Mengarungi Keindahan “Firth Of Fifth” Genesis

Budi Putra
GenesisSellingEngland
Gara-gara salah beli kaset kemudian saya jadi mengenal band Genesis. Cerita ini bermula saat membeli kaset dengan cover Gentle Giant dilapak kaset seken Taman Puring, bila tidak keliru, sekitar tahun 2000-an. Alhasil, bukan kaset GG yang saya dapat malah kaset lain yang tidak saya ketahui band/albumnya. Tapi dari sini saya malah kecantol dengan satu lagu yang irama musiknya terdengar mirip lagu “Huma Diatas Bukit” milik GodBless.Dulu, Keinginan untuk mendengarkan album prog karena seringnya mendengarkan “Epitaph”, “In The Court Of The Crimson King” (King Crimson), “Carry On Wayward Son” (Kansas), “A Whiter Shade Of Pale” (Procol Harum) dan sejumlah lagu lainnya yang sering diputer radio M97 FM saat itu. Menurut saya lagu dari band-band ini musiknya serasa berbeda dengan band rock n roll/claro yang sebelumnya sudah nyantol di hati seperti The Beatles, The Rolling Stones, Led Zeppelin, Deep Purple, Grand Funk Railroad, dan Uriah Heep. Saya kurang bisa mengilustrasikan secara detil dimana perbedaannya. Namun yang saya rasakan mulai dari irama musiknya yang lebih variatif karena kerap disisipi instrumen lainnya seperti flute serta durasinya yang terbilang panjang. Mulai dari situ saya mencoba mencari album band progrock—padahal sebelumnya pernah “mentok” dengan Yes yang saya sebut musiknya nguweng-nguweng…hehehe. Tujuan pertama untuk mencari kaset-kaset prog ialah Jatinegara dan
Taman Puring. Di Jatinegara saya mendapatkan King Crimson (album In The Court Of The Crimson King) yang foto albumnya sudah lepas serta Traffic dan Kansas. Setelah hunting di Jatinegara selanjutnya Taman Puring. Di lapak Agus Julung, saya mendapatkan Iron Butterfly (The Best), dan Gentle Giant. Tapi saya begitu tertarik dengan Gentle Giant. Sebelum saya bawa pulang saya coba dengarkan dulu dan dari sinilah sejarah mengenal Genesis bermula…Jreng!

Di lapak kaset seken milik Agus Julung ini saya coba kaset tersebut via walkman yang disediakannya. Setelah beberapa lagu saya dengarkan saya merasa ada sesuatu yang ganjil. Kemudian saya coba mencocokkan antara judul dan lagu yang tertera dicover ternyata tidak sama. Walah, ini mesti salah kaset gumam saya. Tapi dari sekian lagu yang saya dengarkan ada satu lagu yang penggalan musiknya terdengar seperti musik di lagu “Huma Diatas Bukit” milik GodBless. Saya bilang dan tanya ke Agus apa dia tau lagu, album, dan bandnya?…namun rupanya dia tidak tau tentang ini. Sesudahnya saya malah hanya membeli Iron Butterfly dengan harga pertemanan. Setelah kejadian itu saya malah jadi penasaran ingin mengetahui judul lagu dan band yang memainkannya.

Belakangan saya baru ketahui bila lagu yang saya dengarkan saat itu adalah lagu “Firth Of Fifth” milik Genesis. Informasi ini saya peroleh saat saya bekerja di kantor partai yg dikelola Erros Djarot. Di sela waktu luang (biasanya tengah malam) kegiatan browsing mulai dilakukan. Beberapa situs yang jadi incaran saya adalah situs musik prog diantaranya Strawberrybricks.com. Di situs inilah saya baru mengetahui bila Genesis terdiri dari dua fase/era yakni era Genesis dengan vokalis Peter Gabriel dan Phil Colins. Sebelumnya saya hanya tahu Genesis di-eranya Phil Colins berkat lagu-lagunya yang ngepop seperti “Invisible Touch”, “Mama”, “Home By The Sea” dll, yang terasa familiar di kuping ini. Lantas saya kemudian jadi tertarik dengan Genesis era Gabriel. Penyebab utamanya selain bertujuan mencari lagu tersebut juga cover album-albumnya terlihat artistik alias unik dan jadul. Namun, saya masih penasaran dan terus mencari lagu yang musiknya mirip “Huma Diatas
Bukit” milik GodBless itu. Dari album-album Genesis yang saya coba pilah kok kebetulan saja saya langsung memilih Selling England by the Pound sebagai album  pertama yang ingin saya dengarkan. Selling England By The Pound adalah album studio kelima dari Genesis. Album ini direkam dan dirilis pada tahun 1973, dan mengikuti kesuksesan album sebelumnya Foxtrot dengan menduduki peringkat #3 dalam tangga lagu di Inggris dan bertahan selama 21 minggu. Tidak salah pilihan saya album ini adalah salah satu album Progressive rock terbaik sepanjang masa, dan melahirkan hits-hits besar dan legendaris dari grup Genesis, seperti Firth of Fifth, The Cinema Show, dan Dancing With The Moonlit Knight. Nah, di album inilah saya menemukan “harta karun” yang selama ini saya cari: “Firth Of Fifth”. Mendengarkan intro piano yang begitu melodius sudah membuat saya jadi terpaku pada satu lagu ini (saya malah jadi teringat intro “Merpati Putih” karya dari Erros Djarot).  Apalagi
vokal Gabriel terdengar begitu gagah dengan aksen yang kuat seolah ingin menyampaikan pesan lewat lagu ini. Kemudian ketika masuk flute memori saya langsung beranjak ke penggalan musik dari lagu “Huma Diatas Bukit” serta musik latar dari film-film jadul nasional yang biasa dibintangi Slamet Rahardjo, Christine Hakim, atau Rima Melati yang nuansamatik itu. Lantas, instrumen musik yang panjang terus dimainkan hingga masuk permainan melodi gitar Steve Hacket yang sungguh indah nian. Melodi yang dimainkannya setelah instrumen dengan durasi panjang melambat dan meninggi tanpa terputus…melengking dan menyayat hati…yang kemudian diakhiri dengan tempo rendah…serasa ingin meredakan klimaks pendengarnya yang sudah terhanyut dalam alunan melodius yang membius itu…sungguh indah luar biasa mahakarya ini.

Sampai saat ini “Firth Of Fifth” tetaplah playlist utama saya setelah lagu-lagu prog-ballad lainnya. Ibarat puncak lagu dunia track ini tetap bertengger di nomor satu tanpa tergantikan…hehehe. Tentu saja masih banyak nomor-nomor Genesis lainnya yang sebanding malah lebih dahsyat dari lagu ini. Namun bagi saya yang melalui proses historis pencarian lagu tersebut merasa hingga saat ini keindahan melodi dari lagu ini belum tergeserkan dari nomor-nomor prog-ballad lainnya.

 

28 Responses to “Mengarungi Keindahan “Firth Of Fifth” Genesis”

  1. andria Says:

    intro lagu itu yg membuat saya ingin mendengarkan Genesis lagi pak Budi. awalnya saya bosen dengan Genesis krn di tiap kompilasi lagu2 yg dipilih Home by the Sea, Ilegal Alien atau Mama. suatui saat iseng2 saya memutar kaset live Genesis versi aquarius lama tiba2 muncul intro piano tadi. saya langsung ngguweblak.😀

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Andria … kaset Aquarius yang apa ya? Setahu saya Genesis tak pernah membawakan FoF secara live kumplit dengan intro nya. Biasanya langsung JRENG “The path is clear though no eyes can see ….” tanpa thenh thong theng grand piano. Alasannya sederhana: Tony Banks gak mau repot bawa grand piano ke panggung dan dia gak mau grand piano diganti suara kibor. Makanya gak ada yang pake intro.

      • andria Says:

        the complete live pak, yg side B. harusnya mmg live semua tapi bisa aja apus-apusannya produser jaman dulu yg berhasil memakan korban kakak saya😀

  2. Budi Putra Says:

    Mas Gatot, terimakasih sdh di posting ulasan ini. Ada bbrp yg salah ketik: lagu Genesis: Invesible Hand seharusnya Invesible Touch…hehehe.

  3. Edi Apple Santoso Says:

    di jombang ada persewaan speaker, dikasih nama duke karena kesukaannya sama genesis duke. moco iki moro eling koncoku, wis engo bengi aku tak nang omahe …..
    terima kasih mas budi, langsung muter duke’s travels trus disambung sama duke’s end …..

    • Gatot Widayanto Says:

      Keren pol kuwi Duke’s Travel – Duke’s End, dab Edi … pas masuk suara gitarnya nguweng nguweng nikmat banget …dengan didasari gebukan drums dinamis ala Collins ….

    • Budi Putra Says:

      Mas Edi, kmrn teman2 Jombang yg di Jakarta ngajak sy ke Jombang tp krn infonya dadakan mksy gak sempet ikut…semoga dilain waktu bs ke Jombang dan mampir di Apple Cafe. Kalo gak salah persewaan speaker yg di perumahan Jombang Permai tah mas?

      • Edi Apple Santoso Says:

        iyo, sing nduwe jenenge hatta … sips, merupakan suatu kehormatan jika mas budi mampir angkringan apple ….

      • Budi Putra Says:

        Lg kuliah pernah latihan ngeband sm teman2 di tempat itu. Alatnya mmg bagus2. InsyaAllah mas, sementara iki diwakili sama Tumo dulu…

  4. andria Says:

    benar pak gatot, nguweng-nguwengnya Genesis cocok dgn saya juga. sayang yg King Crimson kemarin itu tidak 😀

    • Gatot Widayanto Says:

      Band seperti Genesis, Pink Floyd mudah dicerna bagi yang tak terbiasa dengan prog.

      Band seperti Gentle Giant, King Crimson dan Yes rada sulit diterima kalau belum biasa dengan prog.

      Makanya saat ngobrol sama I’an Yess di Bandung pada tahun 1980an …kita faham bahwa oarng yang suka Yes, hampir bisa dipastikan suka Genesis. Orang yang suka Genesis, belum tentu suka Yes ..apalagi kalau Genesisi nya yang Mama …

      Namun saat kami bahas ini dulu belum keluar album 90125 …

      • Budi Putra Says:

        Benar mas, awal ktemu dg Yes malah nguweng-nguweng…pdhl sy sdh sering dengerin “Onward” tp baru belakangan mulai menyelami Yes. Tentu dg nomor-nomor yg familiar dikuping…utk Gentle Giant memang bg sy sangat sulit utk dicerna tp utk King Crimson hanya bbrp album sjyg nyantol…tp utk Genesis dan Pink Floyd jg Kansas mmg lain soalnya bisa sy nikmati sebagian besar lagu dan albumnya.

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot,leres (benar)sekali pendapat njenengan ini.Saya baru mendapatkan sebuah pencerahan”Komposisi-komposisi yg dihasilkan yes pada periode album Tomato kebawah,adalah komposisi yg amat njlimet “.Jika kita ndak hati-hati dalam menikmati suguhan komposisi-komposisi yg digeber mereka,kita pasti ndak akan bisa merasakan soulnya.

  5. hippienov Says:

    Tret Mas Budi ini bikin aku inget lagi ke jaman kuliah saat awal-awal aku diperkenalkan progrock lewat kaset Yess Genesis-selling england by the pound. Aku ngegeblak pas denger firth of fifth, indah sekali lagu itu.

    • Budi Putra Says:

      Wah podo wae mas Hippie mmg lagu ini yg membuat sy penasaran dan 100% blm tergantikan keindahannya…utk sy. Piye nampaknya semakin lengket dg mas Kukuh…hahahah…awas ms A bs cemburu…hahahah. Siiip deh mas Hiipie…

  6. Nono Says:

    Mas budi.
    Ulasannya bnr2 sngt menarik.
    Sy jd ingat semasa kuliah, kmr kost penuh dg poster2 genesis, krn sy juga pengagum genesis, selain pink floyd, yes, rush dan marillion.
    Selain firth of fifth yg bnr2 keren intronya, sy juga suka dg dance a volcano, super ready, squonk, afterglow, wah pokok’e hampir seneng kabeh. Opo maneh carpet crawles. Album trespas, selling england by pound, the trick of the tail. Foxtrot, duke bagi sy adlh yg terbaik dr genesis. Iso karo jmpalitan ngerungokno album2 genesis itu.

    • Budi Putra Says:

      Mas Nono, terimakasih utk komennya. Genesis, awalnya sy taunya krn lagu2 di era sesudah Gabriel spt yg sebutkan di ulasan tsb. Ternyata lagu2 di era Gabriel justru dahsyat luar biasa…mas Nono mesti sdh mreteli semua lagu2nya Genesis…hehehe. Siip deh mas Nono.

  7. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sedulurku lanang

    Saya dapat album ini bahkan atas provokasinya sam(mas)OT.Dia menceritakan kehebatan seorang Peter Gabriel.Akhirnya dari pada nanggung,sekalian saya eksekusi box setnya.(kebiasaan saya apabila mendengar band yg ampuh)

    • Budi Putra Says:

      Hahaha…mantabs luar biasa mas Kukuh…sy sama sekali blm nyentuh cd apalagi boxsetnya…wah luar biasa. Kalo sy biasanya lbh suka dg format kaset…tp kalo ada yg ngejual box set Genesis murah sih ok aja…hahaha…piye mas Kukuh, ms A…?

      • kukuh tawanggono Says:

        Njih mas Budi, saya ndak akan lupa dengan pesan njenengan itu.Barang pesenan njenengan itu masih belum ada,kalo sudah ada pasti njenengan saya kabari.
        A kini sudah ndak sekantor lagi dengan saya(agar hubungan ini ndak mengganggu kinerja kami berdua,saya mengusulkan agar dia dipindah ),jadinya makin seru saja mas.

      • Budi Putra Says:

        Wah edan strategi jauh dimata dekat di hati itu mas Kukuh…hehehe. Semoga langgeng dan jgn lama2 mas Kukuh pacarannya…cocok lgsg aja ke ranjang eh pelaminan.

      • kukuh tawanggono Says:

        Matur sembah nuwon(terima kasih )mas Budi.Doakan saja kita ini cepat resmi statusnya,soalnya usia saya ini semakin tua.Saya ingin sekali cepat-cepat punya anak mas.Kalo bisa cowok(seperti anak njenengan)nanti adiknya cewek(biar seperti anaknya mas Hippie).

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Mas Gatot matur sembah nuwon(terima kasih)njih,sudah menjewer telinga saya dalam hal pembelian box set.Saya membaca komentar njenengan itu kok jadi ingat alm Ibu yg selalu menjewer saya,kalau berbelanja cd secara ugal-ugalan.Kini dalam membeli PHpun Alhamdulillah saya sudah ndak ugal-ugalan lagi(dalam rangka mematuhi nasehat njenengan).
        Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)njih,saya bisa mencerna nasehat njenengan membutuhkan waktu yg lama.

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah ..perilaku box-set ini yang harus ditata-ulang … Boxed set yang mana? Kalau genesis Archives 1 era Gabriel masih boleh lah … Lha ini kalau box set yang Platinum rak yo kojur ada Invisible Touch segala …. wah …blaik tenan iki ….

      • Budi Putra Says:

        Nah loh, info bermutu jd gak asal box set toh…walau terdengar prestise dan cita rasa tinggi…tp sekali lg sy malah lbh suka kaset…msh ngumpulin kaset Genesis album2 lainnya di era Gabriel…

      • kukuh tawanggono Says:

        He he he………lho mas Budi,saya lak dijewer sama mas Gatotpun
        Mas Gatot……………saya ini apabila melihat sebuah band klasik,kok ndak marem(puas)apabila ndak punya box setnya.Apabila hanya mempunyai sealbum-dua album saja itu kok rasanya seperti membaca buku,tapi diblonjat-blonjat(diloncat-loncati).Kalo saya ndak beli yg edisi platinum mas,hanya yg biasa saja.

      • kukuh tawanggono Says:

        Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)njih mas Gatot,saya salah meletakkan komentar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: