juga oleh salah satu personilnya bahwa mereka sempat juga satu panggung dengan band kesohor kala itu Uriah Heep.

Mungkin kita sepakat ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa bagi sebuah band anak negeri pada masa itu. Kini, setelah beberapa puluh tahun Dara Puspita masih tetap dikenang dan malah menjadi inspirasi bagi kelompok band perempuan asal negeri tetangga, Australia.

Siapa yang kenal Dara Puspita? Mungkin penyuka musik di Indonesia yang usianya di bawah 40 tahun tidak banyak yang tahu-menahu soal band perempuan Indonesia yang sempat melejit reputasinya di tahun 1960an dan 1970an itu.

Namun, pengaruh band yang anggotanya antara lain Titiek Rachman dan Titiek Hamzah tersebut ternyata begitu besar. Bahkan hingga saat ini, dan tidak hanya di Indonesia.

Hari Sabtu malam lalu, di sebuah konser kecil di kota Melbourne, Australia, puluhan anak muda gaya bergoyang diiringi lagu Dara Puspita.

Yang memainkan lagu-lagu tersebut bukanlah Titiek Hamzah dan kawan-kawan, melainkan band Australia bernama Empat Lima. Tak satupun personilnya orang Indonesia. Bahkan, bahasa Indonesia mereka belum fasih benar.

Namun, kesukaan mereka terhadap musik Indonesia tak mengenal batas bahasa. Dengan semangat mereka memainkan lagu ‘A Go Go’ dan ‘Surabaya’ karya Dara Puspita. Penonton pun menyambut dengan berdansa.

Seolah membawa pulang kecintaan mereka terhadap musik Indonesia, Empat Lima berencana melakukan tur ke Indonesia bulan Juni mendatang.

Baru-baru ini, Australia Plus Indonesia kedatangan dua orang personil Empat Lima, Steph Brett dan Sooji Kim. Sayangnya, Carla Ori, sang pemain drum, tak bisa datang hari itu.

Steph dan Sooji bercerita bahwa dalam tur Indonesia mereka, mereka akan bermain di enam kota, antara lain Jakarta dan Bandung, dan membangun kerjasama dengan seniman-seniman perempuan Indonesia.

Lantas mengapa mereka bisa tertarik dengan Dara Puspita dan Indonesia secara umum?

“Guru sekolah dasar saya orang Indonesia. Ayah saya punya banyak seni Indonesia di rumah saat saya muda. Jadi saya selalu tertarik dan terbiasa melihat tokoh dan perwayangan dan gaya itu. Lagipula, dekat sekali. Negara tetangga” ujar gitaris dan vokalis Empat Lima, Steph.

Sedangkan Sooji, pemain bas Empat Lima dan Carla, yang memainkan drum, sempat menghabiskan beberapa bulan di Indonesia.

Steph bercerita, pertama kali mendengar lagu ‘A Go Go’ Dara Puspita di sebuah album kompilasi dan lagu itu sangat menarik perhatiannya. Ia pun mencari tahu lebih dalam tentang Dara Puspita.

“Kalau anda sebut Dara Puspita, ada banyak nostalgia dan kejutan. Keren rasanya berhubungan dengan orang lain melalui Dara Puspita karena mereka seperti pahlawan perempuan bagi kami.”

Tak hanya Indonesia dan Dara Puspita, musik Empat Lima juga kaya akan berbagai elemen lainnya, seperti garage rock atau surf rock, dan pop Jepang tempo dulu Lagu ‘Theme Song ’ karya mereka, misalnya, bernuansa rock and roll. Sementara ‘Night Rider ’ sedikit berbau psychedelic dan liriknya dalam bahasa Jepang.

13 Responses to “Empat Lima Band Membawakan Lagu-lagu Dara Puspita”

  1. Budi Putra Says:

    Mas Gatot, terimakasih sdh diposting saduran ini ditengah2 kesibukan mas Gatot mengumpulkan pundi2……

    Selamat malam mas Gatot dan rekan2 blog gemblung dan spesial buat arema alias mas Kukuh, jgn dilamuni terus Mrs. A nya…hehehe…

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sedulurku lanang

    Ha ha ha ha ha …….terus njalu njih………ha ha ha ha
    Saya merenungi tulisan njenengan ini,muncul dua perasaan.:
    Pertama,saya amat bangga menjadi orang Indonesia.Ditengah-tengah banyaknya masalah yg mendera bangsa ini serta reputasi buruk yg selalu melekat pada bangsa kita,ternyata ada salah satu anak bangsa yg mengharumkan nama ibu pertiwi.Bahkan,walau mereka telah ndak ada, harumnya tetap selalu di kenang orang.
    Kedua,saya menjadi nelangsa bila saya melihat kondisi dunia musik di tanah air saat ini.Jaman dulu kita punya musisi-musisi yg bermutu(walaupun mereka membawakan lagu yg manis)baik dari segi teknik permainan maupun penulisan lirik,jaman sekarang kita hanya melihat musisi yg ancur-ancuran(miskin sekali skill,lagunyapun semua seragam).Inipun masih ditambahi dengan perusahaan rekaman yg meloloskan saja musisi-musisi yg ndak jelas(kelebihannya pandai membikin sensasi belaka)tanpa disertai tanggung jawab moral bahwa produk mereka nanti akan dinikmati oleh masyarakat.Apapun yg saat ini lagi laku di pasaran(misalnya demam lagu-lagu korea beserta dandanan musisinya)mereka akan segera menirunya(walaupun hasilnya amat maksa sekali).

  3. Apec Says:

    Mas Kukuh, baca komen smpyn saya jadi lgs teringat JKT48….mending diganti nama jadi BKT48 wae,….Banjir Kanal Timur no 48..he..he

    • kukuh tawanggono Says:

      He he he…….salah satu contohnya njih itu mas Apec.
      SNSD memang para personilnya dipersiapkan secara matang untuk menembus industri musik yg persaingannya begitu ketat(mulai dari tahap seleksi,pelatihan,……..sampai mereka terjun ke dalam industri musik).
      Lha yg njenengan sebutkan ini,………………saya bener-bener ndak tahu harus ngomong apa.

      • Budi Putra Says:

        Sy pernah bc informasi terkait budaya K-Pop yg ternyata tlh dipersiapkan o/ pemerintah Korsel slm 20 tahun agar mrk bisa bersaing di bisnis/industri musik dunia. Dan tdk hanya musik mrk jg menyiapkan film2 yg tdk kalah saing dg industri film Hollywood. Jd kemunculan K-Pop bukan scr tiba2 tp krn sdh dirancang scr matang.

    • Budi Putra Says:

      Hahaha…tp caem2 personilnya mas Apec. Cuma syg dieksploitasi kecantikannya aja…kualitas vokal nomer sekian.

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Budi amit sewu,sepuntene ingkang kathah……kulo nderek tanglet(permisi,mohon maaf……..saya numpang tanya).Caem-caem itu kue dari singkong rebus yg ditumbuk,terus di kasih gula Jawa,di bentuk bulat-bulat,lantas di goreng itu njih…………he he he

      • Budi Putra Says:

        Hahaha…begitulah mas Kukuh

    • andria Says:

      saya baca kl manajemen JKT48 melarang foto bareng & tanda tangan atau hand shake tanpa melalui mekanisme mereka. lain dgn WASP yg bahkan meng-cancle konser gara2 EO-nya menarik uang utk tamu VIP “We have never charged a fan for an autograph and will never charge any fans for an autograph” kata sang vokalis Blackie Lawless

      • Budi Putra Says:

        Masa jkt48 disamain sm WASP sih….hehehe.

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha……mas Apec…mas Andria…mas Budi…semakin seru diskusinya…….ha ha ha ha ha
        Dari Dara Puspita lanjut ke JKT48 menuju WASP…..pesan saya jangan sampai menuju Mansyur S,untuk ini saya angkat tangan(bukannya saya ndak suka dangdut tapi data saya kurang lengkap)…………ha ha ha

  4. apec Says:

    Mas Kukuh, saya pernah melihat langsung markas AKB48 di area Akihabara , dan yang bikin saya heran dan takjub, ternyata yg bergerombol di depan cafe AKB48 adalah para kaum lelaki dewasa, bukan para ABG..

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Apec, mungkin mereka ini KPDM(Kelompok Pecinta Daun Muda)………….ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha
      Bukannya saya ini sok suci atau naif,saya ini kalo melihat mereka malah jadi ingat keponakkan sendiri(ndak ada ketertarikkan sama sekali) waktu jamannya dia masih SMU dulu.
      Perbedaan usia terlalu njomplang mas(memang apabila sekedar sebagai fans ndak mengenal batasan usia)…………………….akan tetapi kesan dihati saya kok malah jadi saru(tidak patut).

      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)apabila ada tutur yg tidak berkenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: