Rick Wakeman Bagi Saya (9 of 38)

Gatot Widayanto

Rick Wakeman tentang Tales From Topographic Ocean

article-1045969-02244DED00000578-634_468x547

Dalam sebuah interview di tahun 2008 Rick Wakeman mengulas tentang letihnya dia terhadap album yang menurut saya justru masterpiece nya Yes: Tales From Topographic Ocean. Rick mengatakan bahwa Tales Tour baginya sangat melelahkan karena ia tak begitu menjiwai pada saat memainkan kibor dan kadang hanya menekan satu tuts dalam periode lama. Kemudia ada di bagian tertentu yang semua musisi Yes baik Howe, Anderson, Squire, Wakeman maupun White memainkan perkusi dalam waktu yang cukup lama. Bagi Rick inilah album yang paling membosankan baginya.

Bahkan dalam serangkaian konser mempromosikan album Tales, Rick bahkan menugasi roadie nya untuk membuat lubang khusus di bawah kotak kibornya sebagai akses bagi roadie tersebut untuk memperbaiki bila ada kabel kendor pada saat konser berlangsung. Lucunya, di saat kebosanan kegiatan tour, suatu kali saat memainkan salah satu lagu di album Tales, Rick malah minta ke roadie nya untuk membawakan kari (curry) untuk ia makan sambil menjalankan fungsi sebagai kibordis. Anggota band lainnya sebenarnya kurang senang dengan kelakuan Wakeman ini, namun tak bisa berbuat banyak.Kekesalan Rick terhadap album ini bahkan hingga membuatnya menamakan album ini dengan plesetan seperti yang ia katakan: “Maturely, I renamed it Tales From Toby’s Graphic Go-Kart.

Terlepas dari kesalnya Rick terhadap album Tales, toh ia mengakui bahwa setiap konser dari Tales Tour Yes selalu berupaya memberikan penampilan terbaik. Bahkan drum kit nya Alan White ditaruh di dalam suatu relief ruangan seperti bentuk bebatuan karya Roger Dean di sampul album Tales. Akibatnya, Alan menjadi kekurangan nafas karena sirkulasi udara menjadi terbatas. Maka roadie Alan pun di tengah konser juga bertugas menghancurkan elief bangunan ini. Rick juga menekankan bahwa Yes di tahun 70an sudah disebut sebagai band progrock dengan musik yang kompleks meski hippies jaman itu masih kebanyakan belum mengerti lagu2 Yes. Namun album Yes selalu habis terjual dan penggemarnya fanatik.

Bagi saya pribadi, kaset rekaman Perina Aquarius hitam putih yang memuat empat lagu dari album ini, sungguh sangat fenomenal. Pertama terasa berat namun pas bagian yang mana Jon menyanyi “What happen …” di The Revealing Science of God rasanya mudah dicerna. Selebihnya saya mulai suka dan menikmati lagu selalu full empat lagu yang semuanya masing-masing berdurasi 20 menit lebih. Di ProgArchives pun saya menulis review yang panjang tentang album luar biasa ini. Meski idola saya, Rick< membenci album ini, namun saya justru menyukainya.

Formasi dahzyat meski tak sedahzyat formasi Close To The Edge ...

Formasi dahzyat meski tak sedahzyat formasi Close To The Edge …

 

 

 

22 Responses to “Rick Wakeman Bagi Saya (9 of 38)”

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Gatot guru kulo

    Inilah sebuah kejeniusan seorang Rick Wakeman.Bagi seseorang yg telah mencapai tahap maestro,setiap kali dia memainkan sesuatu(walaupun itu adalah lagu yg sama)selalu menghendakki sebuah tantangan.Ini biasanya dapat dipicu teman-teman sepermainan atau oleh para penikmat karya-karyanya yg bersifat aktif…………
    Mas Gatot,gara-gara njenengan selalu meracuni saya mendengarkan musik-musik semacam ini saya ini kok menjadi” Kukuh” yg dulu njih.Tadi pagi saya mendengarkan Soulfly”Savages”,lho kok kenikmatan yg selalu saya temui kok jadi hilang njih.Bahkan sudah semingguan ini,setiap mendengar lagu-lagu yg brutal saya sering gagal dalam menangkap soulnya.Akibatnya saya menjadi tertatih-tatih…………………
    Hari Kamis malam ,saya ketemu teman waktu dulu masih berkutat di alam underground.Setelah ngobrol-ngobrol sedikit lha kok dia bilang:”Kuh,kamu sekarang sudah berubah,rupanya kamu berhasil berdamai dengan dirimu ya.Sekarang langitmu ndak hitam lagi,bahkan tembok yg dulu selalu kau pasang kok jadi runtuh.”
    Saya jadi heran mas,kenapa njih saya ini…………….

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Kukuh yang budiman …

      Itu tandanya darah PROG telah merasukimu …darah segar dan menyehatkan. Percayalah …kamu akan bahagia bersama PROG … he he he he …

      Sudah mendengarkan prog yang lawas2? Banyak yang bagus ….

      • kukuh tawanggono Says:

        Njih mas,sekarang hati saya tertawan sama King Crimson”In The Wake Of Poseidon”
        Selain itu kemarin saya mendengarkan SAS vol 2,disitu ada sebuah nomor Somewhere For Us yg nuansa prognya amat pekat sekali.Ada lagi nomor yg berjudul “Hangatnya Cinta”(walaupun ndak prog),sangat mempermainkan hati saya mas.Bahkan sekarang album ini sedang saya nikmati bersama Jembres.

        Menikmati malam ditemani Jembres,kue bulan,secangkir kopi hangat,diiringi SAS vol 2

  2. Budi Putra Says:

    Sekarang beda karena sdh ada nona A…masa sdg kasmiran dengerinnya yg garang2 lah gak masuk toh…coba dengerin Yes di album Talk…mantab bro!

    • Koh Win Says:

      Lhoh barusan saya putar Talk mas Budi….Endless Dream tak bolak balik sakdobole…..Bravo Yes!!!

      • Budi Putra Says:

        Tapi benar apa kata mas Gatot, perlu dengerin album Yes yg lawas2 dulu mas Kukuh. Mulai dr album debut mrk biar mas Kukuh ngerasain fase nguweng-nguweng terlebih dulu…hehehe

      • andria h8 Says:

        saya kemarin nyetir dari Blora ke purwodadi nyetel mp3 Genesis – Trick of the Tail, gara2 pas mau brkt mp3 Yes saya tidak ketemu🙂

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Budi, tadi pagi menurut seseorang………………..njenengan katanya orangnya lucu(gara-gara melihat saya sering membuka blog ini,dia lha kok jadi ikut-ikutan)

  3. Koh Win Says:

    Terasa ada kebahagiaan tersendiri ketika band kesayangan saya ini diulas…..nanti malam akan saya putar album ini, meski tadi malam sudah nggeblag dengan Fragile…..terimakasih mas Gatot….

  4. andria h8 Says:

    atau mungkin musik brutal/death/black -nya mas kukuh sdg menuju fase “Until the Light Takes Us” 🙂

    • Budi Putra Says:

      Hahaha…kadang hal spt ada masa-nya mas…bak roda gerobak yg berputar atau krn suasana hati. Tp emang wajib dengerin prog…Kalo skrg, saya, yg grup trash yg sy dengerin sy batasin sampe di album Voivod (Nothing face)…

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Andria ini rasa-rasanya musisi metal lokal yg periode 2000an sepertinya pamitan saya ingin pindah ke Magetan…………….

  5. Budi Putra Says:

    Mas Gatot, asik sekali liat style nya Wakeman…inilah salah satu hal yg sy sukai dr band2 era jadul…bukan hanya musiknya yg berkelas tp tampilan personilnya jg nyeni/art sekali…dr sini sdh menunjukan kualitas musik yg mereka mainkan.

    Lantas, bila sj mas Gatot mengulas album atau sosok personilnya membuat sy jd penasaran kemudia ingin menyimak dan mendengarkan albumnya.

    Luar biasa!

  6. Gatot Widayanto Says:

    Temen2 gemblungers …

    Terima kasih banyak atas komentarnya. Jujur saja saat ini saya lagi terperangah dan seperti sedang ditegur oleh Sang Maha Pencipta. Sekitar beberapa jam yang lalu seorang temen baik kakak saya, yang saya juga kenal baik, yang biasa dipanggil sebagai Yanto Dalang karena pemahamannya tentang wayang sangat baik dan juga suka sebagai dalang wayang, dengan nama Koes Soehariyanto telah dipanggil sama Yang Maha Kuasa. Innalillahi wa inailaihi roji’un …. Saya masih kaget sekali mengingat beliau ini kemarin masih posting di milis Mediunan dan menimpali posting saya …

    Mengapa ini saya komentari di tret ini? karena saya teringat dengan penggalan lirik dahzyat dari lagu The Revealing Science of God :

    What happened to wonders we once knew so well
    Did we forget what happened surely we can tell
    We must have waited all our lives for this
    Moment moment moment

    Sebuah lirik yang bisa multi tafsir bagi beberapa orang namun TIDAK bagi saya bahkan sejak saya masih duduk di kelas 2 SMP saat pertama kali dengar lagu ini yang intinya: KITA TAK AKAN PERNAH TAHU APA YANG AKAN TERJADI. Dan ini paling mengena di saya saat saya membaca kitabullah ketikan Rasul pun menjawab bahwa kiamat itu hanya urusan Allah subhanahu wa ta’ala … Kematian adalah kiamat dalam arti sempit karena menyangkut individu saja. Namun peringatan tentang makna lagu terutama penggalan lirik ini membuat saya terperangah …dan Allah mengirimkan peringatan dengan diambilnya nyawa mas Yanto ini …

    Innalillahi wa inailaihi roji’un …

    • Koh Win Says:

      Mas Gatot….sebuah tausiyah yang menggetarkan hati….saya jadi teringat lagunya Kansas…Dust In The Wind…I Close My Eyes…Only For A Moment And The Moment’s Gone….

      • Koh Win Says:

        Juga liriknya King Crimson Epitaph….But I Fear I’ll be Crying….

      • Gatot Widayanto Says:

        Yes I fear tomorrow I’ll be crying …. Menohok ulu ati memang Epitaph ini. Makanya menjadi ulasan pertama saya dari seri Merajut Makna

    • kukuh tawanggono Says:

      Innalillahi wa inailaihi roji’un
      Mugi-mugi rencang njenengan itu diampuni segala dosanya,diterima disisi-Nya,dianugerahi nikmat kubur,dianugerahi nikmat akhirat,dan dimasukkan kedalam surga-Nya Gusti Allah SWT….Aaamiiin…Aaamiiin…Aaamiiin
      Wejangan njenengan itu kok mengingatkan kesadaran yg Alhamdulillah telah saya raih tentang kepergian alm ibu.
      Pada akhirnya kita ini bukanlah apa-apa……………………

  7. andria h8 Says:

    Innalillahi wa inailaihi roji’un
    saya kmarin sebenarnya juga ingin nulis ttg grup GWAR. beberapa bulan lalu pendirinya meninggal mendadak. sebelumnya gitarisnya meninggal dgn tiba2 bukan karen overdose. para anggota GWAR setidaknya mulai lebih berpola hidup sehat soalnya melihat kenyataan kl kematian bisa datang begitu saja tanpa harus lewat penyalahgunaan zat berbahaya.

  8. Edi Apple Santoso Says:

    happy 40 th anniversary journey to the centre of the earth …
    released 9 may 1974 ….

  9. hippienov Says:

    Entah betul apa salah tapi kalo aku perhatikan permainan kibor Wakmen di album Tales gak sedahsyat close to the edge atau fragile. Kadang malah aku gak mendengar suara kibor Wakemen sama sekali. Tapi ini menurutku loh, mungkin aku salah. Terlepas dari apapun pendapat Wakeman tentang abum ini, secara keseluruhan album Tales adalah album puncak kreatifnya Yes sebagai sebuah band baik dari komposisi musiknya maupun penulisan liriknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: