Janis Joplin: “Buried Alive in the Blues”

Budi Putra

image

Tulisan ini pertama dipicu oleh obrolan tentang Tom Keifer (Cinderella) yang menurut mas Hippie vokalnya mirip dengan Janis Joplin. Dan saya pikir itu tidak keliru. Lantas, disamping itu ada rekan di blog gemblung ini yang kesemsem berat dengan sosok Janis. Namun sayangnya hal itu tidak pernah dituangkannya dalam bentuk tret (tulisan).

Saya yakin sosok ini lebih paham dan menjiwai alur musik dan rekam jejak Janis dalam dunia musik rock blues yang pernah menjadi ikon flower generation itu. Semoga tulisan ringkas ini bisa dilengkapinya. Lalu berhubung cover kaset yang saya miliki sudah lecek enggak karuan jadi saya ambil aja via google untuk covernya.

Awalnya saya kurang tertarik dengan tipikal vokalis perempuan yang menurut pendapat saya musik rock kiranya lebih cocok dibawakan kaum lelaki. Namun pada saat mendengarkan Janis pendapat saya ternyata keliru seribu persen. vokal Janis yang merintih, berteriak dan meledak-ledak mengundang ketertarikan saya pada vokalis perempuan ini. Saya agak lupa kapan mulainya saya mendengarkan Janis Joplin. Tapi seingat saya kaset pertama yang sempat saya miliki ialah album Greatest Hits dan Pearl di Taman Puring pada 90-an.

Saat itu kios Taman Puring mulai dibangun pasca terjadinya kebakaran. Sebagian besar pedagang termasuk penjual kaset seken membuka lapaknya ditaman yang berada di sebelahnya. Di tempat ini saya lihat kaset Janis Joplin “Queen of Blues” yang bila tidak salah rekaman Aquarius warna hitam putih dan masih dalam kondisi kinclong itu. Namun sayang karena harganya teramat mahal maka saya urungkan untuk membelinya. Di lapak lain akhirnya saya peroleh album Janis, Greatest Hits rekaman lisensi dan Pearl (saya lupa recordnya tapi cover kasetnya berwarna kuning dan hitam) yang akhirnya bisa saya beli dengan harga dua puluh ribu untuk dua kaset itu.

Lagu yang paling berkesan bagi saya di album Greatest Hits yakni “A Woman Left Lonely”, “Ball And Chain” “Cry Baby” “Summertime”, “Maybe”, dan “Mercedez Benz”. Wuihh, memang muantebs lagu-lagu ini. Vokal Janis yang banyak terpengaruh Bessie Smith, vokalis blues kulit hitam yg legendaris, benar-benar mengaduk-aduk perasaan saya yang baru kali itu mendengarkan jeritan vokal yang lengkingannya mencapai tiga oktaf ini. Coba saja dengarkan dan nyanyikan penggalan lagu “Cry Baby” :

Cry baby, cry baby, cry baby, Honey, welcome back home. I know she told you, Honey I know she told you that she loved you Much more than I did, But all I know is that she left you, And you swear that you just don’t know why, But you know, honey I’ll always, I’ll always be around if you ever want me Come on and cry, cry baby, cry baby, cry baby,

……………………

Tak ada yang bisa saya ucapkan dengan kata-kata tentang lagu ini. Apa pasal, Janis menyanyikannya dengan begitu menjiwai, serasa soul bluesnya Bessie benar-benar dalam genggamannya. Kemudian semakin mengawang raga saya saat lagu “Summertime” masuk di track setelah “Piece of My Heart”. Lagu ini dibuka dengan intro sayatan melodi gitar yang tipis seolah melengkapi lengkingan, teriakan, dan desahan Janis yang naik turun bak dalam mimpi buruknya dimusim semi itu—untuk lagu ini sebenarnya lebih asik didengarkan versi live nya karena originalitas sayatan melodi gitarnya serasa dingin, gelap dan muram. Lagu terakhir (bonus track) di isi dengan lagu permohonan ala Janis “Mercedez Benz”, yang say nilai unik karena dinyanyikan tanpa iringan musik dan justru semakin kentara vokal Janis yang berat dan serak itu. Coba saja disimak:

Oh Lord, won’t you buy me a Mercedes Benz? My friends all drive Porches, I must make amends. I’ve worked hard all my lifetime, no help from my friends. Oh Lord, won’t you buy me a Mercedes Benz? Oh Lord, won’t you buy me a color TV?

……………………..

Riwayat singkat mengenai penyanyi ini Janis, sesungguhnya seorang intelektual dan musisi berbakat kala itu. Namun sayangnya pada 4 Oktober 1970, di sebuah kamar hotel di Holywood, Janis ditemukan tewas, karena overdosis heroin. Rekaman yang sedang ia garap bersama band barunya Full Tilt Boogie, dan tinggal satu lagu belum di isi vokal terhenti, rekaman yg lalu diberi judul Pearl, nama julukan Janis, laris terjual, dan sempat menempati posisi puncak selama sembilan pekan pada 1971.

Sedangkan album Pearl yang dirilis enam bulan setelah kematian dia terdapat satu cover lagu Nick Gravenites, “Buried Alive in the Blues”, yang ditinggal sebagai track instrumental karena Janis meninggal sebelum vokalnya sempat direkam.

Songs~

Piece of My Heart – 4:14
Summertime – 4:02
Try – 3:57
Cry Baby – 4:00
Me and Bobby McGee – 4:35
Down on Me – 3:09
Get It While You Can – 3:27
Bye, Bye Baby – 2:37
Move Over – 3:44
Ball and Chain – 7:59

Bonus tracks on 1999 reissue Maybe – 3:39
Mercedes Benz – 1:45

“Don’t compromise your self. You’re all you’ve got.” ~ Janis Joplin

19 Responses to “Janis Joplin: “Buried Alive in the Blues””

  1. Budi Putra Says:

    Mas Gatot terimakasih sdh disibukan dgn tret2 yg sy buat, semoga menambah semarak blog gemblung tercinta ini.

  2. apec Says:

    Deretan artis yang meninggal dengan angka keramat, 27.. Ingat Janis Joplin, saya lgs teringat pula sama pemilik suara seksi yg juga berasal dari negara mas kukuh, Malang Raya Silvia Sartje..biyuh, saya pernah menyaksikan dia nyanyi dari jarak 2 meter.. biyuh, suarane sangarrr

    • Budi Putra Says:

      Setuju mas Apec, Silvia Sarjte kerap dijuluki sb Janis Joplin nya Indonesia. Tp selagi sy nonton acara Blues di TVRI, ada jg penyanyi blues cewek yg vokalnya persis spt Joplin. Sy krg tau siapa nama penyanyi itu. Dia jg membawakan acr blues di TVRI bersama Jelly Tobing. Dulu sbnrnya ada jg Euis Dahlia yg populer di tahun 80-an dg lagu “Apa-apanya Dong”…karakter vokalnya jg persis dg Joplin.

      • Gatot Widayanto Says:

        Sundari Sukotjo kali mas Budi …??? bener gak?

      • Budi Putra Says:

        Bukan mas, itu sih favoritnya ayah saya yg kalo jam 12 malem suka nyetel lagunya. Sundari Sukotjo bukain penyanyi keroncong mas…hehehe Sy lupa namanya pernah bbrp kali sy nonton Blues Night di TVRI.

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot,asal jangan Nyi Tjondro Lukito……….he he he

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Apec saya malah pernah ada disampingnya persis,orangnya masih tetap lincah seperti dulu.

      • Apec Says:

        He..he…orangnya supel ya mas kukuh..menyenangkan..saya masih ingat,waktu menonton dia di sebuah cafe di Bali, yang nonton hanya sekitar 8 orang, dimana yang 5 orang adalah rombongan saya…

      • kukuh tawanggono Says:

        Sorot matanya itu lho mas yg membuat saya ndak bisa lupa,seperti sorot matanya macan.

  3. andria h8 Says:

    saya kenal nama Janis Joplin dari majalah Vista tahun 80-an. tahunya juga dari wawancara dgn Silvia Saartje, idolanya adalah janis Joplin tadi. sayangnya sang pewawancara malah tak tahu siapa Janis Joplin itu😀
    saya punya kaset Janis Joplin dari Aquarius yg masih tempelan foto sampulnya. saat ada obral kaset saya dapat kaset Janis Joplin juga, malah sekaligus 2 yg masih tersegel.
    saya suka lagu Little Girl Blues, adanya di kaset Aquarius tadi. kl Me & Boby McGhee katanya disukai Gus Dur juga, entah benar apa tidak.

  4. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sigarane atiku(belahan hatiku)

    Ha ha ha ha ha ha………njenengan tega tenan mas,sampun mbuka catu lawas(lirik lagu “Cry Baby” gek isih nambahi tugas pisan(njenengan tega mas,sudah membuka luka lama masih memberi tugas juga).Beres sebagai saudara muda saya hanya bisa Insya Allah.
    Janis Joplin bagi saya adalah:
    Sesuatu yg rapuh
    Lelaki apapun yg didekatnya akan bener-bener mengerti arti dia tercipta sebagai laki-laki.
    Permata
    Dari lahir dia memang diberikan kelebihan yg ndak perlu dipoles untuk menikmatinya(sayang dunia dengan usianya yg tua masih belum memahaminya)
    Keindahan yg abstrak
    Bagi seseorang yg masih dalam tahap melihat jangan pernah bermimpi dapat menikmati indahnya
    Tulus
    Cinta yg dia keluarkan begitu murni,ini hanya tentang perpaduan hati(bagi yg memaknai cinta adalah olah fisik belaka takkan mungkin memahaminya)
    Itu dulu pandangan saya mas tentang JP ini,lagu yg njenengkan mainkan ini suatu waktu akan saya selesaikan.

    • Budi Putra Says:

      Hmmm, manyab, eh mantabs!

      Yg mati usia muda (27 th): Jim Morrison, Jimi Hendrix, Janis Joplin, Brian Jones, Kurt Cobain.

      Jopln tipikal generasi flower generation hidup dlm dunia yg paradoks…di pernah berkatan: “Di panggung saya bercinta dg ribuan orang, namun siluar panggung sy adlh sosok yg kesepian”. Sptnya ini “penyakit” yg dialami musisi era FG, mrk intelektual, pemberontak, namun hidup dlm dunia yg hampa…mknya byk lirik2 lagu mrk yg memberontak, tp gelap dan dingin. Sptnya kondisi ini trjadi ketika musik grunge dtg dan meluluhlantahkan glam rock…grunge yg sinis akan dunia yg mrk anggap kejam, bahkan ajakan bunuh diri dlm lagu2nya. Sialnya album2 mrk malah laris dipasaran pd saat itu.

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Budi, kalo menurut saya(mohon maaf njih) grunge itu tentang sebuah peluapan emosi atas kemalangan diri.
        Musisi-musisi di era Flower Generation itu tentang pencarian hal-hal baru yg dapat dijadikan pegangan(lihatlah bagaimana mereka dimasa itu bukan hanya teler belaka,tapi mereka juga mulai tertarik mempelajari dan mempraktekkan pada ajaran-ajaran religi dari asia.Njenengan perhatikan kasusnya Beatles yg harus pergi ke India untuk belajar tentang ajaran Hindu yg kemudian diikuti oleh artis-artis yg lain),ketika hal-hal yg dulu mereka jadikan pegangan tidak bisa menjawab segala kebimbangan mereka. Tindakkan mereka melakukan hal-hal yg dianggap tabu(pemakaian narkoba,seks bebas,nudis,dll) oleh masyarakat bagi saya adalah bentuk gugat mereka kepada dogma-dogma generasi tua yg ternyata tak sesuai dengan kenyataan dilapangan.

  5. hippienov Says:

    Aku lupa persisnya gimana aku pertama kali denger Janis Joplin, tapi yang pastinya lagu summertime yang membuat aku akhirnya jatuh hati sama JP (duh…maaf ya Mas Kukuh, bukan maksud hamba merebut JP tapi jujur aku juga naksir sama JP karena menurutku gak ada yang bisa menyamai JP dari segala sisi baik dari artistiknya sebagai musisi sampai ke kehidupan pribadinya).
    Mungkin kalo musisi cowok yang sama dengan JP adalah Jim Morrison. Talented, genius but tragically died when he was still young, just like JP.

    • Budi putra Says:

      Dari pada gak dapetin JP, mending Syaharani, wes asli Malang….saya suka gaya bernyanyi dan vokalnya cewek ini…jazzy. sy pernah dengerin album coveringnya, pas dia bawain Wonderfull World…weihhh, asik tenan!

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha saudaraku tercinta sedang menebar jaring-jaring provokasi njih……….

    • kukuh tawanggono Says:

      Ndak apa-apa mas Hippie,malah saya jadi senang.Saya juga ingin menikmati persepsi-persepsi orang lain pada sosok ini.

  6. hippienov Says:

    Aku juga pernah denger Syaharani mas, mungkin aku menyebut suaranya jazzy soul, hehehe…aneh-aneh aja istilahnya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: