Suka Duka Menjadi Istri Kolektor Kaset

Kumala Hardi

 

Bikin Rak Kaset Sendiri

 

Assalamu’alaikum wr wb

Gara-gara suami sekarang  sering buka blognya pak Gatot, saya jadi tertarik juga buat nulis. Bukan dari sisi musik tentu saja, karena memang  saya nggak tahu apa-apa tentang musik, kecuali hanya denger lagunya dan sekali-kali  ikutan nyanyi kalo lagunya  kenal.

Nah, selama  pernikahan kami yang baru menginjak 14 tahun ini,  benda yang paling saya cemburui adalah kaset.  Mas Hardi lebih banyak  memperhatikan dan ngelus-elus kasetnya yang jumlahnya ribuan itu (  jumlah pastinya belum pernah dihitung) daripada istrinya. Awal-awal pernikahan sih sebel juga, tapi lama-lama ya saya ambil  hikmahnya  saja daripada dia memperhatikan dan ngelus-elus  wanita lain he he he.

Saya jadi ingat waktu kami sedang pedekate dulu, mas Hardi nanya hobi saya apa dan saya jawab dengerin musik. Trus  dia nanya berapa koleksi kaset saya, saya jawab sekitar 25 dengan wajah bangga karena saya rasa itu sudah lumayan banyak. Eh, mas Hardi cuman senyum doang kemudian bilang  bahwa  punya hobi yang sama yaitu koleksi kaset. Waktu itu saya mikir bahwa kaset  yang dia punya  paling jumlahnya sebelas dua belas dengan kaset saya.

Awal-awal pernikahan kami dijalani secara LDR, saya tinggal di Semarang  dan mas Hardi di Jakarta.  Ketemuannya pas weekend saja. Berhubung kami masih ngontrak dan ada rencana mutasi kerja saya ke Jakarta, maka di Semarang barang pribadi mas Hardi yang ada ya hanya pakaian doang. Setelah 4 bulan menikah saya bisa pindah tugas ke Jakarta  sehingga bisa bersatu dengan suami (tapi masih ngontrak), barulah saya tahu kalo koleksi  kaset mas Hardi itu banyak.  Dia  bilang bahwa di  rumah Yogya  masih ada kasetnya,  nanti kalo sudah punya rumah sendiri akan dibawa semua ke Jakarta.

Alhamdulillah 6 bulan kemudian kami bisa membeli rumah di Condet, walaupun kecil dan mungil tapi berasa istana karena rumah sendiri.  Kemudian sedikit demi sedikit mas Hardi mengirimkan kasetnya ke Jakarta. Betapa terkejutnya saya karena yang dibawa itu berkardus-kardus.  Saya bingung, kenapa dulu waktu nginap di rumah mertua nggak pernah lihat koleksi kasetnya, eh tahunya dikardusin karena mas Hardi nggak mengijinkan siapapun nyetel kaset koleksinya,  takut rusak katanya .

Setelah semua koleksi kasetnya sudah dibawa, mulailah  ada pertengkaran menyangkut  kaset . Rumah kecil kami mulai kelihatan sesak karena kardus-kardus isi kaset. Setiap  saya pengin beli peralatan rumah tangga selalu dilarang alasannya karena rumah kecil, mau dimana lagi naruhnya. Lha dia sendiri nggak nyadar kalo yang bikin sesak rumah ya koleksi kasetnya itu. Biasanya setelah menangis ( ini senjata yang sampai sekarang masih saya pakai),  akhirnya  diijinkan beli alat yang saya inginkan.

Mas Hardi mulai kepikiran untuk menata kasetnya di dalam rak. Karena nggak ada yang jual rak kaset, dia memutuskan untuk membuat sendiri  rak kasetnya . Saya mulai mengenal suami sebagai tukang kayu. Dia  merancang rak yang akan dibuat, membeli kayu, paku, palu dan alat-alat tukang lainnya.  Setelah semua bahan lengkap, mulai  mengukur, memotong , memaku dan memasang  .  Dulu sebelum berpengalaman, papan  kayu  mesti  dipotong  dan diserut sendiri sehingga pengerjaan rak kaset lumayan lama dan kurang halus. Tapi  lama-lama dalam 2 jam mas Hardi sudah bisa menyelesaikan proses pembuatan rak kaset, karena beli kayu yang sudah diserut dan dipotong di toko kayu sehingga di rumah tinggal memaku dan memasang.

Akhirnya satu persatu rak kaset berhasil dibuat. Nah, saatnya memasang kaset. Kaset dibongkar dari kardus  kemudian  dibersihkan. Saya pikir kaset langsung bisa ditaruh di rak. Tapi ternyata, kaset diperiksa dulu ada yang rusak nggak,   kemudian diplastik biar nggak dimakan rayap  lalu disortir berdasar  penyanyi, genre,  produksi   siapa dan lain-lain.

Proses sortir ini memerlukan waktu yang sangat lama. Sambil  melantai ( ndlosor di lantai), mas Hardi jejer-jejer kasetnya , terkadang  dia  menceritakan sejarah kaset yang sedang dipegang, yaitu kapan dibeli, dimana dibeli,harganya berapa,  genrenya apa, anggota group band dan lain-lain . Saya semakin mengenal bahwa   suami saya  orangnya sangat  teliti dan ingatannya kuat  ( tapi khusus tentang kaset saja he he he). Kadang-kadang saya sindir, ngapain juga mesti  hapal sejarah group band  karena  nggak ada gunanya secara dia bukan penyiar radio atau wartawan majalah musik.

Saya sama sekali enggak bantu  mas Hardi dalam proses menyortir dan menata kaset di rak. Semua dia lakukan sendiri, karena kalo saya bantu malah bikin ribet  orang saya memang nggak paham apa maunya. Lamanya proses penataan tersebut itu juga karena  saya lihat mas Hardi suka berlama-lama memandang cover kaset yang dia suka. Dia pandang kasetnya  penuh cinta dan dipegang secara hati-hati .  Kalo sudah pose begitu, diajak ngomongpun dia nggak bakal nyaut. Cemburu kepada kaset mulai muncul, perasaan saya nggak pernah diperlakukan begitu deh he he he.

Akhirnya, alhamdulillah semua kaset berhasil  ditata di rak.  Mas Hardi  bisa sepuasnya memandangi  semua koleksi kasetnya. Saya juga ikutan seneng dong, ternyata suami punya kaset lagu-lagu yang dulu saya pengin tapi nggak punya kasetnya. Herannya dengan  ribuan kaset koleksinya , kalau saya iseng pengin nyetel kaset , hanya lihat dari rak yang kosong saja mas Hardi bisa tahu  kaset apa  yang saya ambil.  Woah, begitu perhatian (pada kaset) bukan?

Contoh Rak Kaset

Contoh Rak Kaset

Begitu sekelumit cerita saya menjadi istri kolektor kaset. Kalau diijinkan kapan-kapan saya pengin posting lagi cerita topik lainnya, tentunya masih tentang suka duka menjadi istri kolektor kaset. Terima kasih banyak kepada  Pak Gatot yang sudah menginspirasi saya untuk menulis apa yang sudah bertahun-tahun ini saya rasakan tanpa tahu harus berbagi pada siapa.

 

Salam

Kumala

 

77 Responses to “Suka Duka Menjadi Istri Kolektor Kaset”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh …

    Ibu Kumala yang baik …

    Terima kasih banyak atas tulisan yang sungguh sangat menyentuh hati ini. Dengan tulisan ini maka blog gemblung ini bukan lagi “It’s a Man’s World” ….karena ternyata seorang MenKeu juga membuat posting menyejukkan ini ….

    Tulisan ini semakin mengokohkan temen2 gemblungers banhwa mengelus elus kaset lebih baik daripada mengelus kucing …eh salah ….mengelus putri orang …. ha ha ha ha …

    Sekaligus postingan ini menyemangati mas Kukuh supaya segera rabi karena ternyata masih banyak Nona R lainnya yang bakalan menjadi menKeu yang baik bagi mas Kukuh …

    Sekaligus juga menyemangati buat MenKeu lainnya …Menkeu mas DananG, menKeu mas Khalil …juga membuat tulisan seperti ini …

    Bukankah blog gemblung ini milik kita bersama?

    Monggoooo …..

    JrEnG!!!

    Wass

  2. Gatot Widayanto Says:

    Oh ya lupa … yang ini nih yang saya salut:

    ” …kalau saya iseng pengin nyetel kaset , hanya lihat dari rak yang kosong saja mas Hardi bisa tahu kaset apa yang saya ambil.”

    Edan tenan mas Hardi ini …hapal semuanya!!!!

  3. Budi Putra Says:

    Nah, ini dia blog gemblung skrg ini boleh dibilang tdk bias gender alias mengedepankan jg emansipasi wanita…tp maaf ya bu judulmya bikin sy ngguyuh…hehehe…hebat ibu Kumala ini benar2 menkeu/istri yg baik hati. Salut saya utk ibu!

    Salam,

  4. kukuh tawanggono Says:

    Ibu Kurmala

    Ini yg mungkin dirasakan oleh alm ibu saya dulu.Namun dia dengan rasa cintanya yg begitu luas,selalu bertahan.
    Bagi alm ibu musik/kaset adalah tali kekang yg mengendalikan keabnormalan saya.Dari musiklah beliau mengajarkan kepada saya tentang kedisiplinan,cinta ,kesetiaan,tanggung jawab,dan lainnya.
    Andai beliau masih hidup akan saya bacakan tulisan ini didepannya(karena beliau ndak bisa membaca).

  5. Budi Putra Says:

    Sssstt, mas Kukuh bukan Kurmala tp Kumala…gak pake R…hehehe

    • Gatot Widayanto Says:

      Mungkin karena sedang rapat RT dan RW ada luRah …semuanya pake “r” …trus ditambahi sakenake dewe mas .. ha ha ha …

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Alhamdulillah rapat sampun mantun(rapat sudah selesai),mohon maaf saya ndamel(membuat)kesalahan lagi.
        Untuk pengganti nona R, saya serahkan pada gusti Allah SWT semata.Untuk saat ini biarlah Jembres(kucing peliharaan saya yg pernah saya ceritakan)menjadi teman dalam kesendirian saya.

    • Budi Putra Says:

      Masih inget nona R aja…

      • Gatot Widayanto Says:

        Ha ha ha …mas Budi bisa aja …!!!! Nona R yang melegenda itu …ha ha ha ha …

      • kukuh tawanggono Says:

        She wasn’t Helen of Troy
        Whose beauties drove men to destroy
        Now she wasn’t like a quen
        Ahose richnes men like to win
        She was a simple women
        Oh yes ,she was

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha Mas Budi ono ae(ada aja)

  6. andria Says:

    tahun 2009 kl tak salah saya pernah mampir ke rumah mas Hardi sejenak. itu pertama kali saya ketemu beliau sejak berpisah sekitar tahun 1996. dulu pas di rumah aslinya di PyongYang eh Piyungan, Gunung Kidul (DIY) kaset2nya juga sdh dibuatkan rak kayu dan diplastiki juga. pas saya ke sana sambil bawa beberapa cd mp3 kopian sendiri dari daftar permintaan mas hardi saya sempat was-was dgn bu Kumala, takutnya gara2 saya bawa mp3 ini malah jadi perang di rumah beliau😀 tapi untunglah tak terjadi
    tadinya saya kira pas baca judulnya yg nulis isteri mas DananG atau pak Khalil😀

    • Budi Putra Says:

      Hadeuuhh…tambah asik deh blog gemblung ini apalagi kalo ditambahi suka duka istri2 yg lain ya…hehehe…seru!

  7. hardi Says:

    Memang pak, sejak saya kenal eh dikenalkan mas andria dg blog ini istri sy ikut senang krn sy dpt teman baru yg sehobi. kata dia ‘ada warna lain selain rutinitas ngurusi kerjaan’
    dan kenyataannya memang seperti itu, sy jadi lebih hepi.
    Gak tahu sebabnya, tiba@2 tadi pagi istri bilang ke saya
    ” pak sy mau nulis di blognya pak Gatot”
    ” silakan saja asal gak jelek2in sy. ntar sy malu kalau ketemu sm pak Gatot, mas Kukuh, mas Budi, Andria dkk” psn sy

    • Budi Putra Says:

      Mas Hardi, hahahhaa…Hebat mas!…hadeuuh sy suka sekali baca tulisan istri mas Hardi, seneng bgt saya. Sy baca sambil ngguyuh loh mas, krn pas sy buka blog ini lgsg baca judulnya…hahaha…awalnya sy pikir ini guyonannya mas Gatot…hahaha…bener2 minggu yg menyenangkan. Mas Hardi dahsyat sekali koleksinya, touubbss mas!

      • hardi Says:

        Mas budi, emang sy waktu msh kuliah lebih banyak ngurusi kaset; ngelus2 kaset, hunting kaset sama ngomongin kaset.
        teman setia di dunia perkasetan ya mas Andria itu.
        kakak2 sy sampai bilang “kuliah kok gak punya buku”
        duit jatah transport n buku lebih banyak dialokasikan di kaset

    • Gatot Widayanto Says:

      Obrolan mas Hardi dengan Nyonya kelihatan mesra sekali dan asik banget ada keberanian buat menulis di blog gemblung … Tapi bu Kumala memang hebat! Sekali nulis langsung nunjek dan berjanji akan menulis lagi ….whoaaaaaa….. Pasti seru! Saya gak sabar menunggu nih ….

      *) Sekalian manasin mas Kukuh ben cepet rabi …

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hardi sedulurku tercinta

      Ningali koleksi njenengan niku(melihat koleksi anda itu),manah kulo maleh trenyuh(hati saya terharu).Betapa njenengan merawat kanti hati-hati sekali.
      Karya ingkang sae mas,saget didadosaken tulada para sedulur-sedulur sedaya .(Karya yg bagus sekali mas,bisa dijadikan contoh sedulur-sedulur semua)

  8. andria Says:

    sepertinya yg mengenalkan saya dgn Hardi ini lewat perantaraan kaset juga krn jujur saja saya lupa kok bisa kenal dia.😀
    maklum dia kakak angkatan saya di fakultas & saya tak berusaha kenal dgn kakak2 angkatan saya kecuali yg seruangan kuliah (artinya mereka kaum pengulang mata kuliah dasar sprti saya)🙂
    setelah itu saya sepertinya harus cepet-cepetan menyambar kaset seken di Bringharjo sebelum keduluan dia🙂 walau untungnya Hardi tidak berminat membeli kaset2 seken yg baru. kaset2 baru yg dia cari biasanya yg masih ada hubungan dgn kaset2nya di masa lalu.

    • Gatot Widayanto Says:

      Rupanya mas Andria dan mas Hardi ini dari dulu bersaing cari kaset ya ….ha ha ha …seru banget ceritanya …

      • andria Says:

        benar pak gatot😀 pernah dia menunjukkan dapat Frank Zappa – Shut Up & Play Yer Guitar (Billboard) padahal malamnya saya juga ke lapak yg sama tapi nggak nemu apa2

  9. Kumala Says:

    Terimakasih atas semua komennya pak.. Seneng deh, responnya bagus banget.
    Buat mas Kukuh, saya yakin almarhumah ibunda bangga sama mas Kukuh. Perkara pengganti Nona R, serahkan sama Allah saja ( sebenernya saya nggak mudeng lho setori tentang Nona R ini he he)
    Saya nggak marah kok sama mas Andria, namanya juga hobi kasetnya mas Hardi itu sudah dilakoni sebelum kenal saya. Saya mah “take it for granted” aja he he he, orang juga memang nggak bisa diubah lagi kok.

    • kukuh tawanggono Says:

      Bu Kumala

      Matur suwon sanget(terima kasih).Alm ibu itu seperti sebuah karya indah yg diciptakan gusti Allah untuk saya.Bahkan indahnya akan terus membekas di hati saya.
      Nona R itu bukan siapa-siapa,cuma gurauan semata.

    • Gatot Widayanto Says:

      Nona “R” itu wasn’t Helen of Troy …

      Tapi ada lagunya lho … dipopulerkan oleh Chrisye lho …

      Nona Nona Risa ….

      Ha ha ha ha …salah sithik ora opo2 to mas Kukuh …

      “The Mystery of Ms R” …..wakakakakakakak ….

      Urip kok mung nggo ngelamun wae to mas Kukuh ….wis gek ndang rabi kono ….!!!

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha
        Mas Gatot wonten-wonten mawon(ada-ada aja)

    • Gatot Widayanto Says:

      Bu Kumala ….

      Begini lho setori antara Mas Kukuh dan Nona R yang heboh itu …..

      (Sambil bisik2 ngomongnya ….)

      Wakakakakakak ….

    • Budi Putra Says:

      Bu Kumala kalo pas tidur mas Hardi suka ngelindur gak bu? “Kaset Dokken…zzzz…kaset Loudness…zzzz….

      • Kumala Says:

        Ga segitunya kali pak Budi. Mas Hardi kalo tidur nggak nglindur….tapi ngorok he he he..

  10. hippienov Says:

    Salam kenal dan salam hormat Ibu Kumala dan Mas Hardi,
    Aku suka sekali membaca tulisan Ibu, sangat menghibur. Kisah Ibu dan mas Hardi hampir sama dengan yang dialami istriku. Dari masa pacaran dulu istriku (dulu masih pacar) sudah tau kalo hobi calon suaminya ini adalah beli kaset/cd. Bahkan kalo ditawarin mau hadiah apa untuk ulang tahunku pasti aku akan minta dibelikan kaset/cd, ogah yang lain. Tiap ke mall pasti yang dicari adalah toko musik. Bahkan aku memberi penilaian keren tidaknya suatu mall atau tempat lainnya dari ada tidaknya toko musik yang keren disana. Kalo ada toko kaset.cd yang tergolong komplit (sesuai selera musikku tentunya) maka aku akan berulang kali ngajak dia jagong ke tempat itu gak peduli jauh. Tapi kalo gak ada toko kaset/cd nya maka biarpun tempat itu bagus atau cozy luar biasa aku akan males-malesan dan mencari seribu alasan untuk gak pergi ke sana, hehehe…
    Beberapa tempat tersisa di Jakarta yang aku bilang ok (sepanjang pengetahuannku) antara lain: Sarinah, Jalan Sabang, Mall Taman Anggrek, Blok M Square, Detos Depok, Taman Puring, Jl. Surabaya dan Citraland Grogol.

    Pada awalnya istriku suka protes dengan kebisaanku ini, uang gaji yang pas-pasan selalu disisihkan untuk beli kaset/cd tapi ya lama-lama pasrah juga. Tapi aku pun gak selalu terang-terangan kalo beli kaset/cd karena masih takut istriku akan terkejut kalo tau harga cd/kaset jadul yang “wow”, hehehe…
    Makin hari koleksi kaset/cd ku makin bertambah dan rasanya sebagian ruang kamar tidur kami (karena kami masih numpang di rumah orang tuaku maka kami hanya kebagian 1 ruangan kamar tidur yang dulunya kamar aku dan adikku) dikuasai oleh tempat penyimpanan kaset/cd. Untuk menjaga jangan sampai kami tidur di atas kaset/cd, hehehe… sebagian aku pindahkan ke kamar adikku tapi hal ini gak mengatasi masalah karena melihat ada ruang kosong malah kegilaan aku dan juga adikku makin menjadi. Akhirnya sekarang kamar adikku juga mulai sesak dengan kaset-kaset yang tadinya pindahan dari kamarku.
    Ada rencana untuk bikin rak seperti mas Hardi atau mas G tapi belum terlaksana karena kendala budget.

    Begitu “gila” nya aku ngumpulin kaset/cd samapi papa mamaku sendiri gak bisa “menyadarkan” aku dan akhirnya menyerah. Bahkan saat aku punya rencana menikah kedua orang tuaku berkelakar kalo nanti baju pengantinku akan dibuat dari rangkaian kaset dan cd, hahaha…

    Keren ceritanya bu Kumala… aku tunggu kisah yang lain ya ^_^
    Salam…

    • Budi Putra Says:

      Mas Hippie…hahaha…mantap! Emang kaset teman setia kita mas. Sptnya hanya kaset yg bisa mengerti perasan kita…hahaha…mas. Hippie sy lbh parah lg pas mau married punya duit 500 ribu bukannya sy belikan sepatu utk persiapan married (krn sepatu sy sdh jadul) malah sy borong kaset di Pasaraya Blok M…hehehe.

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie sedulur lanangku(saudara lelakiku)

      Sama mas sayapun sering diomeli orang-orang disekitar saya.Bahkan yg lebih ekstrim mulai saat ini ada batasan yg harus saya patuhi dalam berbelanja kaset/cd/ph.Napa mboten ngenes ten manah(apa ndak nelangsa di hati),uang-uang saya sendiri,dari hasil keringat-keringat saya sendiri lha kok ada pembatasan segala.

      • andria h8 Says:

        itu lumrah mas Kukuh, soalnya orang2 pasti berpikir “bojomu opo yo arep dipakani kaset ” (isterimu apa ya akan kamu beri makan kaset ). ada yg harus ditabung utk masa depan sih mas

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha …….Bukannya begitu mas Andria h8.Sebenarnya kalo untuk masa depan (mohon maaf sekali bukannya saya bermaksud menyombongkan diri)rumah walaupun hanyalah gubuk saya udah punya,tabungan ya dikit-dikit menyisihkan(kalo dihabiskan semua kan sama dengan bunuh diri),kendaraan ya ada.Jadi misalnya saya sudah dipertemukan sama jodoh saya itu ya ndak nemen-nemen ngrepoti toh.
        Lha ini ndak ae bikin peraturan tapi ndak lihat kondisi di lapangan.Ini kan namanya melanggar hak asasi saya dalam menikmati musik…ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha Repot mas…..repot

    • Kumala Says:

      Terima kasih Pak Hippie. Salam kenal juga. Saya rasa pengalaman Nyonya mirip-miip pengalaman kami. Soalnya setelah saya baca-baca komen para bapak-bapak kolektor, ternyata emang udah pada cinta mati sama kaset serasa istri pertama

    • Gatot Widayanto Says:

      Seru banget ini komen mas Hippie … Maaf baru sempat baca secara rinci. Ternyata memang kegilaan kita semua hampir2 mirip ya … Yang di otak kita hanya kaset dan CD aja. Saya juga gak suka ke mall KECUALI: ada toko buku dan/atau toko CD …. Kalau sekarang mah …hanya ada satu mall aja: Blok M Square … ha ha ha ha …including great mushalla … Udah lah …insya Allah dunia akhirat dapet di Blok M Square ini …

      Oh ya ….kita tunggu istri mas Hippie menulis di blog ini ya …. Ayo …semua istri pada nulis … Udah dipelopori Bu Kumala lho.

      Monggo mas Hippie …atau mas DananG? hayo …siapa duluan??? ha ha ha ha ….

      Suweruuuu ,…..!!!

  11. Budi Putra Says:

    Mudah2an gk ada tulisan dengan judul “Pengakuan Dosa Suami Kolektor Kaset”…hahahha

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Budi sedulur lanangku

      Uang bisa dicari…….kaset/cd/ph bermutu sulit dicari,mumpung ada sikaaaaaaaat…..ha ha ha ha ha ha ha ha ha

      Rehat sejenak, sebelum menuju sesi kedua menyaksikan rayuan maut divisi marketing didepan para Godfather

      • hardi Says:

        Mas kukuh prinsip dlm mengoleksi kaset kok sama dg saya, waktu bujang sy kadang2 utang sm temen or saudara. “duit bisa diutang, kalau kaset gak bisa diutang, Jadi waktu itu kalau ada kaset bagus harus disikaaaaat walau dg duit utangan”

      • kukuh tawanggono Says:

        Setuju mas Hardi

        Asal nama Wu Tang Clan yg menjadi nama clan saya juga karena itu.Dulu saya sama beberapa teman itu senang hutang untuk beli kaset,bahkan kalo bayar secara kredit, kaya abang panci.Biasane kartel-kartel kaset selalu ngomong Wut…Wut…Utang maneh ngono,sing wingi durung lunas lho sam.Jadilah diberi nama Wu Tang Clan(kelompok seneng hutang).

  12. hippienov Says:

    Ha3..geli aku baca komen mas Budi, uangnya buat borong kaset😀
    Aku juga gitu mas, sepatu kerja udah bodol jebol tapi kalo disuruh beli bilangnya sayang duit atau gak ada duit. Tapi kalo beli kaset/cd gak pernah gak ada duit, ada aja dananya,ha3..
    Malah dulu tagihan kartu hutangku (kartu kredit) isinya cuma pembelian di duta suara dan musik+ sarinah tok gak ada yang lain, parah d😀

  13. hippienov Says:

    Mas Kukuh, sampai dikasih budget gitu mas?😀
    Istriku pernah juga demikian tapi tetap aja aku gak bisa tahan mas, ujung-ujungnya aku tetap beli diam-diam tanpa istri tau. Kalo beli pake kartu kredit lembar tagihannya aku minta mamaku simpan di kamar beliau jangan taruh di kamarku, biar aman mas istri gak tau. Dan kalo ditanya istri berapa sisa utang aku pasti bilang udah berkurang kok padahal malah nambah,ha3..
    Tapi sejak punya anak dan biaya hidup bertambah aku sendiri yang mulai jarang pake kartu buat beli cd/kaset mas disamping harga cd makin mahal. Sekarang lebih banyak minta tolong teman-teman di blog u/ kopi mp3 (mas Yuddi dan koh Win supplier utamaku) atau beli cd kopian aja. Kaset tetap beli di lapak-lapak loak😀

    • kukuh tawanggono Says:

      Lha ini….lha ini……resep dari mas Hippie memberi saya ide.Coba mas mbak yu saya ini kan gampang disuap,nanti biar saya atur gimana caranya agar kalo beli cd/ph/kaset bbnya saya simpan kedia.
      Soalnya kalo pengawas sekarang sama dulu beda jauh mas.kalo yg dulu(alm ibu paling banter kalo keterlaluan belanja kaset/cd/ph cuma digebukki)ndak begitu berbahaya.Kalo yg sekarang(adik ancamannya itu membuat saya keder :”kalo saya terus-terusan bandel,akan dirabe’na/dinikahkan”)itu kan amat berbahaya sekali.

  14. hippienov Says:

    Dinikahkan piye mas? Lah malah enak to mas dinikahkan ^_^

  15. herman Says:

    Bu Kumala saya salut sama tulisannya…..tulisan yang keluar dari hati…..ternyata kita tetanggaan ya , saya di tmii….tolong disampaikan P Hardy, alamat e-mail saya hermandananggoro@gmail.com…..

    • Kumala Says:

      Terima kasih banyak pak Herman…mas hardi pasti seneng punya tetangga sehobi. Insya Allah nanti dia komen sendiri. Semalam first media di rumah error soalnya

  16. hippienov Says:

    Hahaha…ada-ada aja mas Budi, sekarang udah sulit cari wanita yang style nya kayak Janis Joplin, kalo yang bergaya ala Agnez Mo banyak mas, wakakak…

  17. hippienov Says:

    Hehehe… mas Kukuh yang baik hati dan prog-rocker ternyata takut dinikahkan ^_^
    Memang betul mas, kalo belum siap lahir/bathin 1000% lebih baik jangan buru-buru memutuskan menikah, dan menurutku being single as bachelor is not a mistake, it’s an option… and I think it’s a great option. Trust me…

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie sedulur lanang sigarane atiku(saudara lelaki belahan hatiku)

      Setuju sekali mas.Akankah kita bersanding dengan seseorang,sementara hati ini masih terjerat pada indah alunan suara Janis Joplin yg dengan sukses berhasil memenjarakannya dalam lubang tergelap……….he he he he

      Dalam perjalanan kembali ke kantor,ditemani Janis Joplins album Grates Hits

      • Budi Putra Says:

        Dulu, di taman puring ada kaset “Queen of Blues-Janis Joplin” terbitan Aquarius…keren sekali covernya, syg harganya jahiliah 50 ribu

  18. hippienov Says:

    MAs Kukuh, jangan lupa mendengarkan lantunan suara Joplin yang super-duper serak sexy itu dalam “Mercedes Benz”… O Lord, would You give me a mercedes benz…my friends all drive porsche…”
    dan “Summertime” yang dahsyat buanget itu…
    Suwun mas

    • kukuh tawanggono Says:

      Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha …………… Cocok mas Hippie.Setiap mendengar JP soul yg keluar adalah sesuatu yg amat rapuh,amat mudah hancur.
      Saya jadi ingat sosok yg mempunyai soul yg persis dengan yg JP miliki.Di dekatnya saya merasa sebagai seorang lelaki seutuhnya(menjaganya agar jangan sampai hancur).Lho saya kok jadi ngelantur…..he he he.
      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf) mas Hippie.

      • Budi Putra Says:

        Tuh kan bener sy bilang, Janis Joplin…coba jg dengerin “Maybe”…

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……….Mas Budi mbuka catu lawas(luka lama)ampuuuun mas kapok saya…….ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha

  19. rere Says:

    http://invite4job.com/?id=33775

  20. hippienov Says:

    Berarti sedulurku sing baik hati mas Kukuh sudah punya seseorang dengan tipikal seperti mbakyu Joplin.. Apa style suara nya juga mirip dengan JP mas?
    Memang betul kata mas, dibalik ke-sexy-an suara JP setiap aku dengar lagu dia apapun itu entah kenapa aku seperti merasakan betapa fragile nya Janis Joplin, jadinya agak suram kalo denger JP. Apa mas juga merasakan hal yang sama?

    • Budi Putra Says:

      Joplin itu enaknya bila didenger pas malam hari disaat kantong lg bokek, dus istri lg cemburut….xixixixi…

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Budi,saya ada kenangan indah sekaligus buruk untuk JP ini.
        Beli kaset JP ditemani nona R,jalan bergandengan tangan tanpa ada kata yg muncul.Hanya hati yg bicara tiada yg lain(jujur perasaan ini tidak pernah saya dapatkan hingga kini)
        Hari terakhir kalinya ketika saya berhubungan dengan makhluk yg namanya wanita.Via telp hanya terdengar suara Kukuh please…..Kukuh please…..Kukuh please dari nona R sementara saya hanya tercekat seakan dunia saya menjadi gelap.Sehabis itu saya memutar kaset Janis Joplin,pada lagu cry saya putar berulang-ulang hingga kasetnya mbliyut.Saya ingat waktu itu saya nangis, saya baru diam ketika ditenangkan oleh alm ibu.Waktu itu alm ibu menjelaskan apa itu cinta dan apa itu wanita(daster yg dipakai ibu sampai basah mas,gara-gara dibuat menghapus air mata saya).
        Saya ndak akan malu menceritakan hal ini,karena inilah hebatnya alm ibu saya.Walau dia kadang keras kepada saya tapi juga mempunyai sisi lembut yg saya butuhkan disaat-saat seperti itu.

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie sedulur lanang tercintaku

      Itu hanya cerita lalu mas(bahkan kini saya yg hancur berantakkan).
      Benar mas,JP itu soulnya teramat rapuh sekali,seakan dia terbuat dari sesuatu yg mudah hancur.
      Bagi saya JP itu simple,natural,jujur,indah jadi ndak usah dipoles lagi kalo dipoles malah kelihatan jelek.Tapi dunia selalu menghendaki dia untuk jadi orang lain.Itu pendapat saya tentang JP.

      • Gatot Widayanto Says:

        Tret ini dahzyat ….sudah banyak banget komen nya. Saya hanya bisa baca sambil mèsam mèsēm karena lucu dan seru. Mas Kukuh jadi icon nya …ha ha ha ….. seruuui ….!!!

        Terima kasih ya Bu Kumala …telah berhasil membuat pancingan seru ….ha ha ha ….

      • Gatot Widayanto Says:

        Sepertinya mas Kukuh sedang menyusun naskah akademis tret selanjutnya menyambung buah karya bu Kumala ini:

        SUKA DUKA MENCARI ISTRI UNTUK KOLEKTOR KASET

        Wakakakakak …..

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Mas Gatot ampuuuuun mas,saya dijalu kanan kiri.

  21. apec Says:

    Mas Hippienov, mas Kukuh bener2 takut kalo diancam dinikahkan , lha kalo yg akan dinikahkan juga cowok, siapa yg gak takuttttt….lama sekali belum ikut komen..
    Mbak Bu Kumala, pengalaman njenengan setali tiga uang dengan istri saya…ini artinya, pd Prog Ring Mendatang, para Menkeu sepertinya bisa diikutkan hadir

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Apec sedulurku kang dadi priyayi agung

      Mohon maaf baru balas sekarang(barusan mendampingi pak RT plus pak RW ninjau TPS).Bukannya takut mas,saya ini masih trauma sekali dengan makhluk yg namanya perempuan.Kalo njalu sakiiiiiiiiiiiiiiiiit sekali,ndak ada obatnya………he he he

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Kukuh,

        Saya pernah membaca buku, bahkan pernah dengar dari taklim yang intinya: Jangan sampai kita mencintai sesuatu yang ada di dunia ini begitu dalam sehingga kalau suatu saat ditinggal (baik dibubarin sama pasangan, atau karena dia meninggal dunia) kita tak merasa kehilangan. Cinta yang paling aman dan kekal adalah kepada sang Khalik dan Rasul-Nya … Semakin dalam cinta kita maka semakin tenang hidup kita. Kalau orang Jatim bilang mèntèr waé …apappun yang terjadi.

        Mas Kukuh tinggalkan aja kenangan manis maupun pahit dengan Nona R …bangun cinta baru dengan Nona lainnya … Kadang yang membuat kita sakit adalah karena ada perasaan dihinakan bila kita diputus (misalnya). So what???!!! Sting aja bilang begini:

        “If you love somebody, set them free ….”

        NEXT!

        Powered by Telkomsel BlackBerry®

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo

        Matur suwon sanget sampun purun maringi wejangan(terima kasih sudah diberi wejangan).Akan saya ingat-ingat ini dan sekuat tenaga akan saya laksanakan segala dawuhe (perintah)njenengan itu.

      • andria Says:

        atau dengarkan Black Sabbath – Changes aja mas🙂

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha mas Andria ono-ono ae(ada-ada saja),masih lebih enak lagu War Pig mas ha ha ha ha ha ha ha ha

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Kukuh …

        Jangan cuma “matur nuwun” … JUST DO IT! Bertebaranlah kau di muka bumi ini ….insya Allah jodoh akan dapet … he he he he …. Wis ora usah angel2…anake pak RT utawa Pak RW wae disabet …!!! (Udah gak usah susah2 …putrinya pak RT atau pak RW aja disabet ..) ….

        Jangan2 belakangan ini rajin ke pak RT memang sudah ada udang dibalik rempeyek dengan kedok pemilu? (pemilihan untuk istriku) …wakakakakakakakakakakak …..

      • kukuh tawanggono Says:

        Ha ha ha ha ha ha ha ha…..mas Gatot wonten-wonten mawon(ada-ada saja).Njih mas Insya Allah kulo laksanaaken dawuhe njenengan(saya laksanakan petuah njenengan).Kalo saya menikahi anak pak RT/pak RW bisa gawat mas.Lha anak-anak mereka itu lelaki semua niku…he he he
        Saya dikampung itu jadi sekretaris RT mas,kalo di RW saya sering diajak kalo ada rapat-rapat.Karena hal tersebut sampai ada tetangga saya menyebut saya “Pak Carik”.Jadi ya gini ini kalo dikampung ada kegiatan/negara lagi ada hajatan besar saya ketiban sampur jadinya.

  22. Budi Putra Says:

    Mas Apec, itu namanya jeruk makan jeruk…mas Kukuh pancen oye!

  23. Nono Says:

    Jujur, sy jd ketawa baca keluh kesah bu kumala, krn istri sy juga prnh mengeluh perihal yg sm, krn terkdng saking asiknya ngelus2 kaset smbil dgrin musik tentunya, smpe lupa wkt klo sdh larut mlm, istri jd protes, kaset aja dielus2 smpe lupa wkt, klo sdh bgitu sy mesam mesem aja. Istri sy juga prnh protes krn tape deck drmh smpe ada 7 dan 3 ampli, wkt itu sy beralasan utk cadangan kuatir ada yg rusak. Sy ingat betul wkt itu istri blg, emang tape smpe 7 itu mau diputer bareng.hehehe. tp skrg mlh istri sy jd mendukung sy koleksi kaset, alasannya sederhana, krn dg sy koleksi kaset, maka sy lbh betah drmh. Hehe.salam prog.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Nono,

      Saya senang sekali dengan cerita mas Nono ini., terutama dengan hadirnya 7 tape deck . Wah! Ampli juga 3.

      Ayo mas diulas dan difoto terus dikirim ke gatotprog@gmail.com. nanti saya upload mas.

      Saya tunggu ya mas …

      Salam,
      G

  24. Boeddhierif Setyawan Says:

    Ibu Kumala Hardi dan Pak Gatot, saya mohon ijin untuk saya share tulisan ini kepada calon istri saya ya..
    Biar dia membaca tulisan ini terus dia gak sering cemberut kalo dia tahu saya transfer uang atau bayar cash untuk membeli gulungan pita yg dibalut dalam mika dengan dan kertas dengan gambar-gambar yang penuh makna..hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: