Kelompok Kampungan “Mencari Tuhan”

Budi Putra

 

Kampungan


Kelompok yang berpredikat unik ini saya dapatkan via laman berbahasa Rusia yaknimusicmp3spb.org. Di laman ini Kelompok Kampungan, album Mencari Tuhan (1980), dimasukan dalam kategori/genre progressive-folk/psych-folk. Sepertinya ini menjadi satu-satunya album dari kelompok yang pernah berdiri di Jogyakarta pada pertengaham dekade 70-an ini.

Jujur saja saya sama-sekali tidak mengetahui ihwal Kelompok Kampungan ini (sungguh malunya saya). Awalnya saya menduga bila kelompok ini asal luar negeri tapi menggunakan aksen/akronim khas nusantara seperti grup yang pernah saya kenal semacam band elektric-prog Djam Karet, Tjendol Sunrise, atau grup rock asal Rusia yang karena faktor historis memakai nama “Indonesia” sebagai nama band-nya. Rupanya perkiraan saya meleset-set 1000%, setelah saya browsing informasi terkait asal-usul kelompok ini yang memang tak banyak laman yang menyediakannya tapi ini memang murni band produk tanah air, dengan lagu-lagu berbahasa Indonesia yang memiliki sejarah panjang yang kemudian melahirkan grup-grup fenomenal sesudahnya. Tidak main-main kelompok ini juga lahir dan besar karena tempaan Bengkel Teater milik WS. Rendra yang termashyur itu.

Tak dipungkiri kemudian bahwa kelompok ini memang menjadi cikal bakal dari Sirkus Barock, Kantata Takwa, Dalbo hingga Swami. Kelompok musik yang tampil dengan aura sangat Indonesia ini lahir dari komunitas Bengkel Teater WS Rendra di Yogyakarta—ingin informasi lengkap Kelompok Kampungan silakan klik: sawungjabo.wordpress.com./dennysakrie63.wordpress.com.

Album Mencari Tuhan (1980), kemudian dirilis-ulang oleh Strawberry Rain, record label asal Toronto, Kanada. Sebelumnya, album ini dirilis Akurama Records dalam format kaset. Kini Strawberry Rain merilis-ulang dalam format vinyl (700 copy) dan CD (1000 copy). Untuk format CD, bakal ada extra-tracks empat lagu (sama seperti format kaset) yang tidak ada di versi vinyl. Grup ini dikenal cukup ‘cutting-edge’ saat itu karena musik maupun penampilan live-nya yang tidak umum.

Selain menggunakan instrumen musik umum seperti gitar, biola, cello, perkusi, kendang, gong, dll, Kelompok Kampungan juga menggunakan aneka ragam peralatan yang bisa dibunyikan seperti metal, kayu, gelas dan plastik.

Sangat menarik mendengarkan lagu-lagu pada album ini bersama balutan musik yang eksploratif khas folk serta lirik yang menggugat tatanan yang menindas, kiranya sangat layak untuk disimak.


Personil :

Bram Makahekum : Vokal Utama, Guitar
Edi Murtono : Kendang Jawa, Rabana
Agus Murtono : Biola Utama, Gambang Bali, Kabassa
Rudra Setiabudi : Flute, Oboe, Kempul, Guitar 6-12 Senar, Labu Gong Jawa.
Agus Salim : Cello, Bonang, Kenong
Kelik : Guitar Melodi Akustik, Kentongan
Joko Surendro : Demung, Guitar, Saron, Biola II
Areng Widodo : Bass Listrik, Kentongan
Dody Precil : Vokal II, Ecek ecek, Vokal III, Kentongan Tambourin.
Innisisrie : Bedug Bali, Kendang Cinta, Goudang Batak Temple Block, Cabasa, Tambourin, Tri Anggle Symbals, Tom- Tom, Snare Drums, Gong Cina Bell, Tree, Put Put Kereta Api.
Bujel : Flute, Gong Jawa
Sutradara Musik : Agus Murtono
Penata Sound : Mas Toni, Andy, Herman, Annes, dibantu oleh: Rick Warsiman
Photo dan Gambar : Hardi
Gamelan : Nyai Pilis
Studio Rekaman : Gelora Seni Jakarta
Produksi : AKURAMA RECORDS

Tracklisting:

Side A :
1. Bung Karno
2. Ratna
3. Mereka Mencari Tuhan
4. Catatan Perjalanan

Side B :
1. Hidup Ini Seperti Drama
2. Berkata Indonesia dari Yogyakarta
3. Wanita
4. Terlepas Dari Frustasi
5. Aku Mendengar Suara

12 Responses to “Kelompok Kampungan “Mencari Tuhan””

  1. Gatot Widayanto Says:

    Mas Budi,

    Terima kasih ulasannya. Asik! Maaf telat posting karena seharian wkshop, gak bisa buka blog …

    Bro Apec saat progring lalu beli PH nya album ini. Silakan komentar nanti … Jangan2 belum dipbuka segelnya …

    • Budi Putra Says:

      Iya mas Gatot terimakasih sdh di posting. Sy baru tau nih mas ada grup ini yg trnyata grup jadul jg…lagunya asik2 mas…wah mas Apec bs nambahin informasinya nih…

  2. andria h8 Says:

    saya dulu pas SMP pernah membaca nama grup ini di majalah Hai, nama anggota yg saya ingat adalah Inisisri karena namanya lucu🙂 Areng Widodo sang pencipta lagu rock itu ternyata berawal dari sini.

  3. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sedulurku lanang

    Innisisrie………………………………………………
    Sebuah nama yg menyeruak keluar ,ketika njenengan membahas grup ini.Seorang musisi yg mempunyai kelebihan unik tersendiri.Kala dia bermain drum,suara yg keluar seakan-akan hasil dari proses menabuh(seperti halnya ketika kita bermain kendang).Hal ini kalo menurut saya,suatu proses pencapaian yg belum bisa diraih drummer-drummer lainnya.
    Yg saya suka dari grup ini sendiri adalah,bagaimana mereka mengeksplorasi alat musik tradisional dengan begitu dalam.Mereka memainkan alat-alat musik tradisional tersebut dengan metode yg diluar kewajaran.Hasilnya adalah terbawanya alat-alat musik tradisional tersebut dalam tingkatan yg lebih tinggi.Apalagi suasana teater yg disisipkan diantara celah-celah sempit nada-nada yg menyusun lagu. Benar-benar ikut membangun karakter dalam permainan kelompok ini.
    Mas Budi saya dulu dapat kaset ini seharga 25000,kalo sekarang entah berapa.Soalnya kaset-kaset album Indonesia harganya sangat edan-edanan.

    • Gatot Widayanto Says:

      Inisisri drummer yang pukulannya sangat variatif. Saya sangat suka ketika dia main di album Swami terutama di lagu bertajuk CINTA yang sangat mengeksplorasi bebunyian perkusi darinya …. luar biasa sekali. Biasanya saya setel kenceng lagu ini …

      Orang bicara cinta
      Atas nama tuhannya
      ……

      Woooouwwww …..!!! Kerreeennn!!!

      Inisisri sudah alamarhum sekarang. Indonesia kehilangan drummer dengan pukulan seperti Phil Collins ini …

      • kukuh tawanggono Says:

        Setuju sekali mas Gatot,bahkan kalo menurut saya orang ini idialismenya sangat tinggi.Njenengan tingali kemawon(lihatlah)proyek-proyeknya,begitu menjunjung kualitas.

  4. apec Says:

    terima kasih album ini sudah diulas…saya mendapatkan kaset kelompok kampungan ini dulu di surabaya sekitar 9 th lalu seharga 5000 rupiah..tertarik saat itu karena ada unsur gamelan..setelah mendengar lagunya, terutama Bung Karno, jadi makin menarik karena diisi cuplikan pidato bung karno saat ada acara peringatan Maulid Nabi kalo gak salah..Mungkin Iron Maiden memasukkan pidato Churchill terinspirasi dari Kelompok Kampungan yg dimotori Bram Mahakekum ini.
    Prog Ring Kemarin memang dapat PH-nya, dan lagunya memang tdk sebanyak di kaset.
    Mas Kukuh, tetabuhan Inisisri memang khas, kalo saya sungguh tertarik tetabuhan yg dimainkannya di lagu Bongkar..seolah memberi nyawa lagu tersebut

    • kukuh tawanggono Says:

      Leres sekali atur njenengan(benar sekali pendapat njenengan) mas Apec.Cobalah simak bagaimana suara drum di lagu itu,seakan-akan bukan hasil sebuah pukulan namun merupakan hasil tabuhan.Kalo menurut saya Inisisrie mencoba menghadirkan detak jantung orang yg sedang menahan emosi, setelah sekian lama teraniaya lewat permainan drumnya.Suara Iwan Fals sendiri merupakan penggambaran sebuah emosi yg berhasil menjebol benteng kesabaran.Bener-bener sebuah lagu gugat yg begitu detil dalam menggambarkan gejolak emosi manusia.

  5. Edi Apple Santoso Says:

    dodi precil yang disini kelihatannya masnya mbak Roostanty temannya mas GW waktu sma di madiun. skeleton crew ( tom cora n fred frith ) dilagu que viva album learn to talk juga ada pidato jimmy carter, mungkin terinspirasi sama kelompok kampungan ……..

  6. Edi Apple Santoso Says:

    sorry dudu jimmy carter, tp ronald reagan …

  7. Budi Putra Says:

    Sy merinding denger pidatonya Bung Karno di album ini…sy ngebayangin kalo musiknya heavy metal wah akan lbh dahsyat lg…bisa sj Iron Maiden meniru band ini mas Apec…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: