Dahzyatnya The Flower Kings (6 of 15)

Herwinto

image

”Ya Allah sungguh Engkau Maha Pintar….Engkau ciptakan manusia yang mampu berkarya dengan sangat indah….sehingga saya terjebak dalam keindahan yang tak berkesudahan…..”

Rasanya tak berlebihan jika ungkapan diatas adalah merupakan apresiasi kekaguman saya terhadap album TFK bertajuk Stardust We Are, ini adalah album yang sungguh bernyawa bagi saya, mampu mengaduk aduk emosi dan perasaan saya….pantas saja jika pengunjung blog ini mas Didi berkomentar tempo hari bahwa album ini bikin ”nangis darah”…ungkapan yang tak berlebihan memang..

Album yang terdiri dari dua CD ini disebut sebut sangat dipengaruhi oleh Steve Hacket maupun Steve Howe, meskipun menurut saya TFK tidaklah menjiplak total namun mampu mengambil spirit dari para kampiun era 70 an untuk diramu dan diolah dengan resep khusus sehingga lahirlah musik TFK yang khas, indah megah dan monumental…

CD 1 dibuka dengan In The Eyes Of The World 10.38 yang merupakan lagu TFK dengan sound yang sangat kental prog 70 an, perpaduan melodi gitar, sound kibor yang bernuansa hammond pergerakan tempo yang rumit serta komposisi musik yang kompleks mengingatkan kita dengan jagoan jagoan prog lawas, track kedua adalah A Room With A View 1.26 adalah nomor instrumen yang lembut sebagai jembatan menuju track ketiga Just This Once 7.54 lagu yang pembukaannya bikin ngguweblak, sungguh menakjubkan, prog abis, alunan kibor Thomas Bodin mengingatkan saya tentang Fontain Salmacis nya Genesis.

Track selanjutnya Church Of Your Heart 9.10 membuktikan bahwa TFK adalah pendekar simphony prog yang handal, bagian di menit ke 3.58 menunjukkan sound kibor yang benar benar menohok…Track kelima adalah nomor instrumental solo gitar, layaknya album Yes dengan solo gitar Steve Howe, bagian ini sungguh indah sangat pas sebagai overture untuk track selanjutnya yang lebih menohok The Man Who Walked With Kings 4.59 hadeeeeeh kali ini saya benar benar kejlungup sampai bibir menyentuh lantai, sesak dada ini mendengar lagu yang sangat melodius begini…begitu kental warna Hacketnya…disusul dengan Circus Brimstone 12.03 adalah nomor instrumen yang begitu megah penuh liku liku yang susah ditebak, sarat pergantian tempo lagu khas musik prog. Crying Clown 0.57 adalah nomor jeda untuk masuk ke track terakhir CD 1 Compassion 4.45 yang merupakan lagu bertempo lambat namun terdengar begitu megah di telinga.

CD 2 dibuka dengan Pipes of Peace 1.19 yang merupakan overture untuk lagu yang sungguh indah The End of Innocence 8.28, woaaaaahhh ini lagu benar benar keren mengaduk aduk emosi dan perasaan, tak ada komen selain satu kata, Tuooobz!! Track ketiga The Merrygoround 8.17 mengingatkan saya pada nuansa gitar David Gilmour, perpaduan Hacket dan Gilmour… sungguh mantab lagu ini. Don of The Universe 7.02 serta A Day At The Mall 0.45 adalah nomor nomor instrumen yang cukup bagus meski agak sedikit membosankan, Different People 6.19 adalah lagu yang cukup enak dinikmati, disambung dengan Kingdom of Lies 5.48 yang lebih ngerock, track selanjutnya IF 28 2.15 adalah nomor instrumen yang cukup indah…saya sangat menyukainya…Ghost of The Red Cloud 4.37 adalah lagu yang cukup mengasyikkan musiknya…Hotel Nirvana 1.49 adalah jeda menuju nomor puncak, sebuah epic berdurasi 25.02 menit…Stardust We Are….woaaaahhh harus disiapkan hati ini bila mendengarkan lagu yang dahzyat ini…baru dengar intronya saja sudah bikin klenger!!…aduuuuh keren banget….terbagi atas 3 part yang semuanya muantab suromenggolo……singkat kata album ini benar benar merepresentasikan keindahan dan kejayaan masa lalu yang dilahirkan kembali di masa kini…Majulah Prog!!!

10 Responses to “Dahzyatnya The Flower Kings (6 of 15)”

  1. Koh Win Says:

    Trimakasih mas Gatot sudah muncul tulisan saya…

  2. Edi Apple Santoso Says:

  3. Koh Win Says:

    Trimakasih bos Edi Apple sudah menambahkan video dahzyat ini….

  4. hippienov Says:

    Seperti biasa bahasan Koh Win begitu dalam dan detail, menggambarkan betapa terpukaunya beliau dengan raksasa “modern” prog-rock TFK. Mudah-mudahan setelah serie TFK ini selesai, Koh Win akan terpukau dengan Arena, Pendragon atau Pallas sehingga kita bisa membaca kupasan tentang band-band itu written by Koh Win yang tuobz punya… Keren Mas… aku suka.

    • Koh Win Says:

      Waduuuuh akeh men mas…..ha ha ha…semoga mas….apalagi kalau dikirimi copiannya dari Depok…..pasti semangat nulis….ha ha ha ha….

    • Edi Apple Santoso Says:

      menurut saya si raja kembang ini bukan modern prog mas hippie, mereka memainkan blueprint 1972, shg mereka terkesan kuno, sombong dan megah, kaya dinosaurus kata koh win, shg mereka banyak menakuti kaum muda. yang bermain prog modern seperti the mars volta, radiohead, tool dll …..
      Majulah Prog!! ……

      • Gatot Widayanto Says:

        Mungkin maksud ma Hippie TFK ini generasi baru musik prog dengan mempertahankan pakem lama tapi dengan sound modern karena memang kualitas audio semua album TFK bisa dibilang maut mas Edi …

  5. hippienov Says:

    Hehehe… tenang mas, nanti aku kirimi yang aneh-aneh lagi ^_^

  6. Gatot Widayanto Says:

    Pertama kali denger album ini saat dirilis, saya rada sulit menerimanya . Namun setelah lebih dari 5 kali memutar CDnya, barus merasakan keindahannya … Tuoobz!

    • Koh Win Says:

      Sama mas…. mendengarkan TFK umumnya tidak langsung kena…., nguweng nguweng dulu baru setelah 3-5x spin langsung ngguweblak….saya tertohok album ini di The Man Who Walked With Kings…manteb suromenggolo tenan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: