Prog Fusion Vol. 3

Hippienov

pinkfloyd-front

Menjelang “terjun bebas” mencari-cari pekerjaan yang bisa dikerjakan hari ini, aku sengaja mengambil waktu sedikit untuk menulis sesuatu dan mengirimnya buat postingan blog. Semoga berkenan dan bisa menghibur rekan-rekan semua.

Selang 1 atau 2 hari sebelum cd kompilasi Europe dibuat, aku lebih dulu membuat sequel atau lanjutan dari serie Prog Fusion, yakni Prog Fusion Vol. 3.  Selain sebagai lanjutan volume sebelumnya, volume 3 ini juga merupakan usahaku untuk memasukkan beberapa nomor yang belum sempat masuk di Prog Fusion Vol. 2, diantaranya adalah “fainting in coils” dari Bill Bruford yang direkomendasikan oleh Mas G. Jika pada vol. 1 dan vol. 2 aku hanya memakai 1 cd mp3 “master” sebagai narasumber maka untuk vol. 3 ini ada tambahan cd mp3 (yang juga pemberian dari Mas Yuddi) berisi Esperanto/ Supersister/ Gravy Train/ Ekseption. Hasil akhirnya di kompilasi ini beberapa nomor kepunyaan Supersister, Esperanto dan Gravy Train ikut muncul meramaikan.

Terus terang proses pembuatan volume 3 ini gak semudah 2 volume sebelumnya, aku mulai kehilangan ide pun aku merasa mulai kehabisan narasumber dan rasanya arah musiknya mulai gak fokus ke “prog fusion” lagi tapi mulai melebar ke sub-genre prog lainnya. Oleh karena itu aku berencana akan mengakhiri serie prog fusion pada vol. 3 ini karena khawatir jika dipaksakan untuk dilanjutkan maka unsur “fusion” nya makin tergeser dan akhirnya kompilasinya akan berisi segala macam bentuk musik prog. Akan tetapi bukan berarti proyek kompilasi prog ini akan berhenti begitu saja karena aku sudah mulai mendapatkan ide untuk melanjutkan serie prog ini dengan judul yang berbeda, bisa jadi judulnya nanti adalah “Just Prog” yang idenya aku dapat dari salah satu kaset kompilasi lawas majalah Aktuil berjudul “Just Rock” yang fotonya ada di kalendar blog designed by Mas Herman. Isinya aku rencanakan adalah segala musik progrock dari ikon-ikon prog yang sudah dikenal sebelumnya
 ataupun yang underrated. Tapi ini masih raw idea, masih tentative dan mungkin saja berubah nantinya.

Cover yang aku ambil untuk kompilasi Prog Fusion Vol. 3 ini adalah cover album Pink Floyd “division bell”, kenapa cover PF yang diambil padahal tidak ada satupun lagu PF yang muncul? Aku tertarik dengan design covernya yang menurutku melambangkan sebuah gerbang dari satu tempat menuju tempat lain yang baru. Nah aku mencoba menyampaikan niatku mengakhiri serie “prog fusion” melalui cover yang aku pilih ini, yakni: dua gerbang yang menyerupai sebuah wajah jika digabungkan adalah akhir perjalananku dengan kompilasi prog fusion vol. 3 sekaligus sebuah gerbang untuk masuk ke proyek kompilasi gemblungku yang lain (tentunya yang masih bernuansa prog). Bangunan yang terlihat kecil dan samar-samar di kejauhan dari gerbang supposed to be “my next project” atau “my future project”  yang sejujurnya masih samar-samar belum jelas akan jadi seperti apa nantinya tapi itulah tujuanku selanjutnya.
Nah kira-kira itu filosofi cover Prog Fusion Vol. 3 ini, tentunya dipaksakan agar mirip dengan ideku, hehehe…

List nya adalah sebagi berikut:
1. Supersister / Introductions;
2. Bill Bruford / Fainting in coils;
3. Esperanto / Danse macabre;
4. UK / Mental medication;
5. Supersister / Present from Nancy;
6. Gravy Train / Messenger;
7. Bill Bruford / One of a kind (part one);
8. Steve Howe / All’s a chord;
9. Refugee / Grand Canyon;
10. UK /  By the light of day;
11. Camel / Lunar sea;
12. Supersister / Higher;
13. Gravy Train / Alone in Georgia;
14. Yes / America (single version).

Jumlah lagunya lebih sedikit dari volume sebelumnya karena sedikitnya ada 2 lagu di kompilasi ini yang berdurasi diatas 10 menit yaitu Lunar sea (Camel) dan Grand canyon (Refugee).

Demikian tulisan singkatku tentang Prog Fusion Vol. 3, semoga berkenan dan bisa meramaikan blog. Mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan dalam penulisan dan aku tak pernah lupa untuk menghaturkan matursuwun sanget pada Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan serta pada rekan-rekan yang sudah mampir membaca tulisan gemblung gak genah ini.


Prog-rock has no disguise…
hippienov

13 Responses to “Prog Fusion Vol. 3”

  1. hippienov Says:

    Astaga… belum ada 5 menit aku kirim email ke Mas G, ndak taunya sudah muncul di blog. Super-duper fast action dari Mas G… Matursuwun mas sudah ditampilkan tulisan gemblungku ini, semoga enak dibaca. Matursuwun sanget

  2. Budi Putra Says:

    Wah keren, Trilogi Prog Fusion sdh rampung siap menyerbu pasar musik…perlu di lisensi plihan lagu2nya nih mas Hippie, antisipasi bila ada record yg merilis ke pasaran…!

  3. kukuh tawanggono Says:

    Mas Hippie sedulurku lanang

    Setuju sekali saya dengan aksi njenengan.Jangan sekali-kali bertualang di alam seni yg begitu luas,kala mood sedang hilang.Hasilnya jadi kurang maksimal mas.Akhirnya seribu jempol untuk mas Hippie seorang.

  4. hippienov Says:

    Alo Mas Budi, walah wong cuma kompilasi ngasal-ngasalan mas. Kalo ada yang merilis ke pasaran monggo… Sing penting ada “komisi” nya untuk aku,hahaha…

  5. hippienov Says:

    Iya Mas Kukuh, kalo dipaksakan diteruskan malah hasilnya kurang maksimal. aku cukupkan prog fusion jadi “trilogy”, hehehe…

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie ……………waktu sabtu njih njenengan yg memprovokasi saya dengan album-album metal klasik itu?
      Ternyata itu lha kok semacam wangsit (petunjuk)bagi saya se mas.Barusan salah satu Kartel memberitahukan pesenan saya untuk Carcass “Surgical Steel”telah dikirimkan ke rumah.Rasanya ingin cepat-cepat pulang ke rumah mas,telinga saya kepingin dihajar sekali lagi rasanya……….he he he

  6. Rizki Says:

    Top Mas Hippie. Ditunggu kompilasi berikutnya ….🙂

  7. hippienov Says:

    Mendengarkan thrash/death metal, grindcore dan sub-genre metal lainnya sungguh asik ya mas? Adakalanya kita merasa jenuh dengan tipikal vokal muntah kolak metal dan ogah dengerin mereka tapi kalo lagi adrenalin ini memuncak, luar biasa rasanya mengikuti dentuman bass drum yang menggemuruh serta raungan gitar yang melengking-lengking. The passion of being a headbanger takes our minds to the balckest, darkest part of the universe… Do the headbang!

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie,padahal didalam keributan,ketidak teraturan,kesederhanaan lirik maupun musik ada suatu “Harmoni”yg terbangun dengan indah.Ini lho yg jarang bisa ditangkap oleh beberapa orang.
      Andaikan njenengan disini pasti tertawa ngakak mas,bahkan Jembresspun kini asyik gulung-gulung(cara dia menikmati irama yg primitif selalu menirukan alm KC gembongnya Nirvana)diatas ranjang tersengat hajaran yg bersifat primitif oleh Carcass…………………………ha ha ha ha ha ha ha ha sepuntene(mohon maaf) njih lha wong mbahas Prog Fusion kok dimasuki metal

  8. hippienov Says:

    Wah jauh dari top Mas Rizki, menurutku jdi vol. 3 ini mulai keluar dari pakem “prog fusion” nya mas…
    Pasti Mas Rizki, kompilasi berikutnya is just right at the corner ^_^

    • Gatot Widayanto Says:

      Sekurangnya sdh ada selera saya di kompilasi vol. 3 ini …antara lain Fainting in Coils yang nunjek ulu ati meski tanpa vokal ….hanya narasi di depan. Hila ini lagu dahzyat banget. Kok bisa ya bikin lagu dengan nada dan melodi serba slendro lari kemana-mana tapi malah membangun harmoni dengan baik. Bruford pancen gendhenk!

      Bagi yg belum pernah denger Fainting in Coils wajib simak di youtube. Lebih baik mebyimak lagu ini dulu sebelum berkarya hari ini ….kalau gak cuti ….

  9. hippienov Says:

    Mas Kukuh, jaman aku SMA dulu Carcass merupakan salah satu band death metal yang sering jadi pembicaraan mas karena punya hubungan dekat dengan Napalm Death. Godflesh juga suka disebut-sebut tapi karena musiknya yang electronic metal diantara kami yang punya album Godflesh (“pure” kalo gak salah yang dulu masuk ke Indonesia) sangat jarang. Tapi aku sempat punya, itupun bekas punya temanku yang dijual karena dia gak suka dengan musiknya. Belakangan album “pure” punyaku itu turut aku jual dengan alasan yang sama dengan alasan temanku dulu, hehehe…

  10. hippienov Says:

    Matursuwun sanget akhirnya kompilasi ini bisa membuat Mas G “tersenyum” karena ada “fainting in coils”. Sayangnya aku berencana untuk mengakhiri serie prog fusion ini sampai vol. 3 saja mas, but who knows there’d be something that can change my decision and keep going with “prog fusion vol. 4”. We’ll see about that ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: