Dahzyatnya The Flower Kings (1 dari 15)

Herwinto

Scanning The Greenhouse…Salam Perkenalan nan Indah

image

Saya sudah lupa kapan mengenal pertama kali band ini, sekitar akhir tahun 2000 an mungkin, yang saya ingat persis adalah dari mananya saya mengenal…waktu saya membeli kaset kompilasi yang dipersembahkan khusus untuk Genesis yang berjudul The Fox Lies Down, disana terdapat nama The Flower Kings yang membawakan salah satu nomor penting milik Genesis yakni Cinema Show. Saya begitu terpikat dengan nomor ini yang bagi saya jauh lebih hebat dari aslinya, sayang nomor ini mesti terpotong. Setelah itu sekian lama saya tak memikirkan band ini lagi, saya memang penggemar musik yang aneh, tidak seperti kawan kawan di blog ini yang kasetnya ribuan karena bisa mendengar band apapun.

Saya termasuk susah menerima musik begitu saja, hanya ada dua band yang benar benar menancap di hati saya Yes dan Genesis, selain itu saya hanya sekedar mendengar tanpa ada penjiwaan yang berarti, itulah mengapa saya tak banyak membeli kaset dan CD. Setelah bergabung dengan blog ini, atas kebaikan mas Gatot yang sangat memahami kesukaan saya beliau hibahkan CD TFK Scanning The Greenhouse dan album Stardust We Are….Inilah salam perkenalan nan dahsyat sekaligus indah antara saya dengan band yang dimotori oleh Stolt ini….The Flower Kings bagi saya adalah band yang setara dengan Yes dan Genesis bahkan musiknya telah sanggup singgah di sanubari saya.Musik mereka adalah prog yang mendapat ilham dari para kampiun di era 70 an utamanya Yes dan Genesis, sangat mengesankan…walau demikian sangat susah untuk mengidentifikasi secara utuh bagaimana sesungguhnya mereka meramu elemen elemen masa lalu yang mereka ambil dan menjadikannya sesuatu yang baru… … Saya baru tahu itu setelah menikmati Scanning The Greenhouse ini. Saya mendapatkan sekumpulan lagu yang saya yakin tidak sembarangan diciptakan, disusun, diaransemen untuk kemudian dimainkan. Memang benar tidak ada yang sembarangan berkarya di ranah musik prog, namun Stolt dan kawan kawan telah membawa ke tataran yang jauh lebih tinggi dan memiliki ruh…Mereka menggabungkan unsur unsur melodi, harmoni yang sangat indah, aransemen yang kompleks, tata suara yang sangat megah, serta virtuositas dalam musik mereka. Juga bisa kita dengar bebunyian di masa 70 an yang sering kita nikmati manakala kita mendengarkan Yes maupun Genesis, sebuah ramuan yang berwarna warni dan sangat kaya.

Mendengarkan musik TFK seperti orang yang sedang bertamasya, sebuah hiburan yang benar benar bergizi, seperti orang piknik ke dunia yang serba indah, serba cerah berwarna warni. Menyimak musik TFK membuat hidup jadi bersemangat dan bergairah terus dan optimis, tema tema yang selalu menyemangati, penuh pengharapan, dan selalu positip memandang problematika kehidupan, Roine Stolt sang gitaris dan penulis lagu TFK ini serasa tak pernah absent dan tak kenal lelah dalam berkarya sejak debut albumnya hingga kini. Warna warni memang menjadi kata kunci untuk musik TFK. Mereka yang mengenal dengan baik Yes dan Genesis pasti sadar bahwa Stolt dan kawan kawan tidak menghasilkan sesuatu yang sepenuhnya baru, namun kehebatan mereka adalah dengan pola lama bisa dihasilkan produk baru yang khas dan sangat padat.

Album Scanning ini adalah kompilasi TFK dari tahun 1994-1998 berisi 6 lagu asli TFK plus 1 lagu cover Cinema Show yang tidak terpotong. Album ini dibuka dengan In The Eyes Of The World 10:38, dibuka dengan permainan kibor yang langsung mengingatkan saya dengan Yes, sangat dinamis rumit dan menimbulkan suara “kuno” khas 70 an, disambut dengan gitar beserta drum yang sangat powerfull diperindah dengan karakter vokal yang sangat bertenaga. Sungguh lagu yang sangat membangkitkan semangat!!! Pada menit ke 06:55 musik berubah tempo menjadi lembut dengan alunan kibor yang indah namun tidak lama langsung di kejar dengan raungan gitar yang sangat indah, bagian penutup lagu ini sangat kompleks namun indah, sayatan gitar Stolt yang seakan tak pernah berhenti sedetik pun dipadu dengan gebukan drum yang seolah tak ada habisnya….byuuuh top dah….

Track kedua World Of Adventure 13:37 dibuka dengan alunan kibor yang sangat indah dan segera disambut dengan gebukan drum, ritem gitar serta bas yang mantab, terasa nuansa rock yang garang, pada menit ke 01:50 semua instrument terasa bersama sama menciptakan melodi yang sangat indah…pada menit ke 05:51 bagian paling saya sukai sangat terasa nuansa Genesis lama disini..musik kemudian menjadi bergerak dengan sangat dinamis, sangat kompleks, njlimet namun kekuatan melodi sangat memperindah bagian ini sampai akhir lagu.

Track favorit saya adalah yang ketiga dengan judul The Flower King (tanpa ”S”). Track dengan durasi 11:40 ini sangat nunjek ulu hati. Melodi yang disajikan benar benar membuat saya menangis sesenggukan, uwediyaaaan tenan ini band bisa mengaduk perasaan saya sampai gulung koming….Lagu ini paling huenaaak tidak hanya didengarkan tapi sambil pegang liriknya dan ikut teriak teriak…..terutama pas bagian….

Hear The Children Call…
We Believe In The Light….We Believe In Love…..

woaaaaaaaaa ngguweblag tenan…..musiknya juga kuereeen habis……terutama pas menit ke 05:30….

Track ke empat adalah There Is More To This World 10:15 sekilas pembukaan lagu ini mirip album Genesis Wind And Wuthering, namun kemudian lagu ini menjadi sangat dinamis bersemangat, perpaduan gitar,kibor serta drum yang sangat magis membuat lagu ini benar benar hidup, pada menit ke 06:02 lagu beubah menjadi mendayu dayu dengan iringan gitar akustik sebelum akhirnya kembali ke musik yang penuh dengan tempo yang lebih pelan sampai akhir lagu.

Track kelima adalah Stardust We Are part III 09:56, bagian pembukanya sangat lembut dengan disusul vokal yang teriakannya sangat saya sukai karena begitu lepasnya , seperti ketika kita berteriak untuk membebaskan perasaan yang berkecamuk di kepala kita…..track ini begitu melekat di kepala saya….track keenam adalah Retropolis 11:10 track ini benar benar progresif kaya bebunyian yang sangat kompleks, terasa benar kombinasi antara struktur yang rumit, bebunyian yang berlapis lapis, interlude dengan solo gitar yang benar benar menawan, melodi indah yang serasa bertutur dari hati ke hati, terasa pula elemen elemen lama dari para kampiun era 70 an, bagian yang paling saya nikmati adalah pada menit ke 08:17 benar benar struktur yang sangat indah.

Track penutup adalah nomor Cinema Show yang bagi saya terasa lebih indah dari aslinya, komposisinya semakin terasa indah….Inilah sekilas perkenalan saya dengan TFK, sebuah hiburan di tengah carut marutnya negeri ini, hiburan di tengah kegelapan bangsa ini, The Flower Kings menghadirkan dunia yang selalu indah dan cemerlang penuh dengan warna warna pelangi…..Salam!!!!!

Trimakasih untuk mas Gatot atas CD nya, yang saya salut beliau juga punya kasetnya rekaman Yess..mantab….deloken dewe nek ra percoyo disini.

26 Responses to “Dahzyatnya The Flower Kings (1 dari 15)”

  1. andria Says:

    saya ingat sekitar tahun 2005 saat pertama kali mendapatkan cd kopian the Flower Kings, Retropolis kl tak salah. rasanya kok musiknya lebih berat dari Genesis. lalu dapat yg Adam & Eve, sama aja😀
    di Yogya dulu pernah juga lihat Live on Earth seken (di mas Gunadi jelas) tapi krn blm tahu grup apa maka tak saya beli, sayang sekali.
    kl the Tangent saya sdh mulai bisa menikmati di album a Place in the shelf & Comm

  2. Koh Win Says:

    Trimakasih mas Gatot atas postingan ini semoga bisa menghibur kawan kawan semua….

    • khalil logomotif Says:

      Lah… IQ nya dikemanain? Kok ngga disebut sebut toh koh Win?

      • Koh Win Says:

        Ha ha ha ha jangan gitu mas Khalil…..ntar juga pasti saya tulis…

      • Gatot Widayanto Says:

        saya malahan dari kemarin sampe siang tadi di angkot berkali kali nyetel RYKER SKIES …. wadooowwww ….nangis njungkel tenan aku ….uwediyaaaaaaaan …. lagu kok muwanteb ….!!!

        Welcome, hero, to Ryker Skies
        Where all your hopes are stored
        You can leave responsibilities in ruins at the door

        Aduh biyung Gusti Alloh ….musik kok cuwantik pol!!!

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya yang terima kasij ke Koh Win karen telah menulis dengan hati …. Luar biasa!!!

      Saya jadi inget di saat saya bertugas jadi konsultab di Purwakarta, perusahaan kimia, tiap hari saya nyetel TFK dan Rhapsody of Fire. Keduanya berada di kutub yang berbeda namun saya menyukainya dua2nya karena memang tak ada yang melarang. Tapi biasanya Rhapsody lbh banyak dipuja metalhead. Ah ….gak masalah …wong prog kan open mind …. yo pow ra?

      Dulu saat dinas di Purwakarta TFK merilis album Adam & Eve. CD nta saya elus2 tiap malam …. setelah makan malam sate marangi yang mak nyus tenan….. Kala itu tol cipularang belum lahir …

  3. apec Says:

    Senasib dengan Koh Win, saya juga mengenal TFK dari Cinema Show album tribute buat genesis tersebut…Pertama kali mendengarkan di radio Wijaya dengan penyiar si Meldi Wijaya..Berhubung saat itu saya lagi gencar2nya mendengarkan PF, Genesis dan Yes, maka tak pelak, Flower kings langsung nyantol..hanya krn saat itu belum mampu beli CD nya (karena tdk dirilis dalam bentuk kaset) ya terpaksa hanya dengar dari radio dan copy-an CD, itupun pinjam teman, si Soni, dokter mata yg saat ini hidup di Medan

    • andria Says:

      lha itu, Medi Wijaya saya ingat pak apec🙂 cuma sekitar awal 2000 yg dia setel Slipknot, Kreator lalu rock alternatif seperti LIT dan Kemuri. habis itu saya mulai jarang mendengarkan radio solanya sdh beli TV & nonton VCD musik.

  4. kukuh tawanggono Says:

    Mas Herwinto

    Ulasan yg menarik sekali,menambah wawasan saya dalam musik prog.Saya merinding ketika njenengan mendengarkan Yes dan Genesis dengan hati.Suatu hal yg begitu indah dan diperlukan kemampuan tinggi untuk melakukannya(bagi saya karya-karya Yes dan Genesis itu seperti seribu misteri).

    • Koh Win Says:

      iya mas Kukuh, saya memang pengagum berat YES..khusus tentang Yes sudah saya tulis dalam Indahnya Musik Yes 1-10, Megahnya Konser Yes 1-10 dan Musik Yes di Ambang Senja 1-10 serta Yes dan ABWH 1-2.

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Herwinto sedulurku

        Saya mohon kiranya njenengan sudi menuliskan tentang Genesis terutama era PG.Kulo niki(saya ini)begitu rindu ulasan musik yg menikmatinya dengan hati.

        Matur suwon sanget(terima kasih)mas

    • Koh Win Says:

      Insya Allah mas Kukuh….yang the lamb lies down sudah saya tulis 1-4

  5. hippienov Says:

    Adalah Koh Win yang baik hati memberikanku kopian mp3 album-album TFK nan nuansamatik beberapa waktu lalu, walau jujur belum semuanya aku dengarkan ^_^ tapi jujur pada saat pertama tahu dan membeli album “space revolver” TFK bagai setitik air pelepas dahaga, secercah harapan bagiku waktu itu saat aku sempat berpikir kalo gak ada lagi band yang mau main progrock simfonik (bukan prog metal seperti DT).

  6. Edi Apple Santoso Says:

    salah satu band symphonic prog favorit saya, mereka mengikuti blueprint 1972 yang membuat orang berprasangka musik progresive kuno yang sombong dan megah …..
    Majulah Prog!! …..

  7. lutfi Says:

    Koh Win, terima kasih sudah membangkitkan lagi ttg TFK.

    Cinema show-nya versi TFK itulah yang bikin saya klepek2 dan langsung jatuh suka dengan style bermusik mereka. Gilaaa! Cinema show aja diulik mereka dgn (lebih) keren banget.

    Melihat DVD ‘Meet the Flower Kings’ mereka, betapa rumitnya musik mereka, tapi kok ya begitu terasa enak dan ngalir aja dinikmati. Setidaknya buat saya.

  8. hippienov Says:

    Ngebahas soal TFK mungkin ada baiknya kalo disinggung juga tentang KAIPA, band nya Ronnie Stolt di era 70an…

  9. Koh Win Says:

    Adalah Roine Stolt yang mempunyai sebuah gagasan agar kiblat progresif rock bergeser dari Inggris ke Swedia….dan nampaknya upaya ini tidak sia sia…..

  10. hippienov Says:

    Swedia memang sering menghasilkan musisi-musisi top dunia, sebut aja ABBA, Roxette, Ace of Base dari genre pop/dance lalu The Cardigans, The Hives dari Pop Rock/grunge, kemudian Meshuggah, At The Gates, In Flames, Entombed, Dismember, Dark Tranqullity, Opeth, Arch Enemy dari genre thrash/death metal dan tak lupa tentunya Yngwie Malmsteen serta Europe mewakili heavy metal.
    Dan dari prog muncul beberapa nama seperti TFK, Kaipa, Beardfish, Karmakanic, Anekdoten, Anglagard, etc….
    Top Koh Win postingannya, bisa nyangkut kemana-mana komentar-komentarnya…

  11. yuddi_01 Says:

    jangan lupa DPAS/ Deep Purple Apreciation Society dan omah’e simbah juga di Swedia🙂

  12. herman Says:

    Mas Herwinto, tulisannya selalu khas,…..saya belum banyak denger TFK tapi dari lagu2 TFK yang saya denger saya sependapat bahwa denger lagu TFK seperti orang piknik ke dunia yang serba indah, serba cerah berwarna warni……menurut saya permainan gitarisnya memang bikin lagu jadi indah….

  13. andria h8 Says:

    pak Herwin, numpang nanya ttg store record day yg di Solo apa jadi ada lagi di bulan April ini?

  14. Didi Says:

    TFK memang top & keren. Stardust We Are-nya bikin nangis darah.
    Band sympho prog lainnya dari Swedia yang juga saya suka adalah Moon Safari cuman style-nya jelas jauh berbeda dengan yang dimainkan TFK. Moon Safari bisa dibilang lebih ‘manis’. Lagu2nya, kalo menurut saya, gak kalah keren dibanding lagu2nya TFK.
    Review album2nya Moon Safari di Progarchives juga rata2 bagus. 3,5 sampai 4 bintang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: