Setelah Baca TEMPO Sekali Lagi

Khalil LogoMotif

image

Tadi malem, selesai bikin rancangan, saya menyempatkan diri untuk terlebih dahulu manjain diri dengan dengerin dua cd sebelum tidur, yaitu rick wakeman classic tracks (isinya tiga lagu: journey, catherine howard dan merlin) dan triumvirat album spartacus. Saya dengerin diteras belakang rumah pakai stereo set panasonic. Kemudian, setelah merasa cukup, saya pindah kekamar untuk tidur, penginnya ketidur sambil baca buku, saya baca buku the power of giving azim jamal dan harvey mckinnon. Ternyata mata saya justru lebih tertarik dengan majalah tempo. Terus terang sebenarnya majalah begituan bukan kebiasaan saya untuk membacanya. Ini semua gara gara liputan kaset yess dan terpampangnya dua sahabat budiman saya, plus bang untung “ngga buntung” lapak legend.

Saya baca sekali lagi liputan cerita kaset yess. Sampai pada saat perancang kaset yess bilang, kalau bisnis rekamannya ngga bikin dia kaya…..waah saya jadi berpikir lebih dalam dan menyeriusinya. Saya baca ulang lagi dari awal, dan saya menyadari, kalau beliau melakukan pekerjaan perekaman itu dgn sepenuh hatinya untuk melayani kehausan publik atas musik progrock. Memahami dan memilih band yg akan direkam, merekammnya dgn memanfaatkan teknologi yg ada, merancang sampul, mengetik inlay, memfoto kaver, mengemas dan mendistribusikannya…dilakukan dgn manual, ringkas dan sederhana. Beliau bekerja diperusahaan orang lain, namun memiliki keleluasaan yg luas dalam memutuskan. Dan diakhir masa bisnisnya, beliau meyatakan..bisnis kasetnya ngga bikin kaya raya..pas pasan iya. Saya ngga usah sampaikan bgmana impact produk yg ngga bikin beliau kaya kaya amat itu kepada kehidupan kita…masing masing kita sudah menyadarinya bagaimana fenomenalnya yess dalam mengisi kehidupan kita.

Saya jadi teringat nasehat temen saya yg kerja diperusahaan periklanan milik yahudi (beneran..tapi tentu temen saya ngga yahudi)…katanya begini, ada tiga kondisi dlm pekerjaan. Yang pertama: kerja diperusahaan milik orang lain dengan mengikuti aturan orang lain tersebut (katanya ini kelas kuli, jaman pir aun disebut slave…saya sebagai dosen yg harus ngajar menurut kurikulum kampus jg termasuk golongan ini). Yang kedua: kerja diperusahaan milik orang lain dengan mengikuti aturan sendiri, bukan aturan pemilik perusahaan (ini yg beruntung, seperti Ian yg bebas memutuskan dan merancang produksi kaset yess dan fenomenal tapi ngga bikin kaya kaya amat). Yang ketiga: kerja diperusahaan milik sendiri dengan mengikuti aturan sendiri (katanya ini yang paling ideal dan membahagiakan, bisa bikin kaya raya, mandiri dan pemberani atau wira). Awal awalnya saya percaya kalau cuma tersedia tiga kuadran, dan tentunya saya harus berada dikuadran yg ketiga. Tetapi…beberapa tahun belakangan, setelah melewati berbagai pengalaman dlm melayani (salah satunya jg setelah dengerin tfk)…kok kayak kayaknya…saya melihat ada satu kuadran lagi…yaitu kerja diperusahaan milik Tuhan dengan mengikuti aturan Tuhan…..Yang Maha Sempurna Perencanaannya, Maha Kaya, Maha Kasih Sayang dan Maha Luas KuasaNya …. Bekerja diperusahaan yang pada awal memulai aktifitas kerjanya adalah dengan niat bisa memberikan manfaat sebanyak banyaknya, dengan risiko keciprat banyak finansial..bahkan tidak terduga….untuk bisa dgn leluasa dan ngga perlu mikir (reflek) saat memberikannya kembali sebanyak banyaknya yg masih bagus bagus dan sesering seringnya kepada orang lain…yg belum kecipratan…..

Setelah itu, saya tertidur lelap dan majalahnya jatuh kebawah tempat tidur.

Begitu ceritanya setelah saya baca kembali majalah Tempo.

Khalil Logomotif

27 Responses to “Setelah Baca TEMPO Sekali Lagi”

  1. khalil logomotif Says:

    Thanks mas Gatot.

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama2 mas Khalil ….

      Saya malah sangat menikmati tulisan seperti ini, yakni menggabungkan the music side of the blog sama the life side …. rasanya visi blog ini tercapai sudah: music for life ….

      Makanya saya bilang bahwa Yess bukan sekedar perekam musik mediA kaset namun sudah merupakan peradaban. Kita di blog gemblung ini merupakan bagian dari peradaban ini. Belum lagi maraknya Yess di Tempo ini beredar di media sosial ….

      Setidaknya orang berpikir serius: lha wong “cumak” kaset Yess aja lho ….kok sampai masuk majalah TEMPO?!!!!

      Orang yg dulu memandang sebelah mata pasti pada nyesel dan bilang begini: “Ah ….masa muda gw kemana aja ya kok dulu gak naksir Yess blas?”

      Memang hanya yang visioner yang memahami ….

  2. Koh Win Says:

    Top dah…….

  3. Budi Putra Says:

    Memang luar biasa filosofi dibalik pembuatan Yess

  4. herman Says:

    Mas Khalil…..baca tulsannya asik banget….dengan penutup : Setelah itu saya tertidur lelap dan majalahnya jatuh ke bawah tempat tidur……wuuiiiihh…saya seperti melihat sebuah adegan film yang diakhiri dengan scene yang indah……terus keluar tulisan selesai atau tamat….dengan pesan yang dalam dari cerita dalam film untuk kita renungkan sambil jalan pulang………

    • khalil logomotif Says:

      Bisaaaa aja mas Herman ini…
      Sebenernya itu sdh jam 4 pagi lho mas..hehehehe…..
      Thanks mas Herman, smoga bermanfaat. Ayo rame rame hijrah ke kuadran empat.

      Np: the court of the crimson king-steve hacket live in japan

      • Gatot Widayanto Says:

        Pada komennya, Mas Khalil mengatakan:

        “Ayo rame rame hijrah ke kuadran empat.”

        Namun di batang tubuh memang disebutkan kuadran 4 itu apa dan saya langsung mek jegagik pengen segera membalas. namun saya rada takut, nanti saya salah cerita … tapi dengan adanya ajakan di komen tersebut saya mau cerita “the life side of the blog” ya ….. Tentunya terkait dengan ajakan di atas.

        PERTAMA

        Saya pernah enam bulan memimpin suatu tim yang pada intinya melakukan perubahan fundamental di sebuah kementerian strategis yang diharapkan juga mempengaruhi kementerian lainnya sehingga terjadi perubahan mindset dan behaviors para PNS kita yang 4.5 juta itu, secara nasional. Namun, upaya saya tersebut dipandang oleh segelintir orang (sayangnya yang segelintir ini ada yang menjabat posisi sangat penting dan sangat dekat dengan Menteri, bahkan pada level “bisikan pun jadi tindakan”) akhirnya saya kedepak juga; karena kontrak saya tak diperpanjang lagi. Yang saya perjuangkan sebenarnya sangat sederhana dan tak perlu analisis dan pemikiran jauh, hanya masalah “mau” atau “tidak mau” saja. Jadi hanya masalah kemauan aja. Di sini tak diperlukan kemampuan …lha saya yakin lah para pejabat yang gelarnya minimum DR itu pasti kemampuannya jauh lebih hebat dari saya.

        Apa sih yang saya perjuangkan? Simpel: PNS (terutama pejabat) menggunakan mobil dinasnya dengan PLAT MERAH karena itu mobil rakyat, didanai dengan APBN (yang sumbernya dari rakyat juga). Sekarang ini di Jakarta jarang banget kita lihat mobil dengan plat merah dan semuanya menggunakan plat hitam dengan embel2 di belakangnya “RFS”. menurut saya ini tak bener karena aturannya mobil dinas ya plat merah. Dan …kalau pake plat merah, mana berani ia pakai di tempat sembarangan (di mall dsb) terutama jam kerja. Yang terjadi di Jakarta ini sebagian besar pejabat menggunakan mobil B sekian sekian RFS baik itu Camry maupun Kijang Innova.

        Rupanya ..upaya tersebut kandas karena tak ada satupun pejabat yang mau dan ada yang pejabat yang tak suka denganperjuanan ini. Meman ada sedikit kecelakaan (yang saya yakin juga skenario Sang Khaliq) bahwa email saya yang untuk internal team saya dan bersuara keras tentang perjuangan ini bocor ke pejabat tinggi oleh anggota tim saya yang terlalu lugu (saya yakin dia gak bermaksud jahat). Maka …menyebarlah email tersebut. Singkat cerita, saya dimusuhi dan tak diperpanjang lagi kontraknya.

        Saya pasrah saja karena saya bekerja berdasarkan apa yang menurut saya benar, karena kebenaran mutlak hanya ada di Tuhan saya, bukan di saya. Dan saya serahkan sepenuhnya kepada pemberi amanah, kemana saya akan ditugaskan.

        Apa yang terjadi? tanggal 21 Nop 2013 kontrak saya habis, terus Sang raja Diraja memberi saya amanah baru pada tanggal 22 Nop 2013 dengan tugas yang lebih berat dan lebih besar: memfasilitasi perubahan di lembaga hukum paling tinggi di negeri ini. SubhanAllah ….saya melongo ….Kok secepat itu dan pas tanggalnya sesudah kontrak habis? Itulah hebatnya skenario sang pencipta … Luar biasa!

        KEDUA

        Hal pertama yang saya uraikan itu sebenarnya sekelumit dari apa yang saya tapaki terkait dengan definisi mas Khalil di Kuadran keempat. Saya takut sih bilang bahwa saya sudah di Kuadran ini. namun beberapa indikasi sudah jelas saya alami, misalnya: pada saat saya mendapatkan amanah baru dengan imbalan yang besar (bagi saya) dan menyenangkan …saya tak lagi girang, cukup mengucapkan Alhamdulillah …karena Dia yang pantas diberi penghormatan. Keberhasilan mendapatkan pekerjaan besar ini tak lain ya karena ijin si raja Diraja itu (BOss nya mas Khalil).

        Pun ..pada saat saya menolak menerima amanah karena saya tak merasa pas dengan pekerjaan atau imbalan yang diberikan, saya juga tak sedih kehilangan kesempatan itu , Bahkan saya pasrah saja dan bersyukur saya berani menolak kepada calon pemberi pekerjaan. Dalam kenyataannya Sang Raja ternyata menyediakan yang lain yang lebih besar lagi ….

        Satu hal yang pasti, saya merasa menjalani hidup ini lebih tenang bila saya hanya punya SATU ATASAN saja …dan atasan tersebut memang benar-benar atasan yang tak perlu diragukan lagi visi dan misinya yang tulus …menginginkan manusia menjadi rahmatan lil alamiin …Atasan satu ini juga memiliki integritas sangat tinggi dan tentu visioner karena semua yang terjadi dimanapun hanya karena atas ijin Atasan tersebut, apapun itu …Atasan saya ini pernah memberikan contoh perilaku manusia terbaik yang pernah ada di dunia ini yang hidup di sekitar empat belas abad yang lalu. Namun ..perilakunya tak lekang dimakan waktu. salah satu wejangan dahzyatnya dari manusia terbaik tersebut adalah:

        “Kita ini hidup di dunia hanya sebagai tempat berteduh saja…, seperti pengembara yang berteduh ….” …

        karena masih ada perjalanan lain, di alam lain yang akan kita masuki dan semua manusia akan masuki …

        Maaf panjang karena ajakannya menohok ulu ati ….

        Selamat berakhir pekan!

      • Gatot Widayanto Says:

        Sekaligus uraian tersebut mengomentari komentar mas Kukuh terkait amanah lebih besar yang mas Kukuh terima.

        Salam

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Matur suwon sanget(terima kasih)mas sudah diberikan lagi wejangan.Prinsip yg njenengan terangkan tentang”Jujur”itu yg membuat saya sering bertentangan dengan rekan-rekan kerja.Alasan saya njih itu saya disini hanya sebentar, juga diberikan amanah yg harus saya laksanakan.Suatu saat saya pasti pulang kembali ke tempat asal saya.Ketika sampai pasti saya akan ditanyai amanah tersebut,dilaksanakan atau tidak dan saya harus mempertanggungjawabkannya.

      • khalil logomotif Says:

        Whuaduhh….komennya lbih panjang dr tretnya…..whahahahaha…..

        Sedikit tambahan, yg saya maksut kuadran 4 itu bukan ajakan untuk menjadi martir, tetapi ajakan untuk men deliver values kepada siapa saja yg butuh dimanasaja didunia. Baru bisa pindah ke kuadran 4, setelah selesai melewati kuadran 3. Semua kita sudah mengumpulkan banyak kemampuan, kemampuan spesifik untuk menghasilkan value ditambah pulak dgn instalan bakat gratisan sejak lahir, nah hayo sekarang deliver value tsb atas nama Big Boss, bukan lagi atas nama pribadi. Bentuk bisnisnya tentu bisa apa saja.
        Coba lihat bgmana baiknya Big Boss saya, karena facebook awalnya dibikin ditujukan memberi manfaat silaturahim….yg gratis tnpa harus bayar (freenomic)….keciprat duit besar dia…masih muda pulak….saat ini…apasih yg ngga bisa diberikan olehnya kpd siapapun dimanapun? Jangan tanya lagi apa yg bisa dia beli! Padahal dia sama sekali bukan umatNya, hanya ciptaanNya….tapi niat bisnisnya itu yg diperhatikanNya. Padahal sebelum facebook, ada banyak layanan seperti itu, tapi niatnya kapitalis, pir aun!

        Begitu kira kira tambahannya. Maap klw agak garing.

  5. andria Says:

    pak Khalil, mohon maaf blm nemu walkman Sony. kl yg seken sih sdh liat di pasar kmarin.

    • khalil logomotif Says:

      Santai mas Andria! Terimakasih untuk perhatian yg tulusnya.
      Koh Win tadi siang sudah menghibahkan WALKMAN SONY nya untuk saya.

      Bahkan kumplit dgn beberapa kaset Yes dan Marillion rekaman Yess..hwahahahahahaha…. Ngga lah! Becanda! Ngga mungkinlah yes dan marillion! Pasti juga ditambahin genesis! …..Hwahahahahahaha…. Becanda!

      • andria Says:

        selamat kl begitu. kl di bidang perkasetan saya berusaha membantu tapi kl di bidang perpolitikan saya jelas2 angkat tangan😀

  6. kukuh tawanggono Says:

    Mas Khalil saudaraku

    Tulisan yg memberikan inspirasi,terutama yg nomor empat.

    • khalil logomotif Says:

      Tumben ngga pake bahasa jawa? Hwahahahahaha…..

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha …………..Bukankah menyenangkan saudaranya adalah anjuran DIA yg membawa tuntunan kepada kita menuju jalan keselamatan.
        Ngomong-ngomong sudah dapat walkman Sonykah

    • Gatot Widayanto Says:

      Wedi karo awakmu ..mengko mbok semprot dadi koyok Jembres prejengane mengko ….wakakakakakakakak

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Saya ini lagi diserambi masjid bersama teman-teman seusai shalat Isya berjama’ah ,bersiap-siap berangkat menuju pondokkan untuk mengikuti kajian kitab(ilmi tasawuf).
        Membaca komentar njenengan saya jadi senyum-senyum sendiri.Memang menurut orang-orang disekitar saya,Jembres dan saya itu punya satu kesamaan.Sama-sama bujang lapuk ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha .
        Jembres ini ndak pernah nggandik( kawin)sama kucing lain mas ,padahal saya ndak pernah mengebirinya.Ajaib njih………he he he

  7. diansyah Says:

    Subhanallah…tret dan koment nya tingkat tinggi…sebuah pencerahan lagi buat saya…

  8. Apec Says:

    Mas khalil, saya sedikit berpandangan berbeda dengan panjenengan, namun secara prinsip sama mengenai empat kudran tadi..saya merasa kuadran 4 itu bisa juga menaungi 3 kuadran lain..jadi sebagai contoh kita ini yg sebagai PNS, menjalankan sebagaimana aturan yg dibuat negara,namun tetap saja kita juga bisa menjadikannya sebagai jalan ibadah pula pd BigBoss kita..saya lebih bisa memaknai bila bila pembagian kudran tadi bisa seperti Diagram Venn, dimana kuadran keempat sebagai lingkaran yg besar danketiga kuadran lain berada saling terpisah di dalam lingkaran sang BigBoss..mohon maaf bila pandangan saya ndak sesuai…

    • khalil logomotif Says:

      Bener sekali mas Apec. Saya juga berada ditempat yg sama seperti mas Apec, pegawai negri…golongan rendah pulak. Atasan saya empat taon skali berganti ganti. Tetapi hanya untuk beberapa jam saja (dari kuota 24 jam) saya jadi pegawai, sebatas jam kerja saya. Sisa sisa jam lainnya, yg jumlahnya masih banyak banget, saya manpaatin untuk memulai pelayanan saya dlm perancangan logo, tentunya diawal awal saya mengandalkan aturan yg saya bikin sendiri, s o p sendiri, cari klayen sendiri, promosi sendiri, produksi sendiri…dan saya seneng banget bisa merasakan memutuskan sendiri apa yg saya inginkan. Menghasilkan banyak finansial dan knal bnyak pebisnis. Kurang lebih empat taon saya begitu. Tapi ternyata, sluruh upaya sistematis saya yg serba sy putusin sendiri itu, tdk menjamin saya untuk terus dapet klayen untuk dilayani, saya terkungkung hanya didaerah saya doang, jauh dari lil alamin, ngga lebih ngga kurang. Saya sempat lamaaaa ngga dapet klayen. Beneran. Sekalinya dapet yg gede…ujungnya batal (itu yg bikin sy ngga jadi ikut progring yg di tmii). Saya sempat bingung, kok sistem manajemen dan marketing saya ternyata ngga berfungsi dan ngga menjamin.

      Tapi, semenjak saya menyerahkan diri saya kpd Big Boss saya (salah satu spark nya adlh lagu question manfred mann dan what if God is alone TFK) mind set saya jd berubah, fokus saya berubah, dn yg terpenting, niat saya berubah. Saya berhenti bekerja mencari rejeki, saya berubah menjadi mendownload rejeki. Karena saya akhirnya meyakini bahwa untuk setiap kita, sdh diinstal dan terus di upload: usia, jodoh, rejeki dan baik buruk. Hanya knowledge yg tdk diinstal, makanya disuruh cari, iqra. Semakin banyak knowledge yg dikuasai (kepantasan) semakin besar muatan 4 hal tadi yg bisa kita download. Saya mempersepsikan diri saya sbg pion (anak buah, suruhan) yg diperuntukkan melayani perancangan logo, yg selalu harus siap melayani bila disuruh dan ditugasi melayani seseorang dimanapun kapanpun (mangkanya kita kmarin bisa ketemuan di coreli). Sejak itu, saya merasakan smuanya menjadi konstan. Saya hanya harus terus menerus memantaskan diri, bersilaturahim, belajar, merendah dan introspeksi diri agar Big Boss senang memakai saya sebagai pionNya. Mungkin kedengerannya aneh dan ekstrim atau tidak lazim. Tetapi seperti itu yg saya alami.

      Ngga ada yg harus saya maapin dari pendapat mas Apec. Saya juga awalnya merasakan hal yg sama seperti yg mas Apec simpulkan.
      …lagian, emangnya lebaran, maap maapan? Hwahahahahaha….

  9. Apec Says:

    Wusss,makin merinding saya membacanya mas..he..he..

  10. lutfi Says:

    Seperti musik prog yang tidak terduga masuk dan keluarnya, kapan udahannya, dst. saya tertohok tulisan mas Khalil yang ini nich, “risiko keciprat banyak finansial..bahkan tidak terduga….”

    Nggak diduga-duga datangnya dari mana dan hanya bisa berharap dalam do’a, baru saja saya dipanggil menejer HRD, ditawari beasiswa prestasi untuk anak saya yang masih SD. Alhamdulillah! atas kasih dan sayangNya, kok ya kecipratan finansial juga nich dan momen-nya pas banget disaat lagi baca tulisan mas Khalil yang nuansamatik ini hehe …

    Boleh jadi digerojogi(bukan lagi kecipratan) rejeki, dapat nikmat sehat, dan dapat nikmat lainnya, karena ketaatan, banyak sujud padaNya dalam keseharian. Ngefek sama hasil yang didapat. Sekali taat, berakibat hasil yang luar biasa. Jadi kayak Ripples effect. Lho, kok ya jadi inget Ripples-nya Genesis yang keren banget itu lagu!!!

    (diiringi kincringan gitar Steve Hackett yang aduhai keren banget)

    Sail away, away
    Ripples never come back.
    Gone to the other side.
    Sail away, away.

    Demikian, sekedar ikut HORE, Hadir ngObrol soRE hehe …

    *Genesis – Ripples mode on

    • Gatot Widayanto Says:

      Alhamdulillah …. Seneng sekali mendengar komen Bro LutFi ini …. kecipratan rejeki finansial. Pasti anaknya yang masih SD pinter karena dapet beasiswa PRESTASI.

      Saya juga kemarin tertohok juga terkait tulisan ini …utamanya dengan kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa. Ceritanya minggu ini jadwal saya padat dengan interview one-on-one para boss boss di klien. Selain itu ada klien lain yang minta bertemu hari Rabu jam 10 pagi. Saya terperangah ….Kok ya YANG MAHA KUASA memberi anugerah ke saya karena pas Rabu pagi itu ada break dan setelahnya (siang) sampai sore / malam mulai lagi interview … Alhamdulilaaaaaah …. Kalau Yang Maha Kuasa turn tangan, pasti memberi yang terbaik dan saya tak perlu menyakiti salah satu klien. Saya yakin ini sudah DIATUR dan bukan kebetulan …

      Legaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..

    • khalil logomotif Says:

      Alhamdulillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: