Megadeth “Killing is My Business”

Andria Sonhedi

gw-meg1

gw-meg12jpg

Dave Mustaine mendirikan Megadeth setelah dia didepak dari jabatan gitaris Metallica. kebanyakan cerita menyatakan bahwa insiden anjing adalah pemicu dipecatnya Mustaine.  saya pernah membaca wawancara Ron McGovney (bassis awal Metallica) yg menyatakan bahwa setelah menonjok James & meninggalkan tempat latihan, paginya Dave merengek-rengek minta jangan dikeluarkan dari Metallica. pemecatan Dave yg sesungguhnya jauh setelah peristiwa tadi. 

kembali ke album awal Megadeth ini dapat dikatakan adonan musik Megadeth lebih cepat dari Kill ’em All-nya Metallica. Namun untuk orang Indonesia saat itu rasanya lebih milih Metallica karena lagu2nya masih lebih enak didengar  :) menurut saya cara menyanyi Dave yang khas tapi kok cenderung cempreng juga berpengaruh mengapa banyak yg suka Megadeth tapi tak pernah yang membawakannya di pentas SMA atau mahasiswa.
yang paling sering diperdebatkan adalah duluan mana lagu Mechanix dengan Four Horsemen, maklum musiknya mirip walau sebenarnya keluar duluan di album Metallica. namun begitu nama Dave Mustaine tetap ditulis.
These Boots adalah lagu Nancy Sinatra, satu dari sedikit lagu orang yang dibawakan Megadeth dgn alasan yang tidak diketahui.
Musisi saat itu selain dobel Dave (dgn Eleffson sbg bassis) adalah Gar Samuelson (drum) dan Chris Polland (gitar). Kerry King dari Slayer sempat ikut jadi gitaris yg kemudian lebih memilih fokus di Slayer.
sampul awal katanya tak seperti itu, beberapa saat sebelum turun cetak ilustrasi sampul yang sdh dibuat hilang. akhirnya dikebut dgn memasang tengkorak plastik ber-visor yg nantinya akan dipakai terus sbg maskot Megadeth bernama Vic the RattleHead.
album ini adalah album balas dendam Dave yang menganggap tanpa Metallica dia masih bisa diterima khalayak metal Amerika

tak lupa ada ucapan terima kasih pada Metallica (entah tulus atau sindiran ) “proving true blood of metal run through our veins”

 

11 Responses to “Megadeth “Killing is My Business””

  1. andria h8 Says:

    terima kasih pak gatot sdh repot memuat, sepertinya dulu pak Hippie yg nyari2 album ini

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Andria sedulurku lanang

    He he he………Megadeth ini saya punya box setnya,tapi ya itu mulai dari baru beli sampai sekarang……..hanya saya putar dua-tiga kali(musiknya bagi saya kok kurang nendang).Njenengan beruntung mas,ada disuatu tempat yg ndak banyak ranjaunya(jadi mempunyai koleksi kaset pita metal yg banyak sekali)di bandingkan saya yg hidup di daerah yg banyak ranjaunya.

  3. andria h8 Says:

    itu cd kok mas, dan sdh agak lama dapatnya. saat orang2 mulai bosan thrash metal shg harganya sekitar 35 ribuan.

  4. Budi Putra Says:

    Saya dapet album ini saat kelas 2 SMP dr temen sekampung yg beda sekolah. Saat itu saya dipinjemin Megadeth dan Metallica (Master of Pupet). Entah apa maksud teman saya ini meminjamkan 2 band metal raksasa ini. Emang pd akhirnya sy bandingkan antara 2 band ini dan saya jatuh hati pada Metallica. Tp temen saya bilang dia lbh suka Megadeth yg ktnya musiknya “nyepeed”. Nampaknya teman saya ini memang fans Megasdeth, sebab selain kaset dia saat itu sdh memakai kaos Megadeth yg ktnya kaos impor…sedangkan sy msh terkagum2 dg musik yg dimainkan Metallica…

    Setelah minjemin Megadeth dan Metallica kemudia saya dipinjemin Venom yg ktnya ini mbahnya thras metal…ya, krn dipinjemin sy puter aja tp jujur malah gak nyantol sama sekali.

    Kembali ke Megadeth, stlh album ini sy malah lbh suka dengan Rust in Peace, Youthanasia, mungkin krn permainan apik Marty Friedman yg menurut saya Megadeth jd lebih enak dinikmati musiknya.

    • kukuh tawanggono Says:

      Ehm…ehm…ehm mas Andria ada fans berat Genesis yg coba memaknai Venom sepertinya tertatih-tatih njih….ha ha ha ha ha ha ha ha
      Mas Budi Venom itu adalah salah satu pelopor genre Black Metal.Dua album pertama mereka”Welcome to Hell” dan “Black Metal”adalah dua album yg melentakkan pondasi awal pada genre black metal.
      Mas Budi sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)njih,hanya bercanda mas.

  5. danangsuryono2112 Says:

    Megadeth dan Metallica merupakan band yang saya telat kenal. Petengahan 80 an meskipun sudah kenal Metallica lewat Freddie Mercury tribute dan kaset Heavy Metal rilisan AR, namun terlewatkan saja, karena saat itu saya lagi suka sama fusion Chick Corea, Casiopea dan sebangsanya.
    Metallica merupakan band yang mengembalikan saya kembali ke musik Rock di akhir 90 an lewat CD black album pinjeman, sehingga meluas ke Megadeth
    2 band ini sudah saya tonton langsung konsernya, dan Mustaine yang nggremeng dan idunya muncrat saat nyanyi memang unik.

    Oh ya Megadeth rilis Bluray/DVD That One Night: Live in Buenos Aires yang di ambil dari Konser tanggal 8 Oktober 2005. Video ini sungguh layak koleksi dan tonton. Kecepatan musik megadeth diimbangi dengan gelora energi penonton yang luar biasa.

  6. hippienov Says:

    Album ini pernah begitu aku ingin miliki kaset atau cd nya, tapi dulu minta ampun sulit nyari kasetnya. Cd nya ada tapi harganya relatif mahal buatku waktu itu, bahkan samapi sekarangpun aku gak punya album ini. Di album ini musik Megadeth masih terdengar “raw” gak seperti “peace sells…” yang mulai rapih. Dan kalau dibandingkan antara “killing is my business” nya Megadeth dan “kill ’em all” nya Metallica yang sama-sama debut album, aku lebih suka “kill ’em all”.
    Aku mulai menyukai Megadeth lebih dalam saat di album “rust in peace” kemudian “countdown to extinction” yang menurutku ada nuansa prog nya dan “cryptic writings”. Sama seperti Mas Budi, alasannya mungkin karena ada Marty Friedman di semua album itu.

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie amit sewu,sepuntene ingkang kathah(permisi,mohon maaf)njih……………….
      Untuk “Kill’Em All” akur alias sepakat alias setujuuuuuuuuuuu……he he he.

  7. lutfi Says:

    Mas Andria, saya jadi pengen puter balik Hangar 18 dan Tornado of souls-nya di album Rust in Peace Polaris lagi. Jadi ingat, waktu SMA, Tornado of souls ini pernah saya bawakan pas acara perpisahan sekolah. Menurut saya, album itu keren banget, komposisi2 rumitnya dan ditingkahi dengan akrobat gitar mereka seru banget.

    • andria Says:

      saya kira pak Lutfi lebih keren karena membawakan komposisi Megadeth yg sangat jarang ada band sekolahan yg mau mainkan krn terlalu njlimet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: