Led Zeppelin “Stairway To Heaven”

Budi Putra

Pagi ini sambil sarapan bubur dan menonton Editor Media Indonesia di Metro tv yang liputan beritanya masih seputar korupsi, pilpres dan pernak-perniknya. Namun yang menarik di ujung tayangan diputar klip video “Stairway To Heaven” dari Led Zeppelin. Weih, spontan berkat klip tersebut saya jadi tergerak ingin mengulas sekilas tentang band legendaris ini.

Mengulas Led Zeppelin kenangan masa-lalu kembali menyeruak. Awal mula saya mengenal band ini berkat teman sekampung, Simon, namanya. Teman saya ini faseh sekali mengumandangkan lagu-lagu dari Led Zeppelin. Saya dan teman-teman lainnya seneng sekali bila Simon datang bawa gitar disaat kami sedang nongkrong bareng. Biasanya lagu pembuka yang menjadi langganan dimainkan ialah “Stairway To Heaven”. Intro petikan gitar yang magis serasa syahdu dimainkannya. Biasanya ketika intro terdengar kami semua terdiam menikmati keindahan nada tersebut. Memang ini lagu wajib bagi kami selain “Tangerine”, “Black Dog”…tapi teman saya Agus, lebih seneng dengan lagu “Since I’ve Been Loving You” yang ngeblues itu. Rupanya teman saya Simon bukan hanya faseh lagu-lagu Led Zeppelin tapi juga dia mengoleksi semua hal terkait band pelopor heavy metal ini: kaset, buku, kaos, kliping, dan segala pernak-pernik lainnya. Di kamarnya dipenuhi poster-poster, kliping majalah dan koran yang ia lekatkan di dinding kamarnya. Teman saya ini juga pandai bercerita tentang sejarah band dan kehidupan para personilnya. Dia pernah bilang bila Led Zeppelin memiliki kapal jet pribadi yang digunakannya untuk menjelajahi tempat-tempat konsernya. Katanya juga sewaktu konser uang hasil penjualan tiket hilang dicuri namun para personil Led Zeppelin tenang-tenang saja. Ada cerita lucu yang pernah diceritakan Simon terkait Jagger dan Keith selagi mabok di hotel tiba-tiba Keith bilang ke Jagger: “Aku dapet nada bagus nih…coba kau dengarkan”, ujar Keith sambil memetik gitar. “Keith, nada keren ini…besok kita rekam!”, ujar Jagger. Namun selang beberapa lama mereka berdua baru engeh (sadar) bila petikan gitar yang dimainkan Keith adalah intro “Stairway To Heaven”.

image

Salah satu alasan yang membuat saya suka dengan Led Zeppelin, selain musiknya tentu, juga persaudaraan yang kuat sesama personil. Mungkin kita tahu, setelah sang penabuh drum John Bonham ditemukan tewas akibat over dosis pada tahun 1980. Ketiga anggota band lain memutuskan untuk membubarkan Led Zeppelin. Walaupun ada sejumlah musisi (kabarnya Phil Collins) yang menawarkan diri untuk menggantikan posisi Bonham tapi anggota lainnya bergeming. Sepertinya mereka berikrar sehidup semati dalam band. Padahal saat itu Led Zeppelin tengah berada di puncak karir bermusik. Kisah itu terus saya perbincangkan sesama teman sekampung yang sama-sama suka dengan band ini. Menurut saya selain Led Zeppelin sepertinya setahu saya hanya The Beatles, The Doors (kabarnya Michael Bolton menawarkan diri menggantikan Jim Morrison) yang mengambil keputusan serupa. Tentu bukan sebuah keputusan yang sepele di tengah limpahan popularitas, harta dan wanita. Bila kita saksikan tampilan Led Zeppelin di konser-konser mereka memang sangat menarik sekali, bukan hanya atraksi gitar yang dimainkan Jimmy Page tapi gebukan drum Bonham sangat menonjol sekali setara dengan keseimbangan bass gitar yang dimainkan John Paul Jones. Sementara vokal tinggi Robert Plant menyeruak diantara nada nada yang dimainkan ketiga rekannya. Menurut saya musik dan kualitas personil sungguh perpaduan yang sempurna bagi sebuah grup band.

Bila kita simak hampir semua album yang ditelurkan Led Zeppelin masing-masing memiliki hits yang populer sepanjang masa. Setelah 25 tahun bubar, Led Zeppelin tetap disanjung penggemar musik berkat pencapaian artistik, kesuksesan komersial, dan pengaruhnya yang luas di kalangan musisi rock.

25 Responses to “Led Zeppelin “Stairway To Heaven””

  1. Edi Apple Santoso Says:

    ada yang mengatakan led zeppelin merupakan blueprint musik rock ’80, ’90 hingga masa kini ….
    zeus zeppelin ……

    • Budi Putra Says:

      Mas Gatot terimakasih sdh diposting ulasan ini.

      Memang spt itu mas Edi, byk band era 80-90-an yg mengadopsi musik Zeppelin, misal dr scene grunge Soundgarden yg sgt terpengaruh Zeppelin walau ditambahi adonan musik Sabbath…ada jg Dred Zeppelin yg jelas mengatakan jiplakannya Zeppeln dan tentu byk band2 rock/metal lainnya yg sgt dipengaruhi band legendaris tsb.

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sedulurku lanang

    Saya membaca tulisan njenengan ini,jadi terharu.Matur suwon sanget njih,sudah berkenan menyisihkan waktu untuk mengulas salah satu band yg menjadi idola adik njenengan ini.
    Sebenarnya kalo saya cermati keputusan mereka membubarkan LZ selain rasa persaudaraan yg tinggi,juga disebabkan LZ itu adalah band yg di kala melakukan rekaman selalu sekali jadi.Ndak pernah berkali-kali take.Setiap personil ketika sudah masuk studio, sudah tahu tugasnya masing-masing(istilahnya sudah punya konsep).Sehingga ketika melakukan rekaman,ndak sekalipun terjadi kesalahan.Untuk ini bisa njenengan saksikan di berkas-berkas yg di keluarkan studio tempat mereka merekam lagu,begitu efisien sekali kala mereka melakukan proses rekaman.
    Akibatnya ketika mereka kehilangan sosok JB mereka menjadi kesulitan.Mencari orang yg bisa bermain drum dengan hebat itu mudah(kala itu banyak drumer-drumer hebat bermunculan)akan tetapi mencari seorang drumer yg bisa menghilangkan egonya tanpa harus kehilangan peran dalam permainan(menunjukkan kehebatannya), sekaligus bisa menangkap konsep yg dibawa oleh teman-teman segrup, kemudian dapat mewujudkannya dalam sebuah karya yg minim kesalahan amat…amat…amat sulit sekali.Bagai mencari jarum dalam setumpuk jerami.
    Akhirnya seribu jempol untuk mas Budi……………….

    • Budi Putra Says:

      Bener Mas Kukuh, selain persaudaraan yg kuat jg faktor teknis di dapur rekaman. Hal yg unik jg diatas panggung sptnya diantara personil sdh paham maunya mrk…jd lagu versi rekaman dg live kdg jg berbeda.

      • kukuh tawanggono Says:

        Setuju sekali mas Budi,ditambahi sosok Robert Plant seorang vokalis yg mempunyai kemampuan langka.Orang ini jika di suruh menyanyikan sebuah lagu yg sama sebanyak sepuluh kali,maka njenengan akan mendengarkan lagu yg berbeda sebanyak sepuluh kali(padahal itu adalah sebuah lagu yg dinyanyikan secara berulang-ulang sebanyak sepuluh kali).

  3. herman Says:

    Mas Budi,.. setelah saya kenal musik Prog, sempet jadi agak berkurang minat ke musik LZ…..tetapi selang beberapa waktu dan denger kembali Led Zeppelin memang saya apresiasi sama musik LZ, mungkin juga karena sebelum kenal prog sempet lama denger LZ dan juga Deep Purple apalagi dengerinnya sambil kongkow sama teman2 SMA ….sangat memorable…terima kasih atas tulisannya ……

    • Budi Putra Says:

      Iya pak Herman terimakasih utk komentarnya. Sy sm jg dg pak Herman sblm kenal metal kemudian prog ya Lz dan DP, Jg Uriah Heep yg sy dengerin…jd kalo dlm waktu lama dengerin prog trus ke LZ rasanya kenangan masa lalu bersama temen2 di kampung dulu

    • Gatot Widayanto Says:

      mas Herman, saya juga persis sama ….begitu kenal prog langsung mas prung ….saya tinggal LZ. Namun sekali waktu seneng juga mendengar lagu2 rock 70an ala LZ ini ….

      Misty Mountain Hope, Four Sticks, Custard Pie …..whoooaaaa …. kerreeeeennn …

  4. andria Says:

    pernah ada buku ttg John Bonham terjemahan terbitan Gramedia. bahkan sampai diobral 10 ribuan.
    musik Rush di awal juga terpengaruh LZ, seperti saat pertama saya mendengar Finding My Way .
    anehnya di masa tua kok Jimmy Page tak akur dg Robert Plant. keterlibatan Robert dlm menulis lagu LZ sering dibantah Jimmy.

  5. herman Says:

    saya sependapat juga dengan Mas Edi…dengan bahasa lain bahwa LZ waktu pertama muncul, musiknya merupakan sesuatu yang baru waktu itu….Lgu “Whole Lotta Love ” yang pating krompyang dengan teriakan Robert Plant yang melengking langsung jadi bahan pembahasan yang mengasikkan dengan teman2 sekolah yang waktu itu,…padahal dengerinnya cuman lewat radio…hehehe…

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Herman sesepuh kulo

      Lagu “Whole Lotta Love”itu merupakan salah satu nomor yg saya sukai kala menikmati permainan LZ.
      Didalam lagu tersebut,seakan-akan masing-masing personil saling beradu kebisingan instrumen yg mereka mainkan.Akan tetapi justru diantara bebunyian yg saling beradu kebisingan itu menciptakan harmoni.
      Kapan njih saya bisa menikmati lagi band yg mempunyai kemampuan seperti ini.

    • Budi Putra Says:

      Sy kan awalnya nyetel Beatles dan ibu suka sekali tp ketika LZ pas lagu Whole Lotta Love ibu komen “Ini lagu apaan sih…” Hahaha.

  6. Apec Says:

    Mas Kukuh, memang benar apa kata smpeyan, Zeppelin merupakan salah satu peletak dasar pembuat kebisingan menjadi suatu kenikmatan untuk didengarkan..terimakasih untuk mas Budi untuk ulasan yg dibuat terhadap sebuah lagu…lagu pertama yg saya kenal dari Zeppelin adalah Patek Celeng( bhs madura dari anjing hitam), baru setelah itu Stairway ini…kalo zeppelin stairway to heaven, AC/DC mengenal Highway to Hell

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau ac dc kok saya sulit terima musiknya ya …kesannya gak greget gitu …

      • andria Says:

        mungkin gara2 vokalisnya cara nyanyinya seperti sambil makan permen pak gatot🙂 saya dulu juga tak suka musik AC/ DC tapi sekarang bisa menerima terutama lagu2 lama mereka

      • Gatot Widayanto Says:

        Musiknya mas …bukan vokalisnya …. kok biasa aja musiknya …ndak nyangkut di ulu ati gitu lho mas …

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Mas Gatot amit sewu,sepuntene ingkang kathah(permisi,mohon maaf)Inilah ketika musik pating krompyang dihadapkan pada seorang begawan progresif…….he he he.Membaca komentar njenengan ini,ya itulah maksud saya.AC/DC itu(menurut saya pribadi njih)beradu bising tapi sering gagal dalam menciptakan harmoni.
        Kelebihan grup ini terletak pada eksplorasi Rock’n’Roll yg dipadukan dengan Heavy Metal secara tepat mas.Jadinya mereka berhasil menemukan sebuah warna yg unik……….yg menjadi ciri khas mereka.

        Sugeng ngelampahi jejibahan(selamat menjalankan tugas)

      • Budi Putra Says:

        Sy sama sekali gak punya kasetnya AC/DC…tp sy pernah nonton konser mrk via dvd gitarisnya Angus Young keren dan atraktif aksi paanggungnya

      • andria h8 Says:

        mungkin ini penjelasan versi sang rythm gitaris Malcolm Young (saya baca di GuitarWorld lama) “anda akan mendengarkan R.E.M saat di kampus tapi saat pulang anda akan mendengarkan AC/DC” artinya ada saat kita butuh musik & lirik yg “intelek'” gaya R.E.M tapi pas lelah dan leyeh2 di rumah Anda cuma perlu musik keras tapi sederhana seperti AC/DC
        kebetulan kemarin saya nyetel kaset AC/DC Live di tape mobil & bisa menikmatinya pak gatot. tapi nggak ada larangan juga utk tdk suka musiknya AC/DC🙂

  7. Apec Says:

    Saya sbenarnya juga kurang begitu suka,tapi tetep wae niatan untuk melengkapi kasetnya selalu menggebu. Tapi albumBack to Black masih lumayan saya dengarkan. Satu lagi, rasane gak ada lagu balada dari AC/DC

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Apec sedulurku lanang

      AC/DC memang tidak mengenal lagu balada.Mereka mantap memainkan lagu-lagu yg kenceng dan hebatnya itu bisa menarik perhatian para penikmat musik dunia(konsep seperti inilah yg ingin diwujudkan Eet gembongnya Edane,namun gagal).
      Saya pernah melihat konser mereka(via DVD)ketika mereka di sandingkan dengan Van Halen(yg notabene banyak amunisinya mengandung balada).AC/DC ndak jiper,bahkan diatas panggung saya lihat mereka berhasil memberondong tanpa ampun telinga para penonton.
      Album Back in Black yg dirilis mereka tahun 1980 adalah album mereka yg pertama kali diisi vokalis Brian Johnson(Bon Scot telah meninggal dunia).

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya punya beberapa album tapi gak pernah disetel karena gak nunjek aja musiknya. Saat jadi MC konser Helloween saya kebelet dengerin karena Andy Deris nyebutin For Those about to Rock, We Salute you ….

  8. dOmme Says:

    Tapi di balik kesukaan dengan LZ…, agak kecewa juga membaca berita-berita lawas, bahwa ada beberapa lagu dan rif gitar yang aslinya bukan made in LZ, tapi diklaim sebagai ciptaan LZ… Entah benar atau tidak berita itu, tetapi saya tetaplah kagum dengan LZ…

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas dOmme sedulurku lanang

      Salam kenal mas dOmme.Untuk klaim terhadapa permainan Jimmy Page itu kok menurut saya”Semakin tinggi pohon,semakin kencang angin menerpanya”.Apalagi melihat kenyatan permainannya yg begitu penuh teknik tingkat tinggi dan penuh dengan eksplorasi dikatakan hasil comot sana comot sini.Mungkin banyak orang yg iri tanda tak mampu mas…..he he he

      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)apabila ada tutur saya yg tidak berkenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: