Bigelf “Into the Maelstrom”

Budi Putra

 

bigelf

Dalam sesi wawancara dengan majalah musik terkemuka, Rolling Stone (Juli 2010), Mike Portnoy (ex Dream Theater) menyatakan bahwa Bigelf merupakan band muda era kini yang menjanjikan dan akan menjadi band besar dalam jajaran scene progrock/metal mendatang. Perpaduan antara sound yang dimiliki The Beatles, Black Sabbath, Pink Floyd, King Crimson, juga Queen, menjadi kelebihan tersendiri dari band besutan Portnoy ini.

Bigelf berdiri pada tahun 1991 di Los Angeles, CA, dipelopori oleh Damon Fox dan Richard Anton, yang memang memiliki sound dan tampilan personil ala band prog/psikedelik era lampau. Pada sesi live, style bernyanyi Damon Fox juga terbilang atraktif dan pastinya memerlukan teknik tingkat tinggi karena sambil bernyanyi dia juga memainkan dua perangkat hammond yang berada di sisi kiri dan kanannya. Sebuah teknik yang tidak mudah tentunya untuk menghasilkan kualitas musik setara progrock/metal yang terbilang rumit apalagi dibawakan dalam versi live. Pertama kali saya mendengarkan Bigelf lewat single di album Cheat The Gallows,  “Money, It’s Pure Evil” yang dirilis pada 2008, dan saya coba browsing klipnya via youtube. Menurut saya sound pada lagu ini memang mewakili perpaduan dari band-band yang disebutkan Portnoy diatas, atau versi lain dari “Money” milik Pink Floyd yang fenomenal itu bisa didengarkan pada nomor “Disappear”. Selain lagu tersebut diatas nomor
“Bats in the Belfry I” yang masih kental aroma Pink Floyd nampaknya patut juga untuk di simak. Sedang, “Carry the Load” riff model Black Sabbath membuka intro pada lagu ini serta beberapa nomor lain yang kuat aroma psikedeliknya. Nomor-nomor tersebut bisa kita nikmati pada album Hex.

Geliat Bigelf semakin terlihat saat mereka mendampingi tur Dream Theater di Amerika Utara dan Eropa dan ke Amerika Selatan dan Meksiko di tahun 2010 pada perhelatan Progressive Nation (PN), yang digagas Portnoy. Sayangnya band ini tidak mampu bertahan pada komposisi personil lamanya dengan hengkangnya Steve Frotingham dan Ace Mark menjelang album terbaru mereka terbitkan di 2014 ini, “Into the Maelstrom”.

Setelah sekian lama tanpa album kali ini hadir album terbaru mereka “Into the Maelstrom”. Album ini di rilis pada 3 Maret 2014, di Eropa dan 1 April 2014, di Amerika Utara. Ini adalah album pertama Bigelf sejak kepergian anggota lama mereka Steve Frothingham dan Ace Mark. Pada album ini selain gitaris Luis Maldonado yang menggantikan Steve, Begelf menyertakan pula Mike Portnoy pada seksi drum. Album ini diproduksi dalam edisi terbatas dengan bonus CD yang berisi remix dan versi demo, serta edisi 2LP vinyl dengan full album pada CD. Ajib nya, semua lagu dan komposisi dikerjakan oleh Damon Fox. Pada album ini aroma band-band masa lampau masih menyertai album ini. Namun boleh dibilang kehadiran Portnot pada sesi drum memberikan pengaruh tersendiri dari band yang dia kagumi ini.

Title:
1. Incredible Time Machine (3:57)
2. Hypersleep  (5:38)
3. Already Gone  (3:29)
4. Alien Frequency (4:15)
5. The Professor & The Madman (6:00)
6. Mr. Harry McQuhae  (6:14)
7. Vertigod  (3:58)
8. Control Freak  (2:52)
9. High  (7:11)
10. Edge of Oblivion (6:34)
11. Theater of Dreams  (4:02)
12. ITM    (8:10)
I. Destination Unknown
II. Harbinger of Death
III. Memories

Bonus tracks
Title:
13. Control Freak (Freak Mix)  (3:09)
14. Control Freak (Remix)  (2:51)
15. Alien Frequency (Remix) (4:15)

Band~
Damon Fox – vocals, keyboards
Luis Maldonado – guitar
Duffy Snowhill – bass
Mike Portnoy – drums

 

9 Responses to “Bigelf “Into the Maelstrom””

  1. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi sedulur tercintaku seribu jempol

    Saya amat terkesan dengan tulisan njenengan perihal proyek Portnoy ini setelah era DM.Ketika dia diwawancarai majalah metal hammer saya sekilas juga menangkap betapa banyak proyek yg ingin dia kerjakan.Sejuta idenya yg selama ini mengendap ingin segera ditumpahkannya,sungguh suatu hal yg luar biasa bagi seorang drummer yg selama ini hanya dianggap sebagai penjaga ritme belaka.
    Mas Budi saya ini kok mempunyai pikiran yg liar ya.Andai Portnoy main di Slayer kalo menurut njenengan arah musike Slayer jadi seperti apa njih he he he he he

  2. Budi Putra Says:

    Mas Gatot, luar biasa super duper ekspress…matur suwun njeh…mas Kukuh, wah kalo Portnoy main di Slayer yg menonjol cuma suara drumnya aja mas…hehehe. Mungkin, kalo Portnoy main di Mastodon, kyknya ok jg tuh…

    • kukuh tawanggono Says:

      Lha ini…..lha ini…….usul yg bagus,cobi mas Budi mumpung (coba mas Budi selagi)suasana dingin habis diguyur hujan akan segera saya laksanakan ide njenengan.Memutar album Mastodon ”The Hunter” sambil ditemani secangkir kopi kental kiriman saudara di desa…….

      • Budi Putra Says:

        Mantap mas Kukuh, gemuruh drumnya tdk hanya membuat suasana jd hangat tp hot alias puanasss…hahhaa!

      • andria Says:

        ada 2 grup yg seingat saya tidak saya koleksi: A7X dan mastodon, alasannya karena sdh banyak orang yang suka sblum saya tahu😀

  3. andria Says:

    saya baru dengar album Cheat The Gallows aja. cuma lupa gimana musiknya🙂

  4. hippienov Says:

    Tuobz mas Budi, perlu digali lebih dalam nih Bigelf ini. Setelah Flying Colors dan Winery Dogs sekarang saatnya hunting Bigelf ^_^
    Matursuwun mas Budi pencerahannya.

    • Budi Putra Says:

      Silakan mas Hippie…band keren nih. Tp sblm dibesut Portnoy band ini mmg sdh terlihat kualitas permainannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: