Eric Burdon & The Animals “The Twain Shall Meet”

Budi Putra

AnimalsTwainShallMeet

Bagi penggemar classic rock tentu tidak asing dengan hits “The House of the Rising Sun”, “San Franciscan Nights”, atau “When I Was Young”. Tapi di album The Twain Shall Meet, Eric Burdon & The Animals kita juga akan menemui nomor-nomor yang tak kalah menariknya seperti “Monterey”, “Sky Pilot” atau “Anything”. Bahkan boleh dibilang untuk album mereka kali ini komposisi musik yang mereka mainkan terdengar lebih unik dan berbeda.

Album The Twain Shall Meet yang dirilis pada tahun 1968 oleh MGM Records, memang terdengar lebih unik dan berbeda bila dibandingkan dengan album mereka yang lainnya. The Twain, sepertinya bisa dikategorikan sebagai album yang tidak hanya masuk dalam kategori genre psikedelik rock tapi unsur rock progresif juga melengkapi dan menambah keunikan album ini—walau tidak dengan durasi yang panjang. Sebab memasukkan instrumen musik seperti sitar, fluetes, horns, dan unsur etnik lainnya, menjadikan album ini lebih kaya akan komposisi musiknya. Soal itu bisa kita temui pada nomor pembuka “Monterey” yang diawali dengan petikan sitar tempo sedang lantas bersahutan dengan lengkingan gitar yang kemudian ditingkahi vokal Eric Burdon yang berat dan muram khas sound musik era psikedelik yang biasa kita dengarkan lewat The Yard Bird atau Cream.

Sementara lagu “All Is One” aroma psikedelik yang disisipi sentuhan rock progresif melalui petikan sitar, oboes, horns, dan flutes dibuat dalam kerangka mengambil tempo musik dansa Zorba dari Yunani. Mengenai lagu ini, apresiasi disampaikan pengamat musik Bruce Elder (Allmusic) yang mengatakan bahwa “All is One” merupakan lagu yang unik dalam sejarah musik pop. Lagu ini kaya dengan bebunyian dari berbagai jenis alat musik modern dan tradisional sehingga menghasilkan nada/irama musik yang terdengar unik namun magis.

Pada sisi vokal saya kerap menyandingkan karakter vokal Eric Burdon yang terdengar seperti perpaduan antara vokal yang dimiliki Jim Morrison dan Mick Jagger. Mengenai itu dapat kita dengarkan “Closer to the Truth”, maka seperti teriakan Jim saat ia menyanyikan nomor “LA. Woman”. Atau bisa kita dengarkan juga nomor “Anything” (single version), juga akan terasa alunan merdu nomor “Lady Jane” milik The Rolling Stones namun dinyanyikan Burdon dengan versi yang mid-tempo. Alhasil sungguh dahsyat peleburan komposisi musik antara acid rock ala The Doors dengan Rolling Stones yang blues rock—seperti konsep musik The Animals yang menggabungkan unsur blues rock Inggris dengan rock n roll Amerika.

Mendengarkan nomor-nomor klimaks di album ini tak dipungkiri seolah angan ingin melayang pada kehiruk-pikukan era psikedelik dengan ikonnya seperti Janis Joplin, Jefferson Airplane, The Kinks, The Byrds, dan Grateful Dead, atau Jimi Hendrix yang tengah meramaikan perhelatan Woodstock yang legendaris itu.

Secara keluruhan materi lagu pada album ini sungguh menarik untuk kita dengarkan, mengingat karya-karya The Animals/Eric Burdon yang tidak terlalu merajai pentas rock dunia kala itu dibandingkan dengan The Rolling Stones, The Doors, atau band lainnya era 60-an, tapi memiliki kualitas musik yang tak kalah dengan band-band tersebut. Di samping itu komposisi musik yang lebih beragam pada album ini setidaknya membuat album ini memilki keunikan dan kelebihan tersendiri.

Akhir kata selamat menikmati album ini dan untuk rekan_rekan blog gemblung semoga terhibur dengan ulasan ringkas ini, serta tak ketinggalan untuk mas Gatot matur suwun sudah memposting ulasan ini.
Salam

Track Listings:

1 Monterey
2 Just The Thought
3 Closer To The Truth
4 No Self Pity
5 Orange & Red Beams
6 Sky Pilot
7 We Love You Lil
8 All Is One
9 Sky Pilot Part 1 (Single Version) (Bonus Track)
10 Sky Pilot Part 2 (Single Version) (Bonus Track)
11 Monterey (Single Version) (Bonus Track)
12 Anything (Single Version) (Bonus Track)
13 Its All Meat (Single Version) (Bonus Track)

Personel:

Eric Burdon – Vocals
John Weider – Guitar, violin
Vic Briggs – Guitar
Danny McCulloch – Bass, vocals on “Just the Thought” and “Orange and Red Beams”
Barry Jenkins – Drums

 

14 Responses to “Eric Burdon & The Animals “The Twain Shall Meet””

  1. hippienov Says:

    Wah ini menarik mas… Aku cuma punya kompilasi “the best” The Animals dan selama ini yang paling aku ingat ya the house of the rising sun, don’t let me be misunderstood dan beberapa lagu “standar” mereka lainnya. Baru kali ini aku tahu The Animals main flute dan violin. Boleh juga di hunting nih album ini.
    Matursuwun Mas Budi pencerahannya.

  2. Budi Putra Says:

    Sip mas Hippie, album lbh eksploratif dibanding album The Animals lainnya…

  3. Nono Says:

    Ulasan yg sangat menarik dari mas budi. Saya sprtinya sm dg mas hippie hny punya satu, the greatest hits of eric burdon. Lagu2 EB yg memang enak telinga. Selain yg disebutkan mas budi dan mas hiipie, sy juga terkesan dgn lagu youre on my heart, rool on kirk dan tobaco road.

    • Budi Putra Says:

      Mas Nono, trims dan salam kenal ya…sptnya mas Nono tau byk ttg EB dan The Animals. Dulu sy jg punyanya yg the best keluaran aquarius lagu2nya mmg enak didengar apalagi powernya EB yg berat kyk Morrison dan Jagger ini tp jg ngeblues rock itu…selain the bestnya sy jg sempet punya album EB & War, ini grup funk AS yg dibesut EB…cm sy gk trlalu suka krn unsur funk nya lbh kental…diantara lagu2 dr EB/Animals, sy seneng sekali dengerin San Franciscan Nights…wah liriknya asik sekali…

  4. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sedulurku lanang

    Ketika njenengan bercerita tentang genre pshychedellic diotak saya selalu terdapat gambaran sesuatu yg mengambang,dilangit-langit bintang-bintang beraneka warna membuat bingung mana yg harus dipandangi.Yg lebih parah lagi kita terjebak ditengah-tengahnya, pada suatu dimensi yg maha luas dan tak bertepi…………
    Mas Budi seribu jempol dan terimakasih atas kontaminasinya.

    • Budi Putra Says:

      Siiip mas Kukuh, bintang2 dilangit ditengahnya Joplin yg sdg senyum sambil ngisep gan**….hehehe. Psikedelik sbnrnya musik yg gak gmpang dicerna, wong bikinnya sambil nge LSD, makanya liriknya jd aneh2…tp mmg mrk kritis dg kondisi sosial terutama kritiknya trhdp perang Vietnam

      • kukuh tawanggono Says:

        Dia asyik menghias langit dengan seribu keindahan……………sementara tangan saya keras mencoba meraihnya……..he he he he he he

        Mas Budi,saya semakin ra pokro(ndak beres)

  5. Nono Says:

    Mas budi.. salam kenal juga. Waaah kayaknya ada kesan tersendiri mas budi dg san fransiscan night. Hehe.
    Mas kukuh.. diantara bintang2 itu ada cahaya yg paling terang dan berubah wajah jd Ranis Raplin ya mas. Bkn JJ tp RR ya mas.

  6. Nono Says:

    Ayem lan tentrem atiku lht mas kukuh tertawa, tertawa itu pertanda mengIYAkan ya mas, klo JJ itu adalah RR ya.
    Mas budi.. klo yg ada kaitannya dg R aku ora iso komen, sy serahkan mas kukuh aja. Hehe.
    Oh ya mas. Lagu to love somebody lbh dulu dibawakan EB ato beegees ya mas. Mohon pencerahannya.

    • Budi Putra Says:

      In my prayer
      I see your face again
      And I’m preaching every night
      How can love be so blind
      I’m so sad,
      I’m so so sad

      There’s a way
      Most everybody say
      To do each and every little thing
      What good does it bring baby
      If I ain’t got you baby, if I ain’t got you baby

      You don’t know what it’s like, baby
      You don’t know what it’s like
      To love somebody
      To love somebody
      The way I love you

      Ini lagu diciptakan EB/The Animals tahun 1968, kra lbh dulu mana ya dg yg dinyanyikan Beeges?….lagu ini spesial utk ms Kukuh yg lg bersama kucingnya….hehehe

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…………..mas Budi semakin amsyong (hancur) hati saya membaca lirik yg njenengan tulis.
        Ngomong-ngomong si kecil masih senang sama drum mas,sampaikan salam saya untuk si kecil njih.

      • Budi Putra Says:

        Sekedar menghangatkan suasana mas Kukuh…hehehe. O ya mas Nono, selain dinyanyikan oleh Beegees, Michael Bolton jg menyanyikan lagu ini…sptnya Janis Joplin jg pernah menyanyikan lagu ini ya? Kalo Jefferson Airplane judulnya “Somebody to Love”…kalo Bad Company ” Love Me Somebody”…kalo mas Kukuh apa ya? Wkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: