Firebird “Double Diamond”

Hippienov

Start counting down to jam pulang dari rutinitas kantor, aku sempatkan menulis sedikit cerita tentang Firebird, sebuah band blues rock atau ada juga yang menyebut stoner rock dari Inggris danfirebird-front bisa disebut supergroup karena 3 anggotanya berasal dari band-band yang sudah cukup terkenal di dunia musik, bedanya adalah warna musik Firebird sangat jauh dengan genre band asal tiap member Firebird.

Firebird dibentuk oleh Bill Steer (guitars & vocals) dan untuk penggemar metal nama Bill Steer tentunya gak asing lagi, ya… Bill Steer lebih dulu dikenal sebagai salah satu member awal group grindcore Napalm Death (era album Scum) dan band death metal Carcass. Sekitar tahun 1999 Bill Steer yang sepertinya sedang jenuh dengan Carcass membentuk sebuah band sebagai side-projectnya dan uniknya dia membentuk band yang sama sekali gak ada hubungannya dengan death-metal atau grindcore tapi malah membentuk sebuah band beraliran “retro” blues rock yang berkiblat pada band-band era 70an seperti Cream, Led Zeppelin, Jimi Hendrix, Grand Funk, Savoy Brown, Humble Pie dan nama-nama besar lainnya di era 70an. Tidak ada suara vokal growls di Firebird, pun tidak ada dentuman double bass drum super cepat serta sayatan guitar atau raungan guitar maut ala grindcore/death metal yang selama ini jadi ciri Bill Steer. Semua diganti dengan permainan guitar bernuansa blues rock 70an, bahkan sound drums dan yang lainnya di-mix sangat 70s. Model pakaian Bill Steer pun dan rekan-rekannya juga seperti layaknya musisi era hippies 70an. Musik Firebird seperti membawa pendengarnya kembali ke era “generasi bunga” dan sepertinya hal ini berhasil dilakukan Bill Steer dan kawan-kawannya lewat Firebird.

Logo band ini mengingatkanku pada cover album Grand Funk Railroad-Phoenix dan bisa jadi Bill Steer termotivasi dengan GFR. Formasi terakhir Firebird adalah: Bill Steer (guitars/vocals) from Carcass Ludwig Witt (drums) from Spiritual Beggars Greyum Mas (bass) from The Black Hand

Untuk beberapa fans yang terbiasa dengan Bill Steer di Napalm Death atau Carcass, Firebird boleh jadi bentuk “blasphemy” Bill terhadap genre musik yang telah membesarkan namanya tapi bagiku yang juga mengenal Bill Steer lewat Napalm Death dan Carcass, Firebird adalah sebuah “progressive mind (seperti istilahnya Mas GW)” ala Bill Steer dan aku sangat suka. Bill mau mengambil resiko untuk melakukan sesuatu diluar mainstream dia meski dengan resiko ditinggalkan fans nya di genre metal.

Album Double Diamond merupakan album terakhir dan album perpisahan Firebird karena setelah firebird-backmerilis album ini dan touring, tahun 2011 lalu Bill Steer dan kawan-kawan lewat situs mereka menyatakan diri bubar. Sayang sekali padahal aku pribadi masih ingin menantikan album-album berikut dari group ini. Untuk di Indonesia sepertinya Firebird tidak terlau dikenal dan sejauh ini aku baru menemukan satu album mereka di Musik+ Sarinah yaitu “Hot Wings”, sedangkan album “double diamond” yang aku punya ini adalah hasil kopian dari teman-teman Metal Bleeding Corp Medan, itupun nyaris gak dapat karena album ini terselip diantara katalog album-album Carcass, kasian… ternyata Bill Steer sudah sangat melekat dengan citra death metal sampai-sampai Firebird yang blues rock 70an juga digabung ke death metal nya Carcass, hehehe…

Dari yang aku baca, banyak yang bilang album Hot Wings adalah album terbaik Firebird sedang Double Diamond dinilai kurang begitu bagus kalau dilihat dari standar labum-album Firebird sebelumnya. Tapi karena aku hanya punya album Double Diamond dan belum pernah dengar album-album lainnya, ya aku bialgn album ini keren, hehehe…

Check this out, comrades… Try it and who knows you will like it too…

Flight of the Firebird… hippienov

26 Responses to “Firebird “Double Diamond””

  1. Budi Putra Says:

    Luar biasa blog gemblung ini…progclassicblues (PCB). Setelah gempurannya mas Herwinto dg Flower Kings, langsung disambut bro Rully dg deretan komposer klasik…tak berhenti disitu mas Gatot masuk dg J. Mayall, dan sy melengkapi dan membuka jalur blues rock lewat Cinderella…kini spt nyetrum dg mas Hippie stlh sy tawarkan JP mas Hippie masuk dg Firebird yg bues rock…tentu ini band yg blm sy kenal tp personilnya mmg tak asing saya yg pernah nyemplung di scene death metal. Kalo mrk main blues rock wah tentunya sgt menarik sekali. Tououbz ulasannya mas Hippie!

  2. Edi Apple Santoso Says:

    napalm death … saya belum pernah denger, tp mick harris sang drummer juga main di painkillernya john zorn ….
    moro eling mas cosmic ….. salam …..

  3. kukuh tawanggono Says:

    Mas Hippie sedulurku lanang(saudara lelakiku)

    Njenengan jeli nian mas,saya sebagai penggemar berat Napalm Death untuk solo yg ini malah lolos.Bill Steer memang orangnya unik mas.Di proyeknya yg bernama Angel Witc dia mainin heavy metal.Memang di setiap band tempat dia berlabuh,orang ini seperti membawa visi didalam otaknya.Visi itu dia gunakan untuk membentuk karakter band tempat dia main.

  4. Rully Says:

    Ikut merasakan alter ego dari seorang punggawa death metal itu menarik jg ya mas hippie.. Kalo menurut saya ini sama seperti yg dilakukan oleh Mikael Akerfeldt dari Opeth ya. Awal opeth menelurkan album beraliran death metal tapi makin lama makin ngeprog dan growl alias muntah kolak kata Oom G sudah tdk ada lagi. Menurut info krn si Akerfeldt ini banyak main brg sama Steven Wilson dan mereka belakang bnyk dengerin 70s prog seperti camel. Mungkin si Bill ini belakangan jadi nge blues bgt ya. Atau jgn2 memang awalnya sdh ngeblues trus terlanjur jatuh Death metal (ego masa muda) sudah tua balik lg ke blues. Hehe

  5. hippienov Says:

    Mas Budi, aku sekedar meramaikan blog gemblung ini. Aku pilih Firebird karena menurutku unik, kalo Opeth dan Anathema pelan-pelan berubah jadi prog, tapi Firebird band blues rock bentukan dedengkot death metal/grindcore. Kadang aku suka aneh juga pas denger Firebird dan membayangkan kalo yang nyanyi dan main gitar di Firebird adalah orang yang sama dengan orang yang selama ini aku kenal di Napalm Death dan Carcass.
    Musiknya keren mas, mungkin kalo mau disejajarkan dengan band blues rock era kini, mereka satu nuansa dengan Tesla atau Black Crowes.

  6. hippienov Says:

    Mas Edi, aku justru belum pernah denger Painkiller nya John Zorn. Ini juga bisa dibilang unik karena Mick Harris selama ini mainnya di grindcore/death metal tapi berani nyoba main genre lain.

  7. hippienov Says:

    Mas Kukuh, aku malah kelolosan dengan Angel Witch, belum pernah denger musiknya,hehehe… Dengerin Bill Steer di firebird seperti berada di dunia lain mas karena selama ini kita tahu dia main grindcore dan death metal yang menakutkan. Sekarang hilang semua unsur-unsur horror nya dan lebih menonjol unsur psikedelik nya.. Sayang mereka sudah bubar, entah proyek apa lagi yang akan dibuat Bill Steer, semoga gak jauh-jauh dari Firebird juga ^_^

  8. hippienov Says:

    Bro Rully, iya bro…kayak baca tokoh jekyll and hyde, hehehe… beda banget yang satu death metal dan tiba-tiba bisa berubah jadi blues rock.
    Menurutku sebelum death metal Bill Steer lebih dulu menyukai blues/psychedelic, tapi gak mungkin main blues rock di Carcass atau Napalm Death. Uniknya lagi Bill ngajak juga rekan-rekan yang sama dengan dia selama ini main genre diluar blues rock. keren banget bro Firebird.

    • Budi Putra Says:

      Bisa sj akarnya dr msg2 personil mmg blues rock atau jg krn pertimbangaan trend dan ada pangsa pasarnya mrk main death metal. Tp kadang kalo sdh ngumpul dg sesama musisi jg perlu kompromi utk merumuskan/menentukan jalur musik yg ingin diusung. Dulu semasa kuliah sewaktu ngeband sy pengennya main claro model purple/ledzepp tp yg lainnya pengen main punk alasannya ada unsur perlawanan di lirik dan musiknya. Mk mengalah lah saya…ikut arus.

  9. hippienov Says:

    Untuk Mas G, tak lupa matursuwun sanget sudah menampilkan tulisan gemblung ini,hehehe…

  10. hippienov Says:

    Wah mas Budi dulunya punk rocker juga toh? Aku juga sempet ngerasain gimana exciting nya manggung mas tapi bukna di kuliah. Aku sempet bikin band di jaman SMP dan SMA. Yang paling aku ingat sampai sekarang adalah ijazah SMA ku ditahan gara-gara pas perpisahan sekolah aku dan teman-teman di band bawain “we will rock you” nya Queen. Parahnya lagi salah seorang band member ku pake kaos dengan tulisan super gede “Sex Pistols” dan makin pissed lah pak kepsek sekolahku, hahaha…
    Orang tuaku harus datang ketemu kepsek untuk agar ijazahku bisa diambil. Aku juga dikasih wejangan, hahaha… Otoriter banget, nge-rock kok dilarang…

    Sekarang udah gak bisa ngeband lagi mas, temen-temenku yang suka ngeband udah mencar-mencar semua…

    • Budi Putra Says:

      Mas Hippie, sbnrnya gak trlalu suka punk cm krn kompromu ya ngikut aja..m’rn pd waktu jaman Orba jd yg penting smngt melawannya aja yg dimunculkan. Wong main punk gitu2 aja kok…hehehe. Tp band smcm The Clash, Dead Kennedys atau Ramones, mmg bagus sih. Sy ini kan kulah di lingkungan santri mas Hippie (Jombang, Jatim), kebayang gak sy bwain lagu punk di hadapan tokoh2 pesantren…sy bawain Anarchy in the UK dan Silly Think, milikny Sex Pistols…hahahha…sy msh ingat itu wajah2 mrk yg pd bengong aja…hahaha…tp mahasiswa yg lain bilang asik, beda. Lha iya beda krn band yg lainnya bawain nomer Kantata Takwa dan band pop rock lainnya…sy dan temen2 bondo nekat aja mas Hippie…hahaha!

    • kukuh tawanggono Says:

      Ha ha ha ha ha ha ha………………..njenengan cerita itu saya kok jadi ingat pengalaman saya waktu berkubang dalam dunia underground.
      Dulu saya punya band personilnya ada empat orang,tiga orang personilnya masih kuliah(mereka ini yg selalu menerima honor kalo saya ndak mau.Karena saya berpikir mereka lebih membutuhkan daripada saya) sementara hanya saya yg sudah bekerja.Suati hari kami dapat undangan main,waktu itu saya memutuskan waktu main harus telanjang bulat semua.Akhirnya waktu main ternyata hanya saya yg telanjang,lainnya ndak berani…………..ha ha ha ha ha ha ha.Ternyata main drum dengan telanjang itu rasanya isisssssss sekali ha ha ha ha ha.
      Apes waktu itu aku mas,ternyata tetanggaku lain kampung juga melihat kejadian itu.Lha kok laporan sama alm ibu se mas…………..
      Begitu alm ibu tahu,saya digebukki habis-habisan sampai mungker kaya kucing gering(sampai meringkuk seperti kucing sakit) ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha

  11. hippienov Says:

    Hahahaha…nekat tenan mas, bawain Sex Pistols di lingkungan alim ulama. Itu seperti kisah Gentle Giant manggung bawain lagu prog di depan fans nya Black Sabbath, sama-sama bingung lagu opo kuwi….hahaha….
    Mas Budi waktu itu gondrong ala rocker 70an apa mohawk ala punk nih? ^_^

    • Budi Putra Says:

      Biasa aja mas Hippie…kita kan bukan punk jalanan tp punk intelektual…hahaha… yg memanfaatkan punk sbg media perlawanan…cuma kaosnya aja hitam2…gak enak mas Hippie kalo di bikin mohawk, lingkungannya gak mendukung. Sbnrnya band2 psikedelik lbh keras lg tuh liriknya, spt Jefferson Airplane, misalnya.

  12. hippienov Says:

    Iya bener Mas Budi, aku juga kurang sreg dengan rambut mohawk. Padahal punk gak selalu identik dengan mohawk, Ramones kayaknya malah gondrong.
    Ngomongin Jefferson Airplane, band ini telah bermetamorfosis jadi Jefferson Starship dan akhirnya terakhir Starship. Tapi di Starship udah ngepop banget. Bener gitu gak mas? Apa sebenarnya ketiga band inigak salaing berhubungan? hehehehe…

  13. hippienov Says:

    Wakakakak….uedyan tenan Mas Kukuh, on stage and nude. Nekat buanget… Kayak Red Hot Chilli Pepper aja mas… Waktu itu bawain lagu apa mas kok sampai boegil segala?hahaha….

    • Budi putra Says:

      Don’t try this at home….

    • kukuh tawanggono Says:

      Ha ha ha ha ha ha ha ha ha mengcover lague Napalm Death plus Sepultura .Kejadian yg amat berkesan saat itu adalah ketika kami akan membawakan Troops of Doom.Saya berdiri sejenak disamping vokalis saya,penonton semua pada teriak-teriak histeris seperti melihat JM yg menfatwakan syair-syair gelapnya.

  14. hippienov Says:

    Mantab jaya, top markotop mas… selain faktor “nude” nya, faktor lain yang bikin aku kagum lagu-lagu ND dan Sepultura kan pake double bass drum dan itu gak bisa dibilang gampang. Berarti Mas Kukuh jago gebuk drum nih…
    Troops of Doom keren banget, beneath the remains masuk list waktu itu gak mas?

    • kukuh tawanggono Says:

      Waktu itu mau saya masukkan juga,tapi temen-temen semua pada protes,maklumlah pada waktu itu mereka tergila-gila pada grindcore.

  15. hippienov Says:

    Iya Mas Budi, absolutely don’t try this at home guys…perlu keberanian luar biasa untuk sanngup melakukan hal yang Mas Kukuh lakukan,hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: