Rock Progressivo Italiano: Cherry Five

Rully Resa

 

cherry five fover
Kali ini saya coba menyumbangkan tulisan diblog gemblung ini (Agar gemblungnya nular ke generasi selanjutnya, whahaha) membahas grup dan album dari ranah rock progreesif Itali yang kental sekali dominasi symphonic prognya, yaitu: Cherry Five. Saya tidak tau apakah grup ini cukup familiar disini, karena nyatanya mereka hanya menelurkan satu album (ini juga menjadi ciri khas grup prog itali-walaupun tidak semua grup. Satu album langsung menghilang, kaya tabrak lari!). Tetapi Cherry five adalah cikal bakal grup Goblin yang berkarir cukup panjang sampai saat ini. Goblin juga dikenal sebagai pengisi musik untuk film-film horror itali seperti Suspiria, Profondo Rosso. Saya pribadi juga sangat menikmati film-film classic horror dari Italy khususnya karya Dario Argento.
Ketika membaca komen para reviewer di progarchive yang mengatakan bahwa Cherry Five terdengar seperti mencoba mengulang musik Yes era The Yes Album. Awalnya saya skeptis juga. Tetapi setelah menikmati album mereka secara keseluruh ternyata sangat DAHSYAT albumnya! memang tidak bisa dipungkiri pengaruh YES sangat kental mulai dari vokal Tony Tartarini yang tinggi, sampai komposisi gitarnya Massimo Morante. Tapi Grup ini punya Drummer yang luar biasa sekali permainannya, Carlo Bordini. Sekalias seperti Carl Palmer! (Bukan berarti permainan Bill Bruford tidak bagus lho ya, hehehe)
Menyimak album yang lahir di tahun 1975 ini layaknya seperti menyaksikan sebuah film karena komposisinya naik-turun cukup “curam”. Highlight dari album ini adalah lagu “Country Grave Yard” dan “Oliver”. Di Bagian pembuka Lagu “Country Grave Yard” langsung bisa terasa elemen dari musik Yes yang sebelumnya sudah disebutkan. Saya pribadi juga jadi teringat musik-musik dari grup Asia Minor (walaupun nyatanya Asia Minor muncul belakangan). Lagu ini lagu tensi tinggi tetapi permainan hammond, gitar elektrik dan drumnya mantap sekali. Porsinya Pas! Apalagi ketika harmonisasi vokal menyanyikan “You’re looking forr… Can’t Find!” wuiihh.. mantapppp!!!
Solo piano yang membuka lagu “Oliver” terdengar cukup ganjil memainkan intro bernada minor. Selanjutnya kita disajikan kolaborasi antara gebukan drum dan permainan hammond serta mellotron yang sangat memukau. Ditambah lagi-lagi oleh harmonisasi vokal yang benar-benar memanjakan kuping. Menikmati album ini secara utuh dari dari awal sampai habis seperti refleksi untuk kuping!
Berikut link utk mendengarkan online: http://www.youtube.com/watch?v=99Mou2UtiIk
Walaupun saya menikmatinya hanya dari hasil download kualitas tinggi 320kpbs tidak dari media fisik seperti CD, Apalagi KASET Tetapi semangat prog bisa selalu mengisi keseharian saya. Kenapa kok disebut “semangat prog?” karena dari prog saya belajar untuk selalu bersyukur (semangat disini sebagai wujud rasa syukur) dan tentu saja hidup tidak begitu-begitu saja! heheh
ipod
Salam

35 Responses to “Rock Progressivo Italiano: Cherry Five”

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Rully sedulurku

    Njenengan berarti bermental kuat mas,apabila menggemari film-film horror buatan Italy.Kualitas film horror Italy membuat sport jantung(terutama yg era-era silam).Saya sendiri pencinta film horror tapi yg kategori gore.
    Kalo saya sebut Mario Bava bagaimana menurut njenengan?

    • Rully Says:

      Halo mas kukuh, apa kabar?
      Iya saya senang sekali dengan film horror classic kalo yg horror jaman skrng menurut saya cuman mengedepankan scene yg bikin kaget saja. Secara cerita dan gambar lebih top jaman dulu. Ga perlu pake adegan yg bikin kaget tapi sudah bikin merinding blas! Waduh kalo Gore saya masih blm bisa menikmati. Fav film utk gore apa mas?
      Saya senang skali dengan film suspiria. Kalau Mario bava favorit saya Film Black sunday. Mantep bgt film horror trus hitam putih!!

      • kukuh tawanggono Says:

        Freaks mas.Ngomong-ngomong njenengan di undang Rob Zombie melihat film horror klasik di rumahnya(hobi orang ini kalo lagi ndak ada proyek biasanya ditemani Quentin Tarantino)………he he he(bercanda mas jangan dimasukkan hati).

      • Rully Says:

        Freaks yg jadul itu mas? Ohh itu film gore ya? Saya pikir gore mulai populer jamannya evil dead mas. Wheheh boleh tuh nobar sama rob zombi hehea

      • kukuh tawanggono Says:

        Termasuk genre gore klasik ya itu,bahkan Freaks jadi film kesukaan Rob Zombie(Saya sendiri pertama lihat ndak bisa nangkap letak gore-nya,setelah beberapa kali baru ngeh)

  2. Budi Putra Says:

    Mas Rully, hebat sekali memaknai musik di album ini kok jd spt film horor…hehehe. Kalo liat dr covernya aja khas band2 prog era 70an yg multi tafsir. Aplg bila mendengarkan album ini yg memanjakan telinga sptnya patut utk disimak. Tks mas Rully utk pencerahannya!

  3. yuddi_01 Says:

    Ruli, ttg buku yg dibeli di Blok M gimana? sy juga punya buku tsb. Buku2 spt itu thn2 ’98an banyak terbit krn euphoria kebebasan penerbitan. Buku2 yg jaman orba dilarang tiba2 banyak yg terbit, penerbitnya kebanyakan dari Yogyakarta.

    • Rully Says:

      Isi bukunya kurang lebih mirip2 ya sama student hidjo nya mas marco. Cerita roman setting jaman pergerakkan. Iya,. buku Pram yg diterbitkan thn 98an itu skrng jadi barang langka juga. Seperti “subuh”, “tepi kali bekasi”,”sang pemula”, “nyanyian sunyi seorang bisu” harganya bisa ratusan ribu di blok M pdhl bukan cetakan pertama. Wah.. boleh tuh kalo ada progring dibawa oom koleksinya.. Wheheh

      • Budi Putra Says:

        Wah mas Rully suka buku2 jadul jg ya…sy msh nyimpen buku2 karya Pram edisi awal (Hasta Mitra), spt Arus Balik, Trilogi Buru (Bumi Manusia, dll), Keluarga Gerilja, Mereka yg Dilumpuhkan, Bukan Pasar Malam, dll. Dulu sy dapetin buku2 ini taruhannya penjara. Utk mendapatkannya sy hrs sembunyi2 krn dibeli sesama kawan aktivis.

      • kukuh tawanggono Says:

        He he he he…………..mas Budi mantan aktivis njih.Jadi ingat sama buku Kapital 3 jilid terbitan Hasta Mitra koleksi saya yg ingin di barter sama seseorang dengan Boxseth Slayer.

      • Rully Says:

        @Mas budi: Wih mas Budi koleksi pramnya banyak juga ya. Saya punya paling cetakan yg baru penerbit lentera saja seperti tetralogi buru, gadis pantai, dll. Buku2 yg mas sebutkan diatas saya lg coba cari jg nih. Heheha

        @mas kukuh: wah ternyata marxis nih. Bacaannya das kapital! Whehha.. Terbitan hasta mitra jg sekarang jadi buruan orang mas. Masa “Sang Pemula” terbitan hasta mitra di banroll 500rb rupiah. edan…
        Selain musiknya prog, pemikirannya juga prog ya mas? He he he

      • kukuh tawanggono Says:

        Maklumlah mas alm ibu telah menularkannya pada saya,(dulu semasa remaja alm ibu saya rajin mengikuti rapat pengerahan masa yg dihadiri bung Karno,bahkan pernah menari untuk Presiden Soekarno ketika dalam rapat-rapat pengerahan masa.Sebagai catatan alm ibu itu ndak pernah dapat bayaran sama sekali,hanya bergerak secara ikhlas saja)dulu semasa hidup beliau selalu cerita apa saja ucapan bung Karno,jadinya saya mulai tertarik untuk mengetahuinya.
        Untuk buku-buku terbitan Hasta Mitra Alhamdulillah lengkap saya.

      • Rully Says:

        Wah pasti sangat menarik tuh mas dengerin cerita dari alm. Ibu ttg jaman pergerakan spt itu. Saya selalu tertarik dgn cerita2 sejarah mas. Wah boleh tuh mas kalau tdk keberatan dipamerkan koleksinya. Saya ingin sekali lihat. Heheh

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ndak enak kulo(saya)mas,sama guru saya mas Gatot.Sebabnya terlalu politis.
        Dari kecil saya memang hobi membaca. Alm bapak dulu selalu membawa koran kalo pulang(pinjem milik majikan,biasane edisi terlambat sehari),juga kalo liburan sekolah biasanya dipinjamkan buku di perpustakaan.Jadi ketika SD kelas lima kalo ndak salah saya sudah tamat Mahabaratha,Sam kok,Sie Tjin Koe,Tepi air,Babat Mataram.Juga udah kenal yg namanya Ketua Mao,Gandi,Kamerad Lenin,Kamerad Stalin,Al Farabi, dll.
        Saya jadi ingat mas,dulu saya sering ditertawakan orang-orang disekitar saya(gara-gara hobi ini).Saya ndak peduli,ternyata apa yg saya baca itu bermanfaat bagi saya sampai sekarang.

      • kukuh tawanggono Says:

        Masih hebat njenengan mas,lha njenengan sudah punya pacar saya belum itu………ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha (bercanda njih jangan dimasukkan hati)

      • Rully Says:

        Whahaha waduh kalo permasalahn itu saya hanya bisa doa saja mas semoga bisa segera ketemu belahan hatinya.

      • kukuh tawanggono Says:

        Hati-hati mas Rully,mending dijalu(disakiti)ayam daripada dijalu(disakiti)wanta.Dijalu ayam sakitnya cuma sebentar,tapi kalo dijalu wanita…………………seumur hidup sakitnya mas ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha (bercanda njih jangan dimasukkan hati)

      • khalil logomotif Says:

        Sebenarnya bukan kekejaman wanita mas kukuh, tetapi kelemahan pria.

        Prinsip saya dulu: klw cewe nya ngga mau sama saya, bearti ngga nasib dia dapet saya…Hwahahaha hahaha haha

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Khalil saudara lelakiku

        Kalo dipikir-pikir saya ini kuat walau dihantam kehidupan,walau sekeras karang di lautan.
        Tapi kalo yg satu itu suuuuuuuuulit sekali.Sebenarnya punya keinginan cari yg lain,tapi jujur hati saya masih terikat padanya. Asal dia bahagia ndak apa-apa,biar derita ini saya yg tanggung sendiri.

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Budi sedulurku

        Berarti njenengan kenal sama kawan Budiman Sujatmiko njih?
        Untuk karya-karya itu sampe sekarang masih tersimpan rapi di rak buku koleksi saya.
        Terakhir beli buku yg model seperti itu Prison Notebook karya Antonio Gramsci.
        Kata adik saya,saya ini seperti kamerad Stalin.Kelihatannya saja sekuat baja,tapi hancur berkeping-keping dihadapan wanita.

    • Rully Says:

      Hahaha wah kukuh ada ada saja nih. keGemblungan blog ini bener bener terbukti nih. Masa iya bahasan ttg cherry five ujung2nya jd masalah perempuan whahah

      • kukuh tawanggono Says:

        Padahal usia saya itu satu setengah lipat lebih tua saya daripada njenengan(menurut ktp 38 tahun)…………….inilah contoh kekejaman wanita ha ha ha ha ha ha ha ha ha

      • Budi Putra Says:

        Mas Kukuh ini perlu membaca dan menyelami tokoh Minke di Bumi Manusia…walau sering ditinggalkan perempuan ttpi bs bangkit lg dapetin cewek yg yahud…sy dulu byk menyimpan buku2 karya Marx, Lenin, Trotsky, Mao, Che, sampe Tan Malaka…tp hanya sy jadikan pijakan aja utk memahami kondisi sosial yg ada. Semasa kuliah dulu selain hidup bareng dg temen2 buruh sy jg rajin bikin resensi buku2 terutama teori2 sosial kritis atau novel/sastra. Dulu jg suka ngeband, krn semangatnya perlawanan mk musik punk yg sy bawakan…hehehe. Dr ngeband inilah mas Kukuh, sy bisa punya cewek…hehehe.

      • Budi Putra Says:

        Hahhhaha…Cherry Five bonus isu perempuan, seru dah! Mas Gatot psti geleng2 kepala sambil mesem…krn blm muncul komennya

  4. hippienov Says:

    Wah uedyan… keren tret dari Bro Rully, thanks bro untuk pencerahannya. Dari dulu aku suka dengan Italian prog tapi minta ampun susah nyari albumnya, paling banter cuma P.F.M aja yang 1-2 albumnya kadang ketemu. Keren bro…kalo boleh aku tolong dikopikan albumnya bro, hahaha…gak sopan aku ini….

    • Rully Says:

      Halo bro hippie, wah dengan senang hati nanti di progring selanjutnya saya buatnya DVD mp3 yang isinya italian prog ya.. Berbagi virus.. Virus symphonic hehehhe

  5. hippienov Says:

    Setelah dapat pencerahan dari bro aku langsung tanya ke temenku yang ilmu prog nya jauh lebih mumpuni dari aku dan katanya Cherry Five sekarang sudah berubah jadi Goblin. Makin penasaran aja aku sama band ini…
    Wah thanks bro, kalo tertular “virus” yang satu ini aku sangat rela bro, gak usah ke dokter, hehehe…

    • Rully Says:

      Iya bener mas skrng sdh jadi Goblin. Ya ya nanti akan sy buatkan dvd mp3. Supaya bisa berbagi virus, sehingga bisa diulas dan dikomentari bersama album2 dari italian prog. Jadi ga sabar utk datang ke progring selanjutnya hehe

  6. hippienov Says:

    Siip Komrad Rully ^_^ kita tunggu kabar dari Mas G kapan dan dimana progring berikutnya…

  7. yuddi_01 Says:

    Rully singkat saja ttg buku2 kapan kita diskusi di seputaran tebet yahhh

  8. Gatot Widayanto Says:

    Salut buat Rully! Pengembaraan saya di Italian Prog belum nyangkut di kelompok ini sama sekali. Bahkan namanya pun baru denger ini. Siiiiip!!! Keep on proggin’ …!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: