Slayer “Reign in Blood”

Hippienov

DSC02333

Menurutku ini adalah album terbaik Slayer sepanjang karir mereka dan album ini adalah album Slayer yang paling aku suka. Tidak ada satu lagupun di album ini yang “weak” atau tidak menarik, setiap track selalu membuat aku ingin mendengarkan track berikutnya dan kemudian track selanjutnya dan begitu seterusnya sampai track terakhir. Sebenarnya hanya ada 10 lagu “super duper heavy old thrash metal” di album Reign In Blood tapi dalam bentuk kaset (lisensi) yang aku punya, 10 lagu di side A diulang di side B dengan urutan yang sama. Dan anehnya walau kedua side berisi lagu-lagu yang sama tapi selama ini aku gak pernah merasa bosan mendengarkannya. Malah sering kali setelah mendengarkan full side A-side B lalu aku ulang lagi side A nya tanpa merasa bosan sedikitpun…
Pertama kali tahu album ini setelah dipinjamkan kaset album yang sama tapi rilisan Team Rockline oleh teman mainku satu komplek, Agus namanya. Dulu temanku ini termasuk rocker dan jago membetot bass. Saat remaja seusia kami waktu itu tergila-gila pada jawara-jawara gitar, dia malah mengidolakan Billy Sheehan dan malah minta dibelikan bass guitar listrik oleh orang tuanya, satu hal yang bagi aku dan teman-teman yang lain “unusual”.
Namun kami “berpisah” saat kami kuliah dan aku harus “nge-kost” di Semarang. Setelah lulus dan aku balik ke Depok giliran temanku ini yang ternyata sudah lulus duluan dan kerja di daerah Tangerang kemudian melanjutkan S2 ke “negeri prog and rock Asia” Jepang selama beberapa tahun. Akhirnya kami benar-benar lost contact dan terakhir bertemu sekitar 2 tahun lalu temanku sudah sangat religius dalam penampilan dan kesehariannya, gak gondrong lagi seperti yang aku tahu dulu. Tadinya mau ngobrolin kaset Slayer Team Rockline punya dia siapa tahu masih ada dan bisa nego untuk aku ambil alih, tapi aku urungkan niatku karena takut malah menyinggung. Lagian aku jadi malu, temanku sudah jadi begitu alim sedang aku masih nge-rock, nge-thrash, nge-prog malah tambah edan, hehehe…
Back to “reign in blood”:
Album ini secara resmi adalah album ketiga Slayer setelah “show no mercy” dan “hell awaits” dan merupakan album pertama Slayer setelah bergabung di label Def Jam dan diproduseri oleh Rick Rubin. Def Jam serta Rick Rubin lebih dulu dikenal sebagai label dan produser dari banyak artis hip-hop/rap dan “reign in blood” serta Slayer adalah debut proyek Rubin menangani musisi/album metal. Namun meski baru pertama kali berurusan dengan musik metal, album ini mendulang sukses dan membawa perubahan besar bagi Slayer khususnya pada sound mereka dibandingkan 2 album sebelumnya.
Rick Rubin pada perkembangan selanjutnya menjadi produser incaran musisi rock/metal karena tangan dinginnya, sebut saja Black Crowes bahkan Metallica pada album “death magnetic” secara khusus meminta Rubin untuk meng-handle pembuatan albumnya yang ternyata berhasil membawa Metallica pada sound “old thrash” yang jadi landmark band ini di awal karirnya.
Buatku yang membuat album “reign in blood” ini begitu “gila” ada pada lagu pertama yaitu “angel of death” dengan teriakan melengking Tom Araya dan gempuran double bass drum Dave Lombardo. Karena kesan pertamanya sudah begitu dahsyat maka berpengaruh pada track-track selanjutnya.
Kaset ini merupakan kaset lisensi yang di Indonesia dirilis under label Musica dan sampai hari ini masih apik kemricing suaranya. Seingatku kaset ini nyaris gak pernah jamuran walaupun sempat lama aku gak putar. Anehnya lagi, kayaknya pita yang dipakai adalah BASF tapi kok bisa awet ya?
Aku beli kaset ini sekitar tahun 1991 saat aku SMA di pusat perbelanjaan Kramat Jati Indah yang sekarang sudah berganti nama setelah selesai direnovasi. Bela-belain dari rumah naik ojek ke depan komplek terus lanjut naik mikrolet arah Cililitan hanya sekedar nyari kaset ini. Tadinya mau ke DS Sabang atau Blok M tapi karena faktor jarak akhirnya aku putuskan ke tempat yang lebih dekat dari rumah, toh aku cuma punya uang yang cukup untukbeli 1 biji kaset saja. Selesai beli ya pulang lagi dengan trayek yang sama hanya kali ini kebalikannya. Walau cuma beli sebiji kaset tapi rasanya seneng sekali seperti dapat juara kelas, hehehe…
Demikian kisah singkatku tentang kaset Slayer – Reign In Blood, semoga bisa menghibur rekan-rekan semua, dan mohon dimaafkan atas kekurangan yang ada dalam penulisan.
Matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan dan untuk semua rekan-rekan blog: Have A Nice “Thrash Metal” Weekend…
the only way to exit is going piece by piece…
hippienov

 

16 Responses to “Slayer “Reign in Blood””

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Hippie sedulurku lanang

    Saya membaca tulisan njenengan pagi ini,lha kok langsung mbrabak mas.Mengingat cobaan demi cobaan yg menghantam Slayer bertubi-tubi.Dimulai dari meninggalnya Jeff Haneman(salah satu pendiri band)pencipta” Raining Blood”dan “Angel of Death”,dua nomor yg wajib didengar bagi seorang metalhead sejati(nomor-nomor itu terdapat dalam album yg njenengan review saat ini).Lantas sampai keluarnya Dave Lombardo sang drummer.
    Cover album ini digarap sama Larry Carroll mas yg setahu saya karya-karyanya(gambar-gambar sindiran politik)pernah juga di muat The New York Times

  2. andria Says:

    pak Hippie, saya punya yg team/rockline. yg sekarang saya punya adalah pembelian yg ke-2 kalinya. yg pertama dulu sempat saya jual krn pas ingin beli kaset seken lain tapi tak punya uang. ternyata saat Slayer mulai dikenal harganya meroket jadi 15.000 padahal kaset royalty saat itu msh sekitar 5000. saya jadi kecewa kok saya jual murah😀 setelah era alternative maka kaset2 thrash jadi kembali berharga standar, barulah saya beli kaset yg sekarang saya miliki ini.
    untuk musiknya pertama kali saya kaget krn lebih kasar dari Metallica yg waktu itu br dengar Master of Puppet & Justice for All. saya juga kecewa kok albunmnya 30 menit aja tdk sampai🙂

  3. Budi Putra Says:

    Entah mengapa sy kok gk terlalu klop dengerin slayer…dr sekian albumnya sy cm sempat beli Season in the Abys (gitu ejaannya ya?)…itu aja karena bareng beli dg teman yg suka Exodus. Pdhl kalo suka Metallica, Testament, Anthrax, Kreator, Exodus, hrsnya suka jg dg Slayer…tp apapun itu Slayer merupakan band thrash berkelas…mantabs!

    • kukuh tawanggono Says:

      He he he………..seorang pencinta musik prog,berusaha memaknai sebuah album yg termasuk barisan cawan suci dalam genre metal………..tertatih-tatih akibatnya……….he he he
      Sepuntene ingkang kathah lho (mohon maaf)mas Budi………guyon njih,pun ndadosaken dukone njenengan(hanya bercanda,janganlah marah).

      • Budi Putra Says:

        Hahaha…sy jg pernah menjadi bagian thrash line lo mas Kukuh…tp South of Heaven keren mas…

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha………wut…wut…wut…ngeles…ngeles…ngeles…ha ha ha
        Bercanda njih mas Budi,jangan dimasukkan hati………..

  4. andria Says:

    kl saya malah seneng yg South of Heaven pak, soalnya agak ‘pelan’ shg bisa mudah didengar tapi tetap nge-thrash.

    • kukuh tawanggono Says:

      He he he …mas Andria seperti sehabis mengendarai Mustang Cobra lalu beralih ke ……buatan anak bekas pemilik negeri ini njih.

  5. hippienov Says:

    Mas Kukuh, entah apa yang terjadi dengan Slayer setelah Jeff meninggal dunia. Mungkin ada baiknya kalo mereka “call it a day” alias bubar disaat nama mereka masih berada di puncak daripada mencoba bertahan dan lanjut tapi malah menhasilkna karya-karya yang gak seperti Slayer yang selama ini dikenal. Jadinya seperti Led Zeppelin, namanya abadi.

    • kukuh tawanggono Says:

      Leres(bener)mas Hippie,saya sependapat dengan njenengan……………..
      Setidak-tidaknya mereka harus mencari gitaris pengganti Jeff yg level permainannya harus ndak boleh lebih rendah/lebih tinggi dari Kerry King(antara Jeff dan King permainannya seimbang dan saling melengkapi,ini lho yg membuat Slayer jadi dahsyaaaaaaaat sekali).
      Ketika bicara dua orang ini,saya kok jadi ingat duo gitarisnya Judas Priest Glenn Tipton dan Richie Faulkner.
      Duo gitaris berbahaya yg kadang diabaikan dunia………………………..

      • andria h8 Says:

        mas Kukuh, duo gitaris JP yg orisinil dulu dong yg disebutkan: KK Downing & Glen Tipton, baru setelah itu yg Faulkner🙂

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha………..matur suwon (terima kasih)atas koreksinya mas Andria.Maksud saya njih itu,ketika KK downing sudah ndak ada masuklah Richie Faulkner.Yg level permainannya ndak terlalu njomplang bila disandingkan Glenn Tipton.
        Dua gitaris JP, KK Downing dan Glenn Tipton adalah duo gitaris berbahaya yg kadang diabaikan dunia…………

  6. hippienov Says:

    mas Andria, wah njenengan beruntung bisa punya album ini yang versi Rockline. Kalo aku ketemu album ini pasti akan kubeli juga tapi selama ini gak pernah ketemu mas.

  7. hippienov Says:

    Mas Budi, seasons in the abyss itu album terakhir Slayer yang masih kuanggap keren. Setelah itu aku memang sempat ngikutin 2 album Slayer berikutnya tapi nuansanya sudah berubah. Salah satunya mungkin karena waktu itu Dave Lombardo sudah gak ada diganti Paul Bostaph dan kayaknya musik Slayer pun sedikit berubah jadi agak nge-groove. Atau mungkin juga karena faktor umur, karena waktu itu (setelah album seasons) perhatianku mulai tertuju pada grunge/alternative dan kembali ke classic rock serta aku mulai tertarik dengan prog-rock. Jadinya kerasa cepat lelah kalo denger thrash/death metal, hehehe…

  8. hippienov Says:

    Gak lama berselang setelah beli kaset reign in blood aku beli album south of heaven, tapi agak kecewa karena gak seperti yang aku harapkan. Musik Slayer jadi agak pelan, gak se-frantic seperti reign in blood. Belakangan aku membaca bahwa memang Slayer di album south of heaven sengaja menurunkan tempo musik mereka lebih pelan dibanding reign in blood
    Album seasons yang disukai mas Budi menurutku adalah penggabungan pola musik Slayer dari reign in blood dan south of heaven.
    Tapi secara keseluruhan album Slayer mulai dari show no mercy sampai seasons in the abyss menurutku adalah masa-masa terbaik Slayer.

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie leres(benar)di album South of Heaven mereka menurunkan tempo.Akan tetapi di album itu,apabila kita cermati akan nampak sebuah perkembangan yg berhasil dicapai band ini.Sound yg mereka hasilkan menjadi lebih berat dan ini saya rasakan kok begitu intens disepanjang lagu-lagu yg terdapat di album tersebut.
      Sayangnya hal ini menjadi hilang di album”Season In The Abyss”(sound di album ini kembali seperti sound pada album “Reign In Blood”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: