Icip-icip yang Bikin Klenger …

Gatot Widayanto

cover_2012102532014_r

Kemarin dapet sms dari mahaguru prog von Jombang,  mas Edi Apple Santoso yang nawarin icip2 album terbaru IQ “The Road of Bones” yang secara resmi akan dirilis melalui serangkaian konser termasuk tanggal 3 Mei 2014 nanti di islington Assembly ,  London. Tentu SMS tersebut segera saya jawab bahwa saya mau meski saya sedang order CD fisiknya dan akan tiba 15 Mei nanti. Ah ….ternyata juga selama kesibukan saya beberapa minggu terakhir ini ternyata juga ada temen prog yang juga mengirimkan seperti icip2 mas Edi juga. Maaf kalau saya gak segera respon karena kesibukan luar biasa. Namun akhirnya tadi malam saya unduh ke iPod saya.

Duh …..uwediyaaaaaaaaan ….!!! Track pembukanya “From the Outside In” bener2 membuat aliran darah berputar dua kali kecepatan normal dan memicu adrenalin untuk bersiap diri muncrat lantaran hentakan pertama aja begitu musik masuk sudah membuat dada berdesir dan sesak nafas. Biyuuuuuh …..!!!! Rasanya seperti IQ plays metal meski tak brutal ….namun riff “jèg è jèg” nya bener2 keren dan elegant,  dimainkan melalui betotan bass super mantab dari Tim Esau (bassist lawas IQ yang balik lagi). Whooioaaaaaa….. matèk tenan aku! Baru mengikuti ritme riff nya aja udah nggeblak paripurna ….bagaimana kalau vokal masuk? Bener aja ….begitu suara Peter Nicholls masuk semakin kaya komposisi musik indah melodik dari band yang outputnya selalu konsisten bagus ini. Edan tenan!
Dari segi energi,  track pembuka ini seperti lagu The Wake nya IQ atau He Knows You Know nya Marillion atau Beat The Drums nya Pallas. Pokoknya saya menderita banget dah menikmati lagu pembuka yang tanpa cacat sama sekali ini. Seribu jempol (istilah mas Kukuh Ranis Roplin von Nona Ratna Sarumpaet) untuk IQ yang berhasil membuat komposisi indah ini.

Track kedua “The Road of Bones” mulanya mellow seperti Sleepless Incidental dari album Subterranea diawali dengan kibor bernuansa ambien. Kemudian musik masuk dengan ritme pelan dibumbui sentuhan bebunyian kibor bersuara seperti vibraphone dan nengesankan musik modern. Yang menghentak dan mengesankan dari lagu ini adalah dentuman basslines dari Tim Esau yang terasa sederhana namun gak terkesan pasaran apalagi murahan. Komposisinya begitu indah sehingga musik bergerak dengan alunan altar bebunyian orketrasi menggunakan mellotron dan membuat suasana merindhink karena megahnya. Whooooaaaaa ….. !!!!

Baru dua track aja rasanya sudah cukup menyimpulkan bahwa album ini amat sangat layak dan wajib dikileksi.

JrènG!

#ditulis di Corelli menjelang Maghrib#

 

Studio Album, released in 2014

Songs / Tracks Listing
Disc 1
1. From the Outside In
2. The Road of Bones
3. Without Walls
4. Ocean
5. Until the End

Disc 2 (bonus disc):
1. Knucklehead
2. 1312 Overture
3. Constellations
4. Fall and Rise
5. Ten Million Demons
6. Hardcore
Line-up / Musicians

– Peter Nicholls / vocals
– Mike Holmes / guitar
– Tim Esau / bass
– Paul Cook / drums
– Neil Durant / keyboards

23 Responses to “Icip-icip yang Bikin Klenger …”

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Gatot guru kulo

    He he he ………..mas Gatot kok yo isih kober-kobere njalu (masih sempat-sempatnya njalu)di sabtu malam minggu yg kelam ini.Ketika membaca tulisan njenengan ini,dada saya yg sesak jadi agak lega mas(tulisan njenengan bener-bener menghapus kesedihan saya).Sesuatu yg saya rencanakan jauh-jauh hari gagal total.
    Barusan saya dimarahi adik saya terkait rencana saya tersebut,masih ditambahi bonus ceramah bertemakan:”Pengendalian Diri dan Cara -Cara Dalam Proses Pengambilan Keputusan YG Baik Dan Benar”. Padahal saya sudah pakai taktik urusan kerja,eeh lha kok malah dia bilang:”he ndul aja ngakali aku,masa kerja nggawa kaos ireng gambare Kreator”(he ndul jangan menipuku,masa kerja membawa kaos hitam bergambar Kreator)”…………….apes mas.
    Saat ini dari pada hati saya sedih,akan saya habiskan malam ini dengan menikmati boxseth PF.Sebagai pembuka akan saya putar kasetnya Berlian Hutauruk “Runtuhnya Keangkuhan”,bersama teman yg ndak pernah memarahi saya Jembres.

  2. andria Says:

    wih, mau nonton Hammersonic mas Kukuh? kl iya saya minta no hp njenengan (saya 081330680679). bukannya saya nonton😀 tapi ada teman2 di jakarta yg katanya mau nonton siapa tahu bisa membuat circle pit sendiri.

    • kukuh tawanggono Says:

      Ndak jadi mas Andria,tiketnya dirobek-robek sambil bilang:”Ndul,sampe wani budal hebat awakmu.Tiketmu tak ijoli boxseth phne Kiss”.(Ndul,sampai berani berangkat hebat dirimu.Tiketmu kuganti boxseth phne Kiss).

  3. andria Says:

    pak gatot, IQ -The Road of Bones langsung dapat bintang 5 di rateyourmusic wl ya baru 1 itu yg mereview “Tonally, the album finds IQ in a melancholic and reflective mood …”

  4. Budi Putra Says:

    Wah, baru ngeliat covernya aja udh bikin klenger!

  5. hippienov Says:

    \
    Beberapa waktu lalu aku baca di salah satu situs “jualan” musik dan kaget banget pas liat ada album Iq baru yang akan dirilis. Di situs tadi menawarkan untuk pre-order dan sebenarnya tertarik banget buat pre-order tapi aku urungkan karena mau menunggu review album ini di blog yahud ini dan pagi ini bener juga ada review dari Mas G. Sekarang tinggal memberanikan diri buat minta tolong Mas Yuddi mengkopikan albumnya,hehehe….

    • yuddi_01 Says:

      mas Hippie , tunggu yah🙂

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……………..njih mboten sedaya kaya kulo mas(njih tidak semua seperti saya mas)ada yg seneng Prog,Blues,Rock n Roll,Punk,dll.Cuma kalo temen saya yg satu ini memang persis njenengan(tapi level analisa masih kalah jauh dari njenengan,masih tajam njenengan mas).
        Yg saya suka dari nona” A” ini kalo tertawa kelihatan lucu(habis matanya sipit mas).

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Hippie ….
      Akhir pekan ini saya PUASA tak mau mendengarkan musik.

      #kecualiIQTheRoadofBones#

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Njenengan memang pantas apabila akhir pekan ini puasa mendengarkan musik, kecuali mendengar album ini.Tadi siang sewaktu jam istirahat,saya kedatangan teman(orang ini juga sama seperti njenengan “Prog Tulen).Kedatangannya ini untuk merundingkan masalah pekerjaan,lha kok sama memamerkan album IQ yg njenengan tulis ini se mas.Dia bilang”Bos album ini kalo menurutmu bagaimana”.Akhirnya kami mendengarkan bersama-sama album ini diruangan saya.Saya setuju dengan pendapat njenengan tentang permainan pemain bassnya.Saya kok merasakan soulnya alm Clif Burton njih,tapi dia menafsirkannya dalam segi filosofisnya.Menarik…….amat menarik sekali.Pantaslah kalo album ini saya kasih “Seribu Jempol”.
        Cuma konsentrasi saya dalam memahami album ini agak terganggu tadi.Sebuah senyum tulus yg tiba-tiba muncul dibalik kaca,merusak jalinan istana tafsir yg telah saya susun.Tapi album ini memang bagus,bener-bener minim kesalahan.
        Gara -gara njenengan selalu mengompori saya tentang album-album prog yg baru.Tekat saya untuk memahami album-album prog awal jadi terbengkalai………he he he
        Saya punya cita-cita mas.Saya ingin sekali bener-bener memahami musik prog dengan baik dan benar seperti njenengan.Bahkan adik saya yg dulunya begitu acuh dengan tulisan-tulisan tentang musik,gara-gara sering membaca tulisan njenengan di Progarchives jadi kesengsem.Katanya”Ndul,Bapakiki penggaweane dadi pengamat musik ndek majalah terbitan luar negeri ta,kok tulisane landep tenan”(Ndul,Bapak ini pekerjaannya jadi pengamat musik di majalah luar negeri ta,kok tulisannya begitu tajam)

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Kukuh,

        Hebat juga kera ngalaM ada yang suka IQ …kirain semuanya hanya suka Kreator dan Kematian Pohon Palma (Napalm Death) ….

        Kayakny temen mas Kukuh yg suka IQ tsb musti disterilkan dari mas Kukuh ben ora melu metal jeg e jeg ….

        Lirikan tsachik semakin menggoda ya mas? Hajar blèh ! Daripada karatan ….

      • kukuh tawanggono Says:

        Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)mas,saya salah meletakkan komentar saya.Membaca komentar njenengan itu, saya ngakak sampai perut ini sakit.Terutama pada kata”Disterilkan”………………ha ha ha ha ha ha ha ha kok jadi saya ini semacam pagebluk(wabah penyakit) di kota Malang.Seleranya temen-temen beraneka macam mas,seperti yg saya sebutkan diatas tadi.Untuk hubungan sama sama anak itu,akan saya biarkan mengalir saja mas.Saya ndak berani berharap terlalu tinggi,masih Trauma mas.

      • Gatot Widayanto Says:

        Komentar mas Kukuh pancen salah kamar … yang jelas sudah ada major change ..

        The Journey from “R” to “A” …

  6. hippienov Says:

    Hahaha…guyon loh Mas Yuddi…

  7. hippienov Says:

    Mas G, aku tertarik mas bilang ada riff metal di album Iq yang baru ini. Biasanya Iq main musik prog yang “manis” tapi kali ini ada riff metal, woaw…menarik banget…

  8. Koh Win Says:

    Sementara saya belum terprovokasi…..masih terjungkal dengan Headlong yang bikin kejlungup dan gak bangun bangun ha ha ha ha…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau denger Headlong itu rasanya ati ini diiris iris dan otak memerintahkan airmata utk mengeluarkan cairannya saking indahnya penataan notasi penuh liukan maut yang dilantunkan oleh Nicholls….. bener2 dowahzyat dan membuat kita tak peduli lagi apa makna lirik yang terkandung mengingat lihainya Nicholls menekuk lidah, lincahnya jemari Holmes memetik gitar dan tajamnya sayatan notasi kibor bernuansa mellotron oleh Martin Orford ….

      Ditanggung menderita kepuasan paripurna hingga tsk sadar hidung udah menyentuh ubin lantaran kejlungup menikmati indahnya perpaduan super duper serasi yang diracik oleh the great minds in progressive music ….IQ!

      Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

      Rasanya bukan manusia yang tak tertohok dengan lagu indah puspa negara purnabina nusantara ini ….!!! Wis jelas ora mudeng musik kuwi sing ora iso ngematno lagu iki …. kudu akeh sinau ….ha ha ha ….

      #Jembrès melu ngguyu ki lho …#

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya rasa Koh Win jangan beranjak dulu dari The Wake ya …. sekurangnya dalam satu tahun ini….habis itu belum lagi nanti Subterranea dengan Sleepless Incidental yang ngguweblakable itu …. wis to …pokoke sekali IQ ya IQ …!

  9. lutfi Says:

    Waduh, reviewnya bener2 provokatif banget nich, mas G. Dua lagu aja udah bikin ‘brainwashed’ (lagi nguping Nuclear Assault) soalnya hehe …

    Gimana daya ngguweblaknya album ini dibanding album Ever (1993), Subterranea (1997), The Seventh House (2000), Dark Matter (2004), atau Frequency (2009)?

    Mas G, penasaran nich apa perlu ketemuan di Saudagar ngupi sambil nguping bareng2 hehe …

    • Gatot Widayanto Says:

      Ok bro Lutfi …sampe jumpa besok pagi jam 7:15 di Saudagar Kopi jl. Sabang, saya bawain IQ nya ya …dijamin ngguweblak!!!

  10. Gatot Widayanto Says:

    Np. IQ “the Road of Bones” …a fabulous album. The opening track sounds like IQ plays metal as the music is in the vein of The Wake with high energy, powerful riffs resulted from tight basslines by the old timer Tim Esau (happy that he returned back to the band he supposed to be). It;s really a killer and it’s strategically positioned as an album opener – what a brilliant idea! However, the second track is also another killer even though it starts in an ambient mode and moves slowly until …again Tim Esau plays wonderfully with his bass guitar (is it a Rickenbaker? probably!). Not only that … I love the way how the new keyboard player, Neil Durrant, inserts his mellotron-like sound at the background during the peak segments ….oh my God …!

    What a fabulous musical journey I have experienced listening to only the first two damn killing tracks!!! I can not even afford to move to next tracks as my fingers keep pressing backward two times to get back to the opening track again …..!!! Oh no …..!!! This is truly a totally ngguweblak experience man!!! I bet you ….! Marillion Hogarth era must have learned a lot from being consistent ( or they are not capable anymore?) in neo prog music like IQ has demonstrated for years … Yeah …more than 30 years of prog nonsense!

    For sure the above words I would put on my complete album review of this pretty damn great new album by old timers IQ for my ProgArchives review. Pokoke jiyaaannnn uwediyan tenan! Wong ngomong neoprog itu hanya penyederhanaan dari symphonic prog ..YO BEN! Sing penting IQ jik tetep OK ngono lho NDUL!!!

    JRENG!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: