“Unofficial” Progring bersama Mas Fadhil Discus

Gatot Widayanto

image

Tadi malam sempat progring dengan mas Fadhil dan mas Purwanto Setiadhi. Sudah cukup lama saya gak jumpa mas Fadhil dan sepertinya sudah lebih dari lima tahun. Dalam kurun tersebut saya memang melihat mas Fadhil dalam pertunjukan di sebuah acara Tribute to Kansas,  namun gak sempat ngobrol dekat bernilai-muka. Pertemuan ini bisa dianggap sebagai menyambung kembali tali silaturahim.

Asik juga ngobrolnya mulai dari yang santai hingga yang berat seperti proses song writing yang ternyata cukup sulit dan kompleks apalagi terkait dengan sebuah band misalnya seperti Discus. Yang juga menarik adalah pembahasan terkait musik Kansas karena mas Fadhil ini adalah ambassador nya Kansas untuk Asia,  sehingga ia menguasai betul. Bahkan lagu yang kemarin disinggung Koh Win yakni Dust In The Wind juga dimaknai oleh mas Fadhil sebagai suatu ekspresi Kansas terkait makna lagu yakni setinggi apapun kita naik ke atas dalm hal apapun kita tetap saja masih dibawah kekuasaan Tuhan. Juga lagu The Wall serta The Pinnacle yang merupakan kesukaan saya dibahas juga. The Wall ternyata berkisah tentang tembok batas antara dunia kehidupan dan dunia kematian.

Selain Kansas juga dibahas mengenai koleksi kaset yang dimiliki mas Fadhil yang mencapai enam ribu buah namun sudah tak didengarkan lagi dan saat ini berada di rumah orang tua nya di Grogol. Dari ribuan kaset itu hanya dua kelompok yang yak menjadi koleksinya yaitu Rolling Stones dan The Beatles. Ia mengakui bahwa The Beatles memang jenius terutama John Lennon yang hebat dari segi songwriting,  apa aja bisa jadi lagu. Pada waktu masih kecil dan belum kenal banyak musik ia diberi hibah dua PH yakni Led Zeppelin live dan Rolling Stones. Ia terpesona dengan Moby Dick dan makanya suka sekali drums. Setelah mendengarkan Led Zeppelin,  musik Rolling Stones jadi gak terasa asik.

Obrolan malam yang asik dan menjadi renungan sambil gowes saat pulang ke rumah. Tadi malam mau tidur malah nyetel Yes Close To The Edge karena memang obrolan dengan mas Pur dan mas Fadhil memang fokus pada prog. Selain itu juga ada mas Agung Pratomo,  temen mas Fadhil yang berprofesi sebagai arsitek dan ada juga istri mas Fadhil.

Tambah semangat buat ngeprog ….dan mau nulis review album IQ terbaru di ProgArchives ….sambil nunggu orderan CD nya yang versi dua disc. Keep on proggin’ …!!

3 Responses to ““Unofficial” Progring bersama Mas Fadhil Discus”

  1. Edi Apple Santoso Says:

    mas purwanto setiadi iku sing paling kanan yo ….

  2. Nelwin Aldriansyah Says:

    Weits.. Batik nya om Gatot keren loh..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: