Carcass “Symphonies of Sickness”

Andria Sonhedi

gw-carcass

setelah saya mbaca tulisan mas Kukuh yg baru dapat kiriman Carcass – Surgical Steel saya jadi ingat kaset Carcass satu-satunya yg saya miliki. walau judulnya Symphony tapi jangan disamakan dengan Nightwish, Rhapsody atau membayangkan karya Yes yg di mainkan orkes Symphony, album Carcass ini blas tak ada orkestrasinya
Carcass (namanya tampak keren🙂 tapi artinya tidak) adalah pionir goregrind dari Liverpool. anggota orisinil setelah mapan adalah Ken Owen, Bill Steer & Jeff Walker. ber-3 mereka mengusung tema2 lagu yg kemungkinan cuma dipahami oleh pak Apec yang dokter🙂 misal: excoriating abdominal emanation. kaset ini cukup banyak lagunya karena ditambah album Reek of Putrfection di side b.
Michael Ammot, personil Arch Enemy di masa depan, pernah ikut bergabung Carcass setelah album SoS & membuat Carcass kian dikenal karena musiknya jadi lebih melodius.
Antara album Reek… dan Symphony sang gitaris Bill Steer pernah bergabung sesaat dengan Napalm Death di album Scum. cover album Scum malah didesain oleh Jeff Walker (mungkin biar irit biayanya).
saya tak tahu apa bentuk gambar sampul album ini, maklum hitam putih. tapi suatu saat saya balik kasetnya dan kok tampak seperti kepala orang. kaset edisi berikutnya sampulnya pakai gambar lain & terkesan modern didominasi warna hijau.

24 Responses to “Carcass “Symphonies of Sickness””

  1. apec Says:

    Mas Andria, ada satu lagi, Tool, dimana tiap cover albumnya atau judul albumnya banyak bersinggungan dengan bahasa latin kedokteran

  2. andria Says:

    saya punya yg Lateralus, yg gambar anatomi manusia itu pak Apec. tapi gambar temanya lebih ngeri yg diusung para pengikut Carcass. saya punya Disastrous Murmur – Rhapsody in Red yg coraknya sama dgn Carcass

  3. Budi Putra Says:

    Sy sempet punya album ini…yg membuat sy tertarik bukan krn lagunya tp judul2 lagunya: istilah medis dan panjang2…sy mikir ini mesti pas nulis liriknya sambil buka kamus istilah kedokteran….utk Carcass sy krg bs menikmati musiknya krn menurut sy trlalu bising…o yamas Andria punya S.O.D gak? Itu proyeknya gitaris Anthrax…lbh ke hard core musiknya. Terakhir sy coba cari2 via inet harganya wueeeedyan…100 ribu!!!

  4. andria Says:

    punyanya M.O.D, dapat cd-nya di jalan surabaya

  5. hippienov Says:

    Mas Budi S.O.D itu keren, seperti reuni personil awal Anthrax dengan basist pertama Anthrax yang kemudian membentuk Nuclear Assault: Dan Lilker. Dulu kasetnya aku sering lihat di DS Sabang jaman kaset-kaset thrash metal merajai pasar kaset, tapi sayang gak pernah kesampaian aku beli.

    • Budi Putra Says:

      Sy sempet punya versi copiannya…ini terpicu krn Mustang FM yg sering muter nomor “Speak English Or Die”…asik lah buat nambah semangat pagi hari. Kmrn sy cari2 kasetnya via inet…gila 100 ribu! Hahahaha….jd barang langka juga, dan mengalahkan Yess….hadeuh biyung. Kabarnya, Misfits “Walk Among Us” ikut2an mahal versi kasetnya….

      Kalo MOD yg sy tau cuma lagu covering Chicago, “Color my World” dan “Surfing USA”The Beach Boys…itu jg krn dulu sering di puter Mustang FM….hahaha

  6. kukuh tawanggono Says:

    Mas Andria sedulurku lanang

    Album yg njenengan punyai itu,termasuk album Carcass yg paling saya sukai.Di album ke dua ini mereka memasukkan unsur-unsur death metal(sudah ndak murni grind lagi).
    Saya dulu sebenarnya pernah ditawari album ini yg versi kaset,tapi saya tolak.Alasan saya,kaset yg ditawarkan kesaya itu covernya kucel(saya punya prinsip,biar belinya di rombengan barangnya harus mulus).Akhirnya sampai sekarang hanya punya yg versi cd.

  7. Riki Says:

    Hi Mas Andria,

    In contrary, album “Reek..” ini justru menjadi salah satu album Extreme Metal yang susah saya ‘cerna.’ Still don’t get it. Gore Grind yang absurd dengan vokal yang ‘aneh.’🙂 Baru setelah “Necroticism…” (1991) saya bisa ‘menerima’ Carcass dimana pada album ini sudah mempunyai dasar2 untuk Melodic Death Metal (future sound of Carcass). “Surgical Steel”? Kalau yang ini absolutely cool!🙂

    • kukuh tawanggono Says:

      Ha ha ha ha ha ha …………….mas Riki terlalu pagan njih soundnya.
      Amit sewu sepuntene ingkang kathah(permisi,mohon maaf)album grind,death metal,black metal,atau apapun dari genre ekstrim yg njenengan dengarkan pertama kali?

  8. Riki Says:

    Hi Mas Kukuh,

    Pagan? Ngga juga sih mas. Dosa lagee. Hehehe🙂. Kalau untuk kategori Extreme Metal, album2 pertama yang saya dengar adalah Suffocation “Effigy of The Forgotten” (1991), Malevolent Creation “The Ten Commandments” (1991), Morbid Angel “Altars of Madness” (1989), Napalm Death “Harmony Corruption” (1991), Carcass “Symphonies…” plus beberapa kompilasi seperti “At Death’s Door” (Roadrunner), Grindcrusher (Earache, kalau di Indonesia disebut “Thrash Generation”), dan “Death is Just The Beginning” (Nuclear Blast). Literatur2 di atas secara efektif mengganti ‘landscape’ yg sebelumnya Thrash oriented (The Big 4, Sepultura, Slayer, Kreator, Sodom, etc) dan glam oriented (Skids, Whitesnake, GNR, etc.). Preferensi semakin ‘berantakan’ setelah munculnya 2nd wave Black Metal (‘infected’ menjelang pertengahan 90an), dimana ‘literatur’ pertama adalah Rotting Christ “Thy Mighty Contract” (1993), Satyricon “Nemesis Divina” (1994), Immortal “Diabolical Fullmoon Mysticism” (1992), Impaled Nazarene “Tol Cormpt 666” (1992), dan Marduk “Opus Nocturne” (1993), plus beberapa kompilasi seperti Blackend Vol1-3, dan Nuclear Blast Sound Check. Sehingga pada akhirnya membentuk preferensi yg cenderung ke Black Metal dan Death Metal. Have to be combined with prog. Why? Because it is healthy! Hehehe🙂 (meminjam quote dari Om G).

    • andria Says:

      pak Riki, literatur death metal yg disebutkan kebetulan saya punya kasetnya semua kecuali “At Death’s Door”. Peaceville Record juga pernah keluar kompilasinya tapi saya tak beli.
      Utk Carcass saya sempat tidak memperhatikan lagi, maklum terlalu bising & saat itu saya juga tak tahu apa apa peran Mike Ammot. baru setelah seorang teman yg mesen dvd kopian Carcass lewat saya, baru paham bahwa Carcass di kemudian hari lebih melodik musiknya dibanding awalnya.
      jaman kaset lisensi sebenarnya kaset2 black metal sdh ada, cuma kami tahunya itu death metal dgn musik yg lebih brutal. saya pernah lihat kaset Darkthrone, Samael & Vital Remains di masa awal itu.
      sehabis itu wabah grunge & alternative menggusur itu semua di Indonesia utk sesaat 🙂

    • kukuh tawanggono Says:

      Coba mas Napalm Deathnya mulai dari album” Scum”(1987),atau album “From Enslavement to Obliteration”(1988)wuiiih njenengan ampuh mas(saya sendiri fans beratnya NP).Kalo album “Harmony Coruption”kebawah NP itu sudah jinak.Coba juga Death”Sream Blody Gore”(1987)atau rilisan kedua mereka “Leprosy”(1988)
      Kalo black metal coba Venom “Welcome To Hell”(1981),lanjutkan Mayhem”Deathcrush”(1987).Sound maupun soul yg dihasilkan tahun 90an kebawah itu masih orisinal mas.
      Mas Riki yg dimaksud dengan pagan itu soul yg dihasilkan terlalu kasar khas buah tangan studio kecil yg minim peralatan.
      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)njih mas apabila ada kata yg tidak berkenan.

      • Riki Says:

        Hi Mas Kukuh,

        Wah luar biasa.🙂 Noted & understood mas. Untuk Napalm Death kebetulan saya lebih dulu ‘kenalan’ dengan “Harmony Corruption” baru kemudian retrospektif ke “From Enslavement…” dan ‘Scum.” Begitu juga dengan Death. Pertama kali mendengarkan Chuck dkk adalah di “Human” (1991), dan kemudian baru ke “Scream Bloody Gore” dan “Leprosy.” Kalau Venom, yg pertama saya dengar adalah “Black Metal” (1983). Yang membuat saya kaget Mas Kukuh ternyata mendengarkan MAYHEM, album “Deathcrush” pula! Salut!🙂 Mayhem memang yg paling menonjol dalam mengusung low fidelity/ necro sound terutama di album2 sampai dengan “De Mysteriis Dom Sathanas” (1994). Terminologinya adalah “necro sound” Mas, untuk sound yg ‘ancur’ dan memberikan kesan atmospheric/ ‘Black Metal feel’ (kalau ‘pagan’ adalah refers ke topik2 tertentu, bukan sound).

        Berikut tulisan saya ketika Mayhem meninggalkan necro sound:
        http://beyondheavymetal.com/2014/01/31/sebuah-inovasi-prematur-pada-norwegian-black-metal-mengenang-mayhem-grand-declaration-of-war-2000/

        Mayhem ketika embrace technicalities:
        http://beyondheavymetal.com/2014/05/03/yang-terbaik-dari-era-rune-blasphemer-eriksen-mengenang-mayhem-chimera-2004/

        Feels like I have to write about “Deathcrush”.🙂 Terima kasih Mas Kukuh!

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Riki hari ini saya amat bahagia,akhirnya ketemu jodoh dalam berpetualang dalam alam metal……..ssssssst(Jangan sampai tahu,nanti mas Gatot protes.)………………..ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha
        Saya pakai istilah pagan(agar lebih Hiperbola)merupakan bentuk tafsir saya pada sound yg amat kasar(terima kasih sudah diberi masukkan).Jangan sampai menimbulkan”The Dark War”edisi ke dua njih………………ha ha ha ha ha ha ha ha
        Mas ada lagi album yg bagus,yg saya amat menyukainya.Konon cd yg saya punya ini menurut gosipnya,adalah blue print Scandinavian Black Metal.Bathory”Bathory”(1984).

      • andria h8 Says:

        mas kukuh kan sdh ketemu saya & pak Budi duluan, jadi pak gatot sdh tahu itu (dan dianggap masih di jalan yg “benar” )😀

      • kukuh tawanggono Says:

        Oh njih jih mas Andria,sepuntene ingkang kathah kulo supe(oh iya mas Andria,mohon maaf saya lupa)………………….ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha Maklumlah mas,akibat pengaruh “Perjalanan Asmara”yg seliar permainan gitar Kerry King membuat saya semakin koplak……………..ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha

        Sugeng ngelampahi jejibahan(selamat menunaikan kewajiban),mas Andria

      • Riki Says:

        Hi Mas Kukuh,

        Benar sekali, bahwa Bathory self titled (1984) adalah salah satu rilisan yang akan menjadi fondasi dari 2nd wave Black Metal di Norwegia. Jadi apabila skena Norwegia merasa bahwa merekalah yang shape up Black Metal di 2nd wave, maka Swedia (melalui Bathory) adalah fondasinya. Bathory “self titled” adalah bagian pertama dari unholy trilogy dari Bathory yg sering dijadikan blue print untuk 2nd wave Black Metal, dimana yg lainnya adalah “The Return” (1985) dan mencapai puncaknya di “Under The Sign of The Black Mark” (1987). Bathory “Under The Sign…” bahkan dinobatkan oleh Decibel magazine sebagai ‘album Black Metal terbesar sepanjang masa’ dengan Mayhem “De Mysteriis Dom Sathanas” di peringkat 2. Nice to know you, Mas Kukuh! Best wishes to everyone!🙂

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Riki bahkan dua album Bathory yg njenengan sebutkan,beserta Mayhem”De Mysteriis Dom Sathanas telah diamanahkan kepada saya……….he he he .

      • andria h8 Says:

        apakah kl saya punya kaset “Under The Sign of The Black Mark” (1987) berarti saya beruntung? 🙂

      • kukuh tawanggono Says:

        Sangat beruntung mas Andria(bahkan lebih beruntung njenengan dari pada saya yg hanya berupa cd)

      • andria h8 Says:

        saya dulu dapat di toko kaset KotaMas bersama dgn Samael-Worship Him. sepertinya Darkthrone & black metal lainnya dijual juga. semua dgn harga separo aslinya. mungkin tokonya ngeri liat cover kasetnya atau mmg tak laku-laku 🙂

  9. Riki Says:

    Hi Mas Andria,

    Iya, benar sekali. Pada hari2 itu kaset Black Metal sudah ada, diantaranya seperti yg Mas Andria sebutkan yaitu Vital Remains “Let Us Pray” dan Darkthrone “A Blaze in The Northern Sky.” Kemudian Grunge dan Alternative menggusur semuanya dalam semalam: tiba2 semuanya berbaju flanel dan berdandan cenderung ‘kumuh’. Bahkan Beavis (pada acara Beavis & Butthead) sempat nyeletuk ketika ada anak kecil di video klipnya Death: “Is that Jeremy?” Mengacu ke track “Jeremy” dari Pearl Jam. Hahaha🙂 Tetapi umur Grunge ternyata singkat: burning bright dan kemudian burning out. Akan tetapi setelah itu tetap sulit untuk menemukan rilisan Death Metal/ Black Metal di toko2 kaset/ CD. Maka era mail order pun dimulai.

    Kembali ke Carcass, berikut sedikit cerita ketika saya pertama kali mendengarkan “Reek…” yang saya tulis di resensi “Surgical Steel”: http://beyondheavymetal.com/2013/10/09/carcass-surgical-steel-2013-kembalinya-sang-legenda-british-death-metal/

  10. andria Says:

    wah, saya baru ingat sampeyan yg di beyondheavymetal itu🙂
    tulisan surgical steelnya sangat bagus, bisa membuat orang lebih obyektif menerima album baru carcass. saya juga menganggap album ini lebih mudah didengar & bukan murni grind lagi. lagu 1985 saya copy mp3-nya ke hp & pernah saya jadikan ringtone. cuma lama-lama bosen juga😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: