Roger Dean dan Pohon Prog

Andria Sonhedi

image

Gitaris Yes Steve Howe pernah berkata, “Ada ikatan yang cukup erat antara musik kami dengan seni karya Roger (Dean).”

untuk para penggemar prog rock, terutama Yes, seharusnya tahu siapa Roger Dean yg di maksud pak Howe tadi. pria kelahiran Inggris tahun 1944 itu adalah seniman kontemporer yang paling dikenal lewat karya-karyanya untuk sampul-sampul album prog rock. Selain Yes karyanya dapat dilihat di album Uriah Heep, Magnum, Asia, Osibisa,Budgie dan Gentle Giant. kl tak salah Glass Hammer pun ada yg memakai lukisan Roger. di Yes ada yg pernah berkomentar kl Roger paling dekat dgn Steve Howe, makanya album2 solo Steve Howe selalu diberi sampul karya Roger Dean. Olias of Sunhillow dari Jon Anderson bukan karya Roger sedang sampul album Alan White yg White merupakan karya Roger Dean. karyanya mempunyai ciri landscape alam yg meliuk-liuk, pulau terapung atau naga. pokonya kl melihat sebuah karyanya kita langsung bisa bilang kl itu karya Roger tanpa perlu melihat keterangan gambar. di rumah Magetan saya punya tanaman yg sepertinya mirip gambar2 Roger tadi. tanaman saya yg ngeprog tadi adalah wijaya kusuma yg jenis kecil. bunganya muncul diantara sela2 sela daun yg juga mirip badan naga. kebetulan tanaman yg dulunya saya dapat dari rumah Yogya tumbuh subur di pot maupun lahan kecil di rumah kontrakan saya itu. terkadang kuncup2 bunga yg mirip naga itu bisa serentak keluar sampai puluhan shg pelataran saya jadi mirip taman naga. bunganya sendiri baru mekar di malam hari dan bertahan 2 hari (siang kuncup lagi, malam mekar) sebelum layu.

image

image

10 Responses to “Roger Dean dan Pohon Prog”

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Andria sedulur lanangku

    Njenengan kena dampak virus prog sudah tahap parah mas……………..he he he,sampai-sampai sampul album band prog njenengan maknai sedemikian rupa.

  2. Apec Says:

    Mas andria, saat ini jarang sekali saya melihat orang memelihara wijayakusuma di rumah. Kalah bersaing dengan dengan Anthurium, Aglaonema, pucuk merah. Padahal dahulu Wijayakusuma disebut sebagai bunga para raja. Memang bentuk tanamannya gak mboys blas..namun kebesaran Wijayakusuma baru akan terasa saat bunganya mekar dan semerbak mewangi baunya. Saya sendiri sangat menyukai bau bunga wijayakusuma saat mekar. Yang menarik, saya merasakan disana ada aroma melati, kenanga. Dan yang lebih menarik, ada semboyan ‘sekali berarti, sudah itu mati’ yang dipegang si wijaya kusuma. Bunga wijayakusuma hanya akan mekar saat tengah malam dan setelah itu berangsur-angsur langsung mulai menguncup. Jadi untuk dapat menikmati wanginya, satu-satunya jalan adalah menyanggongnya(menungguinya) menjelang tengah malam hingga mencapai puncak mekarnya..saya pernah melakukannya pada saat saya masih kuliah dulu, karena penasaran tidak pernah melihat puncak mekar- mekarnya wijaya kusuma..hebat mas andria, benar benar yhe side life of the blog, karena bisa mengaitkan bunga dengan prog..

  3. andria Says:

    pak Apec saya kok tdk merasakan bau wanginya ya, padahal sebanyak itu bunganya😀
    sangking banyaknya tanaman ini sayang utk saya buang, akhirnya saya sumbangkan ke teman2 kantor
    mas Kukuh, yg paling bisa saya nikmati dari grup prog adalah sampulnya yg indah, kontras dgn death metal atau gore metal🙂
    jaman ada kaset non royalty dulu saya juga cuma sering nonton sampul2 kaset barat, soalnya unik. sampai2 ada karyawan toko Popeye yg omongnya nyelekit wl berbisik-bisik, “ini nanti setelah dari sisi ini lalu pindah ke sisi sana utk liat-liat aja”

  4. Apec Says:

    Mas andria, wanginya wijayakusuma hanya bisa dinikmati pas saat puncak mekarnya,yakni tengah malam, dan itu memang tdk berlangsung lama sebab wijayakusuma akan lgs mulai perlahan menguncup.

  5. andria Says:

    pak Apec, kl di tempat saya mekarnya bisa sampai jam 6 pagi. mulai mekarnya juga nggak perlu nunggu jam 12 malam, apa krn ini jenis kecil maka perilakunya lain & tak terlalu wangi ya?

  6. Budi Putra Says:

    Mas Andria bisa aja…tdnya sy pikir ada penjual kembang yg salah posting…Yes mmg unik desainnya mas Andria, mungkin itu yg dimaksud pohon Yes?

  7. Koh Win Says:

    Album Going For The One diberi gambar pantat itu ide siapa ya? kalau Tormato gambar orang dilempari tomat….Ha ha ha mungkin Yes saat itu baru frustasi ya……

  8. andria Says:

    saya pernah membaca yg mendesain Yes – GftO adalah studio Hipgnosis tempatnya alm. Storm Thorgerson. makanya lain dgn buatan Roger Dean wl logo Yes yg bergelembung itu msh dipakai.
    yang Tormato juga buatan Hipgnosis, konon warna merah itu asalnya dari tomat yg dilempar Rick Wakeman yang tak tertarik dengan desain itu. akhirnya gambar yg kena tomat itu yg lalu difoto lagi lalu dijadikan sampul album.

  9. yuddi_01 Says:

    mas Andria, saya juga menanam pohon tsb – kalau sedang berbunga indah sekali, sayang cuma sebentar saja ya.

  10. hippienov Says:

    Kalo dilihat memang mirip ya antara pohon prog nya Dean dengan pohon “real” nya Mas Andria… Jangan-jangan Roger Dean punya pohon yang sama di rumahnya nihn,hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: