Peter Gabriel Diam Satu Bar di “Carpet Crawlers”

Herman

Kali ini saya ingin mengajak bernostalgia dengan sebuah lagu Genesis ‘old song’, yang sudah tidak asing lagi : Carpet Crawlers. Kalau kita dengarkan musik Genesis Carpet Crawlers tersebut saya kira semua warga Blog ini pasti punya pengalaman dan sudut pandang sendiri2. Tulisan ini merupakan pengalaman saya dan juga sudut pandang saya. Waktu awal kenal lagu ini sudah agak lupa bagaimana persisnya tetapi kira – kira waktu itu denger lagu ini di kamar kos2an di Jogja. Saya dibuat penasaran kok pengen dengerin lagi . Lagu Genesis ini slow dan melodinya diulang –ulang tapi enak di dengar. Saya penasaran untuk mencari tau apa yang bikin enak di dengar?

image

Dulu saya belum tau musik repetitive yang melodinya berulang dari bait ke bait . Musik repetitive memerlukan kepiawaian dalam menyiasati agar lagu berulang ini tidak membosankan dan enak didenagar.

Untuk dapat menjawab penasaran saya maka Carpet Crawlers saya putar berulang – ulang, sampai saya agak takut kasetnya jadi ngombak pas bagian itu, sambil saya buat catatan dari bait ke bait .

Ini sekedar catatan orang awam yang mungkin istilah2 yang digunakan juga belum tentu benar.

Bait ke 1 : musik : Piano

Bait ke 1 ini merupakan intro di mana Vocal peter Gabriel diiringi dengan musik yang minim hanya permainan piano (+ gitar?).

Diakhir intro ini, ketika vocal sampai kata …to avoid…..masuk Bas Gitar: dheeengg….. entah yang bener bagaimana nulisnya…? Mungkin di negaranya Peter Gabriel lain lagi cara nulisnya….Yang penting kira kira begitu bunyinya,…. versi gemblung2an aja …. Selanjutnya masuk bait ke 2

Bait Ke 2 : Musik Piano + Bas

dengan masuknya Bas ikut meiringi bersama Piano, terasa ada peingkatan pada musiknya, menjadi lebih berisi. Diakhir bait ke 2 saat vocal Gabriel sampai : We’ve got to get in…. to get ooouut ….saat itu Drum masuk: Dhug! ..tak dhug dhug…. terasa sekali meningkatnya musik dengan adanya hentakan drum masuk ke bait 3

Bait ke 3 : Musikpiano : + Bas + drum + elektrik gitar

Musik terasa bentuknya, terdiri dari piano + Bas Gitar+ Drum + elektrik gitar. Masuknya drum semakin menggerakkan emosi pendengarnya ditambah lengkingan gitar yang lembut dan harmonis membuat kita semakin asik mendengarnya.

Bait Ke 4 : Musik : piano + Bas Gitar+ Drum + elektrik gitar

Vocal : mencuri ketukan

Di awal bait 4 ini vocal peter Gabriel mencuri ketukan, dan ini menimbulkan hentakan yang memancing emosi kita….awal mendengarkan “pencurian” yang dilakukan vocal peter Gabriel ini saya senang sekali…bagus sekali dalam menyiasati agar bait ke 4 ini ada sesuatu yang baru dari bait sebelumnya….. Perubahan vocal ini membuat adanya eskalasi yang semakin mengoyak emosi yaitu sejak Gabriel mengcapkan “Mild mannered supermen…. Terasa sekali adanya eskalasi di Bait Ke 4 ini.

Bait Ke 5 : musik : piano + Bas Gitar+ Drum + elektrik gitar

Vocal : mencuri ketukan + diam 1 bar

Vocal Peter Gabriel waktu mengucapkan “The porcelain manikin…. terasa menimbulkan hentakan yang lebih lagi dibandingkan bait ke 4. Bait ke 5 ini menjadi klimaks lagu…. ketukan vocal sama dengan bait ke 4….Nah ketika sampai baris ke 5 ternyata vocalnya diam satu baris ( satu bar) …..woaaaa ini dia, seneng sekali rasanya ketika menemukan ini….meskipun ini disebabkan syairnya memang hanya 4 baris tetapi saya merasakan ada sensasi ketika mendengarkan baris ke 5 tanpa vocal….. top markotop….apapun sebabnya sensasi dengan diam satu baris ini luar biasa……hahaha….wis embuhlah pokoknya waktu itu suweneng menemukan lagu kok ada satu baris yang diam ……batin saya maksudnya apa ya pakai diam 1 bar…..ternyata lha memang syairnya memang nggak ada. Coba kalau dipaksain didisi vocal dengan lalala…lalala…….atau ooooo…oooooo….apa jadinya… hahaha…enggak ini buat lucu2an saja…Nggak mungkinlah Genesis seperti itu……

Lengkaplah bahwa 5 bait itu memang masing – masing berbeda satu sama lain yang tapa terasa membuat kita keasikan mendengarnya. Di samping perbedaan tadi dari bait ke bait juga ada eskalasi yang menggerakkan emosi pendengarnya dan mencapai klimaksnya pada bait ke 5. Dan yang istimewa adalah,itu tadi, pakai diam satu bar itu tadi…

image

Setelah denger lagu ini jadi menambah semangat saya untuk memperhtikan musik khususnya aransemennya.

Musikus yang secara terbuka mengklaim musiknya repetitive adalah Phillip Glass. Lagunya Mike Oldfield juga banyak juga yang repetitive. Kalau musik New Age, lagunya Yanni “Nightingale” bagus dalam menyiasati musik repetitive menjadi enak di dengar dengan mengatur eskalasi musiknya dan juga mengatur kapan suatu alat musik dimainkan serta dipadu dengan alat musik apa. Ternyata disco, house music termasuk musik repetitive juga, tapi minat saya kurang terhadap musik disco. Dulu pernah denger teman sebelah kamar yang suka lagu2 disco, dan sekarang kalau denger musik disco timbul kenangan masa indekos. Mudah2 an tulisan ini cukup membawa nostalgia dengan lagu Carpet Crawlers dan mungkin juga album The Lamb Lies down On Broadway apalagi kalau kasetnya rekaman Yess. Siapa tau jadi ingin denger Peter Gabriel diam 1 bar.

Salam Jreng ! Herman.

14 Responses to “Peter Gabriel Diam Satu Bar di “Carpet Crawlers””

  1. Budi Putra Says:

    Pak Herman enak sekali dibaca ulasannya dan sptnya fokus sekali mencari keindahan lagu2 di album ini dan didapat lewat “Carpet Crawlers”. Sewaktu progring kmrn sy mendapatkan kaset ini di kiosnya Ary, dan sampai saat ini bbrp kali sy puter sy msh belum menemukan cara yg pas utk mengutarakan keindahan laagu2nya dr sudut pandang yg berbeda…krn ini prog tk tinggi mk perlu kejelian dlm mendengarkannya.

  2. Koh Win Says:

    Album ini album super keren…..gak ada lagu yang gak keren….coba nikmati Fly On Windshield, Coocon Coocon lalu nyambung In The Cage….di jamin ngguweblag gulung koming…..

  3. kukuh tawanggono Says:

    Mas Herman sesepuh kulo

    Ini adalah salah satu album genesis yg paling saya suka.Njenengan hebat sekali,membahas Genesis dari segi permainan alat musik perbagian.Apalagi begitu gamblangnya njenengan memberikan penjalasan bagaimana Gabriel bermain-main dengan lincah menggunakan tempo.
    Mas Herman salah satu peristiwa dalam dunia musik yg membuat saya sedih adalah hengkangnya Gabriel dari Genesis.Gaya teatrikalnya yg bersifat cerdas sangat saya rindukan sekali kehadirannya.

  4. herman Says:

    Mas GW, terima kasih telah ditayangkan tulisan saya……

    • herman Says:

      Tambahan lagi Mas GW,….seperti biasa kalau nulis saya ini nguweng2nya panjang, utak atik gak jadi2….pas buka Blog kemarin saya njumbul lihat tret njenengan tentang petuah Bapak Peter Gabriel….sedangkan saya juga sedang utak atik tulisan tentang Peter Gabriel…..lha kok seperti nyetrum menyetrum begitu ya….dan ini sering terjadi di Blog Gemblung ini….

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha ha …sering nyetrum ya mas …. ha ha ha …. Saya juga pas lagi dengerin Steve Hackett yang Genesis Revisited dimana banyak track era Gabriel yang dibawa ulang tanpa Gabriel dengan aransemen yang sama. Saya juga sempat tulis reviewnya di PA:
      http://www.progarchives.com/Review.asp?id=1160995

      Degabrieling Genesis … ha ha ha ….

      Suwun mas … Ditunggu ulasan selanjutnya …. FLY ON A WINDSHIELD keren itu mas …

  5. herman Says:

    @ Mas Budi Putra,…sudah banyak tulisan yang membahas album….ini saya coba untuk melihat dan membagi cerita sebuah lagu saja. ….melalui pengalaman saya atas lagu Carpet Crawlers ini saya jadikan salah satu tolok ukur mendengarkan musik khususnya mencermati aransemennya…..kalau melihat lagu Genesis dan Band Prog lainnya yang lagunya tidak repetitif seperti Carpet Crawlers ini saya menggunakan pendekatan musik klasik khususnya Symphoni….terima kasih Mas Budi atas apresiasinya….

  6. herman Says:

    @ Mas Kukuh,…..apa yang bikin asik saya denger musik ternyata semua sudah dirancang sedemikian detil oleh musikusnya…..semua diperhitungkan…..mungkin saat rekaman juga mengalami pengulangan2 yang hasil akhirnya sebuah lagu begitu mengalir waktu didengarkan oleh publik…

  7. herman Says:

    @Mas Herwinto (tokoh Partai Genesis dan Yes)…….pas Fly on Windshield suaranya jadi keras..itu awalnya saya denger….waktu saya nyetel pertama saya sambil mondar mandir…..tiba2 denger bagian yang keras tadi keren sekali…..pas nyari lagi agak susah karena nyambung,…maklum tapenya jadul …..maka dengernya harus semua dari depan

  8. hippienov Says:

    Halo Mas Herman, apa kabar? Wuih keren mas… Carpet crawlers memang salah satu lagu Genesis yang paling nuansamatik. “Rhythm” pianonya yang jadi background di lagu itu sangat nuansamatik, seperti menghantui lagu itu, diulang-ulang tapi gak bikin kita bosen atau freaking out justru malah membuat keseluruhan lagu itu jadi lebih indah.
    Aku ingat dulu saat masih kerja di distributor cerutu ada customer lama kami yang penggemar berat Genesis dan album yang paling beliau sukai adalah “the lamb”, Pak Irel nama panggilan beliau. Setelah beliau tahu kalo akupun suka progrock dan Genesis, tiap kali beliau datang di toko kami pasti aku diminta turun dari office di lantai 10 Hotel Mandarin Oriental untuk menemani beliau menikmati Cuban cigar kami sambil menikmati pula Genesis album “the lamb” serta membahas track per track yang dilantunkan Gabriel cs dan yang paling seru dibahas adalah lagu carpet crawlers ini. Beliau yang memberi tahu aku dimana nikmatnya lagu carpet crawlers, dan menurut beliau yang bikin nikmat dan gak mungkin ditiru oleh orang lain adalah permainan piano Tony Banks yang “haunting” tersebut.
    Kalo sudah dipanggil customer manager ku gak bisa berbuat apa-apa selain menyuruh aku segera turun karena itu merupakan salah satu bentuk service kami terhadap pelanggan dan gak cuma satu customer yang sering minta ditemani aku, selain Pak Irel ada juga Charlie seorang expat dari US yang selalu minta ditemani ngobrol soal black blues gara-gara pas aku sedang pasang kaset C.C.R dia muncul dan dari situ pertama kali obrolan kami dimulai dan satui lagi aku lupa nama beliau tapi yang aku ingat beliau selalu ngajak aku ngobrol soal Rolling Stones…kebetulan aku suka juga jadi gayung bersambut.
    Akhirnya aku jadi mirip dengan “lady escort” yang tugasnya nemenin tamu, bedanya aku bukan lady tapi “guy” dan aku nenemin mereka ngobrol soal musik dan beliau-beliau ngobrol sambil menghisap cigar sedangkan aku biar gak kalah set menghisap Marlboro, hehehe…

  9. hippienov Says:

    Halo Mas Herman, apa kabar? Wuih keren mas… Carpet crawlers memang salah satu lagu Genesis yang paling nuansamatik. “Rhythm” pianonya yang jadi background di lagu itu sangat nuansamatik, seperti menghantui lagu itu, diulang-ulang tapi gak bikin kita bosen atau freaking out justru malah membuat keseluruhan lagu itu jadi lebih indah.
    Aku ingat dulu saat masih kerja di distributor cerutu ada customer lama kami yang penggemar berat Genesis dan album yang paling beliau sukai adalah “the lamb”, Pak Irel nama panggilan beliau. Setelah beliau tahu kalo akupun suka progrock dan Genesis, tiap kali beliau datang di toko kami pasti aku diminta turun dari office di lantai 10 Hotel Mandarin Oriental untuk menemani beliau menikmati Cuban cigar kami sambil menikmati pula Genesis album “the lamb” serta membahas track per track yang dilantunkan Gabriel cs dan yang paling seru dibahas adalah lagu carpet crawlers ini. Beliau yang memberi tahu aku dimana nikmatnya lagu carpet crawlers, dan menurut beliau yang bikin nikmat dan gak mungkin ditiru oleh orang lain adalah permainan piano Tony Banks yang “haunting” tersebut.
    Kalo sudah dipanggil customer manager ku gak bisa berbuat apa-apa selain menyuruh aku segera turun karena itu merupakan salah satu bentuk service kami terhadap pelanggan dan gak cuma satu customer yang sering minta ditemani aku, selain Pak Irel ada juga Charlie seorang expat dari US yang selalu minta ditemani ngobrol soal black blues gara-gara pas aku sedang pasang kaset C.C.R dia muncul dan dari situ pertama kali obrolan kami dimulai dan satu lagi aku lupa nama beliau tapi yang aku ingat beliau selalu ngajak aku ngobrol soal Rolling Stones…kebetulan aku suka juga jadi gayung bersambut.
    Akhirnya aku jadi mirip dengan “lady escort” yang tugasnya nemenin tamu, bedanya aku bukan lady tapi “guy” dan aku nenemin mereka ngobrol soal musik dan beliau-beliau ngobrol sambil menghisap cigar sedangkan aku biar gak kalah set menghisap Marlboro, hehehe…

  10. herman Says:

    Wah Mas Hippie….asik juga pekerjaannya dulu, bisa bertemu orang yang berganti – ganti ngobrolnya juga berbeda2 topiknya….lama lama kita bisa tau semuanya……hehehe….iya Mas itu permainan piano Tony Bank memang asik seperti mengayun ayun kita…..

  11. Gatot Widayanto Says:

    Mas herman,
    Saya senang sekali ulasan rinci seperti ini terhadap SATU buah lagu saja. Dulu saya sering lakukan untuk sebuah radio di Bandung jaman kuliah. Namun sayangnya menulis pake mesin ketik Brother …jadi ya ndak ada file nya…ha ha ha …

    Ditunggu tulisan selanjutnya mas …

  12. Nono Says:

    Salut buat mas herman. Ulasan carpet crawlers dikupas tuntas. Ulasan yg patut mendpat bintang 5.
    Kebetulan lagu ini salah satu favorite sy utk genesis, selain in the cage, super ready, dance volcano, squonk, los endos, cinema show.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: